NovelToon NovelToon
WAGE

WAGE

Status: tamat
Genre:Horor / Spiritual / Selingkuh / Mata Batin / Kutukan / Hantu / Tamat
Popularitas:34.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Diambil dari cerita weton Jawa yang populer, dimana seseorang yang lahir di hari tersebut memiliki keistimewaan di luar nalar.
Penampilannya, sikapnya, serta daya tarik yang tidak dimiliki oleh weton-weton yang lain. Keberuntungan tidak selalu menghampirinya. Ujiannya tak main-main, orang tua dan cinta adalah sosok yang menguras hati dan airmata nya.
Tak cukup sampai di situ, banyaknya tekanan membuat hidupnya terasa mengambang, raganya di dunia, namun sebagian jiwanya seperti mengambang, berkelana entahlah kemana.
Makhluk ghaib tak jauh-jauh darinya, ada yang menyukai, ada juga yang membenci.
Semua itu tidak akan berhenti kecuali Wage sudah dewasa lahir batin, matang dalam segala hal. Dia akan menjadi sosok yang kuat, bahkan makhluk halus pun enggan melawan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tirakat bersama Ustadz

(Berdzikirlah karena Allah saja, sedulur Wage sebaiknya jangan tirakat.)

Tin!

"Assalamualaikum!"

Wulan yang baru saja selesai mandi itu, mengintip keluar kamar. Tampak di ambang pintu Ratih sudah berbicara dengan seseorang.

"Siapa Buk?" tanya Wulan setelah berganti baju.

"Ada undangan dari ustadz Ilman, katanya ada doa bersama malam ini di musholla." memberikan selembar kertas yang sudah di baca terlebih dahulu oleh Ratih.

"Wulan boleh pergi Buk?" ucap Wulan pelan.

"Boleh, itu 'kan yasinan, bukan pacaran." jawab Ratih.

Wulan pun tersenyum malu-malu. "Ndak ada."

"Ya sudah, makan dulu baru berangkat. Ibu suruh Jaka menemanimu." titah sang ibu kepada Wulan.

Dipikir-pikir, sudah lama tidak mengaji, semenjak kelas dua SMP Wulan merasa sangat sibuk dan berhenti. Sepertinya ini waktu yang tepat pula untuk menanyakan sesuatu hal yang mengganjal di hatinya. Perihal hantu, guna-guna, dan segala macam keanehan yang terjadi.

Sholat Maghrib berlangsung hikmat, dilanjutkan dengan Yasin dan surah-surah penting khusus malam Jum'at. Dan selepas isya barulah makan bersama.

Cukup ramai, Wulan menikmati suasana indah berkumpul dengan orang-orang Soleh ini, jauh lebih damai ketimbang menikmati pemandangan di pantai ketika itu bersama teman-temannya. Malah bawaannya seperti ditemani makhluk tak kasat mata.

Ternyata mencari kedamaian tak perlu jauh, tempatnya adalah rumah ibadah dan teman-teman beriman.

"Ustadz, sebenarnya saya datang juga ada keperluan sendiri. Selain memang ingin berdoa dan rindu tempat ini, ada hal lain yang selama ini mengganggu." kata Wulan.

"Jelaskan saja, Nak." jawab ustadz Ilham, tentu dengan senang hati dia akan mendengarkan, Wulan salah satu muridnya yang pintar mengaji dan bersuara merdu.

Wulan menceritakan segalanya tanpa terkecuali, bahkan lebih terbuka kepada sang ustad ketimbang ibunya sendiri.

"Kalau begitu Wulan dan jaka menginap saja di sini, Joko yang mengabarkan kepada bapakmu bahwa kalian pulangnya besok pagi." kata Ustadz, beruntung ada Jaka meskipun Jaka hanya fokus kepada ponselnya saja. Paling tidak Wulan memiliki wali menginap di rumah ustadz.

"Apakah Wulan sudah siap berhadapan dengan mereka? Ingat mereka itu adalah makhluk rendah yang merupakan suruhan orang. Buat apa di takutkan. Kalau mereka hebat, mereka tidak akan tunduk pada perintah manusia manapun. Bukankah begitu Wulan?"

Wulan pun mengangguk kaku, benar juga kata ustadz, apa yang harus ditakutkan terhadap mereka. hanya saja, mereka terlalu aneh dibandingkan manusia pada umumnya.

"Kamu bisa lebih kuat dari mereka, tapi itu tergantung kamu sendiri Wulan. Kekuatan itu ada di hatimu, jiwamu, dan pikiranmu." Ustadz Ilman. menunjuk Wulan, menegaskan inti ucapannya.

"Bagaimana caranya Ustadz? Mereka sudah mengganggu sejak aku masih kecil. Apakah sebenarnya yang mereka inginkan?"

"Melemahkan mu."

"Tidak, aku tidak mau lemah karena mereka." jawab Wulan cepat.

"Bagus! Malam ini kita sholat malam dan berzikir sebanyak mungkin. Agar hatimu lebih tenang dan tidak ketakutan lagi." kata Ustadz Ilman senang.

"Ah, satu lagi. Kalungmu tidak perlu di pakai Nak. Di lepas saja." titah ustadz Ilman.

Wulan pun terkejut, darimana ustadz tahu dia memakai kalung pelindung yang di berikan Ratih padanya, sedangkan dia memakai mukena.

Malam itu, Wulan tidur bersama istrinya ustadz Ilman, sedangkan Jaka tidur di musholla bersama sang ustad sendiri. Hingga tengah malam kemudian, mereka bangun sesuai rencana untuk melakukan sholat malam bersama.

Sholat pun berlangsung senyap, di depan ada ustadz Ilman, di belakang ada istri dan Wulan. Mereka melanjutkannya dengan doa-doa dan kemudian berzikir bersama-sama.

"Alhamdulillahirobbil 'alamiin."

Hening.

Sang ustad pun penasaran mengapa tak ada ucapan yang sama di belakangnya. Ia pun memutar posisi duduknya menghadap ke belakang.

"Pak!"

Sang istri tegang memandangi Wulan yang tak juga selesai dengan dzikirnya. Bahkan semakin cepat bibirnya mengucapkan dzikir tanpa lelah.

"Astaghfirullah, Wulan!" Ustadz segera berdiri menghampiri Wulan yang sudah kehilangan kendali, wajahnya memucat, bibirnya bergetar seiring dzikirnya yang semakin ngebut.

"Wulan! Sadar Nak! Wulan!" istri ustad Ilman pun menggoyang-goyangkan tubuh Wulan, namun tetap tak merubah posisinya.

"Astaghfirullah! Wulan! Sadarlah!" Ustadz Ilman menepuk pundak Wulan lumayan keras, barulah gadis itu terkejut dan tangannya lunglai melepaskan tasbih yang sudah putus, maniknya berhamburan.

Ustadz pun menggeleng, menatap wajah Wulan yang tampak datar, sejenak yang terlihat bukan lagi wajah polos yang lembut, tapi menggambarkan seorang gadis yang kuat bersorot mata tajam.

"Nak! Kamu baik-baik saja?" tanya sang istri khawatir, menepuk wajah Wulan sambil merangkulnya.

Dia menoleh perlahan, kemudian mengangguk pelan. Dan itu membuat sang istri bergidik ngeri.

Ustadz pun menggeleng, menyodorkan segelas air putih dan meminta Wulan meneguknya. "Kamu terlalu buru-buru."

Tak ada pembahasan apapun meskipun tatapan ustadz Ilman menyimpan sesuatu yang entah. Tapi yang paling penting malam ini Wulan tidur nyenyak hingga pagi.

"Saya pamit pulang Ustadz. Terimakasih banyak, semalam adalah pertama kalinya Wulan tidur nyenyak." kata Wulan, mencium tangan ustadz beserta istrinya bergantian.

"Ya, syukurlah Nak. Tapi...."

Wulan mendongak wajah ustadz muda tersebut.

"Perbanyak sabarmu. Jangan tertipu dengan masa depan, sebenarnya masa depan itu tidak pernah ada. Karena yang dekat itu kematian, yang jauh itu cita-cita. Yang mudah itu berbuat dosa, dan yang paling sulit adalah rukun iman yang kedua."

Seketika bola mata bening Wulan berkaca-kaca.

Usia yang mulai dewasa ini membuatnya mengerti banyak hal, termasuk semua orang di sekelilingnya yang terkadang membuatnya sakit. Tapi, tidak ada pilihan selain hadapi, karena tempat untuk menghindar jelas tidak ada.

"Bu!" Wulan memanggil Ratih yang kini duduk melamun di dapur.

"Ya!" Ratih menoleh putri sulungnya itu, namun raut wajahnya terlihat masam. Entah apa yang dipikirkan Ratih sehingga tatapannya demikian. "Sudah pulang?"

"Sudah Buk." jawab Wulan.

Ratih pun menyodorkan sepiring singkong goreng di hadapan Wulan.

"Bu! Kemarin malam Wulan melihat seseorang menabur tanah kering di halaman samping. Dan ibu tahu itu tanah apa? Itu adalah tanah yang sama dengan yang sering jatuh diatas kelambu Wulan. Kata Mbok Sum, itu tanah kuburan."

Ratih pun terkejut, kemudian dia menatap Wulan dengan serius. "Siapa yang melakukannya?"

"Sepertinya, Bude Yuni."

Ratih tercengang, tapi kemudian ekspresinya berubah biasa. "Oh."

Sungguh jawaban yang membuat Wulan terheran-heran. "Ibu nggak marah?" tanya Wulan penasaran.

Ratih menghela nafas cukup dalam, ia membuang pandangannya ke luar jendela. "Marah, tapi Ndak bisa berbuat apa-apa karena kita tidak punya buktinya." jawab Ratih.

"Buk! Aku melihatnya malam itu, aku juga menemukan sendal jepit, aku sangat yakin sendal itu milik Bude, cuma bude yang suka memberi tanda pada sendal jepitnya karena takut ke tuker!"

"Tapi belum tentu itu bude mu. Biar sikapnya begitu dia itu kakak ku. Masak iya dia mau menyakiti adiknya, keponakannya?" kesal Ratih.

"Buktinya memang itu yang terjadi Buk! Bude yang _"

"Sudah cukup!" Ratih enggan membahasnya.

"Ndak bisa cukup begitu saja Buk! Aku yang di ganggu sejak usia lima tahun. Badanku sakit-sakitan, tidur ku tidak pernah nyenyak, hidupku nyaris seperti orang tak normal! Aku di kucilkan. Ibunya menebar setan! Anaknya menebar kebencian, aku tidak memiliki teman! Apakah ibu tidak berniat membela aku?"

"Sudahlah, mungkin kamu salah faham." Ratih mengakhirinya pembicaraan mereka, meninggalkan Wulan begitu saja.

"Hah!"

Wulan terduduk lemas melihat ibunya yang selalu tak berdaya jika akan berhadapan dengan orang yang suka menindas. Lebih suka pergi ke dukun daripada berhadapan langsung. Bukankah itu sikap pengecut, maka wajar jika Wulan selalu di rendahkan orang.

1
family phone
👍👍👍
Hana Nisa Nisa
trimakasih atas karya yg bagus ini
Dayang Rindu: sama-sama kak. 🥰🥰
total 1 replies
wiris medianingsih
sama kaya anak ke 2 ku ..
Dayang Rindu: seng sabar, anak nya keras kepala, hati sensitif, tapi jangan ragukan ketulusannya. 🙏
total 1 replies
Dayang Rindu
lanjut kak, udah ada cerita baru.
terimakasih sudah membaca,
Fitriputri
ditunggu cerita selanjutnya
Fitriputri
bagusssss ceritanya..gak berbelit belit..
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
aamiin ,sehat selalu thorr
Dayang Rindu: iya kak, sehat selalu juga buat KK, terimakasih sudah menemani saya berkarya..
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
aq menanti karya mu lagi kk dayang
Dayang Rindu: okeh, siap mbak e. lagi nyari judul sama cover Yang pas, palingan besok atau nanti malam up lagi
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
aamiin
begituya kisah si wage 🤭
Dayang Rindu: hehehhe... kisah nyatanya ada, tapi halunya banyak juga. 👻
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
Aamiin ....maturnuwun thor, sudah menyuguhkan cerita yang menarik dan pencerahan tentang penanggalan jawa.
tetap semangat dengan cerita2 yang akan datang.

untuk Bara , urip kui mung sawang - sinawang.
hargai apa yang kita punya ,jangan membandingkan hidup
Dayang Rindu: sami-sami kak... sudah menemani saya berkarya... 🙏❤️
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
sampai lupa makan kan belah duren butuh tenaga juga kels dion hadehh
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: hiss ngeces juga
total 15 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
woalah jd akan di kembalikan juga batu itu yaa
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: seru tp tegang juga lho bacanya tant dehh
total 2 replies
☠ SULLY
semoga setelah ini
cinta terakhir dan selamanya untuk Wulan & Dion
Dayang Rindu: ada sih, jotos-jotosannyaa. 👻👻👻
total 3 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
semoga setelah ini tidak ada badai lagi.
semua sudah kembali ketempatnya
kepemiliknya..
tinggal merajut kebahagiaan, beranak pinak bercucu cicit
Dayang Rindu: yess! Betul sekali, menua bersama-sama sampai ajak menjemput
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
hahaha menyesal nanhis darah dah tak da guna bar.. noh istri mu mlh bersikap kenkanakn
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
jd batu2 itu masih ada dan ttp mengintil sama wulan ya
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: kyk dia yaa ngintil terus 🤣🤣🤣🙈
total 2 replies
☠ SULLY
dlm masa pingitan Wulan
jgn beri waktu bara
biarpun itu membicarakan sedikit masa lalu kalian istri ke 2 bara lebih garang
ga guna di ladeni pun
☠ SULLY
bukannya bapak ibu ,Jaka
nungguin Wulan di saat ngigau
stlh Wulan bangun apa langsung
bangun trs pergi mandi ?
seperti tdk ada orang di dlm kamar nya...
apa Ndak heran itu bapak ibu juga Jaka
dgn tingkah Wulan ,
Dayang Rindu: di singkat kak. 👻👻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
ehhh gendeng iki bara ya
gono mempan ora ajian semar mesem lah jaran goyang lah
wis mboh2 tok pakakne eman ora bar.. oh bara bere menyesal tak da guna ya kan🤣🤣🤣🤣
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: ohh pgn di bakar agaka nya biar ada sambel nya dan lalapam biar lengkap 🤭
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
wess dion g sabaran dehh🤭🙈🙈🙈
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: ehhh kae kan sing di tendang2 neng jero ruangan too kk dayang
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!