NovelToon NovelToon
Dicari! Staf Admin Untuk Raja Iblis

Dicari! Staf Admin Untuk Raja Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:287
Nilai: 5
Nama Author: Ichigatsu

Avara hanya staf administrasi biasa di perusahaan finance yang terbiasa bekerja lembur.
Pada satu hari seperti biasa dia lembur seorang diri, lelah dan mengantuk. Saat terbangun, bukannya berada di kantor, dia justru bertransmigrasi ke dunia iblis. Menjadi satu-satunya sosok manusia di sana, Avara harus dicurigai dan hampir mendapat hukuman mati. Namun berkat kemampuannya mengolah data, dia berhasil selamat!
Kini hari-harinya disibukkan oleh pekerjaan administrasi di istana iblis, dan semata-mata bekerja untuk Raja Iblis Fulqentius yang terkenal keji, dingin, dan misterius.
Bisakah Avara bertahan hidup di dunia yang sama sekali asing baginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichigatsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16 - Kemarahan yang Tertahan

Para iblis mulai memanggil Avara 'Penyihir Arsip', dan Fulqentius tidak menyangkalnya, terutama setelah dia diketahui sudah berjasa penting bagi kerajaan iblis hari itu.

Avara memberanikan diri untuk mengadakan rapat besar pada Fulqentius dengan mengundang seluruh Archdemon dan Duke dari semua wilayah. Ada hal yang perlu dia sampaikan, setelah berhari-hari menekuni laporan demi laporan yang harus diinput ke dalam database kerajaan. Oriole yang pertama kali mendengar permintaan itu percaya bahwa sang raja tidak akan mengabulkannya, karena sangat sulit mengumpulkan semua petinggi iblis dalam satu tempat dan waktu, apalagi hanya untuk undangan dari seorang manusia yang tidak jelas keperluannya.

Namun di luar dugaan, Fulqentius menyetujuinya.

"Kau pasti menemukan sesuatu, kan," ujarnya.

Avara baru menimpali ucapan itu saat mereka sudah duduk bersama para Archdemon dan Duke di ruang rapat utama, menempati meja luar biasa panjang, dengan Fulqentius duduk di singgasana rendah di satu ujung dan ujung lainnya diisi sebuah artefak yang dapat memproyeksikan apapun. Avara berdiri di dekat artefak itu dengan membawa sebongkah kristal sihir, yang kemudian dia operasikan dengan artefak sehingga bisa menampilkan sebuah layar transparan di dinding kosong ruang rapat.

Para Archdemon dan semua Duke berbisik-bisik, bertanya-tanya ada apa gerangan mereka susah-payah dikumpulkan di sana.

Fulqentius memberi perintah singkat, "Mulai."

Avara menarik napas, berusaha mengatasi kegugupannya harus berbicara di hadapan banyak orangーiblis.

Gadis itu mengeluarkan kristal sihir lain yang menampilkan kendali untuk tayangannya. Sebuah powerpoint.

'Audit Distribusi Logistik Nasional'.

Beberapa Duke mendengus. "Untuk hal seperti ini, kita dipanggil?"

"Apa lagi yang mau kau lakukan?" desis Kaelros.

Avara pura-pura tidak mendengarnya.

"Pada pertemuan kali ini, saya hanya akan menyampaikan angka. Jika ada yang keliru, mohon agar dikoreksi," katanya tenang.

Slide berikutnya ditampilkan. Tampak peta kerajaan iblis, dengan wilayah-wilayah yang diwarnai hijau, kuning, dan merah. Ruangan seketika gaduh, mendapati wilayah masing-masing diberi warna yang belum mereka pahami artinya, dan terutama karena wilayah mereka mendapat warna merah yang begitu cemerlang. Terlalu banyak warna merah.

"Wilayah merah adalah daerah dengan kekurangan suplai pangan selama dua bulan terakhir," tunjuk Avara.

"Kau yakin, Manusia?" sergah Archdemon bertanduk emas, yang Avara kenali sebagai Archdemon Pajak, Thariel. "Panen kita tahun ini tertinggi dalam dua dekade terakhir."

Avara tidak menyangkal. "Betul."

Slide berikutnya ditampilkan. Terdapat grafik batang yang menunjukkan bahwa produksi dua bulan itu adalah sebesar 130% sementara konsumsi hanya 100%.

"Secara total, kita surplus," ujar Avara pelan. "Tapi adanya kelaparan di beberapa wilayah ini.. seharusnya mustahil."

Fulqentius mencondongkan badan dengan mata yang lebih tajam. "Lanjutkan," perintahnya.

Berlanjut ke slide berikutnya, sebuah tabel yang memuat angka-angka, berisi laporan gudang dari sebagai penjuru. Ini menunjukkan dengan jelas adanya audit fisik yang dilakukan sebelumnya oleh Avara. Hasilnya: selisih ribuan ton hasil produksi.

Avara membacakan hasilnya tanpa emosi.

"Gudang Barat, laporan 2.000 karung, stok nyata 5.800 karung. Gudang Utara, laporan 1.500, stok nyata 4.200." Jeda. "Gudang Ibu Kota. Laporan 3.000, stok nyata 400."

Satu kursi berderit, salah seorang Duke berdiri tergesa. "Ini tuduhan!" teriaknya.

"Saya hanya membacakan hasil perhitungan fisik di masing-masing gudang. Tiga kali perhitungan ulang. Disaksikan pula oleh staf gudang," jawab Avara cepat.

Sebelumnya dia sudah berkoordinasi dengan Oxron, Fulton, dan Gaiyus untuk membantunya mengecek keadaan masing-masing gudang. Di tengah kesibukan mereka, ketiganya bersedia pergi ke empat penjuru untuk menyaksikan sendiri stock opname logistik hasil panen di sana. Avara pribadi hanya mampu datang ke Gudang Ibu Kota.

"Jadi, ke mana sebenarnya hasil produksi pergi?" tanya Avara untuk memancing atensi lebih besar dari audiensnya.

Slide berganti lagi. Kali ini ditunjukkan flowchart, yang sayangnya panah-panah logistiknya kebanyakan tidak mengarah ke Ibu Kota, tapi berhenti di wilayah para Duke.

Avara menunjuk beberapa gudang. "Barang berhenti di sini. Tidak pernah dikirim."

Hening.

Wajah Kaelros sebagai Archdemon Logistik mencelos. Tidak pernah menyangka-nyangka akan ditipu oleh bawahannya sendiri.

Fulqentius akhirnya bicara, suaranya rendah. "Artinya rakyat kelaparan, padahal ada makanan." Pandangannya menyapu ruangan, menghujam semua iblis yang hadir di ruang rapat. Tidak ada yang menyahut atau berani mengatakan apapun.

Tekanan mana turun drastis hingga menimbulkan retak halus pada lantai dan dinding-dinding.

Seorang Duke seketika berlutut. "Itu demi cadangan perang, Your Majー"

"Perang apa?" potong raja iblis, dingin. Seolah dengan ucapannya saja dia bisa membunuh siapapun di sana.

Tidak ada yang berani bicara lagi.

Jika dibiarkan, Avara merasa akan ada pembantaian. Jadi dia buru-buru mengganti slide.

Katanya cepat, "Kerugian finansial akibat distribusi tertahan lebih besar daripada nilai stok yang disimpan." Sebuah grafik tampil di slide barunya.

Beberapa kepala terangkat, termasuk Kaelros. Bagaimanapun kata rugi selalu efektif bagi siapapun.

"Kalau kondisi ini berlanjut," tukas Avara, menggulirkan slide terakhir yang menunjukkan sebuah simulasi;

Bulan 2 ー dapur umum tutup

Bulan 3 ー prajurit mogok kerja

Bulan 4 ー kerusuhan di mana-mana

Bulan 6 ー kas kosong

"Kerajaan ini akan runtuh, tanpa satu pedang pun terangkat."

Sunyi total.

Fulqentius berdiri. Auranya hitam pekat, menyebar ke seluruh permukaan ruang rapat yang masih dihuni banyak iblis. "Siapa yang mengira dirinya boleh menahan makanan rakyatku?"

Sebagian besar Duke berwajah pucat, hingga Avara mengangkat tangan, menyela perkataan sang raja.

Semua orang di sana menoleh padanya, heran bagaimana gadis manusia itu begitu berani.

Padahal sejatinya Avara takut luar biasa, tapi dia tetap bicara. "Kalau Anda menghukum mereka sekarang, wilayah mereka akan menutup diri. Distribusi logistik akan semakin berhenti."

"Lalu?"

Tangan Avara bergetar saat mengganti slide ke dokumen baru, hingga sebuah judul muncul.

'Rencana Perbaikan Tanpa Mengurangi Hak Wilayah'

"Kalau semua Duke mengirim sesuai kuota yang disepakati, pendapatan wilayah justru akan naik tiga puluh persen, sehingga resiko kerugian turun dan harga menjadi lebih stabil."

Avara menatap para Duke satu per satu, mencermati raut wajah mereka yang mulai serius. "Tidak ada yang perlu kalah," ujarnya.

Lalu layar menampilkan sebuah kalimat pamungkas.

'Kerajaan kita tidak lemah. Hanya salah hitung.'

Avara membungkuk kecil. "Izinkan saya memperbaikinya."

Hening.

Panjang.

Seolah tidak ada seorang pun di sana yang bernapas.

Hinggaー

Fulqentius tertawa pelan, pendek, tidak percaya. "Aku hampir menghancurkan setengah kerajaanku, dan kau menyelamatkannya dengan.. angka." Tatapan lembutnya mengejutkan Avara.

Sang raja iblis menoleh pada para Duke dan Archduke, dingin dan tajam. "Setujui rencananya."

Maka tidak ada yang berani menolak.

...****************...

Ketegangan dalam rapat itu tersebar cepat bagai api ditiup angin, menyisakan kesan mendalam bagi para Duke dan Archduke yang hadir, dan memberikan pandangan baru tentang Avara bagi semua iblis.

Dalam beberapa lelucon yang hanya berani disampaikan sembunyi-sembunyi, dikatakan bahwa para iblis masih selamat karena kekuatan Avara, si Penyihir Arsip, yang hingga kelak akan selalu dikenang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!