Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.
(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berebut Shu Hua
Ketika Shu Hua berada dalam penglihatannya, Yu Xuan tidak memikirkan apa pun lagi. Dia langsung menghampiri Shu Hua dengan kondisi masih memakai baju prajurit; tidak peduli jika pada saat itu Shu Hua sedang bersama dengan Hao Lin.
Yu Xuan menerobos begitu saja dan langsung memeluk Shu Hua dengan sangat erat... takut akan kehilangannya lagi.
"Shu Hua... akhirnya aku menemukanmu."
Shu Hua yang tiba-tiba dipeluk hanya bisa mematung. Di sisi lain, Hao Lin yang tidak mengenal Yu Xuan langsung mendorongnya menjauh dari Shu Hua, lalu mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya kepada Yu Xuan.
"Berani-beraninya dirimu menyentuhnya!" seru Hao Lin sambil mengarahkan pedang tajamnya kepada Yu Xuan.
Yu Xuan tentu saja tidak tinggal diam saat Hao Lin menodongkan senjata kepadanya. Dengan gerakan cepat, Yu Xuan mengambil satu langkah mundur, lalu mengeluarkan pedangnya dan kembali melangkah maju. Yu Xuan pun membalas dengan menodongkan senjata ke arah Hao Lin.
Para pengawal yang bertugas menjaga keamanan Hao Lin melihat adegan berbahaya itu dan langsung bertindak. Seketika, hampir lima belas mata pedang kini terarah kepada Yu Xuan. Jika bukan karena Shu Hua, mungkin Yu Xuan akan mati hari itu.
Beruntung saat itu ada Shu Hua. Dia menjelaskan kepada Hao Lin tentang siapa sebenarnya Yu Xuan, dan meyakinkan bahwa Yu Xuan bukanlah musuh, melainkan teman baiknya.
"Turunkan pedangmu!" perintah Shu Hua kepada Hao Lin.
"Tapi barusan dia sudah bersikap sangat kurang ajar kepadamu. Aku tidak bisa membiarkannya lepas begitu saja! Berani sekali prajurit rendahan sepertinya dia menyentuhmu!" Hao Lin belum mengetahui bahwa Yu Xuan sebenarnya bukanlah salah satu prajurit di sana.
"Dengar aku dulu, turunkan pedangmu, dan perintahkan anak buahmu untuk melakukan hal yang sama. Dan satu hal lagi... dia bukan prajurit yang bekerja untuk istana ini!" jelas Shu Hua.
"Kalau bukan... lalu apa? Jangan-jangan dia penyusup?!"
Shu Hua menghela napas panjang, lalu dengan pelan dia menurunkan pedang milik Yu Xuan, menepuk bahunya sambil berkata, "Kamu yang waras, turunkan pedangmu dulu."
Melihat kedekatan Shu Hua dengan Yu Xuan, barulah Hao Lin menurunkan pedangnya. Dia pun segera memerintahkan para pengawalnya untuk melakukan hal yang sama.
Kini akhirnya tidak ada lagi yang saling menodongkan pedang ke leher satu sama lain.
"Bagaimana kamu bisa ada di sini? Apa kamu mencariku? Apakah Kak Li Hua yang menyuruhmu datang? Apakah dia yang akhirnya berhasil menemukanku?" tanya Shu Hua dengan antusias kepada Yu Xuan, berharap bahwa kakaknya lah yang telah berusaha keras hingga menemukannya.
Yu Xuan melihat betapa senangnya Shu Hua saat mengira Li Hua lah yang telah berjuang mencarinya. Tiba-tiba, dia merasa sangat tidak tega untuk mengatakan kejujuran kepada Shu Hua.
Kejujuran bahwa Li Hua sama sekali tidak berbuat apa-apa untuk mencari keberadaan Shu Hua.
"Kenapa kamu diam saja? Katakan sesuatu," desak Shu Hua sambil menggoyangkan tubuh Yu Xuan, berusaha mendapatkan jawaban. Namun, Yu Xuan tetap bungkam dan tidak mau membocorkan kebenaran yang dia ketahui.
"Apakah dia bisu?" tanya Hao Lin dengan nada meremehkan.
"Diamlah! Kamu tidak diajak bicara di sini!" balas Shu Hua sambil menatap tajam ke arah Hao Lin.
Hao Lin terkejut mendengar jawaban Shu Hua. "Kenapa kamu selalu saja tidak suka padaku?!"
Sekali lagi Shu Hua menatap Hao Lin dengan tajam. Tatapannya begitu tajam hingga membuat Hao Lin merasa tidak nyaman saat menatap balik mata wanita itu.
"Kamu tuli? Bukankah tadi sudah kukatakan? Jangan bicara! Kamu tidak diajak!" bentak Shu Hua.
Terikan Shu Hua itu langsung membuat Hao Lin ketakutan. Bahkan para pengawal pun ikut merasa takut. Padahal jika dilihat dari luar, Shu Hua terlihat cantik, imut, dan lemah lembut. Siapa sangka jika wanita itu sebenarnya begitu garang dan beringas?
"Apakah kamu tiba-tiba jadi benar-benar bisu, Xuan?" tanya Shu Hua kembali.
"Dan kalau memang Kak Li Hua tidak ikut membantu mencariku, tidak apa-apa. Kamu tidak perlu menyembunyikan kebenaran itu. Aku tidak akan sedih. Sungguh!" ujar Shu Hua sambil tersenyum.
Entahlah, apakah senyuman itu tulus atau justru palsu?
"Segala sesuatu yang Kak Li Hua lakukan dan putuskan... pasti punya alasannya sendiri. Aku mengenal kakakku. Dia berbeda denganku yang selalu bertindak tanpa berpikir panjang. Aku yakin dia bukan tidak mau mencariku. Benar, 'kan?" kata Shu Hua, berusaha mencari pembenaran dari Yu Xuan.
Melihat ketulusan dan keyakinan Shu Hua, hati Yu Xuan menjadi lega dan dia pun tersenyum. Akhirnya, dia bisa kembali membuka mulutnya.
"Iya. Tentu saja semua itu benar," jawab Yu Xuan.
"Kalau begitu, bagaimana kabar kakak sekarang? Aku sangat merindukannya," ucap Shu Hua dengan mata yang mulai berkaca-kaca saat teringat pada Li Hua.
"Aku akan membawamu menemuinya sekarang. Ayo, kita pergi dari sini," kata Yu Xuan sambil meraih tangan Shu Hua, berniat membawanya keluar dari istana yang terasa menyesakkan itu secepat mungkin.
Namun, tentu saja tidak mudah membawa Shu Hua pergi begitu saja. Terlebih lagi saat ini ada Hao Lin dan banyak pengawalnya yang berada di sana.
"Kamu mau bawa Shu Hua ke mana?" tanya Hao Lin.
Saat Yu Xuan menarik tangan Shu Hua, pada saat yang bersamaan Hao Lin juga menahan tangan Shu Hua, mencegahnya pergi bersama Yu Xuan.
"Lepaskan tangannya!" perintah Yu Xuan kepada Hao Lin, tanpa peduli dengan status Hao Lin sebagai Putra Mahkota.
"Berani-beraninya kamu memberiku perintah?! Apakah kamu tidak tahu siapa aku?! Aku adalah Putra Mahkota! Pewaris takhta Dinasti Tianhzu selanjutnya!" seru Hao Lin dengan nada tinggi.
Shu Hua yang berada di tengah keributan kedua pria itu merasa sangat tidak nyaman. Karena itu, dia pun melepaskan tangannya dari cengkeraman Yu Xuan maupun Hao Lin.
Setelahnya, Shu Hua memberi isyarat kepada keduanya seolah mempersilakan Yu Xuan dan Hao Lin untuk melanjutkan perdebatan.
"Silakan lanjutkan berdebat. Aku akan menunggu pemenangnya di sana." Shu Hua sama sekali tidak peduli meski ketegangan antara Yu Xuan dan Hao Lin semakin memanas.
"Tentu saja aku tahu siapa Yang Mulia. Tapi, hanya karena kedudukan tinggi yang Anda miliki... bukan berarti Anda bisa semena-mena menculik seseorang! Terlebih lagi dia seorang wanita!" suara dan tatapan Yu Xuan terasa sangat mengerikan dan berapi-api.
"Perbuatan itu sungguh sangat hina. Apakah pantas seorang Putra Mahkota yang mulia melakukan hal seperti itu?"
Hao Lin terdiam seribu bahasa karena tersudut oleh fakta yang dilontarkan Yu Xuan. Semua yang dikatakan Yu Xuan memang benar adanya.
Meski dia seorang Putra Mahkota, dia tidak berhak menculik seorang wanita. Dan tindakan seperti itu sama sekali tidak pantas dilakukan oleh orang sepertinya.
Sesaat kemudian, Shu Hua yang sudah tahu siapa pemenang dari perdebatan itu langsung bangkit dan menghampiri Yu Xuan.
"Sepertinya pemenangnya adalah Yu Xuan. Kalau begitu, aku akan pergi bersamanya."
Saat Shu Hua hendak melangkah pergi bersama Yu Xuan, Hao Lin sekali lagi melarangnya. Tanpa berpikir panjang, Hao Lin menarik paksa tubuh Shu Hua hingga jatuh ke dalam pelukannya yang erat. Seluruh kejadian itu disaksikan langsung oleh Yu Xuan.
Dan bukan hanya Yu Xuan... di saat yang sama, Li Hua pun melihat kejadian itu dari kejauhan.
-Bersambung-
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄