seorang gadis mungil yang di nikahi oleh pengusaha muda karena di jodohkan,namun sayangnya pernikahan mereka berdua tidak seperti di novel novel akan happy ending,mereka malah bercerai ketika suaminya malah memilih masalalu nya yang dirinya tunggu selama 3 tahun itu, bodohnya pria itu malah menikahi masalalunya di depan istri mungilnya yang tidak tahu apapun.
namun siapa sangka perceraian itu malah membuat pria itu menyesal karena tidak lagi melihat gadis manja,gadis yang selalu melibatkan dirinya di setiap apapun gadis itu lalui, hingga akhirnya pria itu harus merelakan mantan istrinya menikah dengan sepupu jauhnya dari Australia, sialnya lagi dirinya harus melihat kemesraan,kemanjaan mantan istrinya setiap hari tapi bukan untuknya lagi melainkan untuk pria lain.karena ajakan ibunya untuk mantan istrinya itu tinggal di rumahnya bersama kedua orangtuanya.
penasaran kelanjutanya?mampir yukk😻🤏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rereens, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
istri mungil yang tersakiti
Di tempat lain terlihat Aqila yang sedang menangis sesenggukan di jalanan yang sangat sepi tanpa ada satu pun disana
"ikut gue yuk!"ujar vanno karna dia yang sudah mengikuti aqila yang pergi dari rumah
"akuu gamauu hikss!"ujar aqila dengan airmata yang terus saja keluar
"lo pasti seneng kalo ke tempat ini ayoo!"ucap vanno langsung menarik Aqila ke dalam mobilnya lalu pergi dari sana
sesampainya di tempat yang di maksud vanno,benar saja Aqila langsung tenang saat di bawa kesana.namun tetap saja rasa sakit itu belum hilang
vinno membawa Aqila ke pantai yang kebetulan pantainya tidak terlalu jauh dari kediaman Adhitama, seketika 30 menit untuk bisa sampai ke sana.
"gue tau rasa sakitnya gabisa bikin hilang,tapi gue yakin kalo lo kesini rasa tenang yang lo dapat!"ujar vanno
"kak apa aku sejelek itu?"tanya aqila pada vanno tiba-tiba
Vinno langsung membalikkan badannya melihat wajah gadis itu, dia niatnya ingin menggoda aqila malah dirinya yang tergoda karena melihat wajah yang menggemaskan ketika aqila berhenti menangis,di tambah ketika melihat hidung Aqila yang memerah karena memang kulitnya putih jadi jika menangis hidungnya akan terlihat langsung memerah.
"kakkk kenapa malah liatinn akuuu."ucap Aqila dengan wajah kesalnya langsung reflek menggeplak lengan vanno hingga pria itu tersadar
"ahh iyaa,lo jelek banget wajar kakak gue milih perempuan lain"ucap vanno karna menutupi wajah gugupnya itu
Buggg
awshhhhh
"arogan banget loo."ucap vanno dengan memegangi lengannya
"biarin!"
"aku pasti bakal cantik di mata suami akuu!"
"sayangnya suami lo malah pilih cewek lain,"ucap vanno
"ishhhhh kak vanno niat hibur aku gak sihh!"ucap aqila dengan wajah kesalnya
"hahahahaa..."
"iya gue bercanda kok,"ucap vanno dengan tawa kecilnya
"kak pulang yuk"ucap Aqila
"lohh? bukannya baru sampai."tanya vanno
"aku ngantuk,tapi gamau pulang ke rumah momy"ucap aqila langsung menundukkan kepalanya sedih
"lo mau kemana?"tanya vanno
"kalo aku pulang ke apartement boleh gak?"tanya aqila hati-hati
Vanno tampak berpikir,benar juga aqila pasti akan bertemu dengan wajah rey saat ini,jadi ini bukan waktu yang tepat untuk aqila bertemu rey
"yaudah,gue pesenin apartemen yang gak jauh dari sini.besok gue jemput"ucap vanno dengan menganggukkan kepalanya
"kak vano tidur bareng aku aja"ujar Aqila
"hahhh!?"vanno sedikit terkejut mendengar permintaan gadis itu
"maksud aku tidurnya sebelahan gitu,bukan maksud tidur deket aku satu ranjangg!"ucap Aqila langsung mengerti kemana arah pembicaraan vanno
"ahh iyaa,kalo gitu ayo kita pergi dari sini"ucap vanno
Mereka berdua pun langsung kembali ke mobil untuk pergi ke apartemen yang akan mereka berdua tempati dengan Aqila yang sudah mulai membaik sekarang.
Keesokan harinya tampaknya aqila sudah sampai kembali ke rumah mertuanya, karna mau bagaimana pun Aqila tetap istri sah dari rey.tidak baik Jika pergi terlalu lama tanpa sepengetahuan pria itu
"kamu dari mana sayangg"ucap sabrina langsung berhambur memeluk aqila dengan erat
"maaf tante vanno gak izin dulu,vanno bawa Aqila untuk tidur di apartement karna aqila yang minta."ucap vanno
"apaaaaaaa!!"teriak rey dari arah tangga dengan wajah yang murka langsung menghampiri vanno dengan meninju wajah pria itu dengan keras
Buggg
"aaaaaaaaaaaa,"jerit sabrina dengan Aqila
"reyy hentikann apa-apaan kamuuu!!"bentak sabrina
"berani lo bawa istri gue ke apartemen hahhh!"bentak rey murka
"cukuppppppp!"bentak aqilaa
Plakkkkk
"kamu sadar ga sii sama kesalahan kamuu mass!"bentak aqila
"kamu berani tampar aku?"ucap rey dengan wajah terkejutnya
"iyaaaaa!!"
"karna kamu pantas dapetin itu semuaaa mas!"bentak aqila dengan emosi yang menggebu-gebu
Rey yang emosi pun langsung mengangkat tangannya hendak menampar balik Aqila,namun untuknya tangannya di tahan oleh vanno jadi belum sempat mengenai pipi gadis itu
"lo jangan nambahin luka istri lo kakk!"bentak vanno karena sudah emosi melihat kelakuan kaka sepupunya itu
"stopp!ada apa iniii."bentak maxime menggelegar dari arah luar
"rey pukulin vanno mas!"ujar sabrina
"tapi dia yang mulaii dadyy! beraninya dia membawa istri reyy ke apartement,entah apa yang mereka lakukan disana."ucap rey malah menuduh mereka berdua berbuat hal yang tidak-tidak
Plakkkk
"cukupp mass!
"jangan tutupi kesalahan sampahmu itu dengan cara memfitnahkuuu."bentak aqila muak
"akuuu bukan kamuuu reyyy!"bentak Aqila
"cukupp nak,jangan membuang tenagamu demi pria brengsek itu!"ucap Maxime Dengan menunjuk ke arah rey
"tanda tangani surat cerai mu dengan putriku brengsekkkk!!"ucap maxime dengan melempar surat cerai itu ke depan muka rey
"tidak!!aku tidak akan mau."
"aqila tetap Istrikuu!"bentak rey murka langsung merobek surat itu
"massss!kamu benar-benar laki-laki brengsekkkk."bentak aqila
"sudah aqila,mau dia merobek surat cerai itu kalian tetap bercerai tanpa ada pria brengsek itu menyetujuinya!"ucap maxime
"gakkkkk!!"
"dadyy rey mohonnn kembalikan aqila sebagai istri rey."ucap rey Langsung bersimpuh di hadapan maxime
"tidakkkkkk!aku tidak sudi kembali dengan laki-laki brengsek sepertimu."cegah aqila
"kamuu dengarr!!"
"Putriku Sudah tidak menginginkanmu,jadi jangan berharap putriku mau menerimamu lagi."
"pergi kau dari hadapanku bajingannn!"bentak maxime
"tidak dady!rey tidak mauu."
"jangan seperti ini reyy!"ucap sabrina berusaha untuk membangunkan putranya karena bagaimana pun rey tetaplah putranya
"cepat nikahi jalang itu sebelum benihmuu sudah ada di dalam perutnya!"bentak Maxime
"tidak akuu tidak mauuuu!"
Maxime tidak memperdulikan teriakan putranya itu,dia malah meninggalkan rey seorang diri disana
"sudah rey,bangun nak."
"kamu tetap putra momy,mau seberengsek apapun sifatmu"ucap sabrina
"momy tolong reyy!"ucap rey langsung memeluk ibunya dengan sangat erat
"sudah kamu tidak bisa mencegahnya rey,nasi sudah menjadi bubur"ucap sabrina
Rey langsung melepaskan pelukannya lalu melirik aqila dengan pandangan yang sulit di artikan.
"aqila saya harus bagaimana supaya kamu bisa memaafkan sayaa"ucap rey langsung kembali bersimpuh di kaki aqila
"bangun mas,"
"momy bener,nasi sudah menjadi bubur."
"semua sudah terjadi hiduplah di atas takdirmu sendiri"
"aku yakin di balik ini semua ada hikmah yang harus kamu ambil,aku ikhlas merelakan kamu menikah dengan kak aurel"ucap aqila dengan mengatur nafasnya supaya emosinya menghilang
"tapi aurel sudah di sentuh oleh banyak pria aqilaa,"ucap rey
"mas,lalu kamu apa?"
"kamu juga pria bahkan sudah merasakan tubuh kak aurel,jadi jangan munafik.kamu juga sama dengan mereka!"
"terimalah anggap saja itu hikmah yang harus kamu ambil supaya bisa menghargai istrimu ke depannya"
"aku yakin kamu bisa!"ucap aqila berusaha untuk ikhlas dengan memberikan senyuman pada rey