NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: namice

"Dua sisi kegelapan, satu raga, dan satu candu yang mematikan: diriku."

​Zaviar, penguasa dingin yang sebelumnya mati rasa, mendadak meledak gairahnya saat Arumi—sang macan bar-bar yang bertransmigrasi ke tubuh istrinya antagonis—menghapus riasan badutnya.

Perubahan drastis ini tak hanya membangkitkan Zaviar, tapi juga monster di dalamnya: Varian.
​Varian, alter ego gelap, obsesif, dan haus gairah, bangkit tanpa kendali, matanya memancarkan kedalaman yang menakutkan dengan mata merahnya.

Terkunci di dalam sangkar emas kamar utama, Arumi terjebak dalam kecemburuan Calista istri kedua sekaligus pemeran utama wanita dan pusaran hukuman ganda: kelembutan menuntut Zaviar, dan keganasan tanpa lelah Varian. Keduanya menginginkannya dengan cara yang paling mengerikan.

Varian menyeringai gelap​, manik merahnya mengunci pergerakan arumi. "Kau membuat monster dalam diriku terbangun, Sayang. Bersiaplah untuk tidak bisa berjalan besok pagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Varian

Suasana lobi utama mansion Ravindra mendadak berubah mencekam layaknya ruang sidang tak resmi. Di bawah pendar lampu kristal yang megah, keheningan yang tercipta terasa begitu menekan dada. Arumi melempar tubuh Calista ke atas lantai marmer yang dingin dengan sekali sentakan. Wanita itu jatuh terduduk, menangis tersedu-sedu sembari memegangi pergelangan tangan yang memerah akibat cengkeraman kuat Arumi.

‎Di depan mereka, pria berkuasa pemilik mansion itu berdiri tegak. Kedua tangannya bersedekap di dada. Namun, saat melihat Calista yang menangis, sorot mata pria itu sempat menyiratkan kebimbangan emosional yang rumit.

‎Melihat reaksi itu, Arumi yang masih terengah-engah setelah aksi silat tadi langsung berjalan maju. Rasa kesal yang sudah dipendamnya kini memuncak. Ia menunjuk tepat di depan dada pria itu dengan telunjuknya yang masih basah oleh sisa keringat latihan.

‎"Zaviar, lu jangan lembek! Tegas kayak Varian, alter ego lu!" semprot Arumi dengan suara lantang, tidak memedulikan para pengawal yang langsung menahan napas karena berani membentak sang tuan besar.

‎Arumi menarik napas dalam, meluapkan seluruh kejengkelannya. "Gara-gara lu lepaskan dia dari sel bawah tanah setelah seminggu, lalu lu kurung di kamar paviliun lagi, dia jadi semakin jadi! Lu liat sendiri kan sekarang? Dia makin ngelunjak! Dia itu udah gak waras, Zaviar! Dia bahkan mau bunuh gue pakai bom tempo hari, dan malam ini dia hampir lolos karena keputusan lu yang terlalu longgar!"

‎Teguran keras Arumi menghantam telak kesadaran Zaviar. Pria itu tertegun. Benturan emosional yang hebat antara rasa bersalah, murka, dan ketakutan kehilangan Arumi membuat gejolak hebat di dalam kepalanya. Sisi Zaviar yang selalu mencoba rasional dan mengikuti prosedur hukum kini dipaksa mundur oleh rasa terancam.

‎Tiba-tiba, ekspresi wajah pria itu berubah drastis. Tatapan matanya yang semula bimbang mendadak meredup, lalu sedetik kemudian berubah menjadi sangat tajam, liar, dan memancarkan aura haus darah yang pekat. Sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai tipis yang dingin.

‎Varian—sang alter ego yang kejam—telah mengambil alih tubuh itu sepenuhnya.

‎"Kau benar, Sayang. Sisi Zaviar yang baik dan sok taat hukum itu hampir saja membuat kita kehilangan Macan Kemayoran kita," ucap pria itu. Suaranya kini berubah ritme, terdengar lebih serak, santai, namun jauh lebih mengintimidasi.

‎Varian melangkah maju, mengikis jarak dengan Arumi. Tangan kekarnya langsung terjulur, mengunci pinggang Arumi dan menarik tubuh wanita itu dengan sentakan posesif hingga menempel erat ke dadanya.

"Mulai detik ini, biar aku yang memegang kendali. Tidak akan ada lagi kelonggaran untuk tikus rumah seperti dia."

‎Varian memutar tubuhnya perlahan, mengalihkan pandangan matanya yang mengerikan ke arah Calista yang masih bersimpuh di lantai. Calista yang sangat mengenali perubahan drastis itu langsung bergidik ngeri. Ia tahu, jika Varian yang keluar, maka tidak akan ada lagi negosiasi.

‎"Hubungi pihak kepolisian dan pengacara," perintah Varian kepada kepala pengawal. Suaranya datar namun mutlak. "Serahkan semua bukti percobaan pengeboman dan pelarian malam ini. Pastikan jalang ini membusuk di sel isolasi dengan pengamanan maksimum. Surat cerai dari Zaviar akan dikirim langsung ke selnya besok pagi."

‎"Zaviar! Tidak! Tolong aku! Aku tahu itu kau di dalam sana! Jangan biarkan Varian mengurungku!" jerit Calista histeris. Ia mencoba memanggil kepribadian asli suaminya, namun Varian sama sekali tidak memberikan celah bagi Zaviar untuk kembali.

‎Dua pengawal elite dengan sigap langsung memborgol tangan Calista dan menyeretnya keluar dari lobi utama tanpa ampun. Jeritan dan tangisan Calista perlahan menghilang seiring tertutupnya pintu lobi, menandakan runtuhnya harapan terakhir wanita itu untuk bebas.

‎Begitu lobi kembali sunyi, Varian menundukkan kepalanya, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Arumi yang masih hangat oleh keringat latihan. Sifat posesifnya yang ekstrem langsung menguar kuat.

‎"Nah, urusan si lampir udah kelar. Gue mau mandi terus tidur. Capek gue," pamit Arumi, mencoba mendorong dada bidang di depannya untuk meloloskan diri.

‎Namun, cengkeraman tangan Varian di pinggangnya justru semakin mengencang.

"Mandi? Tentu saja, Sayang. Tapi setelah emosimu terkuras karena kecerobohan Zaviar, sepertinya kau butuh hukuman dariku agar kau ingat untuk tidak bertindak sendirian lagi."

‎Varian berbisik tepat di telinga Arumi, membuat bulu kuduk wanita itu meremang. "Malam ini, aku tidak akan membiarkanmu tidur cepat, Sayang. Anggap saja ini bayaran karena kau sudah memanggilku keluar."

‎Arumi hanya bisa menghela napas panjang menatap langit-langit lobi. Ia menyadari bahwa setelah berhasil menggagalkan rencana bom dan pelarian Calista, tantangan terberatnya malam ini justru menghadapi gairah posesif dari alter ego suaminya sendiri yang sedang mendominasi tubuh itu.

Semburat cahaya fajar baru saja mengintip malu-malu dari balik gorden sutra tebal sewarna arang yang tersingkap beberapa senti. Cahaya keemasan yang tipis itu menembus keheningan kamar utama mansion Ravindra, memantulkan bayangan luks dari perabotan mahal bermaterial kayu jati tua dan aksen emas. Namun, hawa dingin dari pendingin ruangan yang disetel maksimal sama sekali tidak mampu meredam atmosfer di dalam kamar yang masih terasa membara, pekat dengan sisa-sisa badai gairah yang terjadi semalam suntuk.

‎Di atas ranjang king size berselimut seprai sutra Italia yang kini sudah acak-acakan dan beralur kusut, Arumi terbaring lemas dengan posisi meringkuk pasrah. Napasnya terdengar halus dan teratur. Denyut nadinya yang perlahan kembali normal menandakan bahwa sang Macan Kemayoran baru saja berhasil menenggelamkan diri ke alam bawah sadar, terlelap karena kelelahan yang luar biasa.

Tubuhnya terasa begitu hangat, hampir terasa demam akibat lonjakan hormon dan stamina yang terkuras habis. Sepanjang malam, sejak ia diseret dari lobi utama setelah menggagalkan pelarian Calista, tubuhnya telah dihajar habis-habisan tanpa ampun oleh keposesifan Zaviar yang membabi buta.

Selimut tebal berbulu angsa sengaja ditarik menutupi bahunya, menyembunyikan jejak-jejak kepemilikan yang tersebar merata—berupa tanda merah keunguan dan bekas gigitan kecil yang pekat—di sekujur kulit pualamnya yang eksotis.

‎Namun, ketenangan fajar yang baru dinikmati Arumi selama kurang dari satu jam itu tidak akan berlangsung lama. Di samping raga Arumi yang tak berdaya, tubuh kekar pria yang berbaring di sebelahnya mulai bergerak pelan. Otot-otot lengannya yang kokoh dan dipenuhi urat-urat menonjol tampak menegang sejenak. Ketika sepasang kelopak mata pria itu perlahan terbuka, tidak ada lagi sorot mata obsidian yang tenang, kaku, dan sarat akan kendali diri milik sang Tuan Besar, Zaviar Ravindra.

‎Yang ada hanyalah sepasang manik mata yang menggelap mutlak, memancarkan binar liar, nakal, dingin, sekaligus haus akan dominasi yang menggetarkan jiwa. Sisi rasional telah runtuh. Varian—sang alter ego yang kejam dan penuh gairah primitif—telah mengambil alih kesadaran raga tersebut tepat saat matahari terbit.

‎Varian menegakkan tubuhnya, bersandar pada sandaran ranjang yang dilapisi kulit premium. Ia tidak langsung bergerak, melainkan membiarkan indra penciumannya bekerja dengan tajam. Pria itu menghirup udara di dalam kamar dalam-dalam, memenuhi paru-parunya dengan aroma yang seketika membakar aliran darahnya seperti bensin yang tersulut api.

Aroma manis murni yang sangat khas dan pekat menguar hebat pagi itu dari tubuh Arumi. Itu adalah dampak langsung dari kondisi galaktorea Arumi—kondisi medis khusus yang membuat tubuh istrinya menghasilkan cairan susu manis akibat ketidakseimbangan hormon yang dipicu oleh stres bertarung dan gairah yang ekstrem.

‎Aroma laktasi yang bercampur dengan wangi keringat tipis dan aroma keintiman semalam yang melekat di seprai menciptakan sebuah kombinasi yang mematikan. Bagi Varian, aroma tubuh Arumi dalam kondisi ini bukanlah sekadar wewangian biasa; itu adalah candu murni, stimulan paling kuat yang jauh lebih berbahaya daripada racun atau obat-obatan terlarang mana pun di dunia.

Saraf-saraf di dalam kepala Varian langsung berdenyut kencang, meneriakkan satu perintah mutlak: kuasai, hancurkan, dan miliki wanita di depannya sekarang juga.

‎Varian menatap tubuh meringkuk Arumi dengan pandangan lapar, persis seperti seekor predator yang sedang mengagumi mangsa terbaiknya yang tengah tertidur.

1
yuningsih titin
aku mampir kak... lanjutkan👍👍
namice: terimakasih banyak ya kak Yuningsih mau mampir,🤭😘😘😘🌹🌹🌹
total 2 replies
Sulati Cus
kok bulu angsa🤔lbh bagus bulu rubah klu nggak bulu serigala biar keren😅
namice: 👍😁😁😁😘😘🌹🌹🌹
total 5 replies
arsyila putri
dek Calista 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
arsyila putri
ceritanya kereeen👍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
kebolak balik😄😄😄😄
Rani Saraswaty
namanya bikin pusing
namice: 🙏🙏🙏, maaf nanti aku revisi kembali
total 1 replies
Sulati Cus
😅ini sih di hajar habis2an namanya😅
namice: 🤣🤣.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
tunggu tunggu knp jd calista?
namice: iya kak namanya Arumi Razetha... maaf salah typo nanti aku revisi 🙏🙏
total 1 replies
Rani Saraswaty
namanya calista ato clarisa sih? ada 2 org ato 1 calis claris?
namice: Calista kak, maaf typo kak... nanti aku revisi kembali🙏🙏.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
hihihi kok aku latah ya, baca ny mlh pke aksen betawi 🤭
namice: 🤣🤣... 😘😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
ok thor mampir dsini.
kek nya seru nih. aku juga sering uring² thor klo baca novel yg mc ny cinta buta + tulul.
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
Noul
suka visualnya thor,, 😍😍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak... love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
hahaha langsung kicep tu mulut ,terpesona,,aku terpesonaaaa...🤣🤣
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
awal yg bagus, lanjut thor 💪😍
namice: 😘😘😘, iya kak setiap hari aku update dan aku usahakan double update kak.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
langsung bukti nyata....sat set.....gavin
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
aku
mantan lu rum, astaga omdong bgt 🤣🤣
namice: 😘😘💪💪.. terimakasih banyak supportnya kak😘😘😘
total 3 replies
aku
alamak klo arumi imyuuut mode bgni siapa yg gk klepek2??? 🤩🤩
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘🌹🌹🌹🌹🌹😘
total 1 replies
CaH KangKung,
🫣🫣
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
bar bar gini nie....mantappp
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kenapa aku boleh rasa 🍯 itu
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!