NovelToon NovelToon
Monokrom

Monokrom

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Sci-Fi / Anak Genius
Popularitas:569
Nilai: 5
Nama Author: aytysz_

Bertahan atau melangkah pergi?

Memberi pertolongan atau malah menyudutkan?

Banyak hal yang harus di mengerti dengan meluaskan pendengaran ataupun penglihatan. Agar mempercayai tidak mendapat balasan dari seorang penghianatan-- yang tersembunyi di balik kesalahannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aytysz_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

00^06

Bukannya berhenti, langkah itu malah semakin di percepat, karena sebuah maaf tidak dapat sanggup membalas kesalahan yang senang sekali di perlihatkan tanpa sengaja maupun tidak. Hingga menarik diri untuk tetap nekat membalas jika pun mendapat perlakuan baik sulit ia peroleh. Hanya satu kesalahan sepele yang benar-benar membuat hal baik menjadi buruk.

Diam sejenak, melihat siapa tamu gang ingin melihatnya. "Siapa dia?" Batinnya dengan rasa ingin tahu.

"Kau ingin bertemu dengan ku?" Cetus sang tuan rumah, yang ampuh membuat tamu itu membalikkan tubuhnya. Dan entah kenapa gerakan itu terlihat sangat slow metion di penglihatan tuan rumah.

Seketika, senyum simpul yang menghiasi wajah Vanda perlahan lenyap entah kemana. Karena wanita familiar di kedua netranya langsung menghadirkan sesak pada dada Vanda.

"Vanda?" Sangat rendah sapaan itu melambung dengan santai di pendengaran sang pemilik nama. Vanda.

"Dari mana kau tahu tempat tinggal ku?" Tanya Vanda penuh peringatan, sembari melangkah mendekat ke arah sang tamu.

"Kau menggunakan apa yang ku punya? Hingga kau menemukan ku." Sambung Vanda yang terlihat tidak memberi celah sedikit saja pada orang itu untuk bicara, memberi penjelasan.

"Apa kau belum puas mengambil semuanya darinya? Hingga kau membuatnya merasa menyesal seumur hidupnya." Terus melontarkan kalimat dari mulutnya. Vanda yang berusaha menahan diri untuk tidak mengeluarkan amarah dalam raganya.

Sedangkan sang tamu menganggukkan kepalanya, dengan senyum tipis menghiasi wajahnya yang tidak terlihat kesal sedikit pun akan perkataan dari Vanda.

"Bagaimana dengan kabarmu?" Sangat rendah, wanita itu menanyakan keadaan Vanda. karena, hal itu yang utama.

"Untuk apa kau menanyakannya?"

"Aku hanya ingin tahu. Dan_"

"Kubur lah rasa penasaran mu itu pada orang lain. Karena itu sangat mengganggu." Cepat Vanda yang tidak peduli karena telah menyela perkataan dari lawan bicaranya saat ini.

"Kau masih marah dengan ku? Atas kejadian di masa lalu. Tapi, jika kau lihat lagi, kesalahan itu tidak seutuhnya ada pada diriku. Karena_"

"Bisakah kau pergi dari tempat ini? Dan jangan pernah kau datang lagi kemari. Apalagi muncul di hadapanku tanpa malu." Lagi, Vanda memotong perkataan dari wanita itu. Diandra.

"Anak itu, kau merawatnya bukan?" Timpal Diandra yang entah kenapa kembali menyalakan api dalam diri Vanda.

"Kau benar-benar hebat Diandra. Bagaimana bisa kau tahu segalanya tentang hidupku? Apa kau seorang penguntit? Berapa banyak uang yang keluarkan?" Respon Vanda.

"Itu sangat mudah menemukan keberadaan mu Tere. Jadi, beritahu lah dia, siapa ibu kandungnya. setidaknya, dia harus tahu, jika_"

"Tutup mulut mu!" Tegas Vanda yang tidak sengaja melihat putrinya yang baru saja tiba di depan tempat tinggalnya bersama sepeda city bike.

"Pergilah." Pinta Vanda dengan baik-baik. Karena tidak ingin menanam rasa curiga dalam benak putrinya itu.

Kini mulai masuk ke dalam dengan senyum khasnya, yang spontan langsung mengangguk sekilas ke arah Vanda. Karena gadis itu tahu, siapa wanita yang berdiri di hadapannya saat ini.

"Aku sudah mengantarkan semua pesanannya, jadi bisakah ibu tidak mengganggu ku lagi?" Cetus sang gadis sangat berharap mendapat kata 'iya' dari Vanda.

"Masuklah ke kamar mu." Final Vanda yang membuat gadis itu tersenyum lebar.

Anna, beralih menatap Diandra sebentar dengan senyumannya. Sebelum melangkah pergi ke arah di mana kamarnya berada.

"Dia benar-benar mirip dengannya." Rendah Diandra yang sangat jelas di pendengaran Vanda.

"Kuharap kau tidak melakukan hal konyol Diandra."

...ʚɞ...

Tempat yang tidak begitu menarik tapi mengharuskan jiwa untuk tetap berdiam, hanya karena menunggu seseorang yang tengah berada di toko sebelah.

"Seharusnya kau menjual kopi mu di sekolah." Bukan saran yang baik, Yuna melontarkan kalimatnya dari mulut kecilnya itu pada seorang pemuda di depan matanya. Aldi, dengan posisi membelakangi Yuna.

"Minumlah tanpa mengkritik." Lelah Aldi.

"Aku tidak mengkritik mu, aku hanya memberimu saran. Apa itu tidak boleh?"

"Sangat di bolehkan, tapi itu tidak sopan sama sekali." Tandas Aldi yang berusaha tetap sabar menghadapi makhluk kecil penuh duri itu.

"Tidak sopan?" Sekilas alis Yuna naik ke atas.

Refleks Aldi menghentikan gerakan tangannya yang kini tengah mencuci gelas di dalam wastafel. Menghela napas pelan, sebelum membalikkan tubuhnya, tepat menatap Yuna yang terlihat menikmati minuman dinginnya itu.

"Bagaimana bisa ada orang seperti mu?" Heran Aldi.

"Kau tidak menyukai kehadiran ku?" Pertanyaan uang benar-benar menjebak Aldi.

Sekeika membuat Yuna tersenyum masam. "Benar bukan, kau benar-benar tidak menyukai ku. Jadi untuk apa kau bersikap baik kepadaku selama ini? Bukankah itu membuat mu tersiksa?"

"Yuna__"

"Aku tahu," sanggat cepat Yuna yang membuat Aldi menutup kembali mulutnya. "Kalian baik padaku karena menginginkan_"

"Berhentilah berpikir jika itu hal buruk." Cepat Aldi, kini mendekat, jika pun meja bar itu menjadi penghalang jarak di antara Aldi dengan Yuna.

"Itu memang faktanya." Tidak kalah cepatnya, Yuna melontarkan perkataanya.

"Tapi kau lupa, jika kau sendiri yang mengabaikan mereka." Diam sejenak, Aldi menelan ludah getirnya lebih dulu.

"Mereka hanya ingin berteman dengan mu, tapi kau selalu berpikir, jika mereka mendekatimu hanya ingin memanfaatkan mu. Padahal, itu tidak sama sekali." Imbuh Aldi.

"Bersikap baiklah, walau itu hanya sedikit." Sambung Aldi. Tapi di lain sisi, Aldi merasa tidak enak karena telah mengatakan hal yang seharusnya tidak Aldi cetuskan.

"Kau benar-benar membuat ku muak, sama sepertinya." Final Yuna. Beranjak dari duduk, melangkah keluar dari coffe shop milik ayah Aldi.

"Benar, aku memang sangat memuakkan." Pelan Aldi dengan kepala mengangguk kecil, kedua tangan mencengkeran meja di hadapannya.

Hingga tubuhnya tersentak akan sebuah tepukan pelan pada pundaknya, refleks membuat Aldi menoleh ke sisi kanan. Di mana seorang pria dewasa yang menyunggingkan senyumannya dengan meracik kopi di dalam gelas.

"Di mana gadis cantik itu?" Tanya sang pria tanpa melihat ke arah Aldi.

"Pergi." Balas Aldi.

"Kau tidak membuatnya singgah lebih lama lagi?" Kembali bertanya, kini pria itu menoleh ke samping untuk melihat raut wajahnya Aldi.

"Untuk apa? Jika hal itu akan membuatnya sesak napas." Tidak begitu cepat Aldi memberi respon.

Sang pria mengangguk setuju. "Tapi setidaknya, jangan menambah pikiran di kepalanya. Itu akan jauh lebih menyiksa batinya."

"Bukankah kau sendiri yang sering mengatakan pada ayah, jika Yuna bukan gadis buruk ataupun gadis penindas. Tapi kenapa kau mengatakan hal yang membuatnya sakit hati?"

"Aku tidak mengatakan apapun padanya. Dan, aku akan menarik semua perkataan ku yang menyangkut Yuna. Dia benar-benar gadis keras kepala." Timpal Aldi, yang entah kenapa merasa kesal pada dirinya sendiri tanpa adanya alasan.

"Bagaimana dengan Anna?" Alih sang pria, bukan berarti pria itu kehabisan kata-kata saat menjadikan Yuna sebagai topik pembicaraan bersama Aldi.

"Kenapa ayah menyangkutkannya?" Sangat terdengar jelas, jika Aldi kini benar-benar merasa jengkel sekaligus harus menahan emosi dalam diri .. agar tidak meledak-ledak.

"Ayah hanya ingin tahu, jika kau tidak berada di pihak manapun."

"Maksud ayah?"

"Nakas yang kehilangan kuncinya itu tidak akan selamanya tertutup." Tanpa menunggu tanggapan dari Aldi. Pria itu melangkah pergi untuk mengantarkan pesanan sang pelanggan. Tidak peduli akan raut wajah Aldi yang terlihat tengah mencerna kalimat dari sang pria.

1
Ros 🍂
hallo mampir ya Thor 💪🏻
M ipan
halo🌹 salam kenal
aytysz: haii, salam kenal jugaa🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!