NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:42k
Nilai: 5
Nama Author: namice

"Dua sisi kegelapan, satu raga, dan satu candu yang mematikan: diriku."

​Zaviar, penguasa dingin yang sebelumnya mati rasa, mendadak meledak gairahnya saat Arumi—sang macan bar-bar yang bertransmigrasi ke tubuh istrinya antagonis—menghapus riasan badutnya.

Perubahan drastis ini tak hanya membangkitkan Zaviar, tapi juga monster di dalamnya: Varian.
​Varian, alter ego gelap, obsesif, dan haus gairah, bangkit tanpa kendali, matanya memancarkan kedalaman yang menakutkan dengan mata merahnya.

Terkunci di dalam sangkar emas kamar utama, Arumi terjebak dalam kecemburuan Calista istri kedua sekaligus pemeran utama wanita dan pusaran hukuman ganda: kelembutan menuntut Zaviar, dan keganasan tanpa lelah Varian. Keduanya menginginkannya dengan cara yang paling mengerikan.

Varian menyeringai gelap​, manik merahnya mengunci pergerakan arumi. "Kau membuat monster dalam diriku terbangun, Sayang. Bersiaplah untuk tidak bisa berjalan besok pagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Varian

Suasana lobi utama mansion Ravindra mendadak berubah mencekam layaknya ruang sidang tak resmi. Di bawah pendar lampu kristal yang megah, keheningan yang tercipta terasa begitu menekan dada. Arumi melempar tubuh Calista ke atas lantai marmer yang dingin dengan sekali sentakan. Wanita itu jatuh terduduk, menangis tersedu-sedu sembari memegangi pergelangan tangan yang memerah akibat cengkeraman kuat Arumi.

‎Di depan mereka, pria berkuasa pemilik mansion itu berdiri tegak. Kedua tangannya bersedekap di dada. Namun, saat melihat Calista yang menangis, sorot mata pria itu sempat menyiratkan kebimbangan emosional yang rumit.

‎Melihat reaksi itu, Arumi yang masih terengah-engah setelah aksi silat tadi langsung berjalan maju. Rasa kesal yang sudah dipendamnya kini memuncak. Ia menunjuk tepat di depan dada pria itu dengan telunjuknya yang masih basah oleh sisa keringat latihan.

‎"Zaviar, lu jangan lembek! Tegas kayak Varian, alter ego lu!" semprot Arumi dengan suara lantang, tidak memedulikan para pengawal yang langsung menahan napas karena berani membentak sang tuan besar.

‎Arumi menarik napas dalam, meluapkan seluruh kejengkelannya. "Gara-gara lu lepaskan dia dari sel bawah tanah setelah seminggu, lalu lu kurung di kamar paviliun lagi, dia jadi semakin jadi! Lu liat sendiri kan sekarang? Dia makin ngelunjak! Dia itu udah gak waras, Zaviar! Dia bahkan mau bunuh gue pakai bom tempo hari, dan malam ini dia hampir lolos karena keputusan lu yang terlalu longgar!"

‎Teguran keras Arumi menghantam telak kesadaran Zaviar. Pria itu tertegun. Benturan emosional yang hebat antara rasa bersalah, murka, dan ketakutan kehilangan Arumi membuat gejolak hebat di dalam kepalanya. Sisi Zaviar yang selalu mencoba rasional dan mengikuti prosedur hukum kini dipaksa mundur oleh rasa terancam.

‎Tiba-tiba, ekspresi wajah pria itu berubah drastis. Tatapan matanya yang semula bimbang mendadak meredup, lalu sedetik kemudian berubah menjadi sangat tajam, liar, dan memancarkan aura haus darah yang pekat. Sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai tipis yang dingin.

‎Varian—sang alter ego yang kejam—telah mengambil alih tubuh itu sepenuhnya.

‎"Kau benar, Sayang. Sisi Zaviar yang baik dan sok taat hukum itu hampir saja membuat kita kehilangan Macan Kemayoran kita," ucap pria itu. Suaranya kini berubah ritme, terdengar lebih serak, santai, namun jauh lebih mengintimidasi.

‎Varian melangkah maju, mengikis jarak dengan Arumi. Tangan kekarnya langsung terjulur, mengunci pinggang Arumi dan menarik tubuh wanita itu dengan sentakan posesif hingga menempel erat ke dadanya.

"Mulai detik ini, biar aku yang memegang kendali. Tidak akan ada lagi kelonggaran untuk tikus rumah seperti dia."

‎Varian memutar tubuhnya perlahan, mengalihkan pandangan matanya yang mengerikan ke arah Calista yang masih bersimpuh di lantai. Calista yang sangat mengenali perubahan drastis itu langsung bergidik ngeri. Ia tahu, jika Varian yang keluar, maka tidak akan ada lagi negosiasi.

‎"Hubungi pihak kepolisian dan pengacara," perintah Varian kepada kepala pengawal. Suaranya datar namun mutlak. "Serahkan semua bukti percobaan pengeboman dan pelarian malam ini. Pastikan jalang ini membusuk di sel isolasi dengan pengamanan maksimum. Surat cerai dari Zaviar akan dikirim langsung ke selnya besok pagi."

‎"Zaviar! Tidak! Tolong aku! Aku tahu itu kau di dalam sana! Jangan biarkan Varian mengurungku!" jerit Calista histeris. Ia mencoba memanggil kepribadian asli suaminya, namun Varian sama sekali tidak memberikan celah bagi Zaviar untuk kembali.

‎Dua pengawal elite dengan sigap langsung memborgol tangan Calista dan menyeretnya keluar dari lobi utama tanpa ampun. Jeritan dan tangisan Calista perlahan menghilang seiring tertutupnya pintu lobi, menandakan runtuhnya harapan terakhir wanita itu untuk bebas.

‎Begitu lobi kembali sunyi, Varian menundukkan kepalanya, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Arumi yang masih hangat oleh keringat latihan. Sifat posesifnya yang ekstrem langsung menguar kuat.

‎"Nah, urusan si lampir udah kelar. Gue mau mandi terus tidur. Capek gue," pamit Arumi, mencoba mendorong dada bidang di depannya untuk meloloskan diri.

‎Namun, cengkeraman tangan Varian di pinggangnya justru semakin mengencang.

"Mandi? Tentu saja, Sayang. Tapi setelah emosimu terkuras karena kecerobohan Zaviar, sepertinya kau butuh hukuman dariku agar kau ingat untuk tidak bertindak sendirian lagi."

‎Varian berbisik tepat di telinga Arumi, membuat bulu kuduk wanita itu meremang. "Malam ini, aku tidak akan membiarkanmu tidur cepat, Sayang. Anggap saja ini bayaran karena kau sudah memanggilku keluar."

‎Arumi hanya bisa menghela napas panjang menatap langit-langit lobi. Ia menyadari bahwa setelah berhasil menggagalkan rencana bom dan pelarian Calista, tantangan terberatnya malam ini justru menghadapi gairah posesif dari alter ego suaminya sendiri yang sedang mendominasi tubuh itu.

Semburat cahaya fajar baru saja mengintip malu-malu dari balik gorden sutra tebal sewarna arang yang tersingkap beberapa senti. Cahaya keemasan yang tipis itu menembus keheningan kamar utama mansion Ravindra, memantulkan bayangan luks dari perabotan mahal bermaterial kayu jati tua dan aksen emas. Namun, hawa dingin dari pendingin ruangan yang disetel maksimal sama sekali tidak mampu meredam atmosfer di dalam kamar yang masih terasa membara, pekat dengan sisa-sisa badai gairah yang terjadi semalam suntuk.

‎Di atas ranjang king size berselimut seprai sutra Italia yang kini sudah acak-acakan dan beralur kusut, Arumi terbaring lemas dengan posisi meringkuk pasrah. Napasnya terdengar halus dan teratur. Denyut nadinya yang perlahan kembali normal menandakan bahwa sang Macan Kemayoran baru saja berhasil menenggelamkan diri ke alam bawah sadar, terlelap karena kelelahan yang luar biasa.

Tubuhnya terasa begitu hangat, hampir terasa demam akibat lonjakan hormon dan stamina yang terkuras habis. Sepanjang malam, sejak ia diseret dari lobi utama setelah menggagalkan pelarian Calista, tubuhnya telah dihajar habis-habisan tanpa ampun oleh keposesifan Zaviar yang membabi buta.

Selimut tebal berbulu angsa sengaja ditarik menutupi bahunya, menyembunyikan jejak-jejak kepemilikan yang tersebar merata—berupa tanda merah keunguan dan bekas gigitan kecil yang pekat—di sekujur kulit pualamnya yang eksotis.

‎Namun, ketenangan fajar yang baru dinikmati Arumi selama kurang dari satu jam itu tidak akan berlangsung lama. Di samping raga Arumi yang tak berdaya, tubuh kekar pria yang berbaring di sebelahnya mulai bergerak pelan. Otot-otot lengannya yang kokoh dan dipenuhi urat-urat menonjol tampak menegang sejenak. Ketika sepasang kelopak mata pria itu perlahan terbuka, tidak ada lagi sorot mata obsidian yang tenang, kaku, dan sarat akan kendali diri milik sang Tuan Besar, Zaviar Ravindra.

‎Yang ada hanyalah sepasang manik mata yang menggelap mutlak, memancarkan binar liar, nakal, dingin, sekaligus haus akan dominasi yang menggetarkan jiwa. Sisi rasional telah runtuh. Varian—sang alter ego yang kejam dan penuh gairah primitif—telah mengambil alih kesadaran raga tersebut tepat saat matahari terbit.

‎Varian menegakkan tubuhnya, bersandar pada sandaran ranjang yang dilapisi kulit premium. Ia tidak langsung bergerak, melainkan membiarkan indra penciumannya bekerja dengan tajam. Pria itu menghirup udara di dalam kamar dalam-dalam, memenuhi paru-parunya dengan aroma yang seketika membakar aliran darahnya seperti bensin yang tersulut api.

Aroma manis murni yang sangat khas dan pekat menguar hebat pagi itu dari tubuh Arumi. Itu adalah dampak langsung dari kondisi galaktorea Arumi—kondisi medis khusus yang membuat tubuh istrinya menghasilkan cairan susu manis akibat ketidakseimbangan hormon yang dipicu oleh stres bertarung dan gairah yang ekstrem.

‎Aroma laktasi yang bercampur dengan wangi keringat tipis dan aroma keintiman semalam yang melekat di seprai menciptakan sebuah kombinasi yang mematikan. Bagi Varian, aroma tubuh Arumi dalam kondisi ini bukanlah sekadar wewangian biasa; itu adalah candu murni, stimulan paling kuat yang jauh lebih berbahaya daripada racun atau obat-obatan terlarang mana pun di dunia.

Saraf-saraf di dalam kepala Varian langsung berdenyut kencang, meneriakkan satu perintah mutlak: kuasai, hancurkan, dan miliki wanita di depannya sekarang juga.

‎Varian menatap tubuh meringkuk Arumi dengan pandangan lapar, persis seperti seekor predator yang sedang mengagumi mangsa terbaiknya yang tengah tertidur.

1
Wahyuningsih
waah udah tamat aja..... dtnggu crita barunya thor hrs lebih bagus dri yg ini n dpt bonus ryang dimensi atau sistem 💪💪💪 dlm berkarya jgn amoe kendor.... kolor kli y thor 🤣🤣
namice: 🤣🤣🤣, iya kak terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku dan supportnya kak... aku sedang membuat novel terbaru mungkin besok aku rilis di noveltoon kak... 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
👍🏻
namice: siap kak lagi merilis novel terbaru ku kak... tunggu ya kak😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 3 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya sehat sellu jga keshtn n maakaaciiiih tuk upnya
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, support dan doanya kak😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪 thor dlm upnya
namice: tunggu ga kak
total 3 replies
Alvia Vi
Calista pekok🤭
Alvia Vi
badass banget
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Alvia Vi
bagus2 😍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
di otak ku ke bayang varian vampir tamvan🤣
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
paijo londo
Arumi..Arumi kamu ini kok y nekad banget walaupun entar lu bisa bantuin varian trus menang awaaass kena hukuman g bisa jalan Lo
🤭🤭🤭🤭
namice: 🤣🤣🤣... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
di cintai adalah secara brutal sp yg nggak senang😅
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Arni Lisa
enak ya jdi arumi di posesifin and gas pol terus...hahahahh🤣🤣🤣...
lanjut kak...
ada judul baru kak???
namice: lagi membuat novel terbaru... judulnya Mine: Transmigrasi gairah liar sang penguasa tirani 😘😘😘🌹🌹🌹 tapi belum di rilis kak
total 1 replies
Sulati Cus
wanita paru bayah, maksudnya Calista udah tua gitu🤔
Sulati Cus: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
Arni Lisa
lanjut kak....mampus kalian berdua..makanya jangan sok gaya , punya mental tempe ja bangga...ckckck,,,hihihu
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak Arni sudah baca novel ku😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Kusii Yaati
ku kira kata kata " hmm" ciri khas author udah hilang ternyata masih ada 😁
namice: 🤣🤣.. iya kak itu kata-kata udah kaya buntut kak ngikutin terus🤣🤣🤣... bercanda ya kak😘😘... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Kusii Yaati
Arumi kayak aq kalau lagi baca novel trus ada adegan yang bikin emosi, gregetan bawaannya pengen misuh terus 🤭...hai Thor aq mampir ya ☺️
namice: 🤣🤣siap kak, terimakasih banyak ya kak sudah mampir dan baca novel ku 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Arni Lisa
lanjut kak...hahahaha detik2 kematian gavin dan calista...smngt terus kk..💪💪
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Arni Lisa
salah cari lawan gavin2...sama laki arumi aja ciut.. skrng mau lawan apa otaknya geser atau punya nyawa kaya kucing...ckckck...
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak Arni sudah baca novel ku😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Arni Lisa
harusnya Jang berubah dulu aruminya , kalau dah cerai baru rubahnya supaya nyesel...ni mah nggk bakalan cerai, yg ada dikurung Mulu dikamar..hahahaha
hihihu
namice: Alhamdulillah baik kak Arni.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 3 replies
Luyoon
oke kak aku mampir nih bosan baca cs mulu apa lagi pemeran nya bts entah kenapa aku ngerasa cemburu mulu padahal cuman cs hahha
namice: 🤣🤣 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah mampir baca Novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
kitty ❤
tetep gak kapok2 si ular keket 😠
kitty ❤: Wahh gak nyangka bakalan di like sama author /Drool/
Semangat terus Thor 🔥
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!