NovelToon NovelToon
TERBUNGKUS Waktu RAHASIA Suamiku Season 2

TERBUNGKUS Waktu RAHASIA Suamiku Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berondong / Balas Dendam / Berbaikan / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:661
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Mandala, pemuda tampan berusia 24 tahun dari kampung di seberang kota, bekerja sebagai sopir pribadi di sebuah perumahan elit. Tanpa diketahui siapa pun, pekerjaannya bukan sekadar mencari nafkah melainkan jalan untuk menemukan jati dirinya.
Mandala menyimpan kebencian mendalam pada ayah kandung yang tak pernah ia kenal, pria yang ia yakini telah menghancurkan hidup ibunya hingga mengalami gangguan jiwa. Ketika ia ditugaskan mengantar Keyla, putri cantik seorang konglomerat, Mandala yakin takdir sedang memihak dendamnya. Keyla adalah anak dari pria yang ia sebut Ayah.
Cinta pun ia jadikan senjata. Mandala berniat membalas luka masa lalu dengan membuat Keyla jatuh cinta padanya. Namun seiring waktu, perasaan yang tumbuh tak lagi bisa dikendalikan, dan rencana balas dendam perlahan runtuh.
Saat Mandala hampir menuntut pertanggungjawaban, Kenyataan mengejutkan terungkap.

Bagaimana kebenaran tentang Mandala dan bagaimana kisah cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perhatian kecil

Beberapa menit berlalu, Mandala akhirnya sampai di parkiran kampus. Di sana Raya menunggu.

Mandala mematikan mesin motor di sudut parkiran kampus. Ia menarik napas pelan sebelum turun, tubuhnya masih terasa sedikit ngilu, terutama di siku dan lutut. Lecet di telapak tangannya perih, tapi ia abaikan.

“Man!”

Suara itu datang dari arah bangku beton dekat pohon ketapang. Raya melambaikan tangan, tas selempangnya tergantung di bahu.

“Kamu lama banget,” lanjut Raya sambil berjalan mendekat. “Aku kira kamu nggak jadi masuk.”

Mandala melepas helmnya. “Di jalan tadi agak ada kejadian.”

Raya langsung mengernyit. “Kejadian apa?”

“Jatuh. Kesenggol mobil,” jawab Mandala ringan, seolah itu bukan hal besar.

“Apa?!” Raya refleks mendekat, matanya menyapu tubuh Mandala. “Kamu kenapa-kenapa?”

“Nggak. Lecet dikit aja,” Mandala tersenyum tipis. “Masih bisa jalan.”

Raya mendengus kesal. “Kamu ini… kalau kenapa-kenapa gimana? Motor kamu gimana?”

Mandala melirik motornya. Spion kanan patah, bodi samping penuh goresan. “Masih nyala. Nanti aku urusin.”

Raya menghela napas, jelas tak puas tapi memilih diam. “Ya sudah. Yang penting kamu masih bisa aktivitas.”

Mandala mengangguk. Ia meraih ponselnya dari saku celana, layar menyala menampilkan dua pesan yang belum sempat ia baca.

Pesan pertama dari Keyla.

“Jatuh? Ya Allah… kamu beneran nggak apa-apa, Man? Kamu sekarang di mana?”

Mandala menatap layar beberapa detik. Jemarinya bergerak pelan.

“Aku sudah di kampus. Tenang, cuma lecet. Jangan khawatir.”

Pesan kedua dari nomor tak dikenal.

Pak Arifal.

“Mas Mandala, ini saya Arifal. Tadi yang bawa mobil. Tolong kabari ya kalau sudah sempat ke bengkel. Saya tanggung jawab.”

Mandala membaca pesan itu sekali lagi. Ada rasa campur aduk lega, lelah, dan sedikit getir. Ia membalas singkat.

“Baik, Pak. Nanti saya kabari. Terima kasih.”

“Kamu kenapa?” tanya Raya, melihat Mandala masih menatap ponsel.

“Orang yang nabrak aku tadi. Namanya Pak Arifal,” jawab Mandala sambil memasukkan ponsel kembali ke saku. “Dia mau tanggung jawab.”

"pak Arifal? Em... Kok seperti kenal?" Keyla berfikir, " tapi sudahlah, toh nama banyak yang sama."

Mandala menatapnya, tersenyum miring. Bukan benci. Bukan tak suka. Bukan juga heran. Hanya cara Mandala.

"ayok..."

Ucap Keyla pada akhirnya.

Mandala mengikuti berjalan sejajar di sampingnya masuk ke dalam kampus.

Mereka melangkah masuk ke area kampus, menyatu dengan arus mahasiswa yang bergerak cepat, seolah tak ada yang sempat peduli pada luka kecil atau pikiran berat siapa pun.

Langkah Mandala sedikit tertahan. Setiap pijakan membuat lututnya mengingatkan bahwa pagi itu tidak berjalan baik. Namun ia menegakkan bahu, menyamarkan pincang ringan yang tak ingin ia perlihatkan.

Keyla berjalan di sampingnya. Hari itu ia mengenakan blus krem sederhana dan celana hitam, rambutnya terikat rapi. Wajahnya terlihat tenang, tapi matanya beberapa kali melirik ke arah Mandala diam-diam, seolah memastikan.

“Kamu yakin ikut kelas?” tanya Keyla akhirnya, suaranya pelan, hampir tenggelam oleh riuh sekitar.

Mandala mengangguk. “Yakin. Kalau bolos, makin ribet nanti.”

Keyla ingin berkata lebih. Menyuruhnya ke UKS, atau setidaknya duduk sebentar. Tapi ia menahan diri. Ia tahu tipe Mandala semakin dilarang, semakin keras ia bertahan.

Raya berjalan sedikit di depan mereka, memberi ruang tanpa diminta.

“Man,” Keyla membuka suara lagi, ragu. “Kalau… kalau nanti pusing atau apa pun, bilang ya.”

Mandala meliriknya sekilas. Senyum kecil muncul, nyaris tak terlihat. “Iya.”

Jawaban singkat. Tapi cukup.

Mereka tiba di depan gedung fakultas. Tangga-tangga beton menjulang, tampak biasa bagi siapa pun—kecuali bagi Mandala, yang hari itu harus menegosiasikan setiap langkah dengan tubuhnya sendiri.

Di dalam kelas, suasana sudah setengah penuh. Beberapa mahasiswa sibuk membuka laptop, yang lain bercanda ringan. Tak ada yang tahu bahwa pagi Mandala dimulai dengan jatuh dan hampir runtuh.

Mandala duduk di kursi dekat jendela. Keyla mengambil tempat di barisan yang sama, satu kursi di depannya. Raya duduk di sisi lain.

Saat Mandala meletakkan tas, rasa perih di telapak tangannya kembali terasa. Ia mengepalkan dan membuka jarinya perlahan, menahan napas.

Keyla menoleh ke belakang. Tatapan mereka bertemu sesaat.

“Kamu beneran pucat,” gumam Keyla.

Mandala mengangkat bahu. “Kurang tidur.”

Keyla tahu itu bohong kecil. Tapi ia memilih mengangguk.

Dosen masuk tak lama kemudian. Suara kelas perlahan mereda. Materi mulai berjalan, slide demi slide berpindah di layar.

Mandala berusaha fokus. Ia mencatat, mendengarkan, meski sesekali kepalanya terasa berat. Namun di sela penjelasan dosen, pikirannya melayang pada motor yang lecet, pesan Keyla yang belum sempat ia balas sepenuhnya, dan nama yang terus mengusik dari sudut ingatan.

Bayu Pratama.

Nama itu seperti duri. Tak selalu sakit, tapi cukup untuk mengingatkannya bahwa ada masa lalu yang belum selesai. Ada harga diri yang belum ia rebut kembali.

Sebuah kertas kecil tiba-tiba mendarat di mejanya.

Mandala menoleh. Keyla menoleh setengah, pura-pura merapikan buku.

Ia membuka kertas itu.

“Habis kelas, jangan langsung pulang. Aku temani kamu ke UKS. Itu bukan permintaan.”

Mandala menatap tulisan itu lama. Lalu, tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat.

Ia menulis balasan singkat di bawahnya.

“Baik, Bu.”

Kertas itu kembali berpindah tangan.

Keyla membaca, lalu mendengus pelan, nyaris tersenyum.

Di tengah kelas yang terasa panjang, di antara tekanan hidup yang tak memberi jeda, ada satu hal kecil yang membuat Mandala bertahan lebih tegak hari itu Seseorang yang peduli, tanpa menuntut apa pun darinya.

Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Mandala merasa… mungkin, ia tak sepenuhnya sendirian.

...

Jam kuliah akhirnya berakhir. Mahasiswa mulai beranjak keluar kelas, suara kursi bergeser dan obrolan ringan kembali memenuhi ruangan. Mandala menghela napas pelan, menutup buku catatannya. Bahunya terasa lebih berat dibanding pagi tadi, tapi ia tetap bertahan sampai dosen benar-benar meninggalkan kelas.

Keyla berdiri lebih dulu. Ia menoleh ke arah Mandala, tatapannya tak memberi ruang untuk penolakan.

“UKS,” ucapnya singkat.

Mandala tersenyum kecil, pasrah. “Iya, iya.”

Raya melirik mereka berdua, mengangkat alis. “Aku duluan ya. Nanti kabarin.”

“Siap,” jawab Mandala.

Mereka berjalan menyusuri lorong kampus menuju UKS. Suasana lebih sepi dibanding gedung fakultas. Mandala melangkah pelan, kali ini tak lagi berusaha menyembunyikan pincangnya. Keyla memperlambat langkah tanpa berkata apa pun, menyesuaikan ritmenya dengan Mandala.

Di depan pintu UKS, Keyla berhenti. “Duduk dulu,” katanya sambil menunjuk bangku panjang di depan ruangan.

Mandala menurut. Baru saja ia duduk, rasa perih di lututnya kembali terasa lebih jelas.

Petugas UKS, seorang perempuan paruh baya, keluar membawa kotak P3K. “Kenapa, Nak?”

“Jatuh dari motor pagi tadi,” jawab Keyla cepat, seolah itu urusannya.

Mandala hanya tersenyum tipis.

Petugas itu mengangguk. “Masuk.”

Mandala duduk di ranjang UKS. Petugas membuka perban, membersihkan luka di siku dan telapak tangan dengan cairan antiseptik. Mandala meringis kecil, tapi berusaha diam.

“Sakit?” tanya Keyla, suaranya lebih pelan.

“Sedikit,” jawab Mandala jujur.

Keyla berdiri di sampingnya, tangannya mengepal tanpa sadar. Ia menatap luka itu lebih lama dari yang seharusnya.

“Lain kali jangan sok kuat,” gumamnya.

Mandala melirik. “Aku nggak sok kuat.”

“Ini namanya apa kalau bukan sok kuat?” Keyla menatapnya, setengah kesal, setengah khawatir.

1
Wanita Aries
akhirnya lepas jg dr erga si egois
Wanita Aries
keyla jg jd cewe bodoh
Wanita Aries
sbnenarnya mandala ini tahu gak sih kl reno bukan ibunya. aku agak puyeng bacanya. dan hubungan ma bayu sbnrnya apa
Dina Sen: siap kak aku perbaiki dah 😉
total 3 replies
Wanita Aries
apa sih erga gaje
Wanita Aries
lucu erga cemburu sama mandala lah dia ma nara
Wanita Aries
penasaran
Wanita Aries
mampir thor
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh kira² apa yang akan terjadi yaa jika Keyla lihat foto nya Erga dengan cewek lain? semoga secepatnya Mandala cerita dahh greget sama Erga 😡😡

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu🥰🤗💪
Dina Sen: siap say, terimakasih untuk hadirnya selalu 🤗
total 1 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh knp Mandala blm tunjukkan foto ke Keyla yaa biar kapok si Erga 😡😡
Sharah ArpenLovers Khan: Betul banget Sayyy biar greget juga 😆😆
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Erga jahat banget pukul Mandala dari belakang sama teman²nya 😡😡
rasain tuh Keyla bela Mandala 😡😡
Erga stresss tuhh dia yg selingkuh dia yg gk Terima Keyla dg Mandala 😡😡

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetp semangat sayyy quuu🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy 🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh kira² apa yg akan di lakukan Mandala 🥲 jgn sakitin Keyla 🥲🥲
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu🥰🤗 tetap semangat Sayyy 💪💪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh gmn Reaksi Mandala jika tau yg sebenarnya🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Berani nya Erga ancam Mandala😡😡
padahal dia yg salah selingkuh dg sahabat Keyla 😡😡
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Mandala... knp nama Bayu selalu muncul di kepala mu yaaa 😌
Bayu bukan ayah mu Mandala 😌😌
duhh Erga yg pura-pura siapa coba? qm yg pura-pura bukan Mandala pakai suruh Mandala jaga jarak dg Keyla, lalu perselingkuhan mu dg sahabat nya Keyla??
greget sama Erga 😌😌😄😄

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪🐱
Sharah ArpenLovers Khan: Ntar tak bawain getok tuh si Erga biar kapok tahu rasa 😄😄
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Mandala.... Bayu Pratama bukan Ayah mu 😌😌
kau harus cari tau kebenarannya Mandala 😌😌
waduhhhh Erga cemburu gk tuh Keyla jalan dg Mandala 😆😆
Erga gk tau malu dia yg selingkuh dg Sahabat nya Keyla, dia pula cemburu Keyla dg Mandala 😌😌
penasaran...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyy quu 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: Habis nya Erga bikin greget tuh org mka nya tak palu 😆😆
total 5 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieeee Diam² Mandala lihat Keyla di balik tirai sampai berdebar-debar 😁😁
duhhh jangan² Mandala jatuh cinta dg Keyla tapi blm sadar 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Mandala...
qm bukan anak nya Bayu Pratama gk pantas qm panggil Ayah 😁😁
seandainya Mandala tau yg sebenarnya pst kecewa sama Alira. tapi jgn dulu tau yaa, nnt cepat tamat pula 😄😄
duhh ternyata Pak Arifal itu tetangga rumah nya sama Bayu Pratama.. ?? kebetulan sekali.
Mandala pun bertemu dg Pak Arifal di bengkel....
duhh akhirnya Mandala tinggal dg Pak Hermawan...
gmn yaa selanjutnya..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu🥰🤗 tetap semangat Sayyy quuu🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan: Mandala yg gk tau sebenarnya pun percaya perkataan Emak nya 😥
emaknya pengen tak palu biar sadar tuh biar gk makin stress dan msh ngira Mandala anaknya Bayu 😆😆😆
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Mandala jadi tinggal dg Pak Hermawan, deket ma Keyla dong 😁😁
gmn yaa reaksi Bayu nnnt jika tau siapa Mandala 🤔🤔
duhhh jgn² Bengkel yg Pak Arifal maksud sama dg bengkel nya Keyla dongg...
gmn yaa reaksi Pak Arifal jika tau siapa Mandala 🤔🤔
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Akhirnya Bayu dan Sekar ketemu dg Mandala. ekspresi Mandala sangat bingung kelihatan nya
akhirnya Mandala di Terima kerja jadi sopir nya Keyla...
duhhh Keyla ada² saja Mandala tinggal sama Pak Hermawan dekat rumah nya.
gmn klo Bayu dan Sekar tau siapa Mandala?

penasaran....
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyy quuu🐱🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy sayyy🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh perhatian banget Keyla sampai antar Mandala pulang. 🤗
duhh dalam perjalanan, Keyla curhat ke Mandala dong 🤗
waduhhh Mandala mau jadi sopir nya Keyla?? duhh gmn nnt jika Mandala ketemu Bayu Pratama🤔🤔
Keyla chat Mandala dan blg Ayahnya mau ketemu dg Mandala dong...
penasaran gmn nnt nya Mandala ketemu dg Bayu 🤔🤔
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu🤗 tetap semangat sayyy quuu🐱🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy sama² 🤗🐱
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!