Desi adalah seorang guru di sebuah sekolah negeri, saat ini ia memiliki 3 orang anak. Si sulung bernama Bagas, adiknya Rafi dan si bungsu bernama Aqilla. Jarak umur mereka rata-rata 2 tahun. Kehidupan rumah tangga Desi awalnya baik-baik saja. Namun, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak membuat suami Desi mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Suami Desi bekerja di luar kota demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, siapa sangka ternyata Ridwan menikah lagi diam-diam tanpa sepengetahuan Desi. Akibatnya, Ridwan menjadi abai dengan nafkah untuk anak-anaknya. Bahkan seringkali tidak memberi nafkah sama sekali, sehingga Desi harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya memiliki ayah tapi nasib mereka tak jauh berbeda dari anak yatim yang tidak memiliki ayah. Bahkan terkadang untuk makan pun Desi harus berhutang. Sungguh menyedihkan kehidupannya. Pernikahannya bagai tergantung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayuk riyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Gaji Pertama P3K
Sejak keluar SK P3K nya, mulai saat itu Desi resmi menjadi guru dengan status yang baru yaitu guru P3K atau PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Namun, bulan berikutnya Desi baru akan menerima gaji karena prosedurnya kerja dulu baru dibayar. Namun, Desi sangat bahagia, setidaknya ada kepastian dan ada yang diharapkan.
Bulan yang dinanti-nantikan pun tiba. Desi dan Mila sangat bahagia. Perjuangan mereka selama ini sudah membuahkan hasil. Rencananya mereka akan mengadakan syukuran di sekolah. Mereka akan memesan nasi kotak sejumlah guru-guru dan pegawai di sekolah mereka.
Desi dan Mila memilih acara syukuran di hari jum'at. Biar lebih berkah.
Hari yang ditunggu pun tiba. Mereka sudah memesan nasi kotak dari 3 hari yang lalu juga kue-kue sebagai snack. Desi dan Mila sudah menginfokan di grup guru bahwa hari ini akan mengadakan syukuran kelulusan P3K.
Saat jam istirahat, semua guru berkumpul di ruang guru. Acara dipimpin oleh salah satu guru teman mereka. Dan untuk do'a dipimpin oleh guru agama Islam. Acara berlangsung dengan lancar. Selesai acara, Lisa membagikan snack dan nasi kotak kepada semua guru yang ada. Kepala sekolah memberikan ucapan selamat kepada Desi dan Mila.
"Alhamdulillahi rabbil 'alamiin...saya ucapkan selamat dan sukses kepada ibu Desi dan ibu Mila atas pencapaiannya. Sekarang sudah resmi menjadi guru P3K. Semoga ke depannya semakin baik lagi dan menjadi teladan untuk kita semua." , ucap bapak kepala sekolah.
Semua guru pun bertepuk tangan. Dan menjabat tangan Desi dan Mila.
Sesi terakhir adalah sesi ramah tamah. Semua guru menyantap hidangan yang sudah disediakan. Desi dan Mila pun merasa lega karena acara syukuran berjalan dengan lancar.
Kemudian, Desi dan Mila ijin sebentar untuk ke atm menarik uang. Desi pulang dengan hati yang riang. Hari ini, dia sudah gajian. Dia bisa memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang selama ini kurang bisa dia penuhi.
Sebelum pulang, Desi mampir dulu ke rumah mbok Muna untuk menjemput Aqilla. Sesampainya di rumah mbok Muna, Desi tidak lupa memberi sedikit rezekinya pada mbok Muna. Mbok Muna menerima dengan penuh rasa syukur.
"Mbok Muna, saya mau jemput Aqilla. O iya mbok, ini sy ada sedikit rezeki buat mbok. Makasih banyak ya mbok udah mau dititipin Aqilla." , ucap Desi.
"Ya Allah ibu, repot-repot, mbok ikhlas kok bu. Jangan dipaksain bu kalau nggak ada." , jawab mbok Muna.
"Nggak papa mbok, nggak repot kok. Kebetulan saya lagi ada rezeki mbok. Saya sekarang sudah diangkat jadi guru P3K mbok. Diterima ya mbok." , jawab Desi.
"Alhamdulillah ibu, semoga berkah ya bu." , jawab mbok Muna.
"Aamiin...makasih mbok do'anya." , jawab Desi lagi.
"Sama-sama bu." , jawab mbok lagi.
Kemudian, Desi dan ketiga anaknya pun pulang. Sebelum pulang, Desi mampir ke minimarket dulu untuk membeli camilan buat ketiga anaknya dan juga membeli kebutuhan dapur yang habis di rumah.
Sesampainya di rumah, ketiga anak Desi sudah tidak sabar untuk memakan camilan yang mereka beli.
"Ma, tumben mama beliin kita jajan banyak." , ucap Bagas.
"Iya, enak banget ma, es krim nya." , jawab Aqilla.
"Pasti mama habis gajian ya?" , tanya Rafi.
"Iya sayang. Alhamdulillah. Mama habis gajian. Mulai sekarang, kalian nggak akan kekurangan makan lagi. Mama sekarang sudah diangkat guru P3K." , jawab Desi pada ketiga anaknya.
"Alhamdulillah. Bagas ikut senang ma. Selamat ya ma." , jawab Bagas.
"Iya sayang. Berkat do'a kalian semua." , jawab Desi.
Mulai hari ini, Desi merasa lebih bahagia karena dia bisa memenuhi kebutuhan ketiga anaknya walaupun mereka tidak mendapatkan nafkah dari ayahnya. Namun, Desi yakin setiap anak mempunyai rezeki nya masing-masing. Biarlah menjadi urusan suaminya dengan Allah yang tidak menafkahi ketiga anaknya. Karena setiap manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya masing-masing di dunia. Masalah nafkah seharusnya menjadi tanggung jawab seorang ayah dan bila seorang ayah lalai dalam memberikan nafkah pada anaknya, maka dia akan berurusan langsung dengan Allah di akhirat nanti. Mungkin suaminya tidak tahu agama, tapi tetap semua itu harus dia pertanggungjawabkan di akhirat.
Desi kini tidak mau mengemis lagi pada suaminya apalagi masalah nafkah anak. Dia akan berusaha semaksimal mungkin berjuang demi anak-anak nya yang dia sayangi. Dia yakin pengorbanan nya tidak akan sia-sia. Allah tidak tidur, Allah pasti akan menolong hambanya yang selalu berusaha dan bersabar.
Sejak kepindahan suaminya bekerja di Jakarta hingga saat ini, sudah berjalan 3 bulan, suaminya hanya beberapa kali menelpon. Itupun hanya menanyakan kabar tanpa mengirim uang sepeser pun. Desi kadang heran, apakah suaminya tidak pernah berpikir bagaimana dengan anak-anak nya dengan makan nya dengan sekolah nya. Apakah suaminya tidak mempunyai hati nurani sama sekali? Dimana hati nuraninya? Pertanyaan yang tidak perlu dijawab karena hanya suaminya yang tau.
Hari ini sepulang sekolah, Desi dan anak-anaknya dikagetkan dengan kedatangan Ridwan. Setelah 3 bulan, suaminya akhirnya pulang. Walaupun hanya dapt cuti selama 3 hari, namun bisa mengobati rasa rindu anak-anaknya. Selama di rumah, suaminya selalu mengajak anak-anaknya bermain. Sehingga bisa melupakan sedikit rasa rindu mereka.
Malam ini, Desi tidak bisa tidur. Entah mengapa, pikirannya sangat kalut memikirkan suaminya. Diam-diam, saat suaminya sedang tidur nyenyak, Desi memeriksa hp suaminya. Dia penasaran, sebenarnya ada apa dengan suaminya?
Untung Desi sudah mengetahui kata sandi di hp suaminya. Desi mengecek di wa dan galeri suaminya. Dia begitu kaget. Ternyata, apa yang dia takutkan selama ini benar. Di dalam chat wa, dia menemukan satu nama yang disimpan dengan nama 'Istriku Tersayang' juga di dalam galeri, dia menemukan video pernikahan kedua suaminya. Desi begitu shock. Namun, fia tidak bisa berbuat apa-apa. Pantas saja, suamiku selama ini bersikap seperti ini. Ternyata, suaminya sudah menikah lagi tanpa sepengetahuan Desi. Dia begitu terpukul dengan kenyataan yang baru dia ketahui. Setelah itu, Desi segera menyimpan kembali hp suaminya di tempat semula. Dia akan bersikap biasa saja, seolah-olah dia tidak tau apa yang terjadi. Saat ini, perasaan cinta Desi ke suaminya benar-benar sudah hilang, sama sekali tak bersisa. Dan dia benar-benar sudah mati rasa pada suaminya.
Keesokkan paginya, Ridwan berpamitan pada Desi dan anak-anak nya. Dia akan pergi bekerja kembali. Desi sama sekali tidak sedih suaminya pergi, tidak ada lagi air mata yang mengiringi kepergian suaminya, yang tersisa hanya rasa benci pada suaminya. Namun, Desi berusaha bersikap biasa saja. 6
"Ayah pergi dulu ya. Nanti kalau ada libur, pasti ayah pulang." , ucap Ridwan.
"Iya ayah, kalau pulang jangan lupa bawa oleh-oleh yang banyak ya." , jawab Rafi.
"Pasti sayang. Ayah pergi dulu ya." , jawab Ridawan.
"Iya ayah, hati-hati di jalan." , ucap Bagas.
"Iya. Dadah....." , jawab Ridwan.
"Dadah ayah...." , jawab anak-anak.
Anak-anak mencium tangan ayah mereka begitupun dengan Desi. Desi hanya menghormati saja. Kemudian anak-anak dadah pas ayah mereka pergi.
'Bahkan mengucapkan salam pun tidak.' , bathin Desi. Entah dimana adab suaminya. Desi hanya bisa geleng-geleng kepala.
pulang juga desi masih mau di tiduri ma laki nya pdhl laki nya gk peduli ma mereka kerja jauh krn punya gundik. desi tau tp masih mau berarti desi yg kecintaan ma lakinya. pdhl anak anak juga dia ngurus sendiri masih hrs kerja juga.
kl aku juga ogah jd desi.
kl Aku mnding cerai toh anak juga gk di nafkahi. cerai lbih jos bhgia walau tanpa suami.