NovelToon NovelToon
Benang Yang Tersembunyi

Benang Yang Tersembunyi

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Matteo Adrian Reins Smith kembali ke Seoul bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai pemimpin industri yang ia bangun dari rasa iri dan ambisi untuk melampaui bayang-bayang ayahnya dan keraguan kakaknya. Namun, di balik kemegahan takhtanya, hati Matteo kosong. Ia dihantui memori Manila—tentang Sheena yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.

Di sisi lain kota Seoul, Park Chae-young hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang traumatis. Lima tahun lalu, sebuah pengkhianatan cinta membawanya ke sebuah bar, dan ia terbangun dengan hidup yang hancur. Ayahnya meninggal karena terkejut, meninggalkan Chae-young hamil di usia muda. Kini, di usia 28 tahun, ia adalah desainer hantu di balik brand ‘Forever-young’ yang viral. Ia membesarkan sepasang anak kembar yang menjadi satu-satunya alasan ia bertahan hidup.

Akankah takdir mempertemukan mereka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: Rencana Di Balik Pintu Kamar

Setelah pintu apartemen tertutup rapat dan suara langkah kaki Matteo menghilang di koridor, Chae-young merosot jatuh ke lantai. Napasnya tersengal, dadanya terasa sesak seolah oksigen di ruangan itu baru saja dihisap habis oleh kehadiran pria bernama Matteo itu.

"Mommy..."

Panggilan lembut Chae-rin membuat Chae-young mendongak. Kedua anaknya berdiri di sana, menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Chae-rin mendekat dan mengusap air mata di pipi ibunya dengan tangan kecilnya.

"Jangan menangis, Mom. Uncle yang tadi sudah pergi," ucap Chae-rin, meskipun matanya sendiri memancarkan rasa penasaran yang besar.

Chae-young memeluk keduanya erat-erat. Rambut bronte waves-nya yang biasanya tertata rapi kini berantakan, menutupi wajahnya yang pucat. "Maafkan Mommy... Mommy hanya... Mommy hanya lelah. Ayo, kalian masuk ke kamar dan tidur. Besok kalian harus sekolah, kan?"

Dengan berat hati, si kembar menurut. Namun, begitu pintu kamar mereka tertutup, suasana tenang itu hanyalah kepura-puran.

Di dalam kamar yang dihiasi poster tata surya dan meja gambar, Chan-yeol tidak langsung naik ke tempat tidur. Ia menghampiri tabletnya yang tergeletak di atas meja. Jemari kecilnya bergerak lincah, jauh lebih cepat dari anak-anak seusianya.

"Apa yang kau lakukan, Chan-yeol-ah?" bisik Chae-rin sambil duduk di tepi ranjang.

"Mencari nama 'Matteo'. Ibu menyebutkan namanya tadi." jawab Chan-yeol datar. Matanya yang biru—yang kini ia sadari berasal dari pria itu—menatap layar dengan intensitas yang mengerikan.

Hanya butuh beberapa detik bagi Chan-yeol untuk menemukan apa yang ia cari. Artikel tentang M-Nexus dan Matteo Adrian Reins Smith muncul di urutan teratas. Foto Matteo yang sedang berdiri di depan gedung pencakar langitnya terpampang nyata.

"Lihat ini," Chan-yeol menunjukkan layar itu pada adiknya.

Chae-rin menutup mulutnya dengan tangan. "Dia benar-benar mirip dengan kita. Bahkan caranya melipat tangan pun sama dengan dirimu."

"Dia bukan orang sembarangan, Chae-rin-ah. Dia pemilik M-Nexus. Perusahaan yang membuat robot pembersih debu di rumah kita," gumam Chan-yeol. Ia mulai membaca profil singkat Matteo. "Lulusan terbaik... kaya raya... dan dia tidak punya istri."

Chae-rin mendekatkan wajahnya ke layar. "Kalau dia bukan Uncle, berarti dia benar-benar Daddy kita?"

Chan-yeol terdiam sejenak. Otak jeniusnya mulai bekerja mengolah data. Ia ingat bagaimana ibunya selalu menghindar jika ditanya soal ayah. Ia ingat bagaimana ibunya menangis ketakutan saat melihat pria itu tadi.

"Mommy takut padanya," ucap Chan-yeol pelan. "Tapi Uncle yang tadi, dia tidak terlihat ingin menyakiti kita. Dia menatapku seolah-olah dia baru saja menemukan mainan yang hilang."

"Jadi apa rencana kita?" tanya Chae-rin. Matanya berkilat nakal, sisi mulut tajamnya mulai bereaksi.

Chan-yeol tersenyum miring—sebuah senyuman yang sangat mirip dengan senyum Matteo saat sedang merencanakan strategi bisnis.

"Besok, saat bus sekolah menjemput, kita tidak akan pergi ke sekolah."

"Lalu?"

"Kita akan pergi ke gedung besar itu. Aku tahu jalurnya, aku sudah melihat rute busnya di internet," jawab Chan-yeol tenang.

"Jika dia benar-benar Daddy kita, dia harus menjelaskan kenapa dia membiarkan Mommy kesulitan selama ini. Dan jika dia bukan, setidaknya kita bisa meminta ganti rugi karena dia sudah membuat Mommy menangis."

Chae-rin mengangguk setuju. "Ide bagus. Aku akan menyiapkan kata-kata untuknya jika dia berani macam-macam."

Sementara itu, di ruang tamu yang temaram, Chae-young masih terduduk mematung di atas karpet. Tangannya mendekap lutut, mencoba meredam detak jantungnya yang masih berpacu liar. Kepalanya terasa pening, seolah-olah seluruh pasokan oksigen di apartemen itu habis setelah Matteo pergi.

"Tidak mungkin... ini benar-benar tidak mungkin," bisik Chae-young parau pada kesunyian.

Ia benar-benar syok. Dugaan yang selama ini ia tepis mentah-mentah—perasaan asing dan deja vu yang menusuk dadanya saat pertama kali melihat Matteo di depan galeri—ternyata adalah sebuah kebenaran yang mengerikan.

Padahal, mereka baru saja bertemu secara resmi kemarin di butik, itu pun sebuah pertemuan yang sangat tidak terduga dan dingin. Siapa sangka, di balik wajah kaku tanpa ekspresi itu, tersimpan identitas pria yang pernah bersinggungan dengan noda hitam dalam hidupnya lima tahun lalu.

Chae-young sama sekali belum bisa mengingat detail kejadian di malam terkutuk itu. Memorinya masih berupa kabur yang gelap, hanya menyisakan rasa sakit hati dan aroma samar yang kini ia kenali sebagai parfum Matteo.

Namun, kenyataan bahwa pria yang ia temani tidur adalah CEO M-Nexus, "The Titan" paling berkuasa di Seoul saat ini, membuatnya merasa sangat kerdil dan terancam.

"Dia bukan pria sembarangan," gumamnya dengan air mata yang mulai menetes. "Dia punya segalanya. Uang, kekuasaan, hukum... jika dia mau, dia bisa melenyapkanku dan mengambil Chan-yeol serta Chae-rin dalam sekejap."

Rasa takut yang luar biasa mulai menyelimuti batinnya. Chae-young tidak peduli soal status atau kekayaan Matteo. Baginya, pria itu adalah ancaman terbesar bagi kebahagiaan kecil yang ia bangun dengan darah dan air mata. Ia membayangkan bagaimana Matteo dengan wajah datarnya itu akan membawa anak-anaknya pergi ke rumah mewah yang dingin, memisahkan mereka dari dirinya yang hanya seorang ibu tunggal.

"Aku tidak akan membiarkannya," Chae-young mengepalkan tangannya, meskipun jemarinya masih gemetar. "Aku tidak akan membiarkan raksasa itu menyentuh duniaku. Besok... aku harus mencari cara agar dia tidak bisa mendekati kami lagi."

Ia tidak sadar bahwa di kamar sebelah, "dunia kecilnya" justru sedang merencanakan sesuatu yang akan membawa raksasa itu tepat ke hadapan mereka. Chae-young terjebak dalam ketakutan akan kehilangan, tanpa tahu bahwa takdir sudah mengunci pintu pelariannya rapat-rapat.

Kedua orang dewasa itu terjebak dalam penyesalan dan ketakutan, tanpa menyadari bahwa esok hari, dua bocah kembar bermata biru akan mengguncang pondasi gedung M-Nexus dan memaksa kebenaran untuk keluar dari persembunyiannya.

"Besok," gumam Chae-young, "aku harus membawa anak-anak pergi dari Seoul sebelum Matteo kembali."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!