NovelToon NovelToon
Rekah Rasa Di Ambang Senja

Rekah Rasa Di Ambang Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:403.5k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Berulang kali patah hati oleh pemuda yang sama, membuat Lova berusaha melepas mimpinya menjadi kekasih Afnan, dan pasrah menerima perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.

Namun siapa sangka, nyatanya lelaki pilihan mama dan papa adalah Afif sang guru mengaji yang juga putra dari teman papa. Bukan karena jarak usia mereka yang terpaut cukup jauh, namun sosok Afif yang terkenal anti perempuan apalagi jika perempuan itu termasuk ke dalam golongan manusia minus akhlak dan ilmu agama sepertinya yang membuat Lova berpikir lebih baik ia diciptakan menjadi sebuah debu saja.

***

Disaat ia sudah bisa menerima semua yang terjadi, justru sosok pemuda impiannya itu hadir kembali di kehidupan Lova.

Akankah Afnan mampu menggoyahkan hati Lova, bagaimana pula Afif membimbing Lova demi membawa bahtera rumah tangga keduanya hingga mampu menepi di jannahnya Allah?

~~~
"Kenapa mesti surat Ar-Rahman dan surat An-Nisa yang jadi mahar?"

"Terus kamu maunya apa? Yassin? Al Jinn?"
.
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Love is blind and make me crazy

Sengatan yang mampu melumpuhkan saravv-saravv di tubuh Lova dalam sepersekian detik, "mas..." Lova meraup nafas sebanyak-banyaknya setelah Afif memberikan jeda sejenak untuk mereka, meski hal itu tak melepaskan pelukan Afif di pinggang Lova.

Gadis itu menggigit bibir atasnya menaruh kedua tangan di dada Afif, meski tatapannya sudah bolak-balik memandang antara bibir Afif ke mata dan kembali ke bibir merah pria ini. Bibir merah yang begitu candu mencum bunya.

"Hm?"

Jauh melenceng dari perintah otak, tangan Lova justru merambat lambat menyentuh rahang tegas Afif berakhir dengan melabuhkan jempol di bibir bawah Afif dan mengusap itu dengan lembut, sentuhannya berhasil membuat da rah Afif berdesir kencang bersama dengan deru nafas satu sama lain saling beradu di kulit masing-masing dan menjadi pemicu utama Afif melanjutkan kegiatan mereka tanpa peduli lagi apa yang ingin Lova ucapkan, yang Lova inginkan, dan bagaimana kondisi Lova, ia tuli, ia buta.

Love is blind....

Geli yang menggelitik itu, memancing reaksi dopamin yang meledak-ledak, sampai-sampai rasanya Lova bisa membagi itu untuk seluruh dunia. Ia tak menyangka, jika Afif begitu pintar menyentuhnya dengan sopan, membuainya hingga ke puncak nirwana padahal mereka baru di tahap awal, belum sampai di----

Tanpa Lova sadari jika kini badannya telah melayang di udara. Sejak kapan? Bahkan ia tak tau....tangan Afif sudah terselip diantara paha dan punggung, mengangkatnya dalam gendongan memancing reaksi kedua tangan Lova untuk bertengger merangkul tengkuk Afif.

Apakah sekarang waktunya? Afif bahkan tak memberikan Lova untuk berpikir apalagi menghitung atau mungkin ia sudah melakukan untuk Lova sebelumnya. Yeah benar, Afif adalah tipe manusia perhitungan yang tak gegabah. Kapan ia harus memulai, memberikan dan menyudahi.

Kini pan tatnya telah menyentuh kasur empuk.

Malu, Lova menggigit bibir bawahnya dengan kondisi wajah yang entahlah harus ia katakan apa sekarang warnanya? Merah merona? Atau justru warna pelangi, di tatap begitu intens oleh lelaki dewasa ini dengan sorot mata yang begitu mendamba. Kali pertama dan sungguh membuat gila.

Ia merasa dimanja dari atas kepala hingga kaki, dari pandangan hingga ke hati, perlakuannya lembut meski menjamah. Lova tak bisa untuk tak manut dalam kondisi yang lagi-lagi membuat merinding, bahkan kini....

Gerakan dan sentuhan Afif seperti sengatan yang kembali melumpuhkan setiap area yang terkena sentuh. Hati yang berdebar pun memberi kontribusi meluruhkan usaha Lova yang ingin protes tadi. Sebab kini badannya seolah mengkhianati perintah otak, stop---stop!! But, give me more...

Ia begitu menikmati sampai-sampai badannya melengkung membuat gerakan ero tis, dengan desisan yang sudah berubah menjadi thesahan, sungguh menjijikan.

Love make me crazy....

"Malu," bisik Lova memancing Afif tertawa kecil menggeleng, "ngga apa-apa, atau mau dimatiin lampunya? Pake lampu tidur?" opsi yang benar-benar menyentuh, Afif begitu menghargai, menghormati tidak memburu tergesa.

Tak menjawab, Afif justru sudah mengambil alih lampu tidur dan mematikan lampu kamar, sehingga kini yang tersisa adalah siluet bayangan mereka diantara temaramnya suasana, semakin syahdu saja.

Ia takluk, diantara doa yang Afif lantunkan lirih di telinganya. Setelah itu, Lova hanya mengingat rasa membuncah bahagia.Tubuhnya meremang kala helai demi helai kain meninggalkannya, tak membiarkannya malu dan merasa bingung, Afif menarik selimut tipis demi menyelimuti setengah mereka.

Lova sempat terkesiap sampai mencengkram mencari pelampiasan dan pegangan, ketika belaian Afif menyentuh titik sensitifnya, perlahan kewarasannya mulai pudar berganti dengan buaian yang membawa jiwanya ke langit ketujuh.

Afif membawanya berayun, terbang dan jatuh di atas awan yang empuk dan melenakan. Suara hentakan dan dorongan itu begitu nyaring, Lova justru tengah berada diantara pusaran angin yang memabukkan.

Kini sah sudah, statusnya sebagai nyonya Afif Bawika Rafisqy.

/

Entahlah, mereka sudah tak menghitung berapa banyak, berapa kali mengayun terbang bersama, bahkan di malam-malam begini, Afif masih menunggu Lova yang ada di dalam kamar mandi.

"Udah mas atur suhunya." teriaknya dari luar pintu kamar mandi. Sementara dirinya merapikan ranjang dengan senyum yang berkali-kali terlukis, dan yahhh...ia bahkan sudah terkekeh kecil kala mengingat hal barusan. Bagaimana dirinya meneguk madu manis Lova berkali-kali bak tak ingat daratan, dasar perjaka tua! Hardiknya pada diri sendiri.

Bunyi ceklek pintu membuatnya menepikan sejenak pekerjaan merapikan kasur untuk menyambut Lova, "mau mas mintakan air hangat?"

Lova menggeleng, rambutnya yang basah berantakan itu tak dapat menutupi sebagian leher yang terdapat jejak merah petualangannya tadi, satu dua...mereka mengintip dari helaian rambut Lova, dan Afif lagi-lagi melipat bibirnya, apakah merasa bangga? Tentu saja.

"Ngga usah mas, udah jam segini, aku juga udah ngantuk." Lova berjalan dengan senormal mungkin ke arah ranjang meskipun ia merasa seperti ada yang tertinggal dalam dirinya sekarang, ia menggigit jemarinya tak kencang, merasa gemas ingin berteriak mengingat kenyataan jika ia telah melepas kehormatannya pada lelaki yang kini ada disana bersamanya. Dan jelas...ia menyerahkan itu untuknya yang berjuluk suami.

Meski Lova menolak, nyatanya Afif tetap melakukan effort nya demi memanjakan Lova, memperlakukannya bak ratu, dengan menaruh susu kemasan di meja samping ranjang. Sementara Afif sendiri masih merapikan bantal, dan terakhir melengos ke kamar mandi untuk menggosok giginya. Ada pakaian Lova yang tadi di atas ranjang bersama minyak kayu putih yang Afif keluarkan, khawatir Lova masuk angin jika harus mandi malam-malam begini.

Hal kecil yang lagi-lagi membuat Lova tersentuh, ia mendengar deheman dan kucuran air dari kamar mandi, lelaki itu...jika bukan Afif orangnya, yang dingin di luar tapi hangat di dalam.

Lova tak perlu repot-repot merapikan kasur, hanya perlu berpakaian minum susu dan tidur.

Dalam tidur pun, Afif sudah kembali membuainya dengan cerita yang mampu mengantarkan Lova ke alam mimpinya, how a wonderful love story!

Sentuhan lembut tangannya yang mengusap-usap kepala membawa Lova ke gerbang mimpi-mimpi indah malam ini, sweet dream ya habibati.

Lova begitu nyenyak tertidur setelah *hal melelahkan* ia lakukan bersama Afif semalam, menjaga kualitas tidur baiknya meski sedikit larut. Namun lagi-lagi ia harus terbangun setelah Afif, tangan dingin itu menyentuh pipinya pelan, mencubit-cubit manja membangunkan, "Va, subuh."

Oh tentu saja bayangan subuh pertama yang diingat Lova adalah si raja kingkong, dan semalam....meski dibawah lampu temaram ia dapat melihat keseluruhan si raja kingkong dengan benar-benar puas, Lova membuka kelopak matanya, *first day after*----ia kikuk sendiri.

"Jam berapa mas? Udah sarungan aja."

"Jam 5. Nanti matahari keburu tinggi...kuat ngga buat agenda hari ini? Atau perlu mas batalkan?"

Lova seketika melotot, "ya jangan dong! Jauh-jauh ke Jogja masa cuma rebahan di kasur..." ia langsung bangkit dari kasur meninggalkan kondisi berantakan bersama Afif.

.

.

.

.

1
'Nchie
ujianmu datang va ..disaat mas afifmutak berdaya kamu tau kalo sebenarnya afnan suka sama kamu...ah tetep mas afif kan va 🤭🤭
stnk
tullll 👍👍👍
Ney Maniez
aduhhh lovaa sbnrnya GK ditolak 😂
tapiii itu dah terlambat 😂😂
Elshanum
Selalu suka 🥰
Rusmirus
baru baca, awal cerita yang menarik, dari penulisan dan bahasa yang digunakan juga jadi kaya langsung masuk kedalam cerita.. okelahh kita lanjutkan baca nyaa, semoga seru yahhh kak baru lagi baca noveltoon cerita baru, biasanya selalu ngulang ngulang novel yang udah lama...
Astrid Kucrit
tapi lova kan sekarang cinta ayang afif kan ya va yaa
Aca
up lagi plisss tehh🤣😭
MPit Mpit MPit
hahahaha hahaha pakaian udah ukhti kalo ngomong masihhh bahlul..😂😂😂😂 akuh suka akuh suka
Christine
serius vy....ada hidayah...🤭🤭🤭🤭
Bunda Idza
akhirnya kebenaran muncul juga kepermu6ya Va..... ternyata perasaanmu bukan tidak terbalas, tapi tidak terbaik menurut pemilik hatimu, kini Allah SWT telah tetapkan yang terbaik untukmu Va.... genggam yang kuat meniti jalan ridho-Nya agar kelak tetap bersama hingga di kehidupan abadi/Jannah -Nya
Rosyani Rini
helehhhhh.... ketahuan 🤣🤣🤣
Diaz Nayla Az Zahra
nah....lho.....ngaruh gak va denger pengakuan Afnan....gak lah ya....secara mas Afif jauh lebih2 dari Afnan...Afnan mah masalalu,masa sekarang dan masa depan hanya mas Afif seorang 🥰
Bulan-⁶
tapi cara kamu buat nolak lova terlalu sadis nan tapi sukses sih buat lova jadi sakit hati
Ernaaaaa
awassss Kade ipar adalah maut xixixii
Tiffany_Afnan
besti gesrek 🤣
dyah EkaPratiwi
cobaan apalagi ini
ieda1195
pertama begitu va, entar lama lama kmu juga terbiasa, klo kmu udah terbiasa, ntar kki gk pake berasa malu, berasa ada yg kurang, dan gk pede,
ieda1195
wkwkwkwk, jawaban yg baik,
masih mending dibilang kunti, gk dibilang wewe gombel
ieda1195
berpenampilan muslimah bukan berarti katro sih va, sekarang banyak contoh outfit muslimah yg keren keren kok
Iccha Risa
aelaah teuing bulet, emang tahu... gpp juga gendut namanya juga kelebihan cinta mas Afif yee🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!