NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.6M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dingin

Keesokan paginya, saat Bima terbangun, kepalanya berdenyut hebat, mungkin karena efek alkohol yang diminumnya semalam. Ia duduk perlahan, menyandarkan punggungnya di kepala tempat tidur, lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Ingatan tentang apa yang terjadi kemarin, pertengkaran, pengkhianatan, dan rasa sakit yang luar biasa, kembali memenuhi pikirannya, membuat hatinya kembali terasa perih.

Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian, ia keluar dari kamar dengan penampilan rapi seperti biasanya. Kemeja kancing berwarna krem yang dipadukan dengan celana bahan hitam membuatnya terlihat profesional, seolah tidak ada apa-apa yang terjadi.

Namun, perubahan yang paling terasa ada pada tatapan dan sikapnya. Wajahnya yang dulu selalu lembut, hangat, dan penuh senyum saat melihat Dami kini berubah drastis, sedingin kutub, dan sekeras batu, tak ada sedikit pun kelembutan yang dulu selalu terlihat.

Ia berjalan menuju ruang makan dengan langkah tegap, tidak menoleh sedikit pun ke arah Dami yang sudah menunggu di meja makan. Wanita itu menatapnya dengan hati berdebar, melihat perubahan yang begitu nyata pada suaminya. Suasana di meja makan terasa sangat dingin dan sunyi, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang sesekali bersentuhan dengan piring. Tidak ada sapaan pagi, tidak ada tanya kabar, tidak ada percakapan ringan seperti biasanya. Semua terasa hampa dan jauh.

Dami merasa seperti ada sesuatu yang sangat hilang, kehangatan, perhatian, dan kehadiran Bima yang selalu membuatnya merasa aman di rumah ini. Kini, meski mereka berada di ruangan yang sama, rasanya seperti ada jarak ribuan kilometer yang memisahkan mereka.

Setelah menelan ludah beberapa kali, Dami memberanikan diri memecah keheningan. Suaranya terdengar pelan dan ragu.

"Kak Bima ... nanti pulang jam berapa?"

Tangan Bima yang sedang memegang gelas berhenti bergerak. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap Dami dengan tatapan tajam dan menusuk, tanpa sedikit pun emosi.

"Kenapa?" tanyanya dengan suara dingin dan datar.

"Agar kau bisa membawa laki-laki itu lagi ke sini? Agar kalian bisa melanjutkan apa yang belum selesai kemarin?"

Kata-kata itu menghantam dada Dami keras sekali. Ia terdiam seketika, menundukkan wajahnya dalam-dalam. Ia tidak menyangka Bima akan menjawabnya dengan kata-kata yang begitu menyakitkan dan penuh kecurigaan.

"Tidak... bukan begitu maksudku..." jawabnya lirih, suaranya nyaris tidak terdengar.

"Aku hanya ... hanya ingin tahu saja."

Bima mendengus pelan, lalu kembali menunduk memakan sarapannya tanpa menatapnya lagi.

"Jangan tunjukan perhatian palsumu itu padaku. Dulu kau tidak pernah bertanya seperti itu. Kau tidak pernah menganggap keberadaanku, jadi ... Tetap saja seperti dulu."

Dami terdiam beberapa detik, lalu kembali bicara.

"Aku tahu aku salah," ucap Dami pelan, suaranya bergetar menahan tangis.

"Aku tahu aku tidak pantas meminta apapun darimu. Tapi, aku hanya ingin ... setidaknya kita bisa bicara seperti manusia biasa, bukan saling membenci begini."

Bima berhenti mengunyah. Ia meletakkan sendoknya dengan bunyi yang cukup keras, lalu menatap Dami dengan tatapan kosong namun penuh beban.

"Bicara?" ulangnya dengan nada sinis.

"Apa gunanya bicara? Apa yang bisa kau katakan selain kata maaf yang sudah kau ulang berkali-kali? Kata-kata tidak bisa menghapus apa yang aku lihat dengan mataku sendiri. Tidak bisa menghapus suara panggilan nama Jeremy yang keluar dari mulutmu saat kau merasa nikmat."

Dami menutup mulutnya rapat. Ia tahu ia tidak bisa membela diri, karena kenyataannya memang begitu. Tubuhnya telah mengkhianati hati dan akal sehatnya.

"Baiklah," lanjut Bima dengan nada yang lebih rendah namun tetap dingin.

"Kalau kau ingin tahu jam berapa aku pulang, aku akan katakan. Aku akan pulang larut malam. Jangan tunggu aku. Aku bisa makan di luar. Kau juga punya banyak pekerjaan kan? Balas dendam keluargamu belum selesai. Jadi, urus saja masalah kita sendiri-sendiri. Lagipula kau bisa beladiri, bisa menjaga dirimu sendiri. Tidak perlu aku yang jaga. Atau, kau bisa menyuruh laki-laki itu menjagamu."

"A-aku tidak butuh siapa-siapa menjagaku," jawabnya pelan, suaranya bergetar. Yang ingin dia bilang sebenarnya adalah dia tidak butuh Jeremy menjaganya.

Bima tertawa kecil, tawa yang terasa pahit dan dingin. Ia berdiri perlahan, mengambil tas kerjanya dari sandaran kursi. Ia berhenti sejenak di ambang pintu ruang makan, punggungnya tegak dan kaku.

"Mulai hari ini, kita hidup seperti yang kita sepakati sejak awal. Aku tidak akan mengganggu urusanmu, dan kau juga tidak perlu menggangguku. Rumah ini cukup besar untuk kita berdua tanpa harus saling berhadapan. Aku akan tidur di kamar tamu, dan kau tetap di kamar utama. Jangan pernah mencoba masuk ke sana, dan jangan pernah memanggilku. Lakukan apa pun yang kau mau."

Dami menatap pria itu.

"Tapi kita masih suami istri yang sah, kita tidak bisa hidup seperti orang asing selamanya."

Bima mendengus keras.

"Suami istri yang sah? Kau sendiri yang mengatakan padaku ini hanya pernikahan kontrak, jadi jangan mengharapkan apapun."

Habis mengatakan itu, Bima melangkah keluar, meninggalkan Dami sendirian yang berdiri diam. Suara pintu depan tertutup pelan, namun terasa sangat berat. Dami menjatuhkan pandangannya ke meja makan dengan tatapan kosong, lalu tersenyum kecut.

Lihat apa yang kau lakukan Dami. Kau benar-benar telah mengubah laki-laki hangat dan lembut itu.

Gumamnya penuh penyesalan.

Ia lalu membereskan meja makan dengan gerakan lambat. Sangat lambat. Pikirannya penuh dan rasanya berat sekali. Bima tidak pernah bersikap sedingin itu selama delapan tahun ia mengenalnya. Tapi kini, ia harus menelan pahit sikap dingin laki-laki itu. Tanpa sadar air matanya terjatuh dan dia buru-buru menyekanya.

Belum lagi masalah Jeremy. Dia harus menghindari pria itu. Harus. Meski dia akui rasa cinta itu masih tersisa dalam hatinya, tapi Jeremy adalah masa lalu. Dia tidak ingin menyakiti hati Bima lagi. Dia akan berusaha mencintai laki-laki itu dengan tulus, mulai sekarang. Meski ia tahu, kepercayaan Bima telah hilang, tapi dia akan berusaha menjadi istri yang baik. Bukan hanya karena Bima, tapi dia juga tidak ingin menyakiti mertuanya yang begitu mencintainya.

Dami menarik napas panjang, berusaha menenangkan hatinya yang kacau. Ia tahu jalan yang akan ditempuhnya tidak akan mudah, membangun kembali kepercayaan yang hancur butuh waktu, kesabaran, dan ketulusan. Tapi dia akan berusaha.

1
🍒WINA🍒
Dami itu semua ulah anak kamu sangat jahat sampai naya terluka, langit sampai menyalahkan diri sendiri terbawa emosi. sampai berkelahi sama mason naya terjatuh... langit sangat panik dan khawatir sama naya membawa kerumah sakit, tenang langit naya sangat kuat tidak terjadi apa-apa.

langit so sweet dan romantis bingit memperlakukan naya bak tuan putri🥰 naya sangat berarti buat langit kedua saling mencintai selalu bersama apa yg terjadi...

Tante dami meminta maaf sama naya atas perbuatan jahat simolly, telah melukai punggung naya sampai dirawat rumah sakit. Molly sudah keterlaluan dami menyesal telah memanjakan molly jadi sombong dan arogan...
naya bicaralah yg baik mumpung tante dami dan pamit sekali ucapin terimakasih, telah diijinkan tinggal dirumahnya...
sebaik jujur mau mandiri ngekost, naya memaksakan diri tinggal rumah tante dami dan om bima. Molly akan terus memusuhi naya dan iri dan dengki telah mendarah daging dihati molly...
Abeng Abeng
luar biasa bagus banget tau.
Abeng Abeng
masomm lebih baik kamu pergi dari naya. naya itu nggak suka sama kamu. kamu di angap kakak sendiri ya jangan nampak muka lagi. urus tuh adikmu se molly. hahahaha.😄😄😄😄😄😄😄
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 💪
Tuti Tyastuti
𝘩𝘢𝘥𝘦𝘦𝘩𝘩 𝘮𝘢𝘴𝘰𝘯
Aida Kamil
pokokx ya thor jgan afa lg drama moly mnyajiti naya baik mental atw fsik krna naya kluar dr rmh mereka ga ada alasan moly mnyakiti naya. dan bkin naya mnikah sma langit fix jgan sma mason ga suka bgt karakterx
Aida Kamil
gmna mw tinggal drumah mu mason klo drmh mu afa ular betina yg sangat jahat dan licik pying victim... bisa mati naya klo terus diam drmh bima dan dami. krna anak mereka anak iblis
Ita rahmawati
orang udah dijelasin juga masih ngotot aja ya si samson ini 🤦🙄
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 🥰 kereen 😍 terimakasih 😘
⭐️asteri
Mason harusnya malu bilang,ortu Naya nitipkan naya ke keluarganya. tapi bukanya di lindungi malah dibikin celaka dan terlukai. tanggungjawab apa itu namanya. apakah dia dan keluarganya ga malu menghadapi ortu Naya nanti
Dian Rahmawati
wah Langit gentle man
Ilfa Yarni
bagus pergilah kau mason
Vtree Bona
dih mason ke PD an parah
Lis mania
Telpon papamu aja Naya, biar papamu datang mengobati kamu. Klo nggak diobati,
Lis mania: nanti tambah parah sakitnya. Laporin jg si Molly ke polisi biar dipenjara sekalian, supaya ada efek jera si Molly
total 1 replies
~Hartwyn_Dee~
good Naya....👍👍👍 jawaban yg tepat😍
~Hartwyn_Dee~
keren ihhh Langit 👍 biar mason sadar diri 🤪
~Hartwyn_Dee~
sadar Mason??!! lu bukan siapa" nya Naya jadi tolong ya,, batasannya, jangan suka maksa seolah Naya dekat sama kamu
Nurul
lnjut thor...
zahrahaifa
siape elu maksa2 naya... urusin dlu tuh adek lu yg bener... boleh nye sewot🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!