NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pedang Miliknya

Kekuatan dari spirit Naga api yang ada di tubuh Lue Ang membuatnya berhasil menarik pedang Surgawi milik Yuan, beberapa orang yang masih berada di sana terlihat sangat terkejut, mereka terkejut setelah mendengar auman keras dan sekarang seorang yang mereka anggap sebagai pengemis berhasil mencabut pedang Surgawi.

Semua orang tahu sudah banyak pendekar mencoba menarik pedang Surgawi dan tidak ada yang berhasil, sama seperti yang lain Yuan juga terkejut melihat Lue Ang ternyata berhasil mencabut pedang Surgawi miliknya, tidak hanya itu Yuan juga berpikir bagaimana bisa seseorang yang terlihat lemah seperti Lue Ang memiliki spirit yang kuat.

Lue Ang tersenyum setelah berhasil mencabut pedang Surgawi, yang membuatnya senang bukan karena berhasil mencabut pedang tapi baru saja dirinya merasakan kekuatan yang sangat besar mengalir di tubuhnya hingga membuatnya berhasil menarik pedang Surgawi.

"Tunggu, kenapa kamu menancapkannya kembali?" Tanya Yuan yang melihat Lue Ang kembali menancapkan pedang miliknya.

"Kamu hanya meminta ku mencabutnya aku sudah melakukannya, kamu tidak memintaku untuk memberikannya padamu," ucap Lue Ang.

"Karena aku berhasil mencabutnya sekarang kamu harus menepati janjimu, semua yang masih ada di sini menjadi saksi yang kamu katakan sebelumnya," sambung Lue Ang.

"Benar, aku mendengarnya."

"Kalau tidak salah Tuan Yuan berjanji memberikan senjata yang anak muda itu inginkan, ditambah lima puluh keping emas."

Yuan bisa melihat semua orang di sana mulai membela Lue Ang, mereka semua seperti penjilat karena takut pada Lue Ang yang berhasil mencabut pedang Surgawi miliknya, tidak ingin toko senjata spiritual miliknya kehilangan kepercayaan Yuan meminta penjaga toko mengambilkan pedang yang diinginkan Lue Ang dan keping emas yang dijanjikannya.

Tak membutuhkan waktu lama penjaga membawa pedang dan satu kantong emas berisi lima puluh keping emas seperti yang dijanjikan.

"Ambillah ini yang aku janjikan, pedang ini yang kamu mau bukan," ucap Yuan sambil melemparkan keduanya ke depan Lue Ang.

"Sepertinya kamu melupakan sesuatu," sahut Lue Ang.

Seketika Yuan teringat persyaratan tambahan yang diminta oleh Lue Ang, Lue Ang member syarat tambahan agar dirinya dan penjaga nya meminta maaf padanya.

"Lakukan," ucap Yuan sambil melihat ke arah penjaganya.

"Baik Tuan," sahut penjaga.

Langsung saja penjaga bersujud mengarah ke Lue Ang seperti yang diminta Tuannya, jika tahu semua akan berakhir seperti ini dirinya tidak akan melakukannya.

"Aku minta maaf karena sudah menghinamu," ucap Penjaga.

Lue Ang hanya diam tidak menjawab permintaan maaf Penjaga, tanpa berkata apa-apa Lue Ang berjalan keluar melewati jalan sebelumnya, tidak lupa sebelum pergi menjauh Lue Ang tersenyum dan membungkukkan badannya.

Pemilik toko bahan herbal yang awalnya tidak menyangka Lue Ang bisa mencabut pedang hanya menganggukkan kepala saat Lue Ang membungkukkan badan ke arahnya, pemilik toko bahan herbal tidak menyesal sudah membantu Lue Ang, karena spirit Lue Ang sangat kuat mungkin saja orang yang sudah dibantunya itu akan menjadi pendengar hebat dikemudian hari.

"Pedang sudah aku miliki, waktunya berburu menjadi kuat," ucap Lue Ang penuh semangat.

"Bagus akhirnya kamu berhasil mendapatkan pedangmu, tapi apa kamu yakin sudah siap?" Tanya Mak Nung yang tiba-tiba berdiri di samping Lue Ang.

"Sudah, bukankah memang sebelumnya hanya pedang yang kita butuhkan untukku sebelum berburu," ucap Lue Ang.

"Kamu ini, walau memiliki pedang apa kamu bisa menggunakannya," sahut Mak Nung.

Seketika Lue Ang terdiam setelah mendengar perkataan Mak Nung, yang dikatakannya memang benar dirinya berlatih menyerang dan bertahan hanya tangan kosong sebelumnya, dirinya sama sekali belum pernah menggunakan pedang dan walau terlihat mudah menggunakan pedang tidak semudah yang terlihat.

"Kita akan berlatih sambil berjalan menuju hutan, setelah keluar dari kota ini berjalanlah ke arah selatan di sana ada hutan yang dihuni banyak hewan spiritual," ucap Mak Nung disambut anggukan kepala oleh Lue Ang.

Setelah keluar dari gerbang kota Lue Ang berjalan ke arah selatan seperti yang dikatakan oleh Mak Nung, Lue Ang sangat tidak sabar ingin menjadi kuat agar segera bisa membalaskan dendamnya.

"Kenapa hanya diam, kamu harus mulai berlatih," ucap Mak Nung.

"Aku pernah melihat mereka mengayunkan pedang, beritahu aku jika aku salah," Sahut Lue Ang.

Lue Ang mengambil pedang dari pundaknya dan mulai memperagakan cara mengayunkan pedang saat di keluarga cabang Ang, saat anak anak mendapatkan pelatihan berpedang Lue Ang memperhatikan dari kejauhan sambil terus menyapu di pinggiran.

Hentakan kaki Lue Ang saat mengayunkan pedang memutar sangat sempurna menurut Mak Nung, jika bukan karena sudah mengetahui semuanya Mak Nung pasti akan berpikir Lue Ang bukan pertama kali menggunakan pedang.

Mak Nung yang memperhatikan Lue Ang selama ini bisa menyimpulkan kalau Lue Ang adalah jenius, semua berhasil dilakukan dalam waktu singkat dan Lue Ang bahkan bisa menggabungkan yang diajarkannya

"Bagaimana? apa ada yang salah dalam gerakanku?" Tanya Lue Ang.

"Cukup bagus," ucap Mak Nung.

"Sepertinya aku harus berlatih lagi," ucap Lue Ang.

Sambil terus berjalan Lue Ang memperagakan setiap gerakan yang ada di ingatannya, Lue Ang sangat ingin setiap gerakannya sempurna agar saat berburu nanti dirinya bisa mendapatkan banyak buruan dan bukan dirinya yang diburu oleh hewan spiritual.

"Kamu juga harus menghemat tenaga Nak," ucap Mak Nung.

"Tapi tidak ada salahnya berlatih bukan," sahut Lue Ang.

"Tentu saja tidak ada yang salah," ucap Mak Nung.

Traaaaaaang.

Saat Lue Ang baru selesai dan bersiap menyimpan pedangnya satu belati mengarah padanya, menggunakan pedangnya Lue Ang berhasil menghalau belati dan membuat belati tertancap di tanah.

Lue Ang masih memperhatikan sekitarnya mencari siapa yang baru saja menyerangnya, belum menemukan siapa yang menyerangnya Lue Ang kembali di serang oleh belati yang ada di tanah.

Tang tang tang.

Suara pedang dan belati yang terus bersentuhan dengan keras terdengar, setelah puluhan serangan belati yang menyerang Lue Ang menghilang, dari kejauhan seorang pria menggunakan penutup wajah berjalan ke arah Lue Ang.

"Pemula tapi berhasil menghindari setiap serangan belati milikku," ucap pria misterius.

"Siapa kamu?" tanya Lue Ang.

"Siapa aku tidak penting, aku hanya sekedar lewat dan tertarik melihat latihan pedangmu, atau bisa di bilang aku tertarik denganmu," ucap pria misterius.

"Tapi melihat wanita tua ini bersama mu aku jadi tahu kalau kamu adalah muridnya," sambung pria misterius.

"Pergilah," sahut Mak Nung yang terlihat tidak senang.

"Tidak perlu marah aku akan pergi, wanita tua apa kamu takut aku merebut muridmu," ucap pria misterius.

"Jika dia mau aku tidak masalah, lagipula dia bukan muridku tapi anak angkatku," sahut Mak Nung.

"Hahahaha, itu bagus, saat bertemu kembali aku berharap kamu akan menjadi murid ku," ucap pria misterius sebelum menghilang.

1
Suciani Ade
Ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!