NovelToon NovelToon
SANG PENUAI NYAWA

SANG PENUAI NYAWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

Dibuang dan dicap sebagai ancaman oleh militer korup karena membangkitkan Morthas—Malaikat Maut Kelas Misterius yang arogan dan ditakuti sejarah—Kael Ardyn diselamatkannya oleh guild terlarang di luar dinding peradaban. Bersama tiga jiwa abnormal lainnya, Kael harus melatih ranah jiwanya di Lapisan Kedua yang mematikan. Ini adalah kisah persekutuan empat jiwa yang siap mengguncang hukum dunia yang korup!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TARUHAN MORTHAS DAN PERANGKAP BAJA

BAB 16: TARUHAN MORTHAS DAN PERANGKAP BAJA

​Raungan pekat mengguncang celah batu di sudut barat labirin.

​Vibrasi suara itu begitu masif hingga meretakkan tebing di sekelilingnya, menggetarkan gendang telinga siapa pun yang mendengarnya.

​Hawa intimidasi yang menguar dari dalam lorong gelap itu memancar makin tajam.

​Itu bukan lagi Beast tingkat Perunggu atau Perak biasa. Seekor Beast Puncak Peringkat Tinggi sedang merangkak keluar dengan kecepatan yang mengerikan, siap menumpahkan kekuatannya ke medan perang.

​Di sisi lain, Kael Ardyn dan Kapten Gareth terus memacu pergerakan mereka.

​Mereka mendobrak barisan musuh tanpa menghentikan ritme langkah sedikit pun. Keduanya sedang berpacu melawan waktu demi menutup celah sebelum ancaman sesungguhnya menginjakkan kaki di luar labirin.

​"Kael, apa kau merasakannya?!" teriak Kapten Gareth di tengah deru pertempuran.

​Zirah Emasnya memercikkan cahaya keemasan saat membelah barisan musuh.

​"Aura ini... Beast Peringkat Tinggi! Bagaimana mungkin makhluk sekuat itu muncul di celah sekunder?!" seru Kapten Gareth terkejut.

​Kapten Gareth berbicara tanpa menghentikan sapuan lengannya.

​Banteng Tanduk Baja miliknya menerjang brutal, mementalkan ratusan Beast Kelas Rendah yang mencoba menghadang jalan mereka.

​Kael yang berada tepat di belakang sang kapten terus mengayunkan pedangnya ke kanan dan kiri. Gerakannya sangat efisien, menebas setiap Beast yang berani mendekat.

​"Ya, Kapten!" sahut Kael.

​Suaranya tetap tenang meski napasnya mulai memburu namun tetap teratur.

​"Jarak pergerakannya persekian detik lebih cepat dari dugaanku!"

​Di barisan belakang, Hugo menancapkan kedua kakinya ke atas tanah berpasir.

​Sepasang matanya tidak berkedip menatap punggung Kael dan Kapten Gareth yang makin mendekati mulut celah.

​Energi elemen tanah milik Morgrath bergejolak di dalam dadanya, siap dilepaskan di detik paling krusial.

​"Ayo, Kapten! Ayo, Kael!" gumam Hugo dengan pelipis yang dibasahi keringat dingin.

​"Aku makin gugup... sedikit lagi!"

​Sementara itu, Ren yang baru saja dimarahi oleh Elena bertarung dalam keheningan yang tak biasa.

​Namun di dalam batinnya, adrenalin pemuda berambut merah itu justru melonjak hebat. Ia membayangkan dirinya berada di posisi Kael—menerobos barisan musuh secara brutal tanpa rasa takut.

​"Haaaaaa!"

​Ren mendadak berteriak histeris di tengah ladang pembantaian, membuang semua ketegangan di dadanya.

​Brak!

​Hugo yang sedang memusatkan fokus penuh mendadak tersentak hebat mendengar teriakan tak berdasar di sampingnya.

​Begitu pula dengan Elena dan Suna yang berada tidak jauh dari sana.

​"Kau... kenapa berteriak seperti orang gila, Bodoh?!" omel Elena yang melayang turun seketika, mengayunkan telapak tangannya dan melayangkan pukulan tepat di belakang kepala Ren.

​"Aaaaaakh!" jerit Ren sambil meringis memegangi kepalanya yang berdenyut.

​Suna menghela napas panjang, mengusap wajahnya yang ternoda darah Beast.

​"Huuuh... kau benar-benar mengagetkanku, Ren. Bisa diam atau perlu aku robek mulutmu sekarang?" ketus Suna.

​Ren hanya menyeringai kecil sambil mengusap kepalanya, kembali mengarahkan tentakel Kraken miliknya untuk mengunci pergerakan musuh di sekitarnya.

​Hugo yang menyaksikan kejadian itu hanya tertawa kecil, walau fokus matanya kembali terkunci rapat ke depan.

​BOOOOM!

​Di mulut celah ngarai, jarak antara Kapten Gareth dan targetnya kini hanya tersisa beberapa meter.

​Dari dalam kegelapan lorong, siluet Beast raksasa setinggi tiga meter memanifestasikan dirinya secara utuh.

​Aura pekat dari Beast Puncak Peringkat Tinggi itu meluap keluar, menekan gravitasi di sekitar tempat itu.

​Hanya butuh beberapa langkah lagi bagi Beast tersebut untuk menerobos keluar dan mengacaukan garis pertahanan.

​Kapten Gareth memaksimalkan seluruh kapasitas Ranah Emas miliknya. Aura keemasan meledak hebat di sekeliling Zirah Emas sang kapten.

​Brak! Brak! Brak!

​Serudukan Banteng Tanduk Baja menerjang tanpa ampun.

​Ratusan Beast kecil yang memadati lorong terpental ke udara bagai daun kering, melapangkan jalan menuju mulut celah.

​"Kapten, aku punya rencana!" seru Kael dari belakang.

​"Cepat katakan, Kael! Kita tidak punya waktu!" balas Kapten Gareth tanpa mengurangi kecepatannya.

​"Aku akan melempar Sabit Morthas ke bongkahan batu di atas celah!" ujar Kael cepat.

​"Di sisi kiri ada bongkahan batu yang jauh lebih besar. Bisakah kau menanduk batu besar itu ke mulut celah?!"

​Kael memberikan instruksi taktisnya tanpa jeda, "Tandukan itu akan memberi jeda persekian detik untuk menahan Beast Puncak itu tepat sebelum Sabit Morthas menghantam tebing!"

​Di dalam ruang kesadaran Kael, suara berat Morthas mendadak bergaung dengan getaran gersang dari dimensi Void.

​"Bocah... kau mencari mati, hah?" ketus Morthas sinis.

​"Kau berniat melemparkan Sabit Penuai Nyawa seperti melempar tombak murah?!"

​Jangan khawatir, Morthas. Senjatamu tidak akan rusak, balas Kael singkat di dalam hatinya.

​Aura hitam di dalam dimensi batin Kael bergulung makin pekat. Morthas mendengus dingin penuh keangkuhan.

​"Dasar manusia fana! Kau pikir Sabit Penuai Nyawa bisa rusak hanya karena dilemparkan ke batu biasa?!" umpat Morthas.

​"Aku hanya memperingatkanmu... sabit itu membawa konsep tarikan mutlak! Setelah menghancurkan sasaran, ia akan berbalik kembali ke wadahnya dengan kecepatan penuh!"

​Kael terdiam selama satu fraksi detik. Otak analitisnya memproses bahaya tersebut.

​Kael paham betul konsekuensinya.

​Setelah tebing batu hancur, Sabit Morthas akan memutus udara dan terbang kembali ke arahnya dengan kecepatan ekstrem karena terikat ikatan jiwa Morthas. Jika ia terlambat mengelak, senjata itu sendiri yang akan membelah dadanya.

​Namun, tidak ada pilihan lain.

​Jika Beast Peringkat Tinggi itu berhasil lolos, komposisi tim mereka yang didominasi Ranah Perunggu dan Perak akan dibantai. Hanya Kapten Gareth satu-satunya pemilik Ranah Emas di tempat ini.

​"Aku tahu risikonya, Morthas," bisik Kael mantap.

​Di dunia nyata, Kapten Gareth menyahut suara Kael tanpa ragu sedikit pun.

​"Baik! Aku akan menanduk batu besar itu sekarang! Pastikan rencanamu berjalan sempurna, Kael!" seru Kapten Gareth.

​"Sekarang!" teriak Kael.

​Dengan memusatkan seluruh daya fisik dan dorongan energi jiwanya ke lengan kanan, Kael melangkah mantap lalu memutar tubuhnya.

​Ia melemparkan Sabit Penuai Nyawa ke arah tebing atas celah dengan seluruh kekuatannya.

​Wuuuuuushhhhh!

​Bilah sabit merah berputar deras di udara, membelah angin dengan pendaran cahaya pekat. Udara di lintasan sabit itu mendadak mendingin secara ekstrem.

​Di saat yang bersamaan, Kapten Gareth memusatkan seluruh aura Emasnya.

​Banteng Tanduk Baja milik sang veteran melesat menyeruduk bongkahan batu raksasa di sisi kiri tebing.

​BAAAAAM!

​Batu besar berbobot berton-ton itu terpental keras, meluncur deras tepat ke mulut celah ngarai.

​Brak!

​Bongkahan batu itu menghantam dada Beast Peringkat Tinggi yang baru saja hendak melangkahkan kaki keluar.

​Benturan dahsyat itu berhasil menahan dorongan sang Beast, menghentikan langkah pergerakannya selama persekian detik yang sangat krusial.

​Detik berikutnya, Sabit Penuai Nyawa mendarat telak di tebing batu tepat di atas mulut celah.

​DUARRRRR!

​Hantaman konseptual dari sabit Morthas meretakkan struktur tebing seketika.

​Bongkahan batu gunung berukuran raksasa hancur berkeping-keping, runtuh secara masif dan menimbun mulut celah ngarai di bawahnya. Beast Peringkat Tinggi itu tertimbun hidup-hidup di bawah jutaan ton bebatuan.

​"HUGO, SEKARANG!" teriak Kael dan Kapten Gareth secara bersamaan.

​"Ya... YAAA!" jerit Hugo di barisan belakang.

​Rasa gugup sempat menyergap dada Hugo, tetapi refleks bertarungnya bekerja lebih cepat. Ia mendorong kedua telapak tangannya ke tanah.

​Morgrath—Anima Mitologi berwujud Mammoth Purba—melepaskan gelombang elemen tanah yang melimpah dari dalam bumi.

​Gelombang tanah itu menyelimuti seluruh reruntuhan batu di mulut celah, menguncinya menjadi struktur dinding batu padat yang membeku seketika.

​Celah sekunder di bagian barat labirin kini resmi tersegel rapat.

​Namun, pertarungan belum usai bagi Kael.

​Usai menghancurkan tebing di atas celah, Sabit Penuai Nyawa yang membawa pendaran merah pekat membalikkan lintasannya secara mendadak.

​Mengikuti hukum ikatan jiwa Morthas, senjata raksasa itu meluncur kembali ke arah Kael dengan kecepatan luar biasa yang memotong udara!

​WUUUHHHHSSSSSS!

​Kecepatan kembalinya sabit itu berlipat ganda, memancarkan hawa maut yang langsung mengunci posisi Kael!

1
Aegis
punya kekuatan op, punya guru op😎
Aegis
buat selamat, masih harus bergantung pada orang lain🥴
Crimson
Gas pol
Crimson
ku vote ya /Good/
Kausafiksi.id: terimakasih abang kuh
total 1 replies
Crimson
Udah kyk adu pokemon aja /Grin/
Kausafiksi.id: 🤣🙏 siap abang kuh, tiba tiba dapat 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
total 3 replies
Anonim
cerita yang sangat menarik tidak pasaran
Anonim
cerita sangat menarik dan gak pasaran👍
Kausafiksi.id: terimasih nantikan kelanjutan nya
total 1 replies
WER
semangat kak membuat novel ya 😆👍👍👍
Kausafiksi.id: terimakasih 😁🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
updete sehari 2 kali ya teman teman.
Day Chuk
lanjut thor
Kausafiksi.id: terimakasih 🙏
total 1 replies
Dian Meilani
ceritanya menarik baru bab pertama, nanti kalo senggang aku mampir lagi ya kk.
Dian Meilani: yaa 👍
total 2 replies
Day Chuk
sangat menegangkan
Kausafiksi.id: iyakan 😁
total 1 replies
Day Chuk
chura apa thor
Kausafiksi.id: typo bang
total 1 replies
Day Chuk
di tunggu kelanjutan cerita nya ya
Kausafiksi.id: di usahain bang 🙏 terimaksih
total 1 replies
Day Chuk
kaya nya elena ada persaan salam kael nih 🫢
helena
lanjut thoomr✈️✈️
Kausafiksi.id: 🙏👍 siap kaka
total 1 replies
WER
semangat kak dan novel nya sukses Aamiin
Kausafiksi.id: sama sama suksek kak, aamiin
total 1 replies
WER
Thor apakah ada benih cinta di antara El dan kael pasti seru /CoolGuy/
Kausafiksi.id: Bisa kelihatan sih, sudah ada debar debar kaya nya si el
total 3 replies
WER
sabar El sabar orang sabar di sayang Tuhan 👍😆
Day Chuk: 🤣 galak amat ya cewe nya
total 2 replies
Muhammad Nur Septyawan
keren bang gua suka alur nya lumayan pas dan tidak basa basi👍
Kausafiksi.id: terimakasih bang, di bab 12 kesana baru baku hantam nya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!