NovelToon NovelToon
Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Vaelisse

Ketika kakaknya, Orla, kabur dari pernikahan dengan pria berbahaya bernama Lorcan, Pearl dipaksa menggantikannya demi menyelamatkan keluarga dari kehancuran.

Terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pria dingin yang seharusnya menikahi orang lain, Pearl harus hidup dalam kebohongan yang bisa merenggut nyawanya kapan saja jika kebenaran terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaelisse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Malam itu, hujan turun tipis di luar jendela ballroom hotel bintang lima tempat jamuan dewan komisaris Darragh Group diadakan.

Pearl berdiri di depan cermin ruang ganti hotel, menatap bayangannya sendiri dengan perasaan yang sudah tidak bisa ia beri nama lagi.

Gaun malam midnight blue dengan potongan off-shoulder itu jatuh sempurna di tubuhnya tapi tulang selangkanya yang kini lebih menonjol dari biasanya tidak luput dari pandangannya sendiri. Beberapa hari terakhir, makan hanya terasa seperti kewajiban yang harus diselesaikan, bukan kebutuhan yang ingin dipenuhi. Rambutnya disanggul modern, memperlihatkan leher jenjangnya yang dihiasi kalung berlian dingin yang terasa seperti tangan seseorang yang mencekik dengan sopan.

"Berhenti menatap cermin seperti itu."

Lorcan masuk tanpa mengetuk.

Tuksedo hitamnya dijahit khusus, sempurna, seperti semua hal yang ada di permukaan hidupnya. Ia berdiri di belakang Pearl, menempatkan kedua tangannya di atas bahunya, dan menatap pantulan mereka berdua di cermin dengan ekspresi seorang pria yang sedang memeriksa asetnya sebelum dibawa ke pasar.

"Wajahmu terlalu pucat. Tambahkan pemerah pipi sebelum keluar. Aku tidak ingin orang-orang mengira aku tidak memberimu makan."

Tangannya bergerak turun, mengusap sisi leher Pearl dengan jemari yang dingin.

Pearl bergidik, tidak bisa tidak.

"Aku lelah," bisiknya sebelum sempat menahan diri. "Bisakah kita pulang lebih awal nanti?"

Jari-jari Lorcan mencengkeram bahunya sedikit lebih keras. Bukan cukup keras untuk meninggalkan bekas, tapi cukup keras untuk menyampaikan pesan.

"Malam ini bukan tentang kelelahanmu." Suaranya rendah, diucapkan tepat di dekat telinga Pearl. "Ada beberapa orang di dalam yang mengenal Orla. Jadi pastikan setiap kata yang keluar dari mulutmu sudah kamu timbang dua kali sebelum diucapkan."

Pearl mengangguk.

Ia meraih clutch peraknya.

Dan mengikuti Lorcan keluar.

**

Begitu pintu ballroom terbuka, aroma parfum mahal, anggur merah, dan ambisi yang tidak pernah tidur langsung menyambut mereka.

Lorcan merangkul pinggang Pearl dengan posesif, gerakan yang sudah Pearl hafal artinya bukan sebagai kasih sayang, melainkan sebagai pernyataan kepemilikan. Ia membawa Pearl berkeliling, menyapa satu per satu pria berjas rapi dan perempuan bergaun mewah yang menatap Pearl dengan pandangan yang sama di mana-mana, menilai, mengukur, menyimpulkan.

Pearl tersenyum.

Menjawab pertanyaan dengan kalimat-kalimat pendek yang aman, sesuai dengan apa yang sudah ia baca sore tadi dari map tebal di sudut sofa kantor Lorcan. Tanggal berdirinya perusahaan. Nama-nama komisaris utama. Proyek-proyek besar yang sedang berjalan.

Ia hafal semua itu seperti menghafal doa.

Ketenangan itu bertahan hampir satu jam penuh.

Sampai seorang pria muda menghampiri mereka dari arah bar.

Wajahnya tampan, tapi matanya sedikit berkilat oleh beberapa gelas anggur terlalu banyak. Ia menepuk bahu Lorcan dengan akrab.

"Lorcan! Selamat atas pernikahannya, akhirnya!" serunya, lalu matanya beralih ke Pearl. Ia memicingkan mata, hanya sedetik tapi cukup untuk membuat detak jantung Pearl naik dua kali lipat. "Tapi tunggu... kau bilang menikahi Orla? Kenapa dia terlihat... berbeda?"

Lorcan tidak bergeming.

Genggamannya di pinggang Pearl mengencang hingga terasa seperti cengkeraman.

"Persiapan pernikahan yang panjang membuat siapa pun kehilangan berat badan, Conal." Nada Lorcan ringan, seolah pertanyaan itu tidak lebih dari lelucon yang tidak terlalu lucu. "Kau tahu sendiri bagaimana perempuan memperlakukan hari besar mereka seperti proyek konstruksi."

Pria bernama Conal itu tertawa, tapi matanya tidak ikut tertawa.

"Mungkin." Ia memiringkan kepalanya, menatap Pearl lebih teliti. "Tapi terakhir kali aku bertemu Orla di acara galeri bulan lalu, suaranya lebih tinggi dan ada tahi lalat kecil di dekat telinganya yang aku ingat betul karena--"

Ia mengulurkan tangannya ke arah rambut Pearl.

Lorcan menepis tangan itu sebelum sempat menyentuh.

Gerakannya halus. Terlalu halus untuk terlihat seperti ancaman dari kejauhan. Tapi dari dekat, dari sudut mata Pearl, ekspresi Lorcan berubah menjadi sesuatu yang membuat udara di sekitar mereka terasa turun beberapa derajat.

"Jangan sentuh istriku, Conal" katanya pelan. "Kecuali kamu ingin posisimu di dewan dipertimbangkan ulang minggu depan."

Conal mengangkat kedua tangannya, mundur selangkah dengan senyum yang sekarang terlihat lebih dipaksakan.

"Oke, oke. Maaf. Mungkin aku sudah terlalu banyak minum malam ini." Ia mengangguk ke arah Pearl. "Selamat datang di keluarga besar, Nyonya Darragh."

Lalu ia pergi.

Dan Pearl merasakan lututnya hampir tidak mau diajak bekerja sama.

1
Dede D
ceritanya sangat bagus
Dede D
lanjut kak
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Gegara Kk nya, adikny jdi korban😭
Dan demi ibunya, pearl rela melaksanakan pernikahan yg ia sendiri tidak mau sbnrnya🙏😓
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Vaelisse: makasii kak, jangan lupa like dan komen nya ya 😀
total 1 replies
Juli Queen
bagus
Juli Queen
kaa kapan update nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!