Siapa sangka selepas hujan malam itu memberi berkah pada lelaki yang sering mehabiskan waktu dengan kedua sahabatnya.Semua berubah,setelah ciuman dan pelukan dadakan dari seorang wanita bak bidadari turun dari kayangan.....
apakah Aris mendapatkan hati wanita yang sudah mencuri hatinya itu??
Area 21+
Diharapkan bijak untuk memilih bacaan sesuaikan umur kalian 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amma Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Upin Ipin
📩 "Aku udah didepan Cafe"
Satu pesan yang membuat Aris langsung berlari kecil menuju cermin yang berada didalam kamarnya.Lalu sedikit merapikan penampilannya.
"Perfect"ucapnya sambil menatap cermin lalu beranjak pergi untuk turun menemui Jojo.
★
★
★
Dengan senyum mengembang Aris menghampiri gadisnya yang masih berada didalam mobil.Eh..siapa tadi gadisnya,hallo tolong sadarkan bang Aris kalo Jojo udah ada yang punya.Dengan memakai payung transparan Aris berlari kecil menuju parkiran.
Tok
Tok
Jojo yang melihat Aris tengah berdiri disamping mobilnya langsung membuka pintu dan berjalan cepat untuk ikut dalam payung yang dipakai Aris.
"Numpang ya Ar,di mobil nggak ada payung"ucap Jojo dengan menampilkan senyuman manisnya.
Tanpa Aris sadari wanita necis itu ada juga didalam mobil.
"Astaga,ni cewek ngikut terus yak"batin Aris.
"Gue kira lo sendirian Jo,maaf gue cuma bawa satu payung..Tunggu bentar gue ambilin lagi payungnya"ucap Aris pada kedua gadis itu.
"Tidak perlu tuan..Saya bisa berlari kesana,hanya tetesan hujan nggak akan buat saya tumbang"sahut Dona dengan sopan.Lalu Dona berlari kecil sampai ke Teras Cafe.
"Formal banget dah lu,biasa aja ngomong nya..Kayaknya kita seumuran juga"ucap Aris membuat Jojo terkekeh.
"Dia emang gitu Ris,udah beberapa kali aku tegur.. tetep aja ngomong nya kayak robot gitu..Kaku"tutur Jojo
"Tapi hebat juga lho dia setia banget,kemana lo pergi dia selalu ada buat lo"
Jojo mengangguk "Iya bener banget,bahkan setianya dia ngelebihin setia pacar aku sendiri"tersenyum kaku karna ucapannya sendiri.
"Kita jalan"lanjut Aris dengan memeluk bahu Jojo dan memiringkan payungnya kebadan Jojo agar ia tak terkena air hujan.Jojo terperanjat saat merasa Aris tengah memeluk bahunya,ia mendongakkan kepalanya melihat wajah Aris yang sangat dekat dengannya dari samping.Posisi yang terlalu dekat saat ini membuat Jojo dapat mendengar degupan kencang dada Aris.
"Bau parfum ini"batin Jojo
"Yaampun jantung gue.. Buk,tulungono anakmu buk"batin Aris meronta.Saat Sadar Jojo tengah memperhatikannya.
"Aris,kamu punya riwayat sakit jantung?"tanya polos Jojo.
"Ke...Kenapa emangnya?"tanya kembali Aris dengan gugup.
"Em.. Jantung kamu,kok ritmenya cepet banget gini.. gapapa?"sahut Jojo tiba-tiba khawatir "Terus pipi kamj kenapa merah gini,badan kamu panas??"tanyanya lagi pada Aris sambil meletakkan punggung tangannya pada dahi Aris.
"Astaga nih cewek nguji banget sih.. polos bo'ongan apa polos beneran sih.. Ni semua gara-gara lo Jo..Karna Lo"batin Aris ingin sekali berteriak.
★
★
★
Sesampainya didepan Cafe,cepat-cepat Aris melepas pelukannya pada Jojo dan menengkan Jantungnya yang sudah ngos-ngosan.Aris menutup payung dan meletakkan pada tenpat payung yang memang ia sediakan.
"Aris baju kamu basah"ucap Joji saat sadar baju Aris basah.
Aris tersenyum "Gapapa,gue bisa ganti baju habis ini."sahut Aris pada Jojo "Lo bisa cari tempat dimana aja yang bisa buat lo nyaman,gue keatas dulu"lanjutnya sambil berjalan menuju lantai atas
"Jangan lupa kamu minum obat Ris,ntar tambah sakit"celetuk Jojo membuat Aris tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
Jojo ternyata memilih duduk di ujung Cafe,tempat biasa Aris menghabiskan waktunya di Cafe.Sedangkan Dona,wanita necis itu memilih duduk di depan meja Bar sambil mengamati tuan putrinya.
★
★
★
Aris meedarkan pandangannya untuk mencari tempat duduk yang Jojo pilih.Ia tersenyum saat melihat Jojo yang tengah asik mengamati hujan yang masih setia menemani malam ini.
"Lo disini ternyata"ucap Aris sambil menarik kursi disebelah Jojo duduk.
"Ya.. disini tempat yang pas.Apalagi aku bisa leluasa mengamati hujan.."sahut jojo sambil menyruput coffe latte yang ia pesan sebelumnya.
Aris menyetujui ucapan Jojo "Lo bener,disini emang tempat yang pas buat ngamatin hujan..Sebenernya tempat ini nggak pernah dipakai sama pelanggan,biasanya cuma gue sama temen-temen gue yang duduk disini.Tempat ini tempat favorit gue"
"Lucu nggak sih kita punya banyak banget kesamaan"sahut Jojo terkekeh.
"Haha.. lo bener,jangan-jangan kita jodoh lagi"goda Aris pada Jojo yang membuat Jojo tertawa terbahak.
"Lo bisa nyanyi Jo?"tanya Aris
Jojo terkekeh "Bisa.. bisa banget tqpi dikamar mandi"
"Lah,gue serius ini..mau duet sama gue?"ajak Aris
Jojo menggeleng "Nggak.. aku malu,suara aku pas-pasan banget yang ada malah kena timpuk pelanggan kamu kalo aku nyanyi"
"Oke.. gue kesana dulu ya"ucap Aris meninggalkan Jojo menuju panggung kecil yang memang digunakan untuk live music.
Dicafe milik Aris memang difasilitasi dengan Live music dan setiap hari selasa dan sabtu biasanya Akustikan jadi Aris biasa menyumbangkan suara pas-pasan nya untuk membuka acara.
★
★
★
"Selamat malam sahabat Selepas Hujan Cafe..Seperti biasa gue disini bakal nyumbangin suara pas-pasan gue buat klean..Kalo klean mau request lagu biasa angkat tangan seperti biasa"
"Cendol dawet bang..."Cletuk pemuda yang bekulit sawo matang yang duduk didepan panggung.
Aris terkekeh "Hari ini karna suasananya lagi hujan cari lagu yang slow aja lah biar tambah enak gitu"
"D'masiv pergilah kasih bang"timpal gadis berambut panjang yang duduk disamping panggung.
"Roman-romannya lagi patah hati nih ya.. Oke gue bakal nyanyiin tu lagu buat lo,biar cepet move on ya neng"sahut Aris dengan senyum yang terus mengembang.
Entah suasana hatinya saat ini sangat bahagia.
Petikan gitar akustik pun terdengar mengalun dengan merdu membuat para pengunjung mulai larut.Bait pertana ia ucapkan membuat para mengunjung wanita berteriak histeris karna suara merdu milik Aris.
Tak pernah kusangka ini terjadi
Kisah cinta yang suci ini
Kau tinggalkan begitu saja
Sekian lama kita berdua
Tak kusangka cepat berlalu
'Tuk mencari kesombongan diri
Lupa segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan aku
Tiba-tiba gadis yang merequest lagu tersebut ikut bernyanyi sambil berteriak.
Pergilah, kasih, kejarlah selingkuhanmu
Sorak para pengunjung semakin membuat riuh suasana di Cafe milik Aris.
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu
Tak kusangka cepat berlalu
'Tuk mencari kesombongan diri
Lupa segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan daku
Pergilah, kasih, kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Smoga tercapai sgala keinginanmu
Sampai akhir Aris menyanyikan bait lagu itu baru sorak dari para pengunjung kembali riuh.
"Smoga lo yang diselingkuhin dapet yang lebih dari yang sebelumnya"ucap Aris pada gadis tadi.
"Kalo lo,lo mau nggak bang jadi cowok gue?"tanya gadis itu menggoda Aris tambah membuat riuh lagi suasana Cafe milik Aris.
"Waduh.. kalo itu mah kita nego dibelakang aja.. tapi nih ya,gue takutnya kalo lo nggak kuat ngadepin fans-fans gue"
"Aku padamu bang Aris"
"Sarangheo bang Aris"
"Ailopyupull bang Aris"
Teriak beberapa pelanggan wanita yang memang meidolakan seorang Aris.Sosok Aris yang mudah bergaul dan sangat welcome dengan pelanggannya membuat mereka betah berlama-lama di Cafe milik Aris selain menu dan fasilitas yang lengkap.
Aris akhirnya turun dari panggung dan acara akustikan dilanjutkan oleh beberapa musisi yang sering manggung di Cafe miliknya.Ia berjalan menghampiri Jojo yang sudah mengembangkan senyum dari tempatnya duduk.Saat Aris sampai disamping Jojo,Jojo bertepuk tangan untuk menyambutnya.
"Wuw...wuw...wuw...."ucap Jojo.
"Biasa aja kali"sahut Aris sambil menarik kursinya.
"Nggak nyangka aku,kalo suara kamu bagus banget"ucap Jojo "Cie..ditembak cewek tadi cie..Tapi kayaknya lagu emang mewakili banget ya sama gadis tadi"godanya lagi pada Aris.
"Udah biasa kali Jo,tiap akustikan juga mereka kayak gitu.."sahut Aris yang memang sudah terbiasa dengan sikap para pelanggan yang rata-rata masih muda."Kalo lo mau nyumbang suara juga boleh kok,langsung aja kesana"Lanjutnya masih menawarkan pada Jojo
*Gre**b*
Tiba-tiba seorang perempuan memeluk Aris dari belakang,membuat Aris dan Jojo terkejut.Aris membalikkan badannya dan berdecak kesal pada sosok manusia didepannya.
"Ngapain lo kesini?"tanya ketus Aris.
Wanita itu hanya mendelik kesal melihat Aris,lalu ia beralih memandangi Jojo dengan tatapan menyelidik.
"Dia siapa?"tanya wanita itu.
"Nggak usah kepo"sahut Aris membuat wanita itu mencibir lalu menghentak-hentakkan kakinya beralih ke Bar.
"Ar,gapapa? kayaknya cewek kamu marah?"tanya Jojo merasa tidak enak pada gadis tadi.
Aris terkekeh "Biarin aja,marahnya cuma bentar habis itu baik lagi kalo ada maunya"jawaban Aris malah membuat Jojo bingung.
★
★
★
Gadis tadi kembali ketempat Aris dan Jojo duduk,lalu ia menarik kursi disebelah Aris membuat posisi Aris ditengah diapit oleh dua wanita.
"Ngapain sih lo balik kesini lagi...Pergi sono"bisik Aris pada Rania.
"Yaelah bang,terserah gue dong mau duduk dimana aja bebas.."sahut Rania ikut berbisik.
"Hai"sapa Jojo pada Rania.
"Hai"Rania membalas sapaan Jojo dengan ramah.
"Kamu pacar Aris ya,maaf ya aku tadi bentar buat temen ngobrol"ucap Jojo coba menjelaskan.
Rania malah tertawa terbahak mendengar kalimat konyol keluar dari wanita cantik yang duduk disamping abangnya itu.
"Parhah ni orang... Lo nggak bilang ke dia gue siapa bang?"tanya Rania pada Aris.
Aris hanya menggeleng
"Ehm..ehmm...Kenalin aju Rania adik yang paling cantij oaling pinter dari abangku yang bodoh ini"sambil mengelurkan tangannya pada Jojo.
Aris tersenyum melihat reaksi Jojo yang terkejut dengan ucapan Rania.Memang Rania dan Aris tak terlalu mirip jadi kadang orang mengira Aris dan Rania bukan adik kakak.
Aris mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah jojo karna Jojo yang masih mematung.
"Jo lo gapapa?"tanya Aris.
"Eh.. em.. Iya aku gapapa kok"sahut Jojo canggung. "Jadi kamu adik Aris,aku kira kamu ceweknya"lanjutnya pada Rania.
"Bukan kak,aku adingnya"jawab Rania sambil tersenyum."Lagian nih ya kak,kalo pun aku bukan adik bang Aris.Aku nggak bakal mau jadi ceweknya"lanjutnya sambil mencibir Aris.
"Kenapa?Abang kamu kan ganteng,baik,fansnya banyak lagi"sahut Jojo membuat Aris mengembangkan senyum.
"Kalo gitu,lo aja deh Jo jadi cewek gue mau nggak?"batin Aris sambil memandang Jojo.
"Nih ya kak aku kasih tau,Bang Aris itu...."Belum sempat Rania membuka aib Aris,Aris lebih dulu menutup mulut Rania memakai tangannya sambil menatap tajam pada Rania.
Jojo hanya terkekeh melihat tingkah kakak beradik didepannya.
"Mending lo pulang deh,udah malem juga.. Pulang kuliah bukannya balik malah kelayapan kesini.. Ntar ibu nyariin lo"ucap Aris sambil menyentil dahi adiknya.
Rania terus berontak dengan menarik dan memukul tangan abangnya.
"Uhuk...uhuk...lo mau bunuh gue bang"ucap Rania saat dapat lepas dari pitingan Aris.
"Nggak usah lebay,ditutup mulut lo nggak bakal bikin lo mati"sahut Aris dengan memutar mata malas "udah sono lo balik,ngrecokin aja dah"lanjutnya sambil mendorong tubuh Rania.
Rania menggeleng "Tujuan gue kesini jug bukan nemuin lo bang,gue kesini mau ketemu ayang beb gue..upin ipin kesini kan?"tanyanya pada Aris.
"Nggak ada.. gue kan udsh bilang jangan ngarep sama dia,masih ngotot aja..gue nggak bakal restuin"sahut Aris pada adiknya.
"Yaelah bang,serah gue lah.. kalo udah cinta mau gimana lagi coba...Iya kan kak?"ucap Rania sambil meminta dukungan dari Jojo.
Jojo yang tak tau obrolan Aris dan Rania hanya meangguki ucapan Rania.
"Tuh kan kata kaka cantik aja bener"ucap Rania lagi.
"Bentar deh.. Siapa sih Ar upin ipin? kok kayak familiar gitu ya sama nama itu?"tanya Jojo pada Aris membuat kakak beradik itu tertawa.Rania sampai memegang perutnya karna terlalu banyak tertawa,kenalan abangnya itu memang sangat lucu pikirnya.
"Bikin gemes banget sih lo Jo,cium dikit pipi lo boleh nggak sih"batin Aris gemas
"upin ipin tuh serial kartun kembar yang ada di negara tetangga,temen gue Ega sama Egy kan kembar juga jadi gue sering panggil mereka upin ipin juga.
Jojo pun ikut tertawa "Kudet banget deh aku kayaknya.. Kirain beneran ada yang namanya upin ipin"
"Bang gawat.. ondel-ondel dateng.."bisik Rania tiba-tiba.
Aris membulatkan matanya karna tambah lagi satu perusuh yang datang.Aris menyuruh Rania mengajak Jojo ke lantai atas ketempat Aris biasa beristirahat,karna akan runyam jadinya jika si ondel-ondel melihat Aris berbincang dengan wanita lain.Sudah pernah Aris dibuat malu karna ulah tunangannya itu.
lanjutannya kak thor....
Ya Allah dah....UHUY
Ya Allah dah....UHUY
Dan...ah, sabar Jojo, jangan bersedih soal kehamilan. Nanti malas stress.
Hhhhh ngapa lagi belatung nangke satu nih
eh, pengharum ruangan ya. Tapi kox busuk hati. Belagak gangguin suami orang