Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya
Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
Saat ini mang Hasan sudah berada di atas Rooftop rumah sakit. dan dia pun langsung menghubungi dokter Idris Rooftop
Dokter Idris pun langsung segera ke rooftop bersama beberapa perawat, dokter Idris pun langsung membawa pasien ke ruang rawat darurat. Bang Hasan dan Jack kedesa tempat Vera. sebelum meninggalkan Rumah Sakit Mang Hasan pun menelpon Mang tubi untuk datang ke rumah sakit tersebut
Mang Tubi pun langsung bergegas menuju rumah sakit karena dia juga sudah mendengar cerita tentang nona kecilnya yang membantu warga desa sebelah yang sedang sakit
"Kita kembali ke desa itu, saya tidak tenang meninggalkan neng Vera di sana sendirian" ucap mang Hasan. Jack hanya mengangguk tanpa menjawab
Mereka berdua pun langsung kembali ke desa tersebut, untuk Vera Dia sedang membantu para warga untuk membuat makanan bersama
Semua orang di kampung tersebut, senang mereka akan memakan nasi lagi biasanya mereka hanya akan memakan singkong atau ubi yang mereka tanam di belakang rumah
Vera merasa kehidupan di desa ini cukup miris, dia bisa melihat orang-orang yang melihat beras begitu antusias
"Apa kalian semua sudah lama tidak makan nasi?" tanya Vera kapan ada beberapa wanita yang membantu Vera untuk memasak
"Awal periode kepala desa Harto kami masih memakan nasi hasil panen kami, tapi setelah periode kedua kepala desa Harto menjabat Kepala desa, kami sudah tidak bisa panen dan memakan nasi lagi. bahkan kami ingin keluar dari desa ini pun cukup sulit karena perjalanan yang cukup jauh, beberapa kali para anak-anak kami ingin ke desa sebelah pun sering dihalangi oleh hansip desa ini, bahkan sekolah pun jarang ada guru dan kepala sekolah pun masih tergolong keluarga dari bapak kepala desa kami" ucap lirih seorang ibu yang sedang mengiris bawang merah
"Jadi maksud ibu, guru atau kepala sekolah di desa ini masih ada sangkutan keluarga dari kepala desa Harto itu?" tanya Vera
"Ya... bahkan beberapa guru yang dari tenaga luar pun banyak diberhentikan, karena para guru yang mengajar anak-anak kami itu diganti dengan saudara dan sanak kepala sekolah juga" ucap ibu-ibu lainnya
"Kenapa bisa seperti itu? bukankah biasanya ada tinjauan dari Menteri pendidikan? ataupun dari pemerintahan seperti kecamatan juga, dan itu harusnya kampung ini tuh tercatat bukan di kecamatan bukan?" ucap Vera
"Ya... kampung ini masih tercatat, di catatan sipil tapi entah kenapa dari kecamatan pun tidak ada tinjauannya ataupun untuk Menteri pendidikan nya, dan apapun dari pemerintahan tidak ada yang datang ke desa ini" ucap istri dari RT Hery
"Lalu pemilihan Pak RT itu dari desa atau pemilihan warga saja?" tanya Vera
"Suami saya dipilih oleh para warga, karena dari desa tidak ada tanggapan ataupun apa jadi RT itu hanya pilihan kami di sini" ucap ibu lain nya
"Itu sangat tidak masuk akal... karena dari pemerintahan biasanya ada data-data keluarga kurang mampu, dan ada data-data tiap kampung semua pasti diberikan ke pemerintahan, entah itu oleh Kepala desa atau staf desanya. semua data tiap warga pasti dikirim dari desa ke kecamatan dari kecamatan baru ke pemerintahan" ucap Vera
"Neng Vera cukup tahu tentang peraturan pemerintah ya" ucap satu ibu yang tersenyum bercanda
"Hehehe ibu ini ada-ada saja, Vera hanya tahu sedikit kok Bu... cuman agak bingung saja kenapa kampung ini sampai terbengkalai seperti ini? dan Kepala desa kampung ini pun hanya bisa melihat kalian sengsara, bukankah itu tidak masuk akal untuk sebagai kepala desa atau pemimpin rakyat" ucap Vera
"Ya begitulah neng, kami yang susah semakin susah... dan yang kaya semakin kaya, sepertinya itulah roda kehidupan yang membuat orang kaya selalu menindas kami para orang miskin seperti ini" jawab istri Pak RT
"Ih... Vera ngga pernah loh menindas kalian, Vera datang ke sini karena ingin membantu kalian loh bukan menindas ya" ucap Vera dengan kepala yang menggeleng
Para ibu-ibu pun tertawa dengan candaan Vera. mereka juga tahu Vera cucu salah satu juragan di desa sebelah, mereka juga sering mendengar kalau keluarga dari Vera itu sering membantu orang-orang yang tidak mampu di sekitarnya
Sekarang mereka membuktikan kalau berita yang terdengar oleh mereka pun ternyata benar apa adanya, bila Vera sering membantu orang-orang yang tidak mampu
Vera dan ibu-ibu pun sudah selesai membuat beberapa makanan, mereka pun langsung memanggil para lelaki untuk mengangkat dangdang besar
Tiap orang mendapatkan ayam satu potong dan beberapa sayur, mata mereka berbinar melihat nasi putih yang harum dan bersih
"Alhamdulillah.... akhirnya kita ketemu nasi juga, sudah beberapa tahun kita tidak memakan nasi... setiap panen, kepala desa Harto selalu memberikan lima liter beras, tapi itu pun kita harus membuat bubur agar terpakai satu bulan" ucap seorang lelaki yang ikut kerja di sawah kepala desa Harto
"Ini benar-benar gila, dia disebut kepala desa... tapi hatinya terbuat dari iblis
TBC
Jangan lupa Like dan share cerita ini bila kalian suka, bila tidak suka silahkan Skip
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor