NovelToon NovelToon
Dear Akara

Dear Akara

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Anak Genius / Cintamanis / Dokter Genius / Balas Dendam / Konflik etika
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Amari Antares

"Ahh indah sekali ciptaan mu tuhan, bahkan selain senja, suara deburan ombak saja membuat hatiku tenang."-

"Hmm mulai sekarang aku juga suka ombak."-

"Benarkah? apa karena ombak juga menenangkan mu? "-

"Tidak juga, karena aku suka apa yang kamu suka saja."-

"Kalau begitu, Aku akan suka semua yang kamu suka deh, kamu suka apa?"-

"Aku suka kamu."-

"Ohh kalau begitu aku akan menyukai diriku sendiri."-

"Dasar nih cowo gak peka-peka."-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amari Antares, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Di mulai.

Alvin memperhatikan ketika Akara menjelaskan semua taktik misinya. "Terus-terus, kita gak naik motor nih?"

"Aku sama Samy doang yang naik motor, Lastri kamu di sini aja mantau melalui laptop, Alvin dan Farhan naik mobil." jelas Akara. "Mobil yang di pakai adalah taxi, mobil itu yang membawa pergi David dan juga......"

Setelah mendengar semua misinya semua pun setuju. "Terus, siapa yang nyamar jadi cewe."

Para laki-laki saling menatap satu sama lain. "Yang jelas bukan gue ya." Lastri mengangkat ke dua tangannya.

"Gue ada ide, yang gerak nyamar jadi cewe." ketika Farhan bicara semua terdiam kecuali Lastri.

Samy, yang baru saja dari dapur bingung melihat teman-temannya diam bak patung.

Ia pun menghampiri mereka sambil menggenggam sebotol teh pucuk. "Kalian pada ngapain dah."

"Ya... hahahhaa, Samy yang nyamar ternyata." Heboh Farhan.

"Sudah lah, memang takdir, cocok kok kamu." ujar Janari sambil tertawa.

Setelah semua mendapatkan tugasnya masing-masing, mereka pun segera bersiap.

Samy, tentu saja dia cosplay menjadi seorang wanita cantik yang terlihat sexy.

"Oh tidak Sam, kau sungguh menawan sekali, Bisa-bisa gue jatuh cinta sama lo." gumam Janari yang mendapat kan timpukkan heels dari Samy.

"Seriusan Samy naik motornya sendiri, gak dibonceng gitu Aka." ujar Lastri.

"Di bonceng sama Janari, tapi Samy pakai jubah dulu nih, biar gak ketahuan." Akara pun memberikan jubah hitam panjang yang ada penutup kepalanya.

"Niat banget sampai ada jubahnya." balas Farhan.

"Oh ya Samy tunggu!! ini." Lastri pun memberikan sebuah son kecil. "Kaitin di baju kamu, tapi jangan sampai ketahuan, nanti kalau misalkan ada yang ngajak ngobrol suara yang keluar itu suara aku, tapi kalau aku ngomong kamu sengaja nutup mulut gitu, kaya malu ngerti gak?"

Samy hanya mengangguk angguk mendengar penjelasan Lastri.

Dengan segala persiapan, enam sekawan itu pun segera beraksi.

Akara, Janari, dan Samy yang melaju duluan menggunakan motor. Alvin dan Farhan menyusul belakangan menggunakan mobil taxi.

"Halo gays, denger gak suara gue." tes Lastri melalui Earpiece.

"Denger." jawab mereka berlima serentak, walaupun berbeda jarak.

"Alvin kalau mau berhentiin mobil di belakang bar, lewat jalan hipster patokannya." jelas Lastri yang masih terus memperhatikan pergerakan kawan-kawan nya dari laptop.

"Baik."

Perjalanan yang cukup memakan waktu sedikit, akhirnya sampai. Akara dan Janari langsung memarkirkan motor mereka di samping bar paling ujung.

Sedangkan Samy buru-buru turun dari motor dan langsung melepas jubahnya.

Dengan sigap mereka bertiga memakai kacamata hitam, kacamata itu bertengger rapih di hidung mancung mereka.

"Siapa duluan yang masuk." bisik Janari.

"Perempuan duluan, eh maksudnya Samy." ceplos Akara.

Samy langsung masuk, dari gayanya saja benar-benar tidak terlihat seperti seorang pria.

"Malu seumur hidup nih gue." batin Samy.

Ketika masuk Samy langsung di sapa hangat oleh waiters yang berjaga di sana.

Dengan memunculkan senyuman menawan itu, Samy memperhatikan sekeliling merasa bingung mau duduk di mana.

Sampai suara Lastri keluar dari Earpiece. "Paling pojok dekat lukisan The Stary Night duduknya."

Dengan langkah cepat Samy pun berjalan menuju Kursi tersebut.

"Mau pesan apa nona?" tanya salah satu pelayan. banyak juga para cowo-cowo cegil yang memperhatikan Samy penuh damba. Sungguh, rasanya Samy ingin menghilang di telan bumi saat ini juga.

Samy menutup mulutnya dengan gaya seperti malu-malu. "Saya pesan jus jeruk saja." (Lastri).

"Baiklah, apa hanya itu?"

"Ya hanya itu."

Selang beberapa menit, Janari dan Akara masuk ke dalam layaknya sepasang sahabat yang hanya datang untuk bersenang-senang.

"Saya pesan koktail 2 gelas." Janari langsung berpura-pura memesan minuman.

Setelah di siapkan, Akara dan Janari langsung membawa gelas itu dan mencari tempat duduk yang enak.

"Udah sampai belum Al?" bisik Akara.

"Udah nih, udah di bagian belakang, Farhan masuk ke bar lewat depan."

Setelah bicara seperti itu, benar saja Farhan datang dengan layaknya seorang preman kelas kakap.

Banyak tato yang menempel ditubuhnya, padahal mah cuma stiker.

Para pengunjung bar menatapnya dengan tatapan penuh selidik.

dari ruangan lain yang berada di bar, keluar lah David beserta orang-orang nya.

Tentu saja Akara dan yang lainnya langsung mencuri pandang pada David.

Farhan yang sudah mempersiapkan dialong pun langsung menghampiri David.

"Hallo brooo! senang bertemu denganmu, apa kabar, bisnis lancar broo!!!??" Farhan langsung memeluk David.

"Siapa?"

"Saya yang nelpon anda waktu itu, membicarakan perihal bisnis." Farhan menggesekkan jempol dan telunjuk.

"Oh, Bonar ternyata."

"Ya.. benar, jangan lupa-lupa bro, kalau gitu terus gue gak bisa jamin bisa terus berbisnis."

"Ayolah, gue cuma lupa."

"Hahhahahha!!" mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak.

"Ehem ternyata gak salah gue latihan tawa 30 menit, tawa gue udah kayak tawa orang-orang tajir." batin Farhan.

"Kita masuk aja broo, gak enak kalau ngobrol di sini." Ajak David pada Bonar (Farhan)

"Tentu-tentu, tapi bisa tidak anak buahmu ini gak usah natap gua kaya gitu, jengah tahu." gerutu Bonar (Farhan).

David pun mengode anak buahnya agar tidak ikut masuk ke dalam ruangan.

-

-

Jangan lupa like dan kritikannya Guyyss💙💙 🤟

1
Cantika Putri
Ceritanya bagus, tapi kok sepi ya. /Grievance/
Cantika Putri
Semangat Thor/Curse/
Shivam Racseqar.: Ya, Terimakasih atas dukungannya ya.
total 1 replies
Mile
/Hey/
Viona Regina
/Facepalm/
Chipa
Apa ini Sam/Facepalm/
Chipa
Kok aku ngerasa, ini perbuatan nya si Dhilan ya/Curse/
Chipa
Bisa aja si Rangga cari perkara
Chipa
Bisa ke pemikiran gitu namainnya/Facepalm/
Chipa
Keren
Chipa
Kocak si Janari
Mile
Si Arman bikin kaget/Facepalm/
Mile
Bisa-bisanya ya Allah/Facepalm/
Mile
Gak bisa kalau gak kompor ya Janari/Bye-Bye/
Mile
Sama kaya aku waktu di urut. Pasti di geplak bapakku. /Facepalm/
Mile
Kurang ngajar si Zale.
Mile
Paling nanti lo minta balikan lagi. /Sweat/
Mile
Sudah kuduga.
Mile
Ngakak
Mile
Cara cepat melunasi hutang/Sweat/
Chipa: Sangat cepat
total 1 replies
Chipa
Wah kritikannya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!