NovelToon NovelToon
WAJAH BERBAYAR: KONTRAK KEMBARAN

WAJAH BERBAYAR: KONTRAK KEMBARAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

Terjerat utang ratusan juta dan ancaman pernikahan paksa, Alisha kehilangan segalanya termasuk kenangan dari kekasihnya. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Aruna, wanita kaya berwajah identik yang menawarkan kontrak gila: Bertukar hidup demi pelunasan utang.

Alisha terjun ke dunia mewah yang palsu, namun tantangan sesungguhnya adalah kakak laki-laki Aruna. Pria dingin namun sangat penyayang itu mulai mencurigai perubahan pada "adiknya" sosok yang kini tampak lebih lembut dan tulus. Di balik kemegahan yang dingin, Alisha menyadari bahwa menjadi orang lain jauh lebih berbahaya daripada menjadi miskin saat ia mulai mempertaruhkan hatinya pada pria yang kini menjadi pelindungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Mitos Tujuh Kembaran

Suasana ruang tamu yang tadinya tegang kini berubah menjadi hening yang penuh selidik. Adam dan Devi, menatap Alisha dengan tatapan tak percaya. Sepuluh juta dari hasil menjual laptop mungkin masuk akal, tapi sembilan puluh juta sisanya? Itu angka yang terlalu besar untuk didapatkan dalam sekejap.

"Sha... jujur sama Papa. Dari mana kamu dapat uang sebanyak itu dalam beberapa jam?" suara Adam terdengar berat, penuh kecemasan seorang ayah yang takut putrinya mengambil jalan yang salah demi keluarga.

Alisha menarik napas panjang, mencoba menstabilkan suaranya agar tidak terdengar gemetar.

"Ini uang muka gaji, Pa. Alisha diterima bekerja sebagai asisten pribadi seorang perempuan, namanya Aruna. Sebenarnya kami sudah membicarakan pekerjaan ini sejak beberapa minggu lalu, tapi baru hari ini kontraknya resmi. Alisha meminjam uang perusahaan untuk pelunasan utang ini, dan akan dipotong gaji setiap bulannya."

Melihat keraguan yang masih membayang di wajah Mama Devi, Alisha segera mengambil ponsel.

"Kalau Mama tidak percaya, Alisha hubungi dia sekarang."

Alisha menekan nomor Aruna. Beruntung, Aruna mengangkatnya tepat waktu dan mengikuti sandiwara Alisha dengan sangat meyakinkan. Di seberang sana, Aruna melakukan akting yang luar biasa profesional, ia menjelaskan posisinya sebagai pengusaha, memuji kemauan Alisha untuk belajar meski tidak memiliki basic bisnis, dan bahkan sempat menunjukkan beberapa draf proyek kerjaannya melalui video yang ia kirim.

"Saya tahu Alisha anak yang mau belajar, Pak, Bu. Jadi saya tidak keberatan meminjamkan dana tersebut demi kenyamanan kerjanya nanti," ucap Aruna lewat pelantang suara sebelum menutup telepon.

Mama Devi akhirnya mengembuskan napas lega yang panjang. Ia memeluk Alisha erat sambil menangis syukur. Alisha membalas pelukan itu dengan perasaan bersalah yang menusuk, namun ia lega karena setidaknya untuk saat ini, keluarganya aman. Berbohong terasa jauh lebih baik daripada melihat mereka hancur di tangan Darwis.

Setelah suasana tenang, Alisha memutuskan untuk mandi. Air dingin yang mengguyur tubuhnya seolah tak mampu membasuh rasa lelah di jiwanya. Malam ini, ia tidak ingin tidur sendiri di kamarnya yang kecil.

"Ma, malam ini Alisha tidur sama Mama, ya?" pinta Alisha pelan saat keluar dari kamar mandi.

Mama Devi tersenyum dan mengangguk, menepuk sisi tempat tidur di sampingnya. Alisha merebahkan diri, memeluk lengan ibunya seperti saat ia masih kecil. Di bawah cahaya lampu kamar yang temaram, Alisha menatap langit-langit, sementara jemari ibunya mengelus rambutnya lembut.

"Ma..." panggil Alisha lirih, memecah kesunyian.

"Apa mungkin ya, ada orang yang sama sekali nggak punya hubungan darah, tapi punya wajah yang benar-benar serupa?"

Mama Devi terkekeh singkat, "Mungkin saja, Sayang. Katanya kan kita memang punya tujuh kembaran di dunia ini. Begitu mitosnya, kan?"

"Kalau itu benar-benar terjadi ke Lisha gimana, Ma?" Alisha mengejar, suaranya sedikit tertahan.

Mama Devi tertawa kecil, kali ini terdengar tanpa beban sama sekali.

"Ya nggak gimana-gimana, Sha. Bagus dong, jadi lucu rasanya. Mama dulu mengandung cuma satu, eh ternyata di dunia ini ada dua yang kayak kamu. Mama ngandung cuma satu eh ternyata di dunia ini ada dua yang kayak kamu, jadi kayak punya anak cadangan," candanya.

Ucapan Mama Devi yang ringan dan tulus itu terdengar sangat jujur. Tidak ada nada ragu, tidak ada rahasia yang tertahan di matanya. Alisha memperhatikan wajah ibunya yang mulai menua dalam keremangan lampu. Ia mencari celah kebohongan, namun yang ia temukan hanyalah ketenangan seorang ibu yang memang hanya melahirkan seorang putri.

Kenyataannya, Aruna memang bukan kembarannya. Mereka tidak memiliki ikatan darah, namun entah bagaimana takdir menciptakan "fotokopi" yang begitu sempurna. Alisha menarik napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya. Mungkin Mama benar, ini memang hanya kebetulan luar biasa dari mitos tujuh kembaran di dunia itu.

"Kenapa kamu tiba-tiba tanya begitu, Sayang?" tanya Devi sembari menatap wajah putrinya dengan heran.

"Nggak apa-apa, Ma. Cuma kepikiran saja, iseng," jawab Alisha bohong. Ia terpaksa memulas senyum tipis untuk menutupi detak jantungnya yang tidak beraturan.

"Tidur, Sha. Besok kamu harus bangun pagi untuk pekerjaan barumu," bisik Mama Devi lembut sembari mengeratkan selimut mereka.

1
Anisa Muliana
🔥🔥
Anisa Muliana
seru banget thor🔥🔥
Ai_Li: Terima kasih kak
Semoga betah bacanya yaa hehehe
total 1 replies
Rania Venus Aurora
Hallo..👋🏻
Ai_Li: Mohon saran dan kritikannya ya kak
Supaya bisa jadi lebih baik
total 3 replies
Anisa Muliana
domisili Jember kak..😊
Ai_Li: Masya Allah jauh ya
Salam dari Medan ya😇
total 1 replies
Ai_Li
Yukk komen para daerah asal kalian dimana 🤭🥰
Anisa Muliana
seruuuuu banget ceritanya thor😍
semoga bisa bertahan sampai akhir ceritanya y thor..
semangat ✊✊
Ai_Li: Oiya kak, terima kasih sarannya 🥰
total 3 replies
Ai_Li
Jangan lupa like yaa dan tinggalkan komentar
Ai_Li
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!