NovelToon NovelToon
THE ELITE OF UNDERGROUND SOCIETY

THE ELITE OF UNDERGROUND SOCIETY

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:245
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

Dendam masa lalu menuntut balas. Seorang musuh besar mengincar putri tunggal sepasang pembunuh bayaran legendaris gadis yang telah dilatih menjadi "Ratu Kematian". Namun, rencana itu membentur dinding tebal. Peladen data sekolah elite SMA Garuda Bangsa dilindungi enkripsi militer ketat, menyembunyikan identitas sang target di balik kabut digital.

sementara target baru memulai tahun ajaran baru, sistem mendeteksi enam siswi baru di kelas X-A yang datanya terkunci total. Demi memastikan dendamnya terbalas, sang musuh nekat menculik keenam gadis itu.

Disekap di dalam palka kapal kargo yang gulita, enam gadis asing berbalut almamater merah marun ini terpaksa menekan ego mereka. Insting predator mereka menyatu, mengubah tempat penyekapan menjadi ladang pembantaian demi merebut kembali kebebasan. Malam itu, adalah awal mula The Elite akan terbentuk.

apakah Mereka mampu mempertahankan the elite karna status mereka yang cukup tak biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Logat Asing dan Jarum yang Tersembunyi

Suara deru mesin mobil sport berwarna zamrud membelah keheningan jalur khusus kendaraan ekspatriat di depan gerbang SMA Garuda Bangsa. Ketika mobil itu berhenti, beberapa petugas keamanan sekolah langsung bergegas membukakan pintu, mengetahui persis bahwa pemilik kendaraan tersebut adalah anak dari investor asing terbesar yang baru saja menanamkan modal di yayasan sekolah.

Miya Fynezayn melangkah keluar dari dalam mobil. Tinggi tubuhnya yang seratus tujuh puluh sentimeter berpadu sempurna dengan seragam sekolah yang melekat pas di tubuhnya yang memiliki proporsi body goals. Rambut pirang ikalnya yang berkilau keemasan ditata dalam sanggul modern yang elegan, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih bersih. Tatapan matanya yang berwarna biru jernih menyapu halaman sekolah dengan pandangan superior yang berkelas.

"Selamat pagi, Miss Fynezayn. Silakan langsung menuju aula utama," ucap salah satu staf sekolah dengan membungkuk hormat.

"Terima kasih," sahut Miya singkat. Logat asingnya terdengar sangat kental, dengan intonasi penutur bahasa Inggris Eropa yang elegan. "Aku bisa menemukan kelasku sendiri. Tidak perlu pengawalan berlebihan."

Miya melangkah menembus kerumunan siswa dengan dagu yang terangkat tegas. Beberapa siswi senior berbisik-bisik, mengagumi penampilannya yang menyerupai bangsawan Eropa, sementara para siswa tidak berkedip menatap lekuk tubuhnya yang menawan. Namun bagi Miya, tatapan-tatapan itu tak lebih dari sekadar gangguan visual. Pikirannya masih tertuju pada lima enkripsi data yang gagal ditembusnya semalam. Dunia atas Indonesia ini tampak begitu membosankan dan penuh kepalsuan di matanya.

"Hei! Kau anak pindahan dari luar negeri itu, ya?" sebuah suara menghentikan langkah Miya di koridor menuju kelas X-A.

Seorang siswi dengan rambut pirang hasil cat murahan dan lipstik yang terlalu tebal menghalangi jalannya bersama dua orang temannya. "Kudengar keluargamu punya bisnis properti besar. Aku kyle, ayahku adalah anggota dewan komisioner pelabuhan."

Miya menghentikan langkahnya, menatap Kyle dari atas ke bawah dengan pandangan sedingin es. Bibirnya yang penuh mengulas senyuman tipis yang sangat meremehkan. "Bisnis properti... ya, sesuatu seperti itu. Dan tentang ayahmu yang bekerja di pelabuhan... kuharap dia melakukan tugasnya dengan baik agar tidak menyusahkan logistik perusahaan kami."

Kyle tertegun, wajahnya memerah mendengar nada bicara Miya yang begitu berwibawa namun sarat akan ancaman terselubung. Sebelum Kyle sempat membalas, Miya sudah melangkah melewatinya, membuat helai rambut pirang ikalnya sedikit bergoyang terkena angin koridor. Miya tidak punya waktu untuk meladeni anak pejabat lokal yang tidak tahu apa-apa tentang bagaimana dunia bawah tanah bekerja di luar sana.

Di sudut kelas X-A yang masih sepi, Fyrline Zyornaland sudah duduk dengan tenang di barisan kedua dari belakang dekat jendela. Penampilannya hari ini sangat kontras dengan Miya. Fyrline mengenakan kacamata baca berbingkai tipis, menyembunyikan sepasang matanya yang memiliki tatapan sangat tajam di balik lensa bening. Rambutnya disanggul rapi tanpa cela, memberikan kesan sebagai siswi kutu buku yang taat aturan. Kulit putih merona kemerahan miliknya tampak segar, mempertegas kesan bahwa dia hanyalah gadis remaja biasa yang tidak berbahaya.

Jemari Fyrline yang halus sedang membalik halaman buku sastra tebal yang diletakkannya di atas meja. Namun, di balik keheningan itu, fokus utamanya tertuju pada setiap siswa yang melangkah masuk ke dalam kelas. Sastra manipulasi yang dia pelajari dari Tante Maya mengajarkannya untuk mengenali ancaman dari cara seseorang meletakkan tas mereka.

Pintu kelas terbuka kembali, dan Miya Fynezayn melangkah masuk. Aura kemewahan dan ketegasan internasional langsung memenuhi ruangan. Miya menyapu pandangannya ke seluruh sudut kelas, mencari kursi kosong yang letaknya tidak terlalu dekat dengan papan tulis. Matanya sempat berhenti selama satu detik pada Fyrline yang sedang menunduk membaca buku.

Fyrline tidak mendongak, namun melalui sudut matanya di balik lensa kacamata, dia menganalisis pergerakan Miya. Cara Miya berjalan begitu anggun namun dengan tumpuan berat badan yang selalu siap untuk bergerak taktis menandakan bahwa gadis pirang itu bukanlah anak ekspatriat biasa yang manja. Ditambah lagi, parfum mahal beraroma kayu cendana yang dipakai Miya tidak mampu menyamarkan bau antiseptik samar yang biasa digunakan di fasilitas medis militer.

Miya memilih kursi di barisan tengah, terpisah dua lajur dari Fyrline. Dia meletakkan tas desainer mahalnya ke atas meja dengan dentingan pelan, lalu mengeluarkan sebuah tablet elektronik tanpa memperdulikan sekelilingnya.

Fyrline kembali membalik halaman bukunya dengan gerakan yang sangat tenang. Di bawah lipatan kain rok seragam spannya, jemarinya secara tidak sadar menyentuh letak kantung rahasia tempat jarum beracun mikronya disimpan. Ada ketegangan tak kasat mata yang mulai terbangun di antara kedua gadis itu. Mereka saling mengasingkan diri, menolak untuk saling mengenal atau mengusik kehidupan satu sama lain. Bagi Miya, siswi kutu buku di pojok kelas tidak penting untuk diurusi. Bagi Fyrline, putri ekspatriat kaya itu terlalu mencolok untuk didekati sekarang. Fokus mereka adalah diri mereka masing-masing, menjaga agar wilayah privasi mereka tidak ditembus oleh siapa pun di hari pertama ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!