NovelToon NovelToon
Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Nikah Kontrak
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Nyangka nggak kalau temen mu sendiri bisa jadi setan yang sesungguhnya di dunia nyata?

Ini yang dialami Badai, lelaki 23 tahun ini dijual ke mantan pacarnya sendiri sama temennya, si Sajen!

Weh kok bisa? Ini sih temen laknatullah beneran ya kan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi pacar pura-pura

Ini hari ketiga setelah Dai dan Kilau bertemu di taman kota. Setelah pertemuan mereka yang diselingi ganguan dari Lalin kala itu, Dai dan Kilau tak lagi bertemu atau berkomunikasi. Seperti dua orang asing yang tak saling mengenal.

Dai disibukkan dengan rutinitas perbengkelan yang setiap hari membuatnya jlimet sampai lupa ada Kilau yang menunggu jawaban darinya. Ya, Dai memang meminta waktu untuk berpikir tapi boro-boro mikir, lelaki itu malah sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Sudah barang tentu ndablek nya Badai membuat Kilau geram. Dan sore ini, pemandangan tak biasa ada di depan sana. Tampak mobil mewah warna hitam berhenti dan parkir di antara deretan motor di Badai Garage.

Kilau baru saja turun dari mobil mewahnya setelah sopir membuka pintu untuknya. Sore ini dia tampil memukau dengan mengenakan kemeja putih polos yang terbuat dari bahan sutra, memberikan kesan mewah namun tetap elegan. Desain kerah yang diikat menjadi pita besar di leher menambah sentuhan feminin yang anggun, sementara potongan lengan panjang yang sedikit balon di bagian atas dan manset rapi di ujungnya semakin mempertegas kesan rapi dan profesional.

Kemeja tersebut dia padukan dengan bawahan berwarna hitam polos yang memiliki potongan rapi, menciptakan kombinasi klasik putih-hitam yang tak pernah salah dan selalu terlihat formal. Di pergelangan tangannya, sebuah jam tangan dengan tali berwarna cokelat dan bingkai berwarna emas melengkapi penampilannya, menambah kesan berkelas dan terawat.

Secara keseluruhan, penampilan Kilau terlihat sangat sopan, elegan, dan percaya diri, terlalu mencolok jika hanya datang ke bengkel dengan dandanan seperti itu. "Lo ngerti nggak menunggu itu bagian yang paling gue benci seumur hidup. Dan lo udah bikin gue nunggu selama 3 hari. 72 jam, 4320 menit, 259200 detik! Gila, lo mau bikin gue mati karena emosi?"

Awalnya Dai terkejut karena kemunculan Kilau di bengkelnya. Diam karena terpesona oleh aura yang dibawa wanita itu. Lalu kagum hingga membuatnya tanpa sadar tersenyum sendiri, namun berakhir dengan muka datar tanpa ekspresi setelah mendengar khotbah dari si mantan yang merasa benar dengan segala ucapannya. "Ada apa?"

Kilau menatap tak percaya dengan jawaban yang Dai berikan. Hanya dua kata seperti tanpa dosa.

"Lo beneran mau nyari masalah sama gue dengan nanya kayak gitu? Gue nunggu jawaban dari lo tapi lo kayak orang blo'on gini. Astaga, lo bikin gue darah tinggi, tau nggak?!"

"Ya gue kan tanya, ada apa? Salah gue di sebelah mana nanya kayak gitu? Lo sih aneh dateng dateng langsung emosi." Badai tersenyum lalu melanjutkan ucapannya.. "Kangen ya, nyampe nyamperin ke sini?"

"Bisa serius nggak jadi orang? Gue beneran nunggu jawaban lo ya, Dai. Gue diburu waktu, ngerti nggak? Orang tua gue udah ngerencanain pesta pertunangan gue sama pria pilihan mereka! Dan gue nggak mau dipaksa kayak gitu!" sedikit berteriak karena asli deh, kilau udah kesal banget sama lelaki yang kini menatapnya sambil mendongakkan kepala sambil jongkok di depan motor yang masih dia benerin.

Ada beberapa pelanggan di sana, mereka sampai tak enak mau gimana melihat situasi yang sekarang jadi tontonan mereka. Akhirnya yang paling waras dari mereka memilih keluar dari bengkel dan duduk anteng di bangku panjang di depan sana. Lalu disusul dengan manusia waras yang lain yang juga ikut udut santai sambil membicarakan tentang masa depan motor mereka.

Badai mencuci tangannya. Bergerak ke samping kiri untuk mengambil lap agar tangannya makin bersih berkilau. Tak lupa dia buka kulkas kecil yang memang dia sediakan di dalam bengkelnya, mengambil dua botol air mineral, membuka tutup botolnya lalu menyerahkan pada Kilau. "Minum dulu. Cuma punya air putih, tapi gue jamin itu halal."

Kilau mendengus, tapi tangannya tetap menerima botol air mineral pemberian Dai. Dai tersenyum, dia menepuk bangku kosong yang sebelahnya sudah dia duduki. "Duduk, Ki." pintanya.

Seperti terkena sihir, Kilau terus mengikuti apa yang dikatakan Badai. "Jadi?" kata Kilau dengan alis bertaut.

"Oke. Gue setuju buat bantu lo. Nggak tega gue liat lo mau nangis kayak gitu. Terus gue harus apa, agar bisa batalin rencana pertunangan lo sama calon suami pilihan ortu lo." enteng sekali mulut Dai bicara.

"Jadi pacar gue." Kilau bicara tanpa keraguan.

"Lha dalah, lo nembak gue?" agak terkejut juga Dai mendengar ucapan cepat Kilau barusan.

"Pura-pura jadi pacar gue lebih tepatnya. Nggak usah kepedean ya, nggak ada di kamus gue nyatain perasaan duluan sama cowok!"

"Katanya gue nggak semenarik itu?" Dai tersenyum jahil sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Nggak usah banyak omong, bisa?" mungkin Kilau malu. Terlihat dari pipinya yang merona dan perempuan itu mencubit pinggang Dai sampai lelaki itu mengaduh sambil memegang tangan Kilau agar menghentikan penganiayaan yang dia lakukan.

"Aduuuh sakit, Ki. Gila! Lo mau bunuh gue pakai cubitan maut ya! Oke iya iyaaaa, lo nggak nembak gue, enggak! Terus apa yang gue dapet kalau lo beneran batal tunangan sama si.. Siapa sih nama calon lo?" Dai mengusap pinggangnya yang beneran sakit oleh cubitan Kilau.

"Arang Wijaya."

"Arang? Eh buset, item banget ya dia? Ya ampun nasib lo jelek amat dijodohin sama areng."

"Punya hp kan? Lo cari aja profil nya. Liat sendiri sehitam apa dia. Lagian nggak usah menghina nama orang, nama lo aja nggak umum banget gitu kok."

Dan betul dong. Meski agak malas, Badai tetap melakukan pencarian pada aplikasi bawaan di ponselnya. Nama Arang Wijaya menjadi sosok yang dia cari.

"Ini cowok mukanya kayak boti, mana putih banget lagi. Dia lebih cocok dikasih nama Tepung Serbaguna dari pada Arang Wijaya. Ya meski putih putih manekin kayak gitu, tapi tetep gantengan gue lah. Gue macho, keren, dan laki banget. Ya kan?"

Kilau hanya geleng kepala, tak ingin menjawab pertanyaan konyol mantannya yang kini berstatus pacar pura-pura. Entah sejak kapan obrolan mereka jadi mengalir gitu aja. Sampai waktu bergulir dengan cepat. Matahari udah ngasih kode sama bulan buat gantian jaga dan menyemarakkan sang langit.

"Gue anter lo pulang, ya." usul Dai sudah berganti kaos dan memakai jaket dengan bordiran huruf B di dada sebelah kiri.

"Gue bawa mobil kali. Nggak usah repot-repot." tolak Kilau.

"Gue hanya menjalankan tugas pertama sebagai pacar,"

"Pacar pura-pura, jangan lupa!"

"Meski pura-pura juga statusnya tetep pacar, Ki."

Debat mulu mereka ini. Apa nggak capek apa kayak gitu terus? Akhirnya demi kebaikan bersama dan meningkatkan chemistry antara keduanya agar lebih nampol pas akting nanti di depan ortunya Kilau, Kilau menerima tawaran Dai untuk pulang diantar pacar pura-pura nya itu.

"Naik." Perintah Dai ketika sudah menyalakan mesin motornya.

"Gimana caranya?" Kilau kebingungan.

"Lah.. Lo nggak pernah bonceng motor ginian?"

"Nggak pernah lah. Dulu kan motor lo matic."

"Ehem.. Yang ingat masa lalu." Badai tertawa. Kilau kembali mencubit Badai kali ini bahkan lebih nyelekit lagi.

"Astaga Ki, baru beberapa puluh menit nyandang status pacar pura-pura nya lo kok rasanya gue udah mau nyerah aja ya. Gue udah liat malaikat Izrail melambaikan tangannya,"

"Mulut lo! Bercanda lo nggak lucu tau nggak!" lah marah.

"Iya iya maaf. Ayo, naik. Pegang pundak gue, gue pegangin tangan lo."

Dan hap! Naiklah si tuan putri ke atas kuda besi nya Badai. "Pak Arif pulang duluan aja ya, aku mau pulang bareng dia." ucap Kilau sebelum motor Dai melesat ke jalan.

"Lo nggak pegangan? Jatuh ntar! Pegangan Ki!" ucap Badai di antara deru motornya.

"Ini juga pegangan." Kilau memegangi bagian belakang motor Badai.

"Astaga. Lo kayak nggak pernah naik motor aja sih, gini lho..." satu tangan Dai mengambil tangan kiri Kilau dan melingkarkan ke perutnya. Dia tahan lama di sana, dan ketika Dai melepaskan tangannya Kilau justru tetap menautkan kedua tangannya memeluk perut Badai.

Ternyata malam ini tak secerah kelihatannya, baru menikmati perjalanan dengan suasana damai, tiba-tiba saja hujan datang beramai-ramai tanpa permisi terlebih dahulu. Badai langsung menepikan motornya.

"Sorry ya. Gue nggak tahu kalau malam ini bakal hujan, kalau tahu kan mending tadi lo pulang sama supir lo." Badai bergerak cepat melepas jaketnya. Tanpa bertanya pada Kilau mau atau tidak memakai jaketnya, Badai langsung membungkus tubuh Kilau dengan jaket miliknya.

"Eh, terus lo?" agak terkejut juga Kilau dengan spontanitas yang Dai lakukan.

"Gue gampang. Gue harus memastikan pacar gue nyaman dan aman waktu jalan sama gue. Yok naik, kita jalan lagi sebelum hujannya makin deres." Dai juga memakaikan helm full face yang tadi dia kenakan pada Kilau.

Malam ini hujan turun memberikan kesejukan pada bumi Pertiwi, tapi ada hati yang menghangat karena perlakuan manis yang sudah lama tidak pernah dia rasakan. Baper ya mbak?

1
Badai pasti berkilau
Waduhh sesek ini, kalo sampe ibunya Dai tau 🤔
Bulan-⁶
bagaimana perasaan sang ibu kalo badai masih berhubungan dengan ayahnya
Bulan-⁶
untung dai punya bekingan yang lebih kuat
Bulan-⁶
wawwwwww
Bulan-⁶
ngerti sekarang kamu dai?
Bulan-⁶
sajen nganan liat pasangan didepan mata
Bulan-⁶
kebanyakan laki gak tahan sakit, langsung manjanya kumat
Bulan-⁶
bakar aja arang biar jadi abu,, ehh nunggu besok lah bentar lagi idul adha buat bakar sate aja biar lebih berguna itu arang
p
luar biasa
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
skrg bisa seenaknya mengaggap Badai sampah yg tak layak bersanding dg keluargamu Dji..
tapi nanti, stlh kamu tau siapa dia sbnrnya, pasti kamu bakal gencar agar mreka cepet² meresmikan hubungannya kan?! 😏
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Wijaya Saha Thor?
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
widih, Badai emg dabes lah Ki..
bisa diandelin buat jadi pasangan😚
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Badai klo udah spaneng, bisa menerjang lawan sampe luluh lantak nih
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
🤣🤣🤣🤣siap2 sujud2 noh bapaknya kilau kalo tau Badai anak sultan tajir melintir 🤭
Bulan-⁶
wkwkwk aman dai gak bakalan ditampar
Bulan-⁶
sajen beneran pasangannya dedemit
Bulan-⁶
wes lah mau pura2 atau beneran pacaran juga silahkan, udah kokopan juga tadi kan
Bulan-⁶
pake tossa aja thor
Bulan-⁶
perjalanan mu masih panjang dan berliku dai
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
sombong dikit boleh kok Dai🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!