NovelToon NovelToon
Menjemput Takdir Yang Sempat Terpisah

Menjemput Takdir Yang Sempat Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Selamat, Ibu Alana. Bayinya laki-laki, sehat, dan tampan sekali," ucap sang dokter tersenyum hangat.

​Alana mencium kening putranya dengan air mata yang terus mengalir. "Hai, sayang... Ini Ibu. Mulai hari ini, cuma ada kita berdua. Ibu berjanji akan menjagamu dengan seluruh hidup Ibu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IDENTITAS BARU SANG BUAH HATI

Pagi itu, cahaya matahari terbit menerobos masuk melalui celah gorden jendela kontrakan, menyinari wajah mungil yang sedang tertidur lelap. Alana duduk di tepi ranjang, memandangi bayinya dengan tatapan yang dipenuhi cinta dan harapan baru.

​Hari ini adalah hari di mana ia harus mendaftarkan nama sang buah hati. Sebuah nama yang sudah ia timbang dan rangkai dengan penuh doa di malam-malam panjang masa kehamilannya.

​"Hai, anak tampan," bisik Alana lembut sambil mengelus pipi bayinya yang kemerahan. "Mulai hari ini, nama kamu Arkana Dirgantara."

​Alana tersenyum, merasakan kehangatan yang menjalar di dadanya saat melafalkan nama itu. Arkana, yang berarti berhati terang, luhur, dan penjaga. Ia ingin putranya tumbuh menjadi laki-laki yang menjadi penerang di tengah kegelapan, serta memiliki kekuatan untuk menjaga dirinya sendiri dan ibunya. Dan Dirgantara, langit yang luas tak terbatas. Sebuah harapan agar cita-cita dan masa depan putranya bisa terbang tinggi menjulang, tanpa perlu merasa kerdil karena statusnya yang lahir tanpa seorang ayah.

​"Arkana... Arka," panggil Alana lagi, mencoba nama panggilan baru untuk putranya. Bayi mungil itu menggeliat pelan, seolah merespons suara ibunya, lalu menarik napas dalam sebelum kembali terlelap.

​Dengan nama itu, Alana merasa babak baru kehidupannya benar-benar telah dimulai. Di atas selembar kertas, ia menuliskan nama Arkana Dirgantara di sebelah namanya sendiri. Mulai detik ini, mereka adalah satu tim yang utuh.

Tiga bulan berlalu dengan cepat. Kontrakan putih itu kini terasa semakin hidup dengan suara celotehan kecil dari Arkana Dirgantara. Arka tumbuh menjadi bayi yang sangat sehat, aktif, dan berkulit bersih. Ketelatenan Alana membuahkan hasil.

Namun, tabungan Alana tentu tidak bisa bertahan selamanya. Biaya susu, popok, dan kebutuhan bayi yang tidak murah memaksa Alana untuk kembali memutar otak. Ia tidak bisa selamanya mengandalkan sisa tabungannya terdahulu.

Sore itu, setelah menimang Arka hingga terlelap di ayunannya, Alana duduk di meja kerja kecilnya. Ia membuka laptop dan mulai menyusun kembali jadwal mengajar les privatnya. Kali ini, ia tidak bisa lagi datang dari rumah ke rumah seperti dulu. Ia harus mengubah strateginya: membuka kelas les privat di rumah kontrakannya sendiri, atau mengajar secara daring (online) saat Arka sedang tidur.

​"Ibu harus mulai kerja lagi ya, Arka," bisik Alana pelan, melirik ke arah ayunan. "Supaya bisa beli mainan dan susu yang enak untuk kamu."

​Tantangan baru pun dimulai. Alana mulai menyebarkan brosur digital ke grup-grup wali murid yang dulu pernah bekerja sama dengannya. Dedikasi Alana sebagai guru les matematika dan bahasa Inggris yang sabar rupanya membuat namanya tetap harum. Dalam waktu singkat, beberapa orang tua murid langsung mendaftarkan anak mereka untuk belajar kembali bersamanya.

​Setiap sore, ruang tamu kontrakan Alana disulap menjadi ruang kelas mini yang rapi. Sementara tiga atau empat anak SD duduk dengan tekun memperhatikan Alana menjelaskan rumus di papan tulis kecil, sebuah baby monitor nirkabel selalu menyala di dekat laptopnya, terhubung langsung ke kamar tempat Arka tidur.

​Alana benar-benar menjadi wanita super. Di satu momen ia menjelma menjadi guru yang cerdas dan tegas, dan di momen berikutnya—saat jam istirahat les—ia akan berlari kecil ke kamar untuk menyusui Arka yang baru terbangun, lalu kembali ke ruang tamu dengan senyuman profesional seolah tidak ada rasa lelah yang menggelayuti pundaknya.

1
Lubna Aulia
Ceritanya bagus. Menarik alurnya
Lubna Aulia
Alur ceritanya bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!