IG: ras_by.ar_
Fuxin (70 tahun), seorang Queen Mafia asal Tiongkok yang tidak begitu terkenal geng Mafia nya. Meninggal karena habis usia, tidak terima harus masuk neraka karena merasa dia tidak pernah berbuat kejam.
Maka Kakek langit memberinya sebuah misi untuk pergi ke dunia Beastman. Dengan misi harus menjaga dunia dari kepunahan, dia di bekal dengan sebuah sistem melahirkan banyak keturunan.
Siapa takut? Tidak tahu saja pekerjaan lainnya selain sebagai Queen Mafia Gadungan adalah sebagai Sugar Mommy.
"Banyak sekali laki-laki tampan yang Sixpack di sini?!"
"Kamu imut sekali! Bulu dan kuping nya sangat lembut!" -Fuxin.
"Kakak, aku belum dewasa!" Jantan yang belum dewasa dengan merona.
[ Tuan rumah tolong serius! Jangan mengoleksi suami terus, tidak tahu ya sedang misi? ]
"Kamu pikir aku sedang apa? Tentu saja membuat keturunan untuk misi!"
Sistem menghela napas, entah Kakek langit terlalu tepat memilih host atau emang perempuan ini agak eror...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Sisik Ikan duyung? ( ꈍᴗꈍ)
Fuxin dan Fulong yang menuntun siren-siren itu masuk ke dalam gua.
Gua nya berukuran besar, namun sedikit kotor dan di penuhi tanaman berambat. Ujung gua terdapat kolam besar berukuran sekitar 10 sampai 15 meter.
"Ini tempat yang cocok untuk para siren tinggal."
Fulong akan memasukan mereka ke dalam kolam. Namun Fuxin menahan nya.
"Lepaskan ikatan di tangan nya dulu, mereka pasti tidak nyaman."
"Jangan, mereka bisa mencakar mu nanti!" Tolak Fulong.
"Tidak akan!"
Fuxin melepaskan ikatan Ze Susu yang terlihat paling baik di antara mereka yang terlihat waspada, Ze Susu membeku ketakutan, namun Fuxin hanya melepaskan ikatannya-- membuat nya tertegun.
"Sekarang ikatan nya sudah terlepas, kamu bisa masuk ke dalam air."
Ze Susu melompat ke dalam air, lalu hanya memunculkan setengah wajahnya, melihat ke atas. "T-terimakasih.."
Fuxin tersenyum, seolah dia adalah bodhisata yang baik. Kemudian dia menoleh pada Siren lainnya, "ayo aku bantu lepaskan~ "
"Tidak perlu!" Li Guan melepaskan nya sendiri lalu masuk ke dalam air.
Sinar bodhisata dan senyum ramah nya seketika sirna, Fuxin ingat sifatnya lah yang paling jelek dan susah di atur. Saat di bawa kemari pun dia sangat sulit di ajak kerjasama dan berusaha untuk kabur, untung ada Fulong yang mengendalikan nya.
Namun bagaimana lagi, dia yang paling kuat dengan Evolusi Ekor Raja nya. Mungkin saja menjadi penguasa laut kan? 'Relasi... Relasi...' Fuxin merapalkan kata-kata itu dalam hatinya.
Di mengalihkan perhatian nya pada Ze Yuan, "aku bantu," dan respon Ze Yuan cukup bagus, setelah ikatan nya di lepaskan dia mengucapkan terimakasih dan melompat ke sungai.
Dua duyung lainnya, Li Yiang dan Su Hopu sudah di lepaskan oleh Fulong.
"Aku akan datang dengan makanan, jangan mencoba kabur, atau kalian akan menyesal~" Ucap Fuxin santai terkesan menggoda, namun di mata para siren itu terlihat seperti sebuah ancaman.
**
Di gua kepala suku.
"Aku dengar kamu membeli beberapa siren." Saat Fuxin datang, Ayahnya langsung melemparkan inti pertanyaan, sambil duduk dengan berwibawa.
"Ah, Ayah..." Fuxin segera beralih ke sisi Ayahnya, memukul mukul pundak Ayahnya seolah memijat. "Terimakasih karena sudah memberikan ku kristal, hari ini aku berbelanja dengan senang!"
Sudut bibir Fulong terangkat, dia segera pergi, tidak ingin namanya di bawa.
"Hmm.." Ayahnya tersenyum, "Ayah tidak akan melarang mu membeli budak, namun jika kamu membeli budak hanya untuk menyiksa mereka, maka Ayah tidak setuju!"
Fuxin mengangguk cepat. "Tidak kok! Sebenarnya aku ingin mereka bekerja untuk ku."
"Huh? Bagaimana caranya? Siren-siren itu lemah, tidak lebih kuat dari tingkat Hijau, terutama mereka lemah di darat."
"Ayah tenang saja, aku memiliki cara."
Dengan sedikit sikap manja kepada Ayahnya, Fuxin pun bisa terlepas dari segala pertanyaan dan kemarahan yang datang.
Sore hari, di kolam dalam gua.
Ze Susu duduk di tepi kolam, memandang keluar gua dengan berharap.
"Sebaiknya, Kakak jangan terlalu berharap pada gadis rubah itu." Ucap Ze Yuan.
"Kenapa? Gadis rubah bernama Fuxin itu terlihat sangat baik memperlakukan kita." Ucap Ze Susu, Kakak Ze Yuan.
"Kak Su, Ze Yuan benar. Apakah kamu tidak pernah dengar, jika gadis rubah itu licik." Ucap Li Yian dan di angguki Su Hopu.
"Tapi Fuxin---"
Li Guan melemparkan makhluk tulang seribu (Ikan). "Kak Su." Terdengar suara dingin dari Li Guan, membuat semuanya terdiam. "Tidak ada yang pernah benar-benar baik pada ras siren kita."
"Oh, benarkah?" Fuxin datang dengan memakai selimut besar yang di jadikan jubah, sambil membawa keranjang.
"Fuxin." Seru Ze Susu dengan senang.
"Halo Kak Susu" senyum ramah terukir di wajah Fuxin. "Aku datang membawa beberapa potong daging dan obat-obatan."
Fuxin menyerahkan keranjang kepada Susu, sementara yang lainnya hanya diam. "Bagaimana kamu tahu nama nya?" Ucapan Li Guan terdengar biasa saja namun langsung membuat mereka waspada, Ze Susu pun jadi terdiam dan menatap Fuxin dengan pandangan bertanya.
Li Guan tersenyum dingin. "Sebaiknya kamu sebutkan apa tujuan mu, karena..." Li Guan melompat ke daratan, ekornya berubah menjadi kaki. "Kekuatan ku cukup untuk membunuh mu." Cahaya berwarna hijau keluar dari tangan nya.
"Li Guan, jangan macam-macam!" Seru Ze Susu.
Namun ke empat laki-laki itu sepertinya memiliki perasaan waspada dalam hati mereka.
[ Tuan, jantan Li Guan ini sangat arogan! Apa keluarkan saja dari list glow up? ]
'Tenang-tenang, dia ini pemimpin nya. Jika ingin membuat anak buahnya menurut, maka harus taklukkan pemimpin nya dulu.'
Fuxin masih menampilkan senyum ramah, dia berjalan mendekati Li Guan seolah dia tidak berbahaya sekali.
Swush!
Dalam sekali gerakan Fuxin telah mengunci pergerakan Li Guan dengan teknik Wrist Lock (Kunci Pergelangan Tangan). Gerakan nya sangat cepat, bahkan Li Guan belum sempat beraksi namun Fuxin sudah mengunci gerakan nya.
Dia akan menggunakan kakinya, namun seolah Fuxin sudah memprediksi nya, kakinya di tendang, tendangan itu terasa menyakitkan sehingga dia tiba-tiba jatuh. Sekarang Fuxin mengunci dirinya dalam keadaan terjatuh.
"Li Guan!" Seru mereka, setelah keluar dari rasa terkejutnya karena tiba-tiba Fuxin menjatuhkan Li Guan.
"Dan kekuatan kecil ku cukup untuk menjatuhkan mu." Ucap Fuxin dengan ekspresi penuh kemenangan menatap nya, Li Guan menggertak giginya, menatap ke bawah.
Seolah berkata. 'Bahkan aku sudah bisa di kalahkan oleh wanita lemah.'
"Kakak Su, tenang saja. Li Guan akan baik-baik saja." Fuxin menatap Ze Susu, dan kemudian menatap mereka satu persatu.
Fuxin melepaskan Li Guan, lalu berjalan ke arah lain beberapa langkah dengan santai. "Namun Li Guan memang benar, aku memiliki tujuan ku sendiri membeli kalian."
Mereka semakin waspada, "a-apa tujuan mu?" tanya Susu, merasa sedih ternyata Fuxin tidak sebaik itu.
"Aku menginginkan sisik Putri duyung,"
"apa?"