Menikah adalah impian setiap wanita, tak terkecuali Tiyah Citanin, seorang wanita dewasa berbadan gemuk. Umurnya telah 28 tahun, ia tak memiliki tambatan hati, jadi belum ada yang melamar hingga sekarang.
Dilamar oleh seorang pria yang pertama kali ia lihat, pemuda tampan dengan mobil keren. Tak terlalu berpikir panjang, ia meneruskan kesalahpahaman keluarganya dengan menerima lamaran pria itu.
Pria yang ia nikahi terlalu misterius baginya, ataukah ... ia yang terlalu sering salah paham? Pernikahan mereka dibumbui dengan kesalahpahaman satu sama lain.
Hingga sebuah kenangan dimasa kecil muncul di kepala Tiyah. Janji untuk selamanya bersama.
Apakah pernikahannya akan berlangsung lama? Atau ia mencari pria di masa kecilnya?
Mari simak cerita ini! Karya orisinil Rozh! Hanya ada di aplikasi Noveltoon/Mangatoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur Bersama
Tiyah telah selesai membersihkan diri, ia telah disediakan baju tidur baru dari Sang Ibu, baju tidur itu pendek dan sexsy, bahkan juga transparan yang bisa terlihat bra dan celana dalamnya.
Ia menggerutu, ia mencari kembali baju yang bisa ia pakai, tapi semua baju tidur sudah di ganti Sang Ibu, akirnya ia mengambil baju kaos dan celana panjang yang sudah di susun Pelayan di dalam lemari.
Sebenernya, ia merasa risih tidur dengan celana panjang, tapi kenyataannya hanya celana panjang dan baju sexsy yang dimasukan Sang Ibu ke dalam koper.
Harusnya, aku gak percaya sama Ibu, lebih baik aku yang kemasi baju ku kemarin ke dalam koper, pantesan aja kemarin dia ngotot banget mau bantu aku beresin barang-barang, jadi ini maksudnya, malu-maluin aku aja pake baju gini, batin Tiyah.
Tidak lama setelah itu, Gibran juga telah selesai membersihkan diri dan masuk ke dalam kamar dengan memakai celana boxer tanpa baju. Badannya berotot, perutnya kotak-kotak bak model sungguh terlihat perkasa.
“Kamu ngapain kesini gak pakai baju, gak malu apa?” tanya Tiyah gelagapan.
“Malu? Kenapa?” tanya Gibran balik.
“Gak pakai baju di depan perempuan, terus celanamu pendek banget juga, kelihatan pahamu.” jelas Tiyah.
Gibran tersenyum simpul penuh makna.
“Malu karena gak pakai baju di depan Istri ya? Apa salahnya pahaku dan tubuhku di lihat Istriku?” bertanya sembari jalan mendekat kearah Tiyah, menatapnya lekat.
Deg! Jantung Tiyah kembali berdetak lebih cepat.
Tiyah merasa malu sendiri dengan perkataannya tadi, ia hanya tersenyum simpul mendengar jawaban Gibran, memang benar, ia merasa sangat canggung melihat tubuh laki-laki secara dekat begini. Baginya, ini untuk pertama kalinya ia sedekat ini dengan laki-laki dan melihat tubuhnya.
“Aku terbiasa tidur kayak gini, gak pakai baju dan cuma pakai celana pendek, apa kamu biasanya tidur pakai baju panjang begini?” tanyanya sambil melihat setiap lekuk tubuh Tiyah.
“Eh...” Tiyah gugup. “Iya, biasanya sih begini...” balas Tiyah sedikit berbohong.
Kemudian Gibran mendekati Tiyah, duduk di samping Tiyah.
Deg... Deg... Deg...
Jantung Tiyah berdegup kencang.
Aduh, kok aku jadi sesak nafas gini ya? Dia mau ngapain? Apa dia mau...? Moga aja gak deh, aku belum siap! Tiyah bermonolog dalam hatinya.
Gibran mengelus puncak kepala Tiyah, kemudian turun mengelus rambut panjangnya, memegang ujung rambut panjang itu, lalu mencium ujung rambut itu. Membuat Tiyah terkejut mendapati suaminya bersifat begitu, ia langsung teringat mantan pacarnya Sigendut.
Eh, kok aku malah mikirin Sigendut sih! Jelas-jelas lagi bareng suamiku, ia berpikir keras dalam hati.
“Selamat malam, semoga tidur nyenyak.” ucap Gibran kemudian, lantas ia mengambil bantal dan membenarkan posisinya tidur. Tidak menunggu lama, Gibran langsung menutup matanya, mungkin sudah masuk ke dalam alam mimpi.
Tiyah tidak bisa tertidur, walaupun kasurnya sangat besar dan empuk, ia benar-benar resah, berputar ke kiri dan ke kanan, membuat kasur empuk itu goyang-goyang.
“Kenapa masih belum tidur?” tanya Gibran serak, membuat Tiyah terkejut.
“Itu...”
“Kenapa?”
“Gak apa-apa sih, aku cuma gak bisa tidur aja, mungkin gak terbiasa aja disini, jadi susah tidur.” jelas Tiyah.
“Kalau begitu pakai ini, supaya kamu bisa tidur nyenyak!” ucap Gibran sambil memberikan benda seperti penutup mata.
“Apa ini?”
“Tutup matamu dengan itu, Istriku.”
“Aku lebih tidak bisa tidur kalau gelap begitu, lampu remang-remang begini aja aku resah, apalagi kalau mataku di tutup gelap begini?” sewot Tiyah.
“Jadi, kamu ingin tidur dengan lampu menyala terang?” tanya Gibran.
“Bukan begitu, begini juga gak apa-apa kok.” Tersenyum canggung.
Gibran menggeser tubuhnya menjadi lebih dekat ke arah Tiyah, kemudian ia merangkul tubuh Tiyah dan memeluknya, Tiyah terpaku dengan tindakan Gibran, jantungnya seakan berlari keluar sekarang.
Untuk pertama kalinya, ia di peluk oleh laki-laki dan itu adalah suaminya, suami yang baru beberapa hari ia kenal.
“Tidurlah, jangan takut.”
Cup!
Satu kecupan selamat malam dari Gibran di kening Tiyah, membuat darahnya berdesir seperti air terjun yang jatuh ke dasar tanah.
Tiyah mengangguk tanpa bicara, mencoba memejamkan mata, tapi tidak bisa. Setelah beberapa waktu berlalu, akirnya Tiyah tertidur sendiri di dalam pelukan Gibran.
Plak!
Satu sikut menghantam dagu Gibran, ia terbangun dan mengelus wajahnya dengan masam, lantas ia menatap istrinya yang sedang tertidur pulas.
Ah! Apakah semua wanita tidur seperti ini? Bukankah di dalam film wanita tidur itu sangat lembut? Mereka tidur nyenyak dalam pelukan? sungut Gibran dalam hati.
“Ah, sepertinya semua buku romantis yang aku baca tidak semuanya benar! Nyatanya trik romantisku tidak berhasil!”
Ia mengambil bantal dan guling membatasi jarak tidur dengan Tiyah. Setidaknya, kasurnya begitu lebar, mungkin ia tidak akan dapat tendangan lagi jika mengambil jarak saat tidur.
Malam pertama dan tidur di malam pertama tidak seromantis yang di bayangkan. Tidak sesuai dengan ekpetasinya, karena kenyataannya, malam pertama yang ia dapatkan adalah tamparan dan sikutan dari Sang Istri.
Beberapa hari ini ia tinggal dirumah mewah bak istana, membuat Tiyah semakin mengetahui sedikit demi sedikit kehidupan suaminya.
Gibran adalah seorang laki-laki penggila kerja, tidak suka banyak bicara, bahkan setelah resepsi pernikahan tidak ada yang namanya honeymoon, yang ada tumpukan kertas diatas meja di ruang pribadinya, ruang itu mungkin di sebut ruang kerjanya.
Di ruangan itu hanya tersedia kursi dan meja, laptop, serta komputer dan alat perangkatnya. Tumpukan kertas serta lemari yang penuh dengan buku-buku, ada juga beberapa file penting yang tersusun di dalam lemari kaca, serta beberapa figuran dan lukisan untuk memperindah ruangan itu.
Rumah ini kabarnya milik Ibu Gibran, tapi hingga hari ini Tiyah belum pernah bertemu dengan kedua orangtuanya, terkadang Tiyah berpikir mungkin orangtua Gibran tidak merestui pernikahan mereka.
Kakak perempuan Gibran juga tinggal dirumah ini dengan suami dan anaknya Giandra, mereka berdua sangat sibuk. Kakak perempuan Gibran adalah seorang CEO di perusahaan peninggalan Ibu nya, sedangkan suaminya seorang kepala dokter di rumah sakit terkenal di kota ini.
Rumah itu terasa sepi, walaupun ada para pelayan. Tapi, mereka juga pendiam. Setelah mereka melakukan pekerjaannya, mereka akan segera pergi ke rumah belakang yang di siapkan untuk mereka.
Tiyah bertanya-tanya dalam hati, apakah semua pelayan itu di larang berbicara dengannya?
Khairul, adik laki-laki Tiyah juga diminta tinggal dengan mereka, ia sekamar dengan Giandra. Gibran merasa lebih baik jika tinggal dirumah bersamanya dari pada tinggal di kost. Lagian juga, Khairul satu sekolah bahkan sekelas dengan Giandra.
Walaupun Khairul tinggal bersama mereka, tapi Tiyah masih merasa sangat sepi. Semua orang sibuk bekerja, sedangkan Giandra dan Khairul hanya berjumpa sore hari, saat mereka pulang sekolah dengannya.
Tapi, ada yang membuat ia merasa janggal.
Dirumah ini selain dirinya, juga ada seorang pria tua lumpuh yang memakai kursi roda, dia lebih sering menghabiskan waktunya di dalam kamarnya. “Entah siapa pria itu?” pikirnya.
BAGUS TU KHALIL DINIKAHIN, BIAR GK PLAYBOY LGI..
BARU TAU LO DICKY KLO SUAMI TIYAH LVLNYA DI ATAS LO.. DN TU GIBRAN SUDH MNCINTAI TIYAH SEDARI KECIL, KRN TIYAH ALAMI SUATU MASALH SAAT BNCANA BANJIR HINGGA LUPA GIBRAN, LUPA DIMAS, HINGGA TIYAH BNYK MNTAN COWOK TRMASUK SI DICKY YG PRMAINKNNYA..
MSKI TIYAH MNOLAK DICKY MNTAH2, TPI TIYAH TTP SALAH KLUAR BRTEMU DICKY TNPA IZIN.. DN SI DICKY KIRA SI KHALIL SUAMI NYA TIYAH, PNTAS SI DICKY BLANG KLO KHALIL BKN LKI2 BAIK2 KRN KHALIL PLAYBOY.. JDI DICKY BLG SUAMI TIYAH BKN LKI2 BAIK..
TPI LO YG DEKATI DN RAYU ISTRI ORG DN INGIN JDI PEBINOR APA LKI2 BAIK, DN LO DLU JUGA JDIKN TIYAH CWEK TARUHAN
APA KIRA2 JAWABN GIBRAN..
TPI SBAGAI ISTRI. DN SBAGAI WANITA BRSUAMI, TK PANTAS BRJALAN DGN LAKI2 YG BUKAN MAHRAMNYA, BHKAN TNPA DITEMANI, DN TNPA IZIN SUAMI.. APAPUN ALASAN NYA APA YG DILAKUKN TIYAH TTP SALAH... KRN MMBERIKAN CELAH PEBINOR DLM RMH TANGGA NYA
DN GIBRAN, KNP GK DICKY YG LO HAJAR, LO SAMPERIN TU KPRUASAHAANNYA..
INI KHALIL & DIMAS YG LO HAJAR..
DN LO JELASIN JUGA TU K TIYAH SIAPA TU RAYA..
TRUS KNP GIBRAN GK PEKA DGN TIYAH,, NTAR TIYAH BLAS SAMA DICKY, MKIN RUNYAM..