NovelToon NovelToon
Jalan Yang Aku Pilih

Jalan Yang Aku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Cinta Murni
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: kak meyla

Nana Ayunda adalah gadis cantik yang ceria dan selalu mengutamakan kebahagian orang terdekatnya. Terutama Mama dan Abangnya.
Ia juga selalu menyingkat nama orang sesuka hatinya.

Nana menyukai sahabat kakaknya yang hanya dianggap adik olehnya, akankah Nana bisa mendapatkan cintanya yang penuh perjuangan itu? Atau akan dianggap seorang adik untuk selamanya?

ikuti kisah Nana Ayunda dengan penuh canda dan air mata.
Selamat membaca Terima kasih
mohon dukungannya🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kak meyla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Hari ini Nana kembali bekerja seperti sebelumnya. Ia berangkat sangat pagi karena takut terlambat seperti biasanya, ia tak ingin kena omel lagi oleh Pak botak Gunawan. Kini Nana memasuki ruangan yang ternyata Renata belum ada di dalam ruangan tersebut yang artinya Renata belum datang.

"Tumben kamu pagi banget datengnya, biasanya'kan telat mulu." Seru Sulis dengan mendekati Nana yang sudah berada di kursinya. Sulis adalah rekan kerja Nana dan Renata, dia lebih tua empat tahun dari Nana. Sulis sudah menikah dan memiliki seorang putra.

"Aku emang selalu pagi ko datengnya, Bu sul aja yang nga pernah liat Nana, Makanya Bu Sul perhatiin Nana dong biar tau kalau Nana itu salah satu karyawan yang paling disiplin, rajin, dan baik hati. bahkan Nana nga pernah telat sama sekali." Ujarnya membanggakan diri tanpa benar sama sekali.

"Plis deh Na, nga usah panggil gue Bu Sul, entar orang pada dengernya malah Bisul...!!! Lagian ngak usah manggil Bu kali. Umur kita cuman beda beberapa tahun'kan, Lagian kamu juga selalu telat malah ngomong karyawan paling disiplin, nga salah tuh." Protesnya berulang kali tapi tak pernah di dengarkan oleh Nana. Bicara dengan Nana seperti bicara dengan tembok.

"Bu Sul nama panjangnya siapa, Biya Sulistia'kan? makanya aku panggil Bu sul aja. Padahal udah bagus namanya Bu Sul, Tapi malah protes, apa mau aku ganti panggilannya menjadi BiSul sekalian, namanya juga sangat cocok kalau aku ganti jadi BiSul ( Bi Ya SULISTIA). Alias Bi Sul." Jeda Nana dengan mengeja Nama teman sekantornya itu. "Lagian'kan udah nikah juga dan lebih tua dari Nana, Makanya aku panggilnya Bu. Itu artinya Nana menghormati yang lebih tua, gimana sih gitu aja nga tau padahal udah jadi Ibu, masa kaya gitu aja Nana juga yang harus jelasin." Serunya panjang lebar tanpa jeda dan merasa apa yang dikatakannya adalah suatu kebenaran.

Bicara dengan Nana selalu saja menguras emosi, orang waras ngalah Lah. Gumamnya lirih yang hanya di dengar olehnya. Tak mau menanggapi omongan Nana lagi, jika terus seperti ini malah akan menghabiskan energinya di pagi hari dan sangat percuma meladeni Nana makanya Sulis memilih diam.

Tak Lama Renata masuk ke dalam ruangan itu, Nana sebenarnya ingin mengajaknya bicara serta meminta maaf tapi waktu sepertinya tak cukup. Mungkin saat dia makan siang, Nana bisa mengajak Renata makan bersama serta meminta maaf.

"Ba Ret...!!!" Panggil Nana. Hem m,,, Nana menarik nafasnya dengan kasar sebelum melanjutkan perkataannya. "Maaf jika perkataanku tempo hari melukai hatimu, aku benar-benar menyesal mengatakan itu kepadamu." Seru Nana menunduk dalam, dia begitu menyesal dengan apa yang di ucapannya sendiri. Nana sudah mengatakan hal yang seharusnya tidak ia katakan, karena belum tentu apa yang di katakanya adalah sebuah kebenaran.

Renata yang melihat itu hanya tersenyum, ia sudah mengetahui jika Nana adalah tipe seorang yang meledak-ledak dan sering menuduh orang lain tanpa bukti yang kongkrit. Tapi di balik itu semua, Nana adalah Tipe sahabat yang penyayang dan selalu peduli padanya.

"Ia Na, aku udah maafin kamu ko, tapi aku mohon sama kamu, jangan asal nuduh lagi tanpa bukti, kamu itu seharusnya mencari kebenarannya terlebih dahulu sebelum menuduh orang lain."

"Ia Ba Ret...! Nana nga akan melakukan kesalahan yang sama lagi, aku akan belajar dari kesalahanku sebelumnya." Nana kemudian menarik tangan Renata " Ayo Ba Ret kita ke kantin biar kali ini aku yang teraktir kamu, ini sebagai permintaan maaf aku sama kamu." Renata kemudian di tarik tangannya oleh Nana dan dia hanya menurut saja ia mengikuti ke mana langkah kaki Nana membawanya.

Setelah sampai di kantin kantor Nana kemudian memesan menu kesukaan mereka berdua dan melahap nya dengan nikmat. "Ba Ret,,, kamu nga datang ke nikahan Mba Nadia sama Mas Riyan.?" Tanyanya dengan penasaran, karena tak melihat keberadaan Renata di acara sepupunya itu. Padahal Bang ke sudah memberikan Baju seragaman buat Renata.

"Aku nga sempet dateng Na, soalnya Mamaku tiba-tiba sakit makanya aku bawah ke rumah sakit hari itu juga." Renata kemudian diam sejenak memikirkan sesuatu, kemudian mengatakannya ketika sudah mengingatnya. "Tumben Nama Mba Nadia sama Mas Riyan kamu nga singkat, ada apa?" Tanyanya bingung.

"Aku lagi kesel sama mereka Ba Ret, Makanya males aja." Nana tadi ingin bertanya tentang Mama Bintang, Ibunda Renata. Tapi tiba-tiba Renata menyebut Riyan dan Nadia sehingga ia menjadi kesal dan malah lupa menanyakan Mama Bintang.

"Kalau tau gitu kamu kesel aja sekalian sama Aku Nana!" jawabnya dengan tersenyum jahil.

"Lah... kenapa?" Tanya Nana bingung.

"Biar kamu nga singkat terus Nama aku, kalau kamu kesel sama kaya Mba Nadia dan Mas Riyan, otomatis kamu juga nga bakal singkat nama aku dong." Serunya senang.

"Ba Reeettt...!!!" Teriaknya kesal. Melihat orang di sekitarnya pada melihat kearahnya Nana menjadi sadar jika sekarang dia sedang berada di kantin kantor, Nana kemudian mendelik tajam kearah Renata.

"Kamu udah kesel'kan sama aku, tapi kenapa kamu masih manggil Namaku Ba ret, Bukan Renata." Tanyanya dengan muka polos seolah tak benar-benar mengerti

"Kamu kenapa jadi ngeselin banget sih Ba ret." Seru Nana kesal.

"Aku mah cuma ikutin cara kamu Na, gimana rasanya? itu'kan yang kamu lakuin ke kita semua." Tanya Renata menggoda. " Tau ahh,,, Ba Ret sekarang kamu nyebelin banget." Nana tak lagi melihat ke Renata, dia melanjutkan menyantap makanannya dengan membanting kecil garpu dan sendok yang ada di tangannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Itu bukannya Zaidan? kenapa dia seperti orang gila, apa yang dia lakukan di sini dan bersama siapa dia." Gumamnya kepada dirinya sendiri yang merasa sangat penasaran.

1
Zhu Yun💫
Ya gak ngorbanin orang lain juga kali Ker,,, adil apanya, ya gak adil buat Aisyah lah 🙄🙄🙄

🌹🌹 buat kakak author biar semakin semangat update 💪🥰🥳🥳
Zhu Yun💫
Sadar Nad,,, dirimu sudah bersuami 🤧 sekarang enggan berkedip tapi dulu bisa berpaling 😜
Zhu Yun💫
good Nana 👍👍👍👍👍
Teteh Lia
🌹🌹 meluncur
Teteh Lia
kalian mau kabur gitu?
malah bakal bikin bang Keri tambah marah itu mah . 🤦‍♀️
Teteh Lia
sosok Kaka yang begitu menyayangi adiknya, dia ga mau adiknya di sakiti
Teteh Lia
Ngamuk beneran ini mah .. 😱
Zhu Yun💫
2🌹🌹 buat kakak author biar semangat update 💪🥰🥳🥳
Kak Meyla: Makasih banyak Kak🥰😍🙏
total 1 replies
Zhu Yun💫
Jangan nekad kamu Zaid,, mending kamu berjuang minta restu baik-baik. kalau kabur berarti kamu pengecut yang lari dari kenyataan, secara tidak langsung kamu tidak bisa menyelesaikan masalah. bagaimana keluarga Nana akan mempercayai kamu jika sikap kamu saja malah memilih lari dari masalah, bukan menyelesaikannya dengan baik. Sebagai suami dan kepala rumah tangga kamu harus memberikan contoh yang baik Zaidan,,,, 😁
Kak Meyla: Zaidan : Dari dulu emang aku pengecut😁🤣
total 1 replies
Zhu Yun💫
Keri bukannya nyelesein masalah, malah nambah masalah 😤😤
Zhu Yun💫
Sikap kalian berdua sama-sama menyakiti Nana,, beruntung Zaidan sudah tobat,, tobat maksiat 🤭😆😆✌️
Kak Meyla: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Zhu Yun💫
begitu syuulliiitttt Ker,,, adikmu udah cinta setengah modar sih,,,, goyahlah dia, mana mau dia pisah sama si Zaid 😁
Kak Meyla: Nana Udah gila karena cinta🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Teteh Lia
🌹🌹🌹 meluncur .
Kak Meyla: Makasih banyak Kakak🙏🥰🥰
total 1 replies
Teteh Lia
Nah, kan...kan...kan... apa kubilang.. meleyot lagi, Nana ke zidan.
Kak Meyla: 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Teteh Lia
mulut mu berbicara sesuai hati mu ..😩. ya gimana ya... Nana kan emang udah bucin dari dulu ya ..
Kak Meyla: Bener kak, susah berpaling😁
total 1 replies
Teteh Lia
setelah ini, aq yakin.. Nana bakal meleyot lagi ke Zaidan.
Kak Meyla: Susah Nana udah bucil pooolll🤣
total 1 replies
Teteh Lia
istri mu itu, Nana lho ya .. bukan Resty.
Teteh Lia
aq malah salut sama Aisyah. dia bener2 dukung Zaidan buat berjuang . saudara memang harusnya seperti itu
Teteh Lia
minimal usaha dululah... langsung meleyot gini... katanya nyesel... katanya cinta...

maaf ya, Kaka author. ikut esmosi baca nya 🙏
Teteh Lia
rumit di bikin sendiri... andai kamu bisa lebih bijak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!