NovelToon NovelToon
Kau Berkhianat, Aku Membalas!

Kau Berkhianat, Aku Membalas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Velicia, seorang wanita yang sedang hamil delapan bulan, dipermalukan dan disiksa oleh suaminya sendiri. Michael adalah Bos Mafia yang lebih mempercayai wanita lain bernama Sania, dibanding istrinya sendiri.

Dituduh tanpa bukti dan dipaksa berlutut di depan wanita yang membencinya, Velicia akhirnya menyadari bahwa cinta yang ia perjuangkan selama dua tahun hanyalah ilusi.

Namun Michael tidak tahu satu hal, Velicia bukan wanita biasa. Di balik diam dan lukanya, ia menyimpan identitas tersembunyi sebagai bagian dari dunia mafia yang jauh lebih gelap dari keluarga Kensington.

Saat Michael akhirnya menyesal, akankah Velicia memaafkannya dan kembali padanya? Atau memilih pria lain yang datang di waktu yang tepat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 8.

Malam itu Michael masih berada di ruang kerjanya. Tumpukan dokumen memenuhi meja. Sebagian besar berisi laporan keuangan dan hasil penyelidikan organisasi. Namun perhatian Michael justru tertuju pada satu map tua yang baru saja ditemukan anak buahnya. Map itu berkaitan dengan Fernando, kakak laki-lakinya yang meninggal tiga bulan lalu.

Michael membuka halaman pertama, itu adalah laporan kecelakaan. Di dalamnya ada laporan medis dan juga laporan kepolisian. Semuanya tampak normal, tapi ada sesuatu yang membuat Michael terus membacanya. Instingnya mengatakan ada yang tidak beres.

"Tuan." Salah satu bawahannya masuk. “Ini dokumen yang Anda minta."

Michael mengangkat kepalanya, lalu menerima berkas baru. Isinya rekaman komunikasi internal beberapa minggu sebelum Fernando meninggal. Awalnya ia tidak terlalu berharap menemukan sesuatu, tapi setelah beberapa menit kemudian matanya menyipit tajam. Ada satu nama muncul berkali-kali—Ramon.

Michael mengenal nama itu, salah satu orang kepercayaan Fernando dulu.

"Apa hubungan Ramon dengan kecelakaan kakakku?"

"Tidak ada bukti langsung, Tuan. Tapi... dia adalah orang terakhir yang bertemu Tuan Fernando sebelum kejadian."

Michael mengernyitkan keningnya, informasi itu tidak pernah muncul dalam laporan resmi.

"Apa lagi?"

Pria itu tampak ragu sebelum kembali bicara. "Lalu lintas rekening Ramon meningkat tajam setelah kematian Tuan Fernando."

Michael perlahan menutup map di tangannya, tatapannya berubah dingin. Dunia mafia mengajarinya satu hal, jika terlalu banyak kebetulan muncul di tempat yang sama, biasanya itu bukan lah suatu kebetulan.

Michael kembali melihat foto Fernando. Sejak kematian kakaknya, baru sekarang sebuah pertanyaan muncul dalam benaknya.

Bagaimana jika kematian itu bukan kecelakaan?

Dan jika benar... siapa yang paling diuntungkan?

Michael bukan tipe pria yang mudah melupakan detail, terutama jika detail itu berkaitan dengan keluarganya.

Malam itu, ruang kerja mansion masih terang meski waktu sudah melewati tengah malam. Di atas meja terbentang beberapa berkas lama milik Fernando. Laporan medis, jadwal perjalanan. Catatan rumah sakit, dan dokumen warisan yang sedang disiapkan sebelum kematian Fernando.

Michael sedang menyelidiki aktivitas Ramon sebelum kecelakaan Fernando. Namun tanpa sengaja, matanya berhenti pada satu dokumen lain—dokumen pemeriksaan kehamilan Sania. Dia mengernyit, dokumen itu masuk dalam berkas warisan karena bayi yang dikandung Sania dianggap sebagai calon pewaris keluarga Kensington.

Awalnya ia hanya melirik sekilas, tapi beberapa saat kemudian tangannya berhenti bergerak. Tatapannya kembali pada tanggal yang tertera, kemudian ia mengambil dokumen lain. Saat ini, wajah Michael terlihat dingin.

Keesokan paginya.

Michael memanggil dokter keluarga Kensington, seorang pria paruh baya memasuki ruang kerja dengan ekspresi bingung.

"Tuan Michael?"

Michael langsung menyerahkan beberapa lembar dokumen. "Saya ingin bertanya sesuatu."

“Silahkan.“ Dokter itu menerimanya.

"Menurut catatan ini, usia kandungan Sania saat pertama diperiksa adalah sekitar 12 minggu.“

"Benar, Tuan."

"Lalu berdasarkan perhitungan medis, kapan kemungkinan pembuahannya terjadi?"

Dokter menghitung beberapa saat, kemudian dia menjawab. "Kurang lebih dua bulan sebelum pemeriksaan pertama."

Michael mengatupkan rahangnya, tatapannya tetap tertuju pada dokter tersebut. "Apa hitungan Anda salah?"

"Tidak."

"Anda yakin?"

"Saya sangat yakin, Tuan." Dokter itu menjawab penuh keyakinan.

Michael perlahan menyandarkan tubuhnya, karena Fernando meninggal tiga bulan lalu. Dan menurut perhitungan tersebut... Sania baru hamil setelah kematian Fernando.

“Anda boleh pergi.“

Tanpa mengatakan apapun lagi, Dokter itu pergi.

Michael duduk sendirian di ruang kerja. Jari-jarinya mengetuk meja perlahan, ia mencoba berpikir logis. Mungkin ada kesalahan, kemungkinan dokter memang salah menghitung. Atau mungkin tanggal pemeriksaan tidak akurat. Namun semakin ia mencari alasan, semakin banyak hal yang terasa tidak masuk akal.

Fernando sering bepergian sebelum meninggal, hubungannya dengan Sania juga tidak terlalu dekat dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan Fernando pernah beberapa kali mengeluh tentang perubahan sikap istrinya, saat itu Michael tidak terlalu memikirkannya. Sekarang semuanya kembali teringat, sebuah kecurigaan muncul. Kecurigaan yang membuat wajahnya semakin dingin.

Esoknya...

Sania sedang menikmati teh di taman belakang mansion ketika Michael datang. Pria itu duduk di hadapannya tanpa banyak bicara.

Sania tersenyum kecil. "Kau pulang lebih cepat."

"Hm."

"Ada masalah?"

Michael menatap wanita itu dengan dalam, tatapannya sulit dibaca. "Aku ingin bertanya sesuatu padamu, Sania."

"Tanya saja."

"Kapan terakhir kali kak Fernando bepergian sebelum meninggal?"

Pertanyaan itu membuat tangan Sania menegang sesaat, tapi dia segera menyembunyikannya.

"Kenapa tiba-tiba bertanya soal itu?"

"Jawab saja."

Sania memaksakan senyum. "Kalau tidak salah, sekitar satu bulan sebelum kecelakaan."

"Apa selama itu kalian jarang bertemu?"

Jantung Sania mulai berdetak lebih cepat. "Michael..."

"Aku hanya bertanya."

Sania menggenggam cangkir tehnya lebih erat. "Fernando memang sangat sibuk."

Michael memperhatikan wajah wanita itu selama beberapa saat, perlahan ia berdiri. "Baiklah."

Hanya itu, tak ada pertanyaan lanjutan. Namun justru itu lah yang tiba-tiba saja membuat Sania semakin takut. Sebab Michael tidak pernah bertanya tanpa alasan.

Malam harinya, Sania langsung menghubungi Ramon. "Aku harus bertemu denganmu."

Suara wanita itu terdengar panik, dan Ramon langsung menyadarinya. "Ada apa?"

"Michael mulai bertanya tentang Fernando."

Di seberang sana terdengar keheningan, suara Ramon berubah serius. "Dia curiga?"

"Aku tidak tahu." Sania berjalan mondar-mandir di kamarnya. "Sepertinya, dia melihat dokumen kehamilanku."

“Sial!“ Ramon langsung berdiri dari kursinya.

Keduanya sama-sama mengerti, jika Michael mulai menghitung tanggal. Maka cepat atau lambat semuanya akan mengarah pada satu kesimpulan yang sangat berbahaya.

...*****...

Di sisi lain kota.

"Nona, Michael mulai menyelidiki kematian kakaknya... Fernando. Dan juga, mulai memperhatikan kehamilan Sania."

Velicia tersenyum tipis, ternyata ini lebih cepat dari perkiraannya. Karena itu artinya, Michael mulai mencium bau busuk Sania. Tatapannya begitu tenang, karena beberapa kebohongan memang lebih baik hancur dengan sendirinya. Dan saat itu terjadi... tidak seorang pun akan bisa menyelamatkan Sania.

Dua hari kemudian.

Michael menerima laporan tambahan, kali ini berasal dari rumah sakit tempat Sania pertama kali memeriksakan kandungannya. Ia membaca seluruh catatan medis dengan teliti. Setelah selesai, ia menutup berkas tersebut perlahan. Rahangnya mengeras, karena hasilnya sama. Tidak ada kesalahan dan tak ada kekeliruan. Usia kandungan Sania memang tidak cocok dengan cerita yang selama ini dipercayai semua orang.

Michael menatap keluar jendela, langit malam terlihat gelap. Sama gelapnya dengan suasana hatinya saat itu. Kali ini dia mulai mempertanyakan sesuatu yang tidak pernah ia ragukan sebelumnya.

Apakah anak yang dikandung Sania benar-benar anak kakaknya?

1
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ρυтяσ kang'typo✨
Alhamdulillah... Lorenzo sudah sadar , buka hati mu Velicia
ρυтяσ kang'typo✨
semoga Lorenzo bisa selamat
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Lorenzo sudah mulai sadar
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ρυтяσ kang'typo✨
wow keren thor... makin seru aja, semangat terus yaaaaaa
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ρυтяσ kang'typo✨
(perasaan itu masih bisa tumbuh kembali pada orang lain)

apa g nyesek tuh Michael 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rere🌠: Nyesssss 🤣🤣🤣
total 1 replies
ρυтяσ kang'typo✨
Lorenzo... u. harus lebih percaya diri lagi dan jangan pernah menyerah untuk mendapatkan Velicia
ρυтяσ kang'typo✨
ok trimakasih ka....terus semangat yaaaa
Ariany Sudjana
Sania kenapa kamu harus marah sama velicia? velicia itu putri konglomerat, dan kelasnya jauh di atas kamu, yang hanya pelacur murahan 🤣🤣😂😂 dan tempat yang pantas buat kamu ya di tempat sampah 🤣🤣😂😂
Rere🌠: Udah bener di tempat sampah, skrg malah mau gaul sm kubangan darah. ampun dah ah🤣
total 1 replies
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 😅💪
gina altira
Sania ga ada kapoknya
Rere🌠: Mau jadi ratu kyk Velicia, ngimpi kali ah😬😬😬
total 1 replies
gina altira
lanjutt
gina altira
Michael bodoh
gina altira
Michael terlalu percaya diri
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Diana Dwiari
pemain catur yang sangat handal....
ρυтяσ kang'typo✨
Sania mau main" sama Velicia🤣🤣🤣salah pilih lawan oooyyy
ρυтяσ kang'typo✨
hayo loh.... siapa kah yang menyerang di balik kekacauan yang sedang terjadi saat ini🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!