NovelToon NovelToon
TERJERAT OBSESI ELZIO

TERJERAT OBSESI ELZIO

Status: tamat
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Percintaan Konglomerat / Office Romance / Tamat
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Dendanya lima miliar rupiah, Clara. Atau... kamu tanda tangani kontrak tiga tahun jadi asisten pribadi saya!"
Berniat kabur dari masa lalu dan hidup mandiri, Clara justru terjebak dalam jaring laba-laba Elzio Mahendra—CEO tampan, kaya raya, dan obsesif yang tak mempan digertak. Hanya demi mengikat Clara di sisinya, Elzio tak ragu membeli perusahaan tempat Clara melamar dan menjeratnya dengan kontrak denda bernilai fantastis.
Segala cara Clara lakukan agar Elzio ilfil—mulai dari bersikap super galak, memboroskan uangnya, hingga kabur naik KRL. Namun, bukannya menyerah, sang CEO gila justru makin gila dan posesif padanya.
Di tengah intrik perjodohan elit dan trauma masa lalu yang menghantui, akankah Clara berhasil bebas dari jerat denda lima miliar, atau justru akhirnya bertekuk lutut dalam pelukan sang CEO?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Di dalam kabin kelas utama pesawat jet pribadi yang sedang melaju menembus awan menuju Zurich, Clara bersandar santai di kursi kulit yang empuk. Di sampingnya, Elzio sedang memangku laptop, namun pandangannya sama sekali tidak tertuju pada grafik saham di layar—melainkan pada Clara.

​"El, bisa gak matanya fokus ke laptop?" tegur Clara sambil menyuap potongan buah segar. "Dari tadi kamu ngeliatin aku mulu, gak risih apa?"

​Elzio menutup laptopnya begitu saja tanpa menyimpan pekerjaan. "Melihat kamu jauh lebih menghasilkan ketenangan jiwa daripada melihat pergerakan bursa efek, sweetheart."

​"Gombal terus," cibir Clara, tapi sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman manis.

​Di dalam hatinya yang paling dalam, Clara sadar betul... benteng pertahanannya sudah rubuh total. Dia bukan lagi sekadar menerima pernikahan ini karena keadaan atau kepasrahan, melainkan karena dia sudah jatuh cinta setengah mati pada pria di sampingnya ini.

​Dua hari kemudian, di salah satu sudut jalanan berbatu yang romantis di Lucerne, Swiss.

​Udara dingin khas Eropa menyapa kulit, namun Clara merasa sangat hangat dalam balutan overcoat tebal berwarna krem. Clara melangkah antusias menikmati pemandangan danau dan pegunungan Alpen yang memukau.

​Namun, penampilan Clara yang anggun dengan wajah cantiknya yang alami rupanya menarik perhatian beberapa pria lokal yang sedang duduk di kafe terbuka. Tiga orang pria bule bertubuh tinggi tampak berbisik-bisik, lalu salah satu dari mereka tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Clara.

​"Beautiful lady! Enjoying Switzerland?" sapa salah satu bule berambut pirang dengan nada menggoda.

​Clara yang merasa hanya disapa secara ramah tersenyum tipis dan hendak mengangguk sopan. Tapi sebelum dia sempat merespons...

​SRET!

​Sebuah lengan kokoh langsung menarik tubuh Clara masuk ke dalam dekapan secara mendadak. Elzio berdiri pasang badan, menyembunyikan Clara di balik tubuh tegapnya. Pria itu menatap ketiga bule tersebut dengan aura membunuh yang sangat pekat, matanya menyipit tajam.

​"She is my wife. Eyes off before I buy your cafe and fire all of you," desis Elzio dalam bahasa Inggris dengan aksen dingin yang luar biasa mengintimidasi.

​Ketiga bule itu seketika menelan ludah kasar, mengangkat kedua tangan mereka tanda menyerah, lalu buru-buru berpaling muka karena takut melihat tatapan iblis dari Elzio.

​Clara mengintip dari balik bahu Elzio, lalu menepuk pinggang suaminya. "Elzio! Kamu apa-apaan sih?! Mereka cuma menyapa ramah!"

​Elzio memutar tubuhnya, menatap Clara dengan wajah merajuk sekaligus posesif tingkat akut. Tangannya mencengkeram pinggang Clara, tidak memberikan jarak sedikit pun di antara mereka di tengah jalanan umum.

​"Tidak ada yang boleh menyapa kamu seperti itu!" tegas Elzio galak. "Senyuman kamu cuma milik saya, Clara! Kenapa kamu malah senyum balik ke bule-bule gatal itu?!"

​Clara tertawa renyah melihat ekspresi cemburu suaminya. "Astaga, Pak CEO... kamu cemburu cuma gara-gara aku ngangguk sopan?"

​"Saya cemburu pada siapa saja yang berani menatap istri saya lebih dari dua detik," balas Elzio tanpa rasa malu, justru makin mempererat cengkeramannya di pinggang Clara. "Mulai besok kamu harus pakai kacamata hitam dan topi lebar!"

​"Gila ya! Nanti aku disangka buronan!" omel Clara gemas, menepuk dada tegap Elzio. Tapi di dalam hati, dadanya berdesir hangat. Rasa posesif Elzio yang gila ini justru membuat Clara merasa begitu dicintai dan diinginkan.

​"Biarin," gumam Elzio, lalu tanpa peduli pada orang-orang Eropa yang berlalu lalang, pria itu menunduk dan mendaratkan ciuman singkat namun posesif tepat di bibir Clara.

​Perjalanan mereka dilanjutkan ke kawasan perbelanjaan elit di Bahnhofstrasse, Zurich.

​"El, kita cuma mau jalan-jalan kan? Kenapa malah masuk ke butik ini?" tanya Clara bingung saat Elzio menuntunnya masuk ke dalam butik perhiasan dan barang mewah ternama yang dijaga ketat.

​"Pilih apa saja yang kamu suka," ujar Elzio santai kepada manajer butik yang sudah membungkuk hormat menyambut kedatangan sang pemilik AetherCorp.

​"Elzio! Aku udah punya banyak baju dan tas di rumah!" bisik Clara panik, memelototi Elzio. "Gak usah buang-buang uang!"

​"Kamu lupa ya?" Elzio menyunggingkan senyum tipisnya, berbisik tepat di telinga Clara. "Uang saya itu uang kamu juga. Dan tugas seorang suami adalah memanjakan istrinya. Ambil tas yang warna hitam itu, lalu kalung berlian yang di dalam etalase itu."

​"Elzio, kalung itu harganya pasti milyaran!" seru Clara menahan napas.

​"Hanya beberapa ratus ribu Frank Swiss, sweetheart. Murah," jawab Elzio tanpa beban sama sekali. Pria itu mengisyaratkan manajer butik untuk membungkus semuanya. "Bungkus seluruh koleksi terbaru musim ini untuk istri saya. Kirim langsung ke presidential suite hotel kami."

​"Baik, Tuan Mahendra!" jawab sang manajer dengan wajah berbinar bahagia.

​Clara memegang dahinya, menggelengkan kepala pasrah. "Kamu bener-bener gak bisa diajak hemat ya..."

​"Untuk kamu, kata 'hemat' tidak ada dalam kamus saya," balas Elzio terkekeh. Pria itu lalu menarik tangan Clara keluar dari butik tersebut menuju sebuah toko cokelat tradisional legendaris di sudut jalan.

​Bau manis cokelat langsung menyambut indra penciuman Clara begitu mereka melangkah masuk. Mata Clara seketika berbinar terang.

​"Wah... cokelat Swiss asli!" seru Clara antusias, memandangi etalase penuh dengan berbagai varian cokelat truffle dan praline.

​Elzio yang melihat binar bahagia di mata istrinya tersenyum lembut. Dia mengacak rambut Clara penuh kasih sayang. "Suka?"

​"Suka banget! Kamu tahu aja aku lagi pengen cokelat!" ujar Clara girang, menoleh ke arah Elzio dengan senyuman paling manis yang pernah dia sunggingkan.

​"Saya tahu semua tentang kamu, Clara," bisik Elzio. Pria itu langsung memesan beberapa kotak besar cokelat kualitas terbaik untuk dibawa pulang. "Makan yang banyak, biar kamu makin berisi dan makin manis."

​Clara menerima satu potong cokelat truffle yang disuapkan Elzio, mengunyahnya dengan mata terpejam menikmati rasanya. "Emm! Enak banget, El! Cobain deh!"

​Clara refleks menyuapkan sisa potongan cokelat itu ke bibir Elzio. Tapi alih-alih memakan cokelatnya, Elzio justru menangkap jemari Clara, lalu menyesap jari telunjuk Clara yang terkena sedikit lelehan cokelat dengan mata menatap lurus ke dalam iris mata istrinya.

​DEG.

​Wajah Clara seketika membara panas. "Elzio! Ini di tempat umum!"

​"Cokelatnya manis," bisik Elzio rendah dengan suara bass-nya yang memabukkan, "tapi jari kamu jauh lebih manis."

​Malam harinya, di presidential suite sebuah hotel berbintang lima dengan pemandangan Danau Zurich dan lampu-lampu kota yang indah di luar jendela.

​Clara baru saja keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi putih tebal. Dia sedang berdiri di dekat jendela kaca besar sambil menikmati cokelat hangat saat sepasang lengan kokoh tiba-tiba melingkar rapat di pinggangnya dari belakang.

​"El... kaget tahu," cicit Clara, menyandarkan kepalanya di dada tegap Elzio yang sudah beraroma wangi sabun dan maskulin.

​Elzio membenamkan wajahnya di leher jenjang Clara, menghirup aroma aroma tubuh istrinya yang begitu memabukkan. "Sedang memikirkan apa, sweetheart?"

​Clara memutar tubuhnya dalam dekapan Elzio, menatap wajah tampan suaminya dari jarak dekat. Tangannya terulur mengelus rahang tegas Elzio dengan penuh kelembutan.

​"Mikirin... betapa beruntungnya aku punya kamu, El," aku Clara jujur, matanya berbinar penuh cinta. "Aku bener-bener cinta sama kamu, Elzio."

​Mendengar pengakuan jujur yang keluar dari mulut Clara, tubuh Elzio sempat membeku sejenak. Binar matanya berubah menjadi sangat intens, dipenuhi rasa haru dan gairah yang membakar seketika.

​"Bicara sekali lagi, Clara..." bisik Elzio parau, genggamannya di pinggang Clara makin mengetat.

​"Aku cinta sama kamu, Elzio Mahendra. Sangat cinta," ulang Clara mantap tanpa ragu lagi.

​Tanpa menunggu sepatah kata pun lagi, Elzio langsung menyambar bibir Clara dalam sebuah ciuman yang sangat dalam, panas, dan penuh obsesi. Pria itu mengangkat tubuh Clara dengan mudah, membawa wanita itu menuju ranjang berukuran raksasa di tengah ruangan.

​"El... cangkir cokelatku..." cicit Clara di sela ciuman mereka.

​"Lupakan cokelat itu," desis Elzio rendah di depan bibir Clara yang merona basah. Pria itu melepas jubah mandi Clara dengan gerakan tidak sabar, menatap tubuh indah istrinya di bawah temaram lampu kamar. "Malam ini... cokelat terbaik saya adalah kamu."

​"Elzio... kamu gak capek apa dari pagi jalan-jalan?" protes Clara lemas saat Elzio mulai mengecupi leher dan dadanya dengan sangat obsesif.

​"Untuk bercinta dengan istri saya? Saya tidak akan pernah merasa capek, Clara," balas Elzio dengan seringai tampannya yang memabukkan. "Saya sudah bilang kan... selama bulan madu ini, saya tidak akan melewatkan satu malam pun tanpa menyentuh kamu."

​"Dasar mesum... ugh..." rintih Clara pelan saat Elzio kembali mengklaim seluruh tubuh dan jiwanya dalam pusaran gairah yang menyatukan cinta mereka makin dalam di tengah dinginnya malam kota Zurich.

1
umie chaby_ba
mampir thor..🙏
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!