anak seorang tukang becak
Nisa adalah seorang anak sangat baik, namun sayangnya dia memiliki kehidupan keluarga yang sangat miskin, sehingga keluarga dari ibunya pun tak mau mengakui mereka karena merasa malu jika memiliki keluarga miskin seperti Nisa hingga dia harus di paksa dewasa oleh keadaan di kala usianya menginjak angka sebelas tahun Di usia yang terbilang masih sangat muda itu dia harus di paksa dewasa oleh keadaan di kala usianya menginjak angka sebelas tahun harus mengurus kedua adiknya yang masih kecil, dan merelakan masalah kecilnya yang tak seindah teman-teman yang lain, bapaknya hanyalah seorang pria tua yng bekerja sebagai tukang becak Namun kehidupan Nisa berubah setalah bertemu dengan seorang pria kaya raya tempat Nisa mengikuti sebuah kompetisi, akan kah hubungan mereka mendapat restu dari keluarga sang pria ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Setelah melalui hari yang berat seharian, Nisa pun membaringkan tubuhnya di atas kasur kapuk yang sudah menipis itu. Dia melihat hasil jajanan buatan nya melalui ponsel yang tadi sempat di foto. Hatinya sangat senang dan gak menyangka kalau dia telah berhasil membuat pesanan pertamanya
Dia sangat bersyukur dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada
Tuhan Nisa kembali membuka akun sosial media nya dan mendapati akun hotel "Rismoyo suites" yang kemarin mengadakan kompetisi memposting semua hasil kegiatan mereka, termasuk foto - foto mereka dan juga hasil sajian para pemenang. Nisa menyimpan semua foto tentang dirinya di galeri, Dan melihat lagi foto tersebut dengan senyum di bibirnya
Nisa memperhatikan foto dan seperti mengenal salah satu pria yang ada di dalam foto, Nisa terus mengingat dan akhirnya dia mengingat bahwa pria yang berdiri di sampingnya adalah pemilik mobil tempat nisa menyimpan buku catatan nya, nisa terkejut kenapa bisa pria itu ada di sana, namun dia tak terlalu memikirkannya, dan beranggapan jika pria itu mungkin saja
telah membuang buku catatan nya
*******
Nisa telah kembali beraktifitas di warung setelah kemarin sempat libur, Dia masih menunggu bu Rina untuk mengetahui apakah kue buatan nya enak atau tidak
Dengan rasa tak sabar nisa
mondar mandir di depan pintu masuk warung itu, untung saja kerjaannya telah selesai. Dari jauh nisa melihat Bu Rina keluar dari mobilnya, Dengan hati yang sangat penasaran dia menghampiri Bu Rina, sementara bu Rina yang melihat nisa hanya bisa tersenyum, tanpa bertanya Bu Rina tau kalau nisa pasti ingin mendengar pendapatnya tentang kue buatan nisa
" Nisa... Selamat ya kue buatan kamu berhasil memanjakan lidah para ibu pengajian" ucap Bu Rina memulai percakapan
" Alhamdulillah.. yang bener Bu Rina?"
" Iya, katanya mereka akan memesan sama kamu kalau mereka membuat acara lagi"
" Terimakasih Bu Rina"
" Oiya, kamu kalau mau jualan kue bisa di titipkan di sini aja, ibu yakin pasti laku, dan itu juga bisa membuat warung ibu makin rame, Dan ini uang hasil kue kamu yang kemarin, semua ada delapan ratus ribu"..
" Loh? Kok banyak banget Bu? Bukannya cuma lima ratus ya Bu?"
" Sudah ambil aja, anggap aja itu rezeki buat kamu, Dan besok kamu boleh mulai menitipkan kue kamu di sini" ucap Bu Rina tersenyum
" Ya Allah Bu, terima kasih banyak ya Bu Rina". Bu Rina membalas dengan senyuman
*****
Waktu pun berputar ke angka lima sore, nisa segera pamit dan pulang, namun nisa tak langsung pulang ke rumah, melainkan mampir dulu ke pasar berbelanja bahan kue yang akan di jualnya besok, sekalian nisa belanja lauk untuk makan malam keluarga nya
" Pak, besok nisa mulai jualan kue dan menitipkan ke warung Bu Rina" ucap Nisa tersenyum lebar
" Alhamdulillah, apa kamu ada modal nak?"
" Ada pak, kemaren hasil pesanan Bu Rina sebesar lima ratus ribu tapi Bu Rina memberi aku sebanyak delapan ratus ribu pak, Ya.. katanya anggap saja rezeki pak"
" Alhamdulillah.. kamu simpan ya nak sebagian uang kamu, simpen untuk keperluan kamu juga nak"
" Iya pak, nisa udah nyimpen sedikit buat keperluan Nisa pak"
" Mbak, aku dan mas arya boleh bantu jualan gak? Tanya aulia yang sedari tadi diam mendengarkan nisa sama bapak bercengkrama
" Gak usah, kan mbak udah ngomong sayang, kalian sekolah aja, ini bukan tugas kalian" jawab nisa
" Tapi aku bisa jual di sekolahan mbak, daripada waktu jam istirahat aku hanya gunakan bermain, kan lebih bagus kalo sambil jualan mbak". Nisa pun memikirkan usulan aulia kayaknya boleh juga
" Boleh juga sih dek, usulan kamu bagus, cuma apa gak ganggu sekolah kamu?"
" Gak lah mbak, nanti aku titip bentar di ruang guru, kalau jam istirahat baru aku jualan mbak"
" Coba tanya bapak, gimana bapak setuju gak?" Tanya ku pada aulia yang melirik bapak
" Jangan nak, nanti ganggu sekolah kamu "
" Gak kok pak, kan aku jualnya pas jam istirahat, nanti juga aku minta izin sama ibu guru pak" ucap aulia ngotot ingin membantu sangat kakak jualan
" Ya sudah terserah kamu saja, Bapak sih gak masalah yang penting gak ganggu sekolah kamu nak"
" Kalo aku gimana mbak? Tanya arya
" Kamu gak usah ya, lagian kamu kan udah kelas sembilan bentar lagi ujian, kamu belajar aja ya. Gak apa apa kan dek kalo kamu yang jualan sendirian? Tanya Nisa pada aulia
" Gak masalah dong mbak"
" Ya udah besok kamu coba bawa dua puluh biji aja dulu, jualnya seribuan aja dek"
" Oke mbak"
******
Seperti biasa selepas sholat subuh nisa membuat adonan kue nya. Tepat pukul enam lebih nisa telah menyelesaikan aktifitas nya, aulia juga telah berangkat ke sekolah membawa jualannya. Begitupun nisa membawa kuenya ke warung
Tak terkira belum juga waktu makan siang, kue jualan nisa telah ludes tak tersisa, membuatnya tersenyum bahagia. Begitupun aulia jualan nya hari ini telah habis
Seminggu kemudian Bu Rina memanggil nisa karna ada seorang teman Bu Rina yang ingin memesan kue untuk acara di hotel kecil miliknya,melalui saluran telpon teman bu Rina memesan sebanyak enam ratus biji kue yang sama seperti kue di pengajian
Namun akan berlangsung selama tiga hari, perhari hanya memesan dua ratus biji, Dus dan air mineral nya akan segera di kirim ke warung Bu Rina, Dengan tak percaya nisa memeluk Bu Rina karena
merasa sangat bahagia dan merasa sangat bersyukur
Tiga hari berturut-turut nisa membuat kue untuk teman Bu Rina. Di hari terakhir terkejut lantaran yang datang mengambil kue itu bukan wanita yang biasanya melainkan seorang pria tampan berbadan jangkung
Saat mata Nisa tak sengaja bertabrakan dengan mata si pria jangkung, nisa langsung tersadar kalau dia pria yang ada di foto sang pemilik mobil. Pria itu pun langsung membuang tatapan nya ke lain arah
" Permisi mas, maaf saya mau tanya, apa bener mas yang punya mobil mewah yang kemarin parkir di depan hotel Rismoyo di kota itu ya mas?" Tanya Nisa penasaran
" Bukan, mobil mewah itu banyak" Jawab pria itu tegas
" Ooww gitu, maaf ya mas kalau begitu, Ini pesanan nya, Makasih ya mas" Pria itu langsung masuk ke dalam mobil dan berlalu tanpa menjawab ucapan nisa
" Ck.. Dasar orang kaya sombong" gumam Nisa
" Ternyata buku itu milik gadis cantik ini" ucap pria itu tersenyum
*****
Hari pun berganti. Semakin banyak yang memesan kue buatan nisa, dengan begitu nisa meminta izin untuk berhenti bekerja di warung Bu Rina.
Nisa memutuskan untuk berjualan
kue, dia menyewa tempat kecil dan murah di pinggir jalan yang lumayan rame, dengan uang yang sedikit dia membeli lemari kaca etalase yang berukuran kecil
Kehidupan nya mulai agak membaik. Arya juga telah masuk ke sekolah kejuruan yang di inginkan. Rumah yang dulu masih terlalu kecil, sekarang sudah di per lebar ke belakang untuk menambah satu ruang kamar untuk adiknya, nisa juga telah meminta bapak ya untuk tidak lagi menarik becak karna usianya sudah tua, Namun bapaknya yang sudah terbiasa tak bisa jika tak bekerja
Suatu hari ketika Nisa dan keluarga nya tengah bersantai, bibi mereka yaitu bibi siska datang ke rumah, mereka menatap gubuk itu dengan rasa jijik
" Nus..yunus.." teriak bibi dengan kencang
" Bibi siska?... Jawab arya ketika melihat bibi siska dan suaminya di depan pintu
" Bapakmu dimana?" Tanyanya
" Ada di dalam bi, ayo bi masuk dulu" ucap Arya, Bibi masuk dengan berjalan angkuh dan mengamati rumah kami dengan matanya, dan kadang mengibaskan tangan nya di depan hidung
" Ada apa mbak yu" tanya bapak yang keluar menemui bi Siska, Kami sebagai anak ingin mencium tangan bi siska, namun tak di hiraukan nya tangan kami
Dengan inisiatif aku membuatkan teh dan mengeluarkan kue untuk bi siska dan suaminya
" Aku cuma mau sampaikan besok anak ku karin nikah di gedung yang mewah, kalian boleh datang tapi inget jangan pake becak tua itu, dan kalian harus menggunakan pakaian yang bagus, saya dan keluarga gak mau terima kalau kalian datang Dengan pakaian yang lusuh" ucap bibi
" Sebenarnya aku gak Sudi untuk mengundang kalian, hanya saja aku kasihan karena mungkin saja anak-anak ini
ingin merasakan makanan enak, apalagi ini permintaan calon suami anakku, tapi tetap saja aku berharap kalian tak usah datang, agar tidak membuat malu keluarga kami " ucapnya lagi terdengar sangat angkuh
" Terima kasih untuk undangan nya, namun kami tak bisa janji untuk ke sana karena mbak yu tau sendiri kami gak punya pakaian yang seperti mbak yu bilang. Kami juga tak punya kendaraan lain selain becak tua saya mbak, mas e" ucap bapak
" Makanya mas, sampean punya anak gadis kan, coba nikahkan saja dia dengan orang kaya, kalau pun ada yang mau paling juga yang udah tua, tapi gak apa apa mas yang penting kalian bisa menikmati hasilnya" ucap suami bi siska paman Doni Setelah berkata mereka meminum teh dan mencicipi kue buatan ku
" Ini kue nya beli dimana ?" Tanya bi siska menghabiskan beberapa potong kue yang di sajikan
" Itu kue buatan nisa bi".. jawab nisa
" Ciih... Gak enak sekali, kamu pakai bahan apa sih ini? Jangan bilang kamu pakai terigu abal - abal lagi" Ucapnya membuang kue yang ada di dalam mulutnya
" Gak kok bi, nisa pakai bahan yang bermutu bi" jawab nisa..
" Alaaaah.. alasan aja, kalo pake bahan bermutu pasti rasanya gak seperti ini, dasar bodoh ayo pah kita pulang" Ucap bi siska mengajak suami nya pulang
" Gak enak katanya, tapi habis juga tuh kue, hahahaha" tawa arya yang melihat piring kue itu telah kosong
" Ussst... Gak boleh gitu nak" ucap bapak tapi sambil tersenyum juga
" Pak, kita ke pesta mbak Karin ya besok" ajak aulia
" Besok aja ya nak kita lihat dulu"
" Tapi kata bibi kita gak boleh ke sana kalau gak punya baju bagus. Berarti kita gak jadi ke sana dong pak" ucap aulia
" Gak usah kesana, mending kita bantu mbak Nisa buat kue jualan aja, biar bisa dapat duit, daripada di ke sana yang ada kita dapat hinaan, benar kan mbak?" Tanya arya, aku hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan kedua adikku
" Tapi gak enak kalo kita gak ke sana Nisa, apalagi bibimu sendiri yang mengundang kita" ucap bapak
" Gak tau lah pak, aku juga bingung " jawab nisa menatap raut wajah bapaknya