NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Itu Ternyata Ketua Mafia Dan Ceo Dingin

Gadis Cupu Itu Ternyata Ketua Mafia Dan Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Intan Oktavianiputri77

Mereka mengenalnya sebagai gadis cupu—pendiam, berkacamata, selalu sendiri, dan sering diremehkan. Tidak ada yang tahu bahwa di balik wajah polosnya, tersembunyi sosok paling berbahaya di kota.
Saat malam tiba, dia berubah menjadi ketua mafia yang dingin dan tak tersentuh. Dengan tatapan tajam dan langkah penuh wibawa, semua orang tunduk pada satu perintahnya. Bukan hanya itu, dia juga CEO muda dari perusahaan terbesar yang menguasai berbagai industri.
Cantik, cerdas, dan mematikan.
Dia tidak pernah membalas hinaan dengan kata-kata—dia membalasnya dengan kekuasaan.
Dulu mereka menertawakan gadis cupu itu.
Sekarang, mereka bahkan takut menatap matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Oktavianiputri77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Kebenaran yang Tidak Bisa Dikendalikan

Langit SMA Wijaya pagi itu cerah.

Terlalu cerah untuk sesuatu yang sedang retak dari dalam.

Anya berjalan seperti biasa.

Kacamata bulat.

Buku di dada.

Langkah tenang.

Tapi kali ini—

koridor tidak lagi hanya berbisik.

Koridor mulai menatap.

“Dia itu yang di video kemarin…”

“Serius itu dia di kebakaran?”

“Arsen juga kayaknya tahu sesuatu…”

Setiap kata seperti jarum kecil.

Tidak cukup untuk melukai.

Tapi cukup untuk terasa.

Anya tidak berhenti.

Tidak berubah ekspresi.

Namun matanya sedikit lebih dingin dari biasanya.

Di ujung koridor.

Selene berdiri.

Tidak sendiri.

Ada tiga murid lain.

Dan satu laptop kecil di tangannya.

Begitu Anya mendekat—

Selene tersenyum.

“Selamat pagi, bahan berita.”

Anya berhenti.

Tatapannya datar.

“Kamu belum capek?”

Selene tertawa kecil.

“Capek? Aku baru mulai.”

Ia memutar layar laptop.

Dan menampilkan halaman sekolah.

Forum anonim.

Judul besar:

“SIAPA SEBENARNYA ANYA CLARISSA?”

Anya tidak bereaksi.

Tapi jarinya di buku sedikit menegang.

Selene melanjutkan.

“Lucu ya… orang yang paling tidak terlihat di sekolah…”

“…sekarang paling banyak dicari.”

Anya menatap layar itu.

Lalu berkata pelan:

“Ini bukan mainan.”

Selene mendekat sedikit.

“Justru ini permainan paling seru.”

Dari belakang.

Suara langkah cepat.

Arsen.

Semua murid otomatis mundur.

Seperti ada gravitasi berbeda.

Arsen berhenti di samping Anya.

Matanya langsung ke laptop Selene.

“Matikan.”

Selene mengangkat alis.

“Kamu lagi?”

Arsen tidak menjawab.

“Matikan sekarang.”

Selene tersenyum tipis.

“Kenapa? Takut dia runtuh?”

Arsen menatapnya.

“Ini sudah melewati batas sekolah.”

Selene tertawa kecil.

“Sejak kapan kamu peduli aturan?”

Arsen tidak bergeming.

Tapi suaranya turun satu tingkat lebih rendah.

“Ini peringatan terakhir.”

Hening.

Selene menatapnya lama.

Lalu menutup laptopnya perlahan.

“Baik.”

Tapi senyumnya tidak hilang.

“Kalau kamu mau main jadi pelindung…”

“…aku juga bisa jadi algojo informasi.”

Ia menatap Anya.

“Dan kamu, Anya…”

“…semakin aku diganggu, semakin aku penasaran.”

Selene pergi.

Tapi forum itu sudah terlanjur hidup.

Di seluruh sekolah.

HP mulai berbunyi.

Notifikasi.

Chat grup.

Screenshot.

Nama Anya Clarissa muncul di mana-mana.

Anya berdiri diam.

Untuk pertama kalinya—

dia tidak langsung bergerak.

Arsen memperhatikan itu.

“Kamu baik-baik saja?”

Anya tidak langsung menjawab.

Lalu berkata:

“Ini bukan masalahku.”

Arsen menyipitkan mata.

“Kalau seluruh sekolah membicarakanmu, itu tetap bukan masalahmu?”

Anya menatapnya.

“Ini hanya noise.”

Tapi suaranya tidak sekuat biasanya.

Arsen melihat itu.

Dan untuk pertama kalinya—

dia tidak hanya melihat “misteri”.

Dia melihat tekanan.

Di ruang OSIS.

Baskoro masuk cepat.

“Tuan, forum sekolah sudah menyebar ke luar jaringan internal.”

Arsen langsung berdiri.

“Apa?”

Baskoro menelan ludah.

“Sudah diunggah ke blog luar sekolah. Dan… mulai ditautkan ke forum investigasi anonim.”

Arsen mengepalkan tangan.

“Selene tidak mungkin melakukan ini sendirian.”

Baskoro mengangguk pelan.

“Benar. Ada IP luar negeri yang ikut mengamplifikasi.”

Arsen diam.

Lalu berkata pelan:

“Jadi ini bukan lagi bullying.”

Ia menatap layar.

“Ini operasi informasi.”

Di tempat lain.

Anya berdiri di atap gedung sekolah.

Sendiri.

Angin kuat.

Tulus di earpiece.

“Queen… situasi mulai tidak terkendali.”

Anya menutup mata sebentar.

“Sudah keluar jalur.”

Tulus ragu.

“Apakah kita hentikan semuanya?”

Anya membuka mata.

Dan untuk pertama kalinya—

ada sedikit… kelelahan.

“Tidak bisa.”

Ia menatap kota.

“Kalau aku hentikan sekarang… Selene akan curiga lebih dalam.”

Tulus diam.

Anya melanjutkan pelan:

“Dan Arsen…”

“…sudah terlalu dekat.”

Di bawah.

Arsen berdiri di halaman sekolah.

Menatap gedung.

Seolah tahu Anya ada di atas sana.

Dan benar saja—

mata mereka bertemu dari jauh.

Tidak ada kata.

Tidak ada suara.

Tapi ada satu hal yang jelas:

Arsen tidak mundur lagi.

Dan Anya…

untuk pertama kalinya…

tidak yakin apakah dia masih mengendalikan arah permainan.

Di layar forum sekolah.

Satu komentar baru muncul:

“Kalau dia bukan orang biasa… berarti dia apa?”

Dan tidak ada yang menjawab.

1
Night Watcher
seharusnya cerita yg bagus, tp mc dibuat terlalu monoton, shg cerita jd kaku dan menjemukan.
kasih sedikit gaya relax deh... biar lebih nyantai bacanya🙏
Night Watcher
sekolah kelas atas masa lantainya semen? granit kek, marmer, minimal keramik lah ..😇
Night Watcher
katanya dlm 2 hr, selene hancur. tp msh ttp aja berjaya?
Night Watcher
mungkinkah aku reader pertama?
Night Watcher
coba mampir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!