NovelToon NovelToon
Dibuang Suami, Dicintai Presdir Tampan.

Dibuang Suami, Dicintai Presdir Tampan.

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:105.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Lima tahun menikah, Kanisha Rayya Shanika selalu percaya bahwa rumah tangganya bersama sang suami, Arven Mahendra, akan berjalan harmonis untuk selamanya. Ia rela menekan mimpinya sendiri demi menjadi istri sempurna dan ibu terbaik bagi anak angkat yang sangat ia cintai. Namun semua kepercayaan itu runtuh dalam satu malam.
Kanisha memergoki Arven berselingkuh dengan sekretaris pribadinya sendiri—wanita yang selama ini ia anggap hanya rekan kerja biasa. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, kenyataan yang jauh lebih kejam kembali menghantamnya. Anak angkat yang ia rawat dengan penuh kasih ternyata adalah darah daging hasil hubungan terlarang suaminya dengan sang selingkuhan.

Dikhianati sebagai istri sekaligus dipermainkan sebagai seorang ibu, Kanisha memilih pergi dan mengakhiri pernikahan yang telah menghancurkan hidupnya. Dengan tekad untuk bangkit, Kanisha mulai membangun hidup baru dan membuktikan bahwa dirinya bukan wanita lemah yang bisa diinjak begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Kang Ji Hoon perlahan memalingkan wajahnya kembali ke arah jendela, Namun pandangannya tidak benar-benar melihat suasana kota di luar seolah pikirannya sudah berada ke tempat lain.

“Lalu setelah menikah? Apa yang dilakukan oleh Kanisha?” tanyanya singkat.

“Setelah nona Kanisha menikah, dia memilih mundur dari semua tanggung jawabnya di perusahaan,” jawab Min-jae. “Dan fokus pada pernikahan dan posisinya sebagai istri dari pewaris Mahendra Corporation.”

Kang Ji Hoon meneguk sisa kopinya, lalu meletakkan cangkir itu di meja kayu di sampingnya dengan pelan tanpa suara keras namun cukup untuk memberi tanda bahwa pikirannya sedang bekerja lebih dalam dari sebelumnya.

“Dan sekarang, setelah skandal perselingkuhan suaminya terkuak, apa yang dilakukan oleh Kanisha?” tanya Kang Ji Hoon sekali lagi.

“Sekarang dia kembali,” jawab Min-jae. “Setelah skandal tersebut, Nona Kanisha kembali ke Winata Group dan kembali aktif dalam pengambilan keputusan bersama ayahnya, Rendra Winata.”

Kang Ji Hoon akhirnya berbalik sepenuhnya.

Tatapannya kemudian jatuh pada asistennya.

Tajam, tenang dan untuk pertama kalinya sejak nama Winata disebut, ada sesuatu yang berbeda di dalam ekspresinya. Bukan sekadar perhatian bisnis, melainkan ketertarikan yang mulai muncul terhadap Kanisha.

“Dia kembali,” ulang Kang Ji Hoon pelan.

“Ya, Pak.” Park Min-jae tampak ragu sejenak sebelum menambahkan informasi terakhir. “Dan berdasarkan laporan terbaru, beberapa investor menyebut bahwa Nona Kanisha kembali mengambil posisi strategis di dalam perusahaan. Banyak keputusan besar Winata Group sekarang kembali melibatkan nona Kanisha secara langsung.”

Kang Ji Hoon tidak langsung menjawab, matanya sedikit menyipit seperti seseorang yang baru saja menemukan bagian paling penting dari sebuah teka-teki yang lebih besar.

“Menarik,” ucapnya akhirnya dengan sangat pelan.

Satu kata itu akhirnya keluar dari seorang laki laki yang tidak pernah sembarangan memuji untuk orang lain. Park Min-jae berdiri diam, menunggu instruksi lanjutan dari atasannya, namun Kang Ji Hoon tidak langsung berbicara. Ia justru berjalan perlahan kembali ke arah jendela besar. Kedua tangannya dimasukkan ke saku celana jasnya, posturnya tetap sempurna, tapi sekarang pikirannya jelas tidak lagi berada di ruang itu sepenuhnya. Kota Seoul di luar sana terlihat seperti dunia yang sangat jauh dari percakapan mereka namun bagi Kang Ji Hoon, justru di dunia bisnis seperti inilah hal-hal paling menarik selalu terjadi. Tanpa menoleh, Kang Ji Hoon akhirnya berkata,

“Jadi perempuan itu…”

Min-jae langsung menegakkan tubuh.

“Ya, Pak?”

Kang Ji Hoon berhenti sejenak untuk memilih kata kata yang tepat sebelum diucapkan.

"Tidak menyerah dan lemah meskipun dirinya sudah dihancurkan dan dikhianati.”

Park Min-jae tidak langsung menjawab karena ini bukan pertanyaan dan juga bukan pernyataan biasa. Ini lebih terlihat seperti penilaian yang dilakukan oleh Kang Ji Hoon terhadap putri pemilik Winata grup. Kang Ji Hoon kemudian menoleh sedikit, hanya separuh wajahnya terlihat dari samping.

“Dia memutuskan kembali ke posisinya.”

“Benar, Pak,” jawab Min-jae cepat.

Kang Ji Hoon mengangguk pelan, tatapannya berubah sedikit lebih dalam.

“Biasanya orang seperti itu,” ucapnya pelan, “akan memilih menghilang dan terpuruk.” Park Min-jae terdiam sementara Kang Ji Hoon melanjutkan kembali perkataannya. “Tapi dia tidak.”

Kang Ji Hoon kembali memutar tubuhnya sepenuhnya ke arah jendela, tapi kali ini ekspresinya tidak sama seperti tadi. Seolah satu nama saja sudah cukup untuk menggeser cara pandangnya terhadap sebuah tawaran bisnis.

“Kanisha…” gumamnya pelan, hampir tidak terdengar yang membuat Park Min-jae yang berdiri di belakangnya hanya diam dan menunggu namun Kang Ji Hoon tidak melanjutkan kalimatnya. Ia hanya menatap kota Seoul yang semakin gelap, dengan cahaya bulan yang mulai memenuhi langit.

Dan di dalam pikirannya, nama Kanisha perlahan menjadi sesuatu yang tidak lagi sekadar bagian dari hubungan bisnis, melainkan rasa penasaran terhadap seseorang yang bahkan belum pernah ia temui.

"Min-jae."

Park Min-jae yang sejak tadi berdiri di belakangnya langsung menegakkan tubuh.

"Ya, Pak."

Kang Ji Hoon berjalan perlahan menuju meja kerjanya. Langkahnya tenang dan terukur seperti biasa, namun kalimat berikutnya tetap membuat asistennya membeku untuk sesaat.

"Tolong siapkan pesawat pribadi."

Park Min-jae berkedip.

"Maaf, Pak?"

"Saya akan pergi ke Indonesia."

Keheningan langsung memenuhi ruangan.

Untuk pertama kalinya sejak percakapan mereka dimulai, ekspresi Park Min-jae terlihat sedikit berubah. Ia terkejut karena selama beberapa tahun terakhir, Kang Ji Hoon hampir tidak pernah melakukan perjalanan internasional tanpa alasan yang benar-benar besar. Biasanya seluruh negosiasi dilakukan secara daring atau cukup mengirimkan tim eksekutif, namun kali ini ia memilih untuk datang sendiri.

"Indonesia, Pak?"

"Ya."

Park Min-jae terlihat ragu untuk sejenak sebelum akhirnya dirinya memberanikan diri untuk bertanya.

"Apakah tujuan anda kesana untuk membahas kerja sama dengan Winata Group?"

Kang Ji Hoon mengambil iPad yang berada di atas mejanya, membuka kembali laporan yang tadi dibacanya, lalu tanpa mengangkat kepalanya, ia menjawab singkat.

"Itu salah satunya."

Park Min-jae langsung menangkap maksud kalimat itu. Salah satunya? Itu artinya ada alasan lain.

"Kalau begitu..." ucap Min Jae dengan hati-hati. "Apakah tujuan anda kesana juga ingin bertemu Nona Kanisha?"

Baru kali ini Kang Ji Hoon menghentikan aktivitasnya. Matanya perlahan terangkat untuk menatap asistennya. Tatapan yang membuat Park Min-jae langsung menegakkan punggungnya. Namun beberapa detik kemudian Kang Ji Hoon justru tersenyum tipis dan hampir tidak terlihat.

"Sepertinya kau mulai terlalu mengenalku, Min Jae."

Park Min-jae menundukkan kepalanya dengan cepat.

"Itu bagian dari pekerjaan saya, Pak."

Kang Ji Hoon menggeleng pelan lalu berjalan kembali ke arah jendela.

"Ya." Jawabannya sederhana tapi cukup jelas untuk membuat asistennya mengerti. "Aku ingin melihat keduanya." Park Min-jae terdiam sementara Kang Ji Hoon melanjutkan. "Winata Group terlihat menarik." Ia berhenti sejenak. "Lalu perempuan itu juga menarik."

Park Min-jae tidak memotong karena ia tidak berani.

"Kebanyakan orang akan hancur setelah mengalami apa yang dia alami." Tatapan Kang Ji Hoon kembali mengarah ke kota Seoul.

Lampu-lampu malam mulai memenuhi jalanan. "Mereka akan menghilang, mengurung diri, atau sibuk mencari simpati orang lain." Namun nada suaranya tetap tenang. "Tapi Kanisha memutuskan untuk kembali dan memutuskan untuk bangkit dari keterpurukannya."

Park Min-jae mengangguk.

"Benar, Pak. Dia kembali ke tempat yang pernah dia tinggalkan dan langsung mengambil alih tanggung jawabnya lagi."

Kang Ji Hoon menyilangkan kedua tangannya.

"Aku ingin melihat sendiri seperti apa sosok wanita itu."

Keheningan kembali datang, beberapa detik kemudian.

"Jadwalkan penerbangannya besok pagi."

"Baik, Pak." Jawab Park Min-jae yang langsung mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi pihak bandara untuk menyiapkan penerbangan presdirnya ke Indonesia.

1
Normida Naibaho
Mungkin dilamar CEO dari Morea.🤣🤣
Normida Naibaho
Rasain sendirilah kesombonganmu dan makanlah cintamu hingga kenyang.
Maaf thor ceritanya .menguras emosi🤣🤣🤣
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: iya kak gpp🤣🤣🤣
total 1 replies
Rain Aricia
Asikk, ditunggu ngedatenya yah/Grin/
Rain Aricia
Yah sabar lah om, namanya juga baru cerai. Nah lho asal main gas aja😂
Tapi dh lega kan kau udah ungkapin perasaanmu
Rain Aricia
Haduhh cepatlah omm, gregetan aku ih/Scream/
Rain Aricia
Lah, kirain om jihon bakalan ungkapin perasaan😭
Diluar ekspetasi ah
Rain Aricia
Iya lah, ngapain dipertahankan kalau si suami gak mau. Mending lah cerai kalian dari dulu dh selesai masalah
Rain Aricia
Kalau gini mah om korea makin kepincut dong Nish
feya rade
daebak oppa 😅
Normida Naibaho
Cepat sadar Naira mulailah hidup baru ,kamu udah sakit sesakit sakitnya.Semoga ka.u diberi Tuhan yv lebih dari di kampret itu.
Normida Naibaho
Jahat banget Salena ya,pdhal dia perempuan.
Rain Aricia
Cieee aduhhh om2 korea dh kepincut cewek indo🤣🤣
Rain Aricia
Ayo dong om, ajak Nisha nikah🤭
Rain Aricia
Nikah sama orang ga waras emang berat Nish
Rain Aricia
Lah tante? Salah sendiri mau jadi pelakor
Rain Aricia
Ya jelas dong, masa dia kesiksa terus sih. Kan ga nyambung🤣
Batara Kresno
semoga selena menderita dipenjara bahkan setelah keluar dr penjara juga
Rain Aricia
Oke, gas lah Ji Hoon ambil hati Nisha🤭🤭
Rain Aricia
Asikk jadi single lagi deh, enakan single ga sih Nish?🤭
Rain Aricia
Ngapain nangis Nish? Ada tuh om2 korea yg tungguin kamu🤣
Coba ajarin Zarlin biar bisa buka hati Nish, kalian kan hampir senasib/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!