NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Trauma masa lalu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aurin Josephine— tidak pernah menyangka, niatnya kabur dari perjodohan yang diatur paman dan bibinya justru menyeretnya ke dalam pernikahan tak terduga dengan pria asing, malam itu.

Gallelio Alastar, seorang CEO dingin yang mati rasa, mengubur perasaannya bersamaan dengan istrinya lima tahun lalu. Pernikahan itu tidak pernah ia inginkan. Bahkan terasa seperti pengkhianatan pada janji yang pernah ia berikan.
Namun di rumah yang sama, di bawah satu atap yang terasa asing, Aurin mulai mengenal sisi lain pria itu.

Dan untuk pertama kalinya, ia bertekad… membuatnya jatuh cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Ke Rumah sakit.

Ayuna mematung di tempatnya berdiri. Jantungnya serasa berhenti berdetak sesaat mendengar jawaban yang tidak masuk akal itu. Otaknya berusaha mencerna setiap kata yang baru saja diucapkan papanya. Mami? Maminya Geanetta? Seingatnya, satu-satunya wanita yang dia panggil kakak ipar sudah lama tiada dan terkubur di bawah tanah.

"Papa, maksudnya siapa? Ini kenapa orang-orang dari semalam pada melantur ya? Jujur ini janggal, apa maksudnya?" tanya Ayuna penasaran.

​Dia menarik salah satu kursi di hadapan ayahnya, lalu mulai meraih piring. Ayuna menyendokkan sedikit nasi, sayur, serta lauk, lalu menyodorkannya ke depan sang keponakan.

​"Makan dulu ya, Sayang!" ujarnya lembut.

​Anet mengangguk dan menarik piring makanan itu mendekat. Bocah itu melirik ke arah opanya yang sudah selesai makan, memberi isyarat manja agar disuapi. Bersama mereka, Anet selalu dijadikan sosok yang paling spesial, berbanding terbalik jika dia sedang bersama papinya.

​Ayuna pun mulai mengisi piringnya sendiri. "Tadi malam juga kakak marah-marah di rumah sampai melempar semua barang yang ada di kamarnya. Dia ngamuk besar setelah pulang, tangannya berdarah-darah. Dia kenapa sih, Pa? Apa yang terjadi sama kakak?" tanya Ayuna lagi sambil bersiap menyuapkan makanan ke mulutnya.

​"Dan oh ya... dia mengamuk dan menyuruh aku sampaikan kepada mama bahwa pernikahan itu hanya kebodohan. Katanya istrinya hanya Kak Sera. Itu juga maksudnya... Argh! Kenapa kalian suka sekali teka-teki? Otakku tidak bisa menebak, jujur saja!" protes gadis itu dengan wajah cemberut.

​Ayuna tetap menatap ayahnya yang mulai memilah tulang dan daging untuk disuapkan ke mulut Geanetta.

​"Gallelio mengamuk?"

​Ayuna mengangguk cepat. "Tangannya berdarah. Malas Yuna mengobatinya. Dia membentak aku sama Anet soalnya, Pa. Kesal banget Yuna kalau ingat!" adunya dengan suara yang menggebu-gebu.

​"Dia semalam menikahi seorang gadis..."

​"APA!"

​BRAK!

​Ayuna memukul meja hingga menciptakan suara dentuman yang tajam. Untungnya piring makanannya tidak jatuh, namun aksi itu berhasil membuat Papa Jordan dan Anet tersentak kaget.

​"Ayuna! Bisa tidak reaksinya biasa saja? Kalau Papa punya riwayat penyakit jantung, bisa mati Papa!" ujar pria itu kesal.

​"Hah? Papa menyuruh Yuna bereaksi biasa saja dengan fakta barusan? Really?" Dia terkekeh samar dengan nada tidak percaya. "Pa, bahkan Ayuna masih belum percaya. Omong kosong macam apa itu? Kak Gallelio menikahi seseorang? Itu..."

​Ayuna menjeda kalimatnya sejenak, menatap ayahnya lekat-lekat. "Itu benaran tidak sih, Pa? Kakak menikah? Apa dunia mau kiamat? Siapa wanita itu, Pa? Tolong suruh dia cerai saja sebelum masuk ke kehidupan Kak Gallel. Dia hanya akan menderita! Jangan membuat anak orang masuk ke neraka yang diciptakan Kak Gallel, Pa!"

"Hais, bicaramu itu! Gallel hanya belum bisa melupakan. Papa pikir dengan adanya orang baru nanti, dia bisa—"

​"Mustahil! Jadi itu benaran ya, Pa? Tidak bohong kan?"

​"Papa pernah bohong memangnya? Sekarang kalau kamu mau tahu, pergi ke rumah sakit. Jangan lupa bawa pakaian ganti Mama dan beberapa pakaian milikmu. Pinjamkan dulu kepada kakak iparmu itu. Setelah dia sembuh nanti, kamu bawa dia ke butik untuk beli pakaian baru!" suruh pria itu tegas.

​Ayuna masih mendelik tak percaya. Jujur, sulit sekali baginya untuk langsung percaya meski dia tahu papanya tidak pernah berbohong selama ini. Namun mengingat reaksi meledak-ledak kakaknya semalam, sebenarnya hal itu sudah menjadi jawaban yang cukup nyata.

​Alhasil, Ayuna makan dengan sangat cepat. Bahkan nasi di piringnya belum sampai habis, dia sudah berlalu ke kamar untuk menyiapkan pakaian ganti untuk mamanya dan juga untuk kakak ipar barunya itu. Rasa penasaran yang membuncah membuat gerakan Ayuna menjadi jauh lebih gesit dari biasanya.

​Beberapa saat berlalu, dia sudah keluar dengan pakaian yang sudah diganti rapi. Dia menjinjing tas berisi pakaian, kemudian menghampiri Geanetta yang sudah selesai dimandikan oleh pelayan dan bersiap untuk ikut dengannya ke rumah sakit.

​Rencana semula untuk mengantar Anet ke sekolah taman kanak-kanak akhirnya gagal total hari ini.

...****************...

"Jadi Anet akan punya mami, ya Uty?" tanya Anet dengan suara polos begitu mereka sudah masuk ke dalam mobil.

​Ayuna melirik ke samping dan tersenyum tipis. "Sepertinya begitu. Anet senang?" tanyanya sambil menatap reaksi gadis kecil itu, berusaha mencari ekspresi yang bisa dia baca dari wajah mungil tersebut.

​Anet terdiam untuk beberapa saat. Wajahnya hanya menatap lurus ke arah depan. "Anet tidak tahu, Uty. Mami itu seperti apa sih? Apa bakalan seperti Papi yang tidak mau melihat Anet?" tanyanya dengan suara yang sangat kecil.

​Deg!

​Jantung Ayuna mencelos mendengar kalimat jujur yang keluar dari perasaan terdalam gadis kecil itu. Anak sekecil ini sudah harus merasakan luka dan merasa kehadirannya tidak diterima oleh ayahnya sendiri.

​"Apa dia akan sayang Anet seperti Uty sayang Anet?"

​"Sayang..."

​"Atau apa dia akan membentak-bentak Anet?" tanyanya beruntun untuk mencari jawaban di wajah Ayuna.

​Namun, apa yang bisa Ayuna jawab? Bahkan dia sendiri belum tahu seperti apa rupa dan sifat wanita yang baru saja diperistri oleh kakaknya itu. Ayuna hanya bisa menarik napas panjang untuk menenangkan gejolak di dadanya.

​"Semoga mami Anet adalah orang baik yang menyayangi Anet seperti Uty sayang Anet ya..." ujar Ayuna akhirnya sambil memberikan senyum terbaiknya untuk menenangkan kegelisahan sang keponakan.

Lalu perlahan Ayuna mulai memutar musik. Dia memilih lagu anak kecil yang ceria, berusaha sekuat tenaga untuk mengalihkan pikiran keponakannya dari rasa takut yang tadi sempat muncul.

​Pagiku cerahku... matahari bersinar... ku gendong tas merahku di pundak...

​Lirik ceria itu memenuhi kabin mobil. Perlahan Anet mulai mengikuti setiap bait lagu dengan suaranya yang kecil dan pelan. Dia tampak mulai melupakan pikiran takutnya seiring dengan lagu yang terus mengalun.

​Hingga beberapa saat kemudian mobil itu berhenti tepat di depan parkiran rumah sakit.

​"Oke, sudah sampai!" ujar Ayuna.

​Dia membuka pintu samping mobil, menggendong Anet, sementara tangan satunya lagi menjinjing tas besar berisi pakaian ganti.

​"Anet jalan sendiri saja, Uty!" pinta bocah itu lembut, meminta turun dari gendongan Ayuna.

​Ayuna mengangguk dan membiarkan keponakannya berjalan di sampingnya. Mereka berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang berbau obat, menuju ruang rawat inap tempat Aurin berada.

​Begitu sampai di depan pintu ruangan, Ayuna mendorongnya perlahan.

​"Selamat pa— WHATTTT!!"

​Ayuna mematung di ambang pintu dengan mata yang membelalak lebar. Pekikan kagetnya tertahan di kerongkongan saat melihat pemandangan di depannya. Di sana, Mama Amanda sedang duduk di tepi ranjang sambil menyuapi seorang gadis yang tampak sangat muda, bahkan terlihat seperti masih remaja atau setidaknya jauh di bawah umur yang Ayuna bayangkan untuk menjadi istri kakaknya.

​Terlebih lagi, kondisi gadis itu yang tampak sangat menyedihkan dengan perban di sana-sini benar-benar di luar ekspektasi Ayuna.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Rosita Zaky
bagisss
ChaManda
😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cih kesal
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kan kan kan kocak ini si Gel... bilang aja aku minta no kamu biar kalau ada apa-apa gampang/Curse//Curse//Curse//Curse/ pke alesan sebagai terima kasih
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: gengsi kk🤣🤣😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤔 apa ini? kau mulai water? cihhh... dasar Gelooooooo/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣jangan lama2 dia dinginnya, ntar beku kak
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
huhuhuair mataku😭😭😭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
jeng jeng jeng jeng..... Gel... baik2 bini mu incaran adik lelaki mu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: maca iya yuk lah buat Erza nyemek2
total 4 replies
ChaManda
aduhh kasian juga yaa si Clara
ChaManda
🫵🏻🫵🏻🫵🏻
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
ihhh msh kesel sama pak duda ngeselin😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
heh astagaaa keliarga gilaa ku penggal juga itu kepala kalian biar sekalian gk ounya otak😑
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
idih.... mulai nyaman dia natap yang belum tumbuh🤭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Udah tumbuh tapi belum keliatan menarikknya🤣🤣
total 1 replies
ChaManda
buat istrimu atau buat kamu?☺️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Gallelio: buat gadis itu, biar gak kuyuss krempeng
total 1 replies
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
🤣
ChaManda
🤣😭🫵🏻
ChaManda
🤣🤣🤣🤣 aku suka gayamuu
ChaManda
😭😭😭
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
heleh heleh🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!