NovelToon NovelToon
Jangan Harap Cintaku Lagi

Jangan Harap Cintaku Lagi

Status: tamat
Genre:Slice of Life / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:67.9k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Setelah mengorbankan kuliah, rumah warisan, dan masa mudanya demi membuat Daril sukses, Vira malah dibunuh oleh suami yang dicintainya itu.

Lebih menyakitkan lagi, sepupu yang ia tampung ternyata berselingkuh dengan suaminya. Hatinya makin hancur saat tahu, suami, sepupu dan ibu mertua yang selama ini ia rawat dengan baik, ternyata sudah lama menantikan kematiannya.

Takdir memberinya kesempatan kedua: kembali ke masa lalu. Ia bertekad tidak akan pernah menikahi Daril.

Namun saat ia mengubah satu keputusan untuk selamat, rahasia demi rahasia keluarga terbuka. Rahasia yang mengubah arti cinta dan memaksa Vira memilih antara balas dendam atau memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Yang Akan Menyesal Bukan Aku

Dengan penuh percaya diri, Daril berjalan menghampiri Vira. Tak lama kemudian, ia sudah berdiri di depan etalase toko.

"Hai, Ra. Lama gak ketemu," sapanya ringan dengan senyuman tipis yang tersungging di bibirnya.

Vira mengangkat wajah. Tatapannya datar tanpa sedikit pun kehangatan. "Ada perlu apa?"

Daril terkekeh pelan. "Gak boleh datang ya, kalau gak ada perlu?"

"Enggak." Vira tetap menatapnya tanpa ekspresi. "Tapi aku lagi jaga toko. Jadi kalau gak ada urusan, jangan mengganggu pembeli."

"Kamu nyambut mantanmu sedingin ini?"

"Kamu datang sebagai pembeli atau tamu?"

Daril mengernyit. "Memangnya beda?"

"Tentu saja beda," jawab Vira. "Kalau pembeli, silakan pilih barang. Kalau bukan..." Vira menunjuk ke arah jalan. "...pintunya di sana."

Daril tersenyum, tetapi senyum itu tak sampai ke matanya. "Kamu benar-benar beda, Ra."

Vira tetap sibuk menyusun beberapa dus mi instan yang masa kedaluwarsanya sudah dekat.

"Kayak..." Daril mengamati wajah Vira beberapa saat. "Tubuh yang sama, tapi rohnya beda."

Vira terkekeh pelan. "Kamu kebanyakan nonton film horor."

Tanpa mengatakan apa-apa lagi, ia kembali memeriksa barang-barang di rak.

Diabaikan seperti itu membuat rahang Daril mengeras. "Ra..."

Tak ada jawaban.

"Kamu tahu gosip yang lagi beredar di kampung ini?" tanya Daril akhirnya.

Tangan Vira yang sedang memisahkan mi instan berhenti sepersekian detik. Namun sesaat kemudian kembali bergerak.

"Gosip apa?" tanyanya datar tanpa menoleh.

"Kamu beneran gak tahu?"

"Aku bukan orang yang suka bergosip." Vira mengambil beberapa bungkus mi lagi. "Apalagi bikin gosip."

Daril menarik napas pelan. "Orang-orang bilang kamu udah gak perawan."

Vira tetap diam.

"Terus..." lanjut Daril, "katanya kamu sering bawa laki-laki masuk ke rumah."

"Oh." Hanya itu respons Vira.

Daril justru dibuat bingung. "Kamu... kok biasa aja?"

Vira akhirnya mengangkat wajah. "Buat apa aku marah sama pembawa berita?" katanya tenang. "Yang harus kupikirkan sekarang bukan gosipnya."

"Terus?" tanya Daril.

"Siapa orang yang pertama kali nyebarin." Tatapan Vira berubah tajam. "Kalau Pak Kades berhasil menemukan penyebarnya, aku bakal menuntut orang itu."

Daril sedikit terkejut. "Menuntut?"

"Iya." Vira mengangguk mantap. "Nama baikku dirusak. Tokoku jadi sepi. Banyak barang hampir kedaluwarsa karena gak laku."

Ia menatap Daril lurus.

"Kerugian mentalku ada. Kerugian materi juga ada. Orang itu harus mempertanggungjawabkan semuanya."

Untuk sesaat, wajah Daril menegang. Namun ia segera menutupinya dengan senyum tipis.

"Ra..." suaranya melembut. "Sebenarnya aku datang karena khawatir."

Vira hanya menatapnya.

"Aku masih gak tega lihat kamu digosipin kayak begini." Daril mencondongkan tubuhnya, mendekat.

"Kalau kamu mau..." katanya pelan, "aku siap nikahin kamu."

Vira mengangkat sebelah alis.

"Dengan begitu semua gosip itu bakal berhenti. Orang-orang juga gak akan berani ngomong macam-macam lagi."

Beberapa detik Vira hanya menatap Daril. Lalu ia tersenyum tipis.

"Daril."

"Ya?"

"Kalau aku dipaksa menikah karena fitnah..." suara Vira tetap tenang, "berarti yang menang adalah penyebar fitnah itu."

Daril terdiam.

Vira kembali melanjutkan.

"Lagian..." Tatapannya menusuk tepat ke mata Daril. "Kalau dipikir-pikir, siapa orang yang paling diuntungkan kalau nama baikku hancur?"

Senyum di wajah Daril perlahan memudar.

"Orang-orang mulai menjauhiku. Hartato batal melamar." Vira sengaja berhenti beberapa detik. "Kalau semua laki-laki menjauh..."

Tatapannya tak bergeser sedikit pun dari Daril. "...bukankah yang peluangnya paling besar justru mantan pacarku sendiri?"

Daril membeku. Meski wajahnya masih berusaha terlihat tenang, tapi jantungnya mulai berdetak lebih cepat.

"Dia makin sulit dikendalikan," batin Daril.

Ia kembali menatap gadis yang selama ini ia kira akan menjadi istri penurut, yang akan terus mencintainya apa pun yang terjadi.

Daril menarik napas pelan. "Aku cuma menawarkan solusi. Kalau kamu gak mau..." Daril mengangkat bahunya ringan. "Ya udah."

"Makasih," jawab Vira tenang. "Tapi aku gak butuh solusi yang nantinya bakal kusesali untuk kedua kalinya."

Daril mengernyit.

"Kedua kalinya?"

Vira seketika tersadar telah keceplosan. Namun raut wajahnya tetap tenang. "Maksudku, aku gak mau mengulangi kesalahan yang sama."

Ia menatap Daril tanpa ragu. "Kalaupun nanti gak ada laki-laki yang mau nikah sama aku, aku lebih memilih hidup sendiri."

Senyum tipis terukir di bibirnya. "Setidaknya aku gak perlu repot ngurusin suami atau mertua yang cuma nganggep aku sebagai mesin ATM."

Daril tertegun. Ucapan itu terasa seperti tamparan yang mengarah tepat kepadanya.

Selama ini, Vira memang sering membantu kebutuhan keluarganya. Karena itu, ia tak pernah menyangka gadis itu menyadari bagaimana dirinya dan sang ibu memanfaatkan penghasilannya.

"Kenapa dia bicara seolah-olah tahu semua yang akan terjadi?" batin Daril.

Tatapannya tak lepas dari wajah Vira. "Atau... selama ini dia memang sadar, hanya saja memilih diam?"

Tak ada lagi Vira yang mudah ia bujuk yang bisa ia kendalikan.

 Kini, Vira berdiri di hadapannya jauh berbeda . "Dia kayak udah tahu akhir dari setiap permainan yang bakal kumulai."

"Maaf. Kalau udah gak ada keperluan lagi, silakan pergi." Suara Vira tetap tenang. Nyaris tanpa emosi.

Namun, jauh di dalam hatinya, bayangan kehidupan yang pernah ia alami kembali berkelebat. Wajah pria di hadapannya itu... pria yang dulu memanfaatkan kerja kerasnya, lalu mengakhiri hidupnya demi menguasai semua yang ia miliki.

"Kali ini... Aku tak akan membiarkan sejarah itu terulang."

Daril tersenyum sinis. "Kamu terlalu sombong, Ra."

Ia menatap Vira lekat-lekat. "Ingat kata-kataku. Suatu hari nanti jangan sampai kamu yang datang mengemis minta dinikahi."

Vira tak menjawab. Tatapannya tetap datar, seolah ancaman itu sama sekali tidak berarti.

Daril mendengus pelan, lalu berbalik meninggalkan toko.Namun, saat melangkah menuju motornya, rahangnya mengeras.

"Lihat saja, Vira," batinnya penuh amarah. "Suatu hari nanti, aku bakal bikin kamu nyeselin semua perkataan kamu hari ini."

Tanpa menoleh lagi, Daril menyalakan motornya.

Brumm...

Suara mesin perlahan menjauh, meninggalkan Vira yang masih berdiri di balik etalase.

Tatapannya mengikuti punggung Daril hingga pria itu menghilang dari pandangan.

"Kali ini..." gumam Vira lirih, "...yang bakal nyesel bukan aku."

 

...✨"Musuh paling berbahaya bukanlah orang yang membencimu terang-terangan, melainkan mereka yang mencari keuntungan dari kehancuranmu."✨...

.

To be continued

1
fii 🤩
👍👍👍
anonim
Arvin setia mendampingi Ibunya yang mentalnya terganggu. Masa lalunya menjadikan Arvin tulus dalam merawat Ibunya.

Ayahnya sebagai penyebab dari penderitaan yang mereka alami.

Sebagai suami selingkuh, sebagai seorang Ayah perlakuannya sangat biadap.

Mereka diusir. Menghina Ibunya. Ayahnya membawa perempuan yang katanya istri barunya.

Ibunya kena mentalnya. Arvin menjadi pincang.

Arvin akan menjaga Ibunya, yang menjadi tameng hidup baginya ketika angkara murka merasuki Ayahnya.

Arvin pergi ke warung untuk membeli obat flu. Tiba di warung langkahnya terhenti ketika ia mendengar pembicaraan di dalam warung.

Lagi-lagi gosip tentang Vira ??
anonim
Pak Kades dan istrinya sudah mendengar gosip tentang Vira.

Hartato juga sudah mendengar. Dia tidak percaya. Vira bukan perempuan seperti yang digosipkan.

Pak Kades juga belum tentu percaya.

Mengingat Bapaknya Hartato masih menjabat sebagai kepala desa, setiap keputusan yang di ambil pasti menjadi perhatian banyak orang.

Kebenaran dari gosip itu belum terbukti. Niat lamaran di tunda.

Hartato hanya bisa berdoa, semoga gosip tentang Vira hanya fitnah. Dia lebih baik menunggu daripada mempercayai gosip tanpa bukti.
anonim
Dasar Ibu dan anak sama-sama bejatnya. Keduanya masih menginginkan Vira tapi dengan cara yang salah.
anonim
Kebetulan sekali leher Vira di gigit tomcat. Jadi semakin meyakinkan ibu-ibu dengan apa yang telah dikatakan Tari.

Sembarangan Tari bicara dengan mengatakan Tuhan pun membantuku. Mana ada Tuhan membatu orang jahat.

Jadi orang jahat itu pilihanmu, Tari. Tuhan itu memberi pilihan - mau menjadi orang baik atau menjadi orang jahat. Nantinya tinggal menunggu mau mendapat karma baik atau karma buruk.

Jangan senang dulu Tari. Ditunggu saja karma menjemputmu.
anonim
Daril ini lekaki pecundang. Menambah omongan yang sudah gak benar, dengan bicara bohong.

Memang Daril ini tidak pantas menjadi suami Vira. Hidupnya seperti benalu, juga pengkhianat.

Di kesempatan kehidupan kedua Vira, jangan sampai menjalin hubungan dengan Daril lagi.
A.R
mau bangun usaha kok minta dana sama org lainn,,, gadaikan saja tuhh rmh ibu mu
Anitha
Alhamdulillah akhir bahagia Vira dan Arvin...

Terimakasih kak Nana...semoga sehat selalu
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Kembali kasih KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
fii 🤩
mampir kk
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Makasih, Kak 🤗🙏🙏
total 1 replies
abimasta
terimakasih thor
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Sama-sama KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
anonim
Saatnya Vira menanyakan skincare yang hilang.

Yanti langsung tersedak mendengarnya.

Dia mengelak, tidak tahu.

Begitu Vira mau lapor polisi, Tari melarang. Vira tanya kenapa. Salah taruh katanya.

Tari mengelak tidak mengambil. Melarang Vira melihat lemarinya. Tetap kekeh tidak mengambil.

Tari langsung panik ketika Vira mau panggil Ketua RT. Baru mempersilahkan Vira mencari di lemarinya.

Vira nenemukan empat kotak skibcare miliknya.

Tari mengaku itu miliknya.

Ditanya beli di mana, harganya berapa.

Kebohongannya sudah tak ada obatnya ini Tari.
anonim
Tari semakin parah kebohongannya. Ia sekaligus memfitnah Vira.

Tari menolak usulan salah satu ibu-ibu untuk melaporkan ke polisi. Ya jelas menolak. Orang dia berkata bohong.

Baru mendengar sepihak, semoga ibu-ibu itu ada yang bertanya baik-baik pada Vira kebenaran yang sesungguhnya. Benar menurut cerita bohong Tari atau benar Tari bohong 😄.

Es kelapa muda sudah di tangan masing-masing satu.
anonim
Yanti baru memarkirkan motornya di tempat penjual buah. Iya mendengar suara beberapa ibu sedang membicarakan Vira yang sudah tidak perawan lagi.

Bukannya merasa prihatin mendengar sepupunya di gibahin, ini bocah malah punya ide licik.

Waduuuuuh...Tari malah bikin fitnah, mengarang bebas tentang Vira. Berapa laki-laki yang tidur sama Vira, Tari ? Kok bisa ngomong suara laki-lakinya tidak sama. Fitnah yang sungguh amat kejam. Pakai nangis segala untuk meyakinkan kebohongannya.

Ibu-ibu, cari bukti dulu ya. Jangan percaya begitu saja.
anonim
Vira masih mau memberikan kesempatan sekali lagi.

Ucapan terima kasih cuma di bibir. Hatinya tetap busuk.

Naah ketahuan Tari telah mencuri krim siang, krim malam, pelembap, juga serum milik Vira.

Vira tidak sembarangan menuduh Tari yang mencuri. Dia butuh bukti.

Disuruhnya Tari membeli dua es kelapa muda.

Yanti pergi naik motor.

Vira masuk ke kamar Yanti. Ia menemukan barang-barang yang telah raib dari meja rias di kamarnya. Beberapa kotak skincare tersusun rapi di laci paling bawah lemari pakaian.

Vira masih bersabar untuk tidak menuduh Tari. Masih butuh bukti yang tidak bisa dibantah.
mery harwati
Terimakasih karyanya yang sudah menghibur readers yang author 🙏
Sehat selalu untuk author, lancar rejekinya juga 😘🤲
Semangat selalu bikin karya² yang baru 💪
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Masih KK 🤗🙏🙏🙏
total 1 replies
anonim
Nah bingung kan Yanti mau tinggal di mana kalau Vira benar-benar mengusirnya.

Ujung-ujungnya Yanti minta diberi kesempatan. Dia bakal belajar masak yang benar.

Di depan Vira memelas pasti wajahnya. Coba nanti di belakangnya Vira. Ngedumel.
anonim
Yanti banyak akalnya untuk bisa menjaga tokonya Vira. Tapi Vira juga bisa mematahkan setiap omongan Yanti yang akal-akalan kekeh menjaga toko biar bisa ngutil uangnya Vira.

Yanti dasar perempuan tidak tahu diri. Setiap masak disengaja tidak enak supaya Vira tidak menyuruhnya masak lagi.

Vira jadi curiga dengan Yanti yang tidak pernah ikut makan. Alasannya sudah makan lebih dulu.

Sukurin gajinya dipotong. Kalau tidak sanggup masak yang benar, berhenti kerja sama Vira. Dan pergi dari rumah Vira.

Sepupu mau enak numpang tanpa bekerja. Maunya jaga toko biar bisa ngutil uang. Itu maunya Yanti.

Vira tidak membiarkan Yanti hidup gratis di rumahnya.
LibraGirls
Selalu suka sama karya author Nana banyak pelajaran tentang kehidpan yg baik bisa di ambil yang tidak baik jagan di ambil ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️😍😍😍😍😍😍
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
LibraGirls
Makasih Nana yang selalu menyuguhkan cerita² bagusnya 🤩 sukses selalu menciptkan karya² bagus yang lainya 🤩🤩🤩🤩🙏🙏🙏
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Terima kasih kembali KK 🤗🙏🙏
total 1 replies
anonim
Gosip Hartato mau melamar Vira cepat sekali diketahui Ibu-ibu. Di warung tempat paling pas untuk ngerumpi sambil berbelanja.

Mirna langkahnya terhenti ketika mendengar dari dalam warung beberapa ibu sedang mengobrol tentang Hartato yang mau melamar Vira.

Dia mendengar semua pembicaraan ibu-ibu itu. Pikiran liciknya timbul demi kepentingan pribadi.

Mirna mulai beraksi dengan bicara bohong bahkan cenderung memfitnah Vira.

Mirna mengatakan Vira sudah tidak perawan. Itu terjadi sebelum pacaran sama Daril.

Gawat nih Mirna, cari masalah. Perlu di lakban sama Vira nih mulutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!