NovelToon NovelToon
Takdirku Yang Tak Terduga

Takdirku Yang Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romansa Fantasi / Iblis
Popularitas:558
Nilai: 5
Nama Author: Veela_

Aku hanya menginginkan kehidupan yang normal. Aku pikir saat aku berpindah tempat bersama ayah dan meninggalkan teman-teman lamaku, itu akan menjadi kesempatanku untuk merasakan kehidupan yang sesuai dengan apa yang aku harapkan. Namun kenyataannya, kemanapun aku pergi dan kemanapun kakiku melangkah, hal-hal "itu" akan selalu mengikutiku. Dan saat aku bertemu dengan mereka, kehidupanku mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veela_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 8

Point of view Mark

Aku masih menunggunya digerbang sekolah, sambil membayangkan setiap kata yang terucap dari bibirnya siang itu. Saat dia keluar dari sekolah aku hendak menyapanya. Namun dia mengabaikanku. Aku mengikutinya yang terus memasang wajah kesal.

"Hei! Tunggu!"

Teriakku mencoba menghentikan langkahnya namun dia tidak peduli.

Sepanjang perjalanan semua orang menatapku dan juga dirinya. Tiba-tiba wanita itu menghentikan langkahnya. Sontak langkahku pun ikut terhenti dan menabrak tubuhnya. Untung saja dia tidak terjatuh.

"Bisakah kau diam dan berhenti mengikuti aku?! Jangan mengejarku! Aku tidak pernah memintamu untuk perhatian padaku! Bisakah kau hentikan tingkahmu yang selalu membuat orang lain salah paham? Kau tahu tidak?! Ada banyak gadis yang di rundung seperti aku dikarenakan ke salah pahaman yang kau berikan tanpa sengaja ini! Jika kau tidak suka, maka tegaslah! Bukan hanya berdiam diri dan memikirkan diri sendiri! Atau bersikap tidak peduli akan sekelilingmu dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa!"

Teriaknya.

Setiap kata yang keluar dari bibir mungilnya itu benar-benar tajam. Setajam pisau. Dan membuat bibir dan lidahku seperti membeku karena mendengar kata-kata itu. Wanita itu lalu pergi meninggalkanku yang terdiam. Untuk pertama kalinya, seorang wanita memperlakukanku seperti ini. Berteriak di hadapanku.

"Yuga.."

"Lupakan perkataan dia! Lagi pula untuk apa kau mengejarnya? Baru pertama kali dalam hidupku aku melihat kau bersusah payah mengejar wanita sampai seperti ini. Kau kehilangan otakmu atau apa?"

"Apa sikapku selama ini keterlaluan?"

Yuga hanya terdiam mendengar pertanyaanku.

"Kau benar-benar sudah jatuh oleh wanita itu, Mark."

......................

Keesokan paginya aku menunggunya bersama Yuga tepat di persimpangan jalan tempat kami bertemu kemarin. Sebenarnya aku tidak meminta Yuga ikut bersamaku, namun dia memaksaku untuk memperbolehkannya menemaniku hanya karena penasaran.

"Apa yang kau pikirkan?"

Melihatku terdiam Yuga bertanya seperti itu sambil tangannya sibuk menggiring bola basket.

"Aku tidak mengerti. Aku merasa bahwa aku tidak melakukan apapun. Tapi mengapa dia bilang ada orang lain yang bernasib sama sepertinya juga dan itupun karena ulahku?"

Yuga berhenti memainkan bolanya.

"Hahaha."

"Kenapa kau tertawa?"

"Hahaha aku tak habis pikir. Selama ini kau hanya memikirkan pelajaran, prestasimu, dan yah mengenai hal-hal sejenisnya. Dan sekarang? Kau gelisah hanya karena perkataan gadis itu? Ini benar-benar lucu. Kau? Mark! Seorang Mark! Kau ini Mark yang aku kenal kan?"

"Aku tidak bercanda."

"Aku pikir  pikiranmu itu terlalu berlebihan, Mark."

"Apa kau mengetahui sesuatu yang selama ini tidak aku ketahui?"

"Ya jelas saja aku tahu! Apa sih yang tidak aku ketahui apalagi soal pangeran disekolah ini. Dan terlebih lagi kau itu temanku."

"Pangeran?"

"Astaga! Kau tidak tahu bahwa dirimu diberi gelar pangeran sekolah di sekolah ini?!"

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku tanda tidak tahu. Aku benar-benar tidak mengerti. Pangeran apa? Apa yang sudah aku lewatkan sebenarnya?

"Hachi! Hachi!" 

Suara bersin terdengar. Dan aku mengenali suara itu.

Aku bergegas menghampirinya untuk menghentikannya. Ekspresi wajahnya tiba-tiba saja berubah saat bertemu denganku. Dinginnya lebih dingin dibandingkan dengan pertemuanku dengannya malam itu. Gadis macam apa dia? Sebenernya berapa banyak ekspresi yang disembunyikannya? Pertanyaan itu yang selalu ada dikepalaku.

"Maaf."

"Apa?!"

Wanita itu terkejut. Dan Yuga tak kalah terkejutnya dari dia.

"M-Mark?! A-apa yang kau katakan barusan?"

Tanya Yuga tidak percaya tentang kalimat yang dia dengar dari mulutku.

"Aku minta maaf karena membuatmu seperti ini. Aku sungguh-sungguh minta maaf."

"Sudah hentikan. Aku tidak apa-apa. Hachi!"

Suara bersinnya semakin keras. Namun entah kenapa, sejak kapan hal itu menjadi menggemaskan bagiku.

"Kau terkena flu?"

"Hm."

Dia mengangguk. Aku melepas jaket olahraga yang aku gunakan.

"Pakai ini."

"Tidak. Terimakasih."

Wanita itu menghempaskan jaket yang kuberikan dan melangkah pergi meninggalkanku.

"Tunggu!"

Aku mencoba menghentikannya kembali.

"Maukah... Maukah kamu pulang bersamaku?"

"Maaf, Senior Mark. Aku menolak tawaranmu. Aku tidak mau fans liarmu berulah lagi. Permisi."

Dia pun pergi. Aku mengepal tanganku sedikit kesal. Namun wajahnya yang begitu cantik mengalahkan kekesalanku. Jadi ini kah rasanya penolakan? Biasanya aku yang melakukannya dan kini aku yang merasakannya. Selama ini aku selalu menolak orang-orang yang mendekatiku. Bahkan aku meninggalkan mereka tanpa penjelasan.

"Waw! Waw! Mark! Kau ditolak?!"

Ejek Yuga.

"Diam kau!"

Aku merasa kesal lagi. Namun dalam diriku seperti ada gejolak yang membuatku semakin ingin mendekatinya. Semakin ingin mengetahui tentangnya. Sikapnya yang tiba-tiba berubah, aku ingin tahu alasannya. Apa dirinya sama sepertiku? Merasa sepi hingga membuatnya sedingin dan setajam itu? Atau ada alasan lainnya? Atau sebenernya inilah sikap aslinya?

"Cepat-cepat! Ikuti dia!"

Aku mengikutinya dari belakang bersama Yuga. Dari loket stasiun sampai menaiki kereta. Dan Yuga hanya memperhatikan setiap gerak-gerikku dengan tatapan tidak percaya.

"Yuga?"

"Apa?"

"Wanita itu... Menurutmu seperti apa dia?"

"Hah?!"

Entah sudah berapa kali dia terkejut hari ini.

"Bagaimana cara mendapatkan hati seorang wanita?"

"Hah!????!!!" 

Aku pikir sebentar lgi matanya akan keluar jika aku melanjutkan kalimatku. Aku tersenyum sambil memandanginya. Aku memikirkan setiap kata dan tindakannya dua hari terakhir ini. Gadis yang sulit untukku tebak. Dan mungkin, saat ini aku mulai tertarik padanya.

"Kau benar-benar seperti bukan Mark."

"Memang bagaimana aku biasanya?"

"Jangankan untuk mengejar, ada wanita yang mendekatimu saja kau seperti tidak sudi. Bahkan aku sempat takut kalau ternyata kamu gay."

Aku menjitak kepalanya.

"Sial! Bagian bawahku masih berfungsi dengan baik! Aku laki-laki normal!"

"Bukankah hal itu bisa dipakai untuk menusuk lubang yang lain?"

Aku menjitaknya lagi lebih keras dari sebelumnya. Yuga meringis kesakitan.

"Aku bercanda. Maksudku, Mark. Ini benar-benar versi baru dirimu yang pertama kali aku lihat darimu selama aku berteman denganmu selama bertahun-tahun. Kalau kau bertanya bagaimana cara mengejar wanita, aku tidak tahu. Kau kan tahu selama ini hanya wanita yang mengejarku."

Ucapnya sombong.

"Sial kau!"

"Tapi jika kau bertanya, coba dengan hal-hal kecil seperti memberi bunga atau hadiah?"

"Aku pikir dengan sifatnya yang seperti itu dia tidak akan suka."

"Jangan terlalu banyak berpikir. Kita tidak akan tahu bagaimana hasilnya jika kita tidak mencobanya bukan?"

Aku terdiam memikirkan perkataan Yuga. Aku sebenarnya tidak percaya dengan saran yang dia berikan. Tapi nol pengalaman milikku setidaknya perlu dicoba bukan?

"Aku akan memikirkannya dulu. Kalau aku salah langkah, bisa-bisa bukan hanya kehilangan tatapannya. Tapi juga menghilang dari pandanganku selamanya."

"Mark. Kau benar-benar sudah jatuh Mark! Jatuh sejatuh-jatuhnya!"

Yuga hanya menggeleng-gelengkan kepalanya semakin tidak percaya. Aku pun sebenarnya masih bingung dengan perasaan yang aku rasakan sekarang ini. Tetapi, aku hanya ingin terus merasakan perasaan asing ini. Carmila. Nama itu aku ketahui dari bibir orang lain. Entah sejak kapan dirimu begitu indah dimataku. Gadis dingin nan misterius. Aku benar-benar ingin mengenal dirimu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!