Nama ku Faiza Alya Aziza. Aku yatim piatu. Tinggal bersama nenek. Nenekku satu satunya keluargaku. Ketika nenek sakit dan memerlukan biaya yang tidak sedikit, aku pun rela melakukan apapun demi nenek.
Hingga aku harus terjebak dengan CEO tampan dan arogan.
Sampai akhirnya aku hamil. Aku mengalami keguguran yang dikarenakan perbuatan kekasihnya.
Tian yang tak terima karena berpikir aku sengaja menggugurkan kandunganku, akhirnya mengusirku. Aku harus pergi jauh dari kehidupan pria yang paling ku cinta dan juga ku benci.
Maaf masih dalam proses revisi, jika ada banyak kesalahan dan kejanggalan. Karena bukan penulis profesional, hanya pemula.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8. Pernikahan
Sekarang aku telah resmi menjadi istri Tuan yang sangat sombong ini. Aku tak pernah melihat senyum di wajahnya.
Seharusnya aku bahagia karena baru nikah. Tapi itu tak kurasakan. Aku menikah hanya akan dijadikan pemuas nafsunya saja. Dan aku terpaksa menerimanya untuk melunasi hutangku.
Di pemakaman nenek kini aku berada. Pernikahan yang pernah kuimpikan tak jadi kenyataan. Aku yang menginginkan menikah dengan orang yang ku cintai dan dihadiri sahabat dan orang tercinta hanyalah menjadi impian saja.
"Nek..... sekarang Alya udah nikah. Nenek tak perlu kuatir lagi. Alya pasti tak akan kelaparan. Karena Alya menikah dengan Tuan yang kaya. Walau pernikahan ini tak seperti yang Alya impikan, tapi paling tidak Alya adalah istri sah nya, jadi jika kami melakukan hubungan sudah halal. Nek.... doakan Alya mampu menjalani semuanya. Nenek tenang disana ya. Alya akan selalu merindukanmu"bathin Alya.
"Nyonya.... Tuan udah menunggu. .....kita harus pergi sekarang"Andi
"Sebentar Andi, Alya taburkan bunga ini dulu"Alya.
"Baik nyonya.... "Andi
"Andi.... jangan panggil nyonya... cukup Alya saja. Seperti biasanya"Alya
"Anda udah jadi istri Tuan saya, jadi saya harus menghormati anda dan memanggil anda Nyonya"Andi
"Aku bukan istri yang diinginkannya. Aku hanya jadi istrinya sampai ia telah bosan dan setelah itu dicampakkan"gumam Alya
Alya berjalan mengikuti Andi menuju mobil. Andi membuka pintu belakang buat Alya masuk.
"Aku duduk didepan aja... "ucap Alya.
"Anda duduk dibelakang nyonya..... "Andi
Alya dengan terpaksa duduk di samping Tian. Ia duduk merapat ke pintu mobil agak menjauh dari Tian.
Selama dalam perjalanan semua hanya diam. Tak ada yang membuka suara. Alya hanya memandang keluar.
###############
"Andi..... dimana kamar Alya... "tanya Alya ketika telah masuk ke villa
"Kamar nyonya tentu saja dengan Tuan Tian"Andi
"Tidak Andi..... saya disini hanya sebagai pelayan. Jadi tunjukan kamar pelayan yang bisa saya tempati"Alya
"Tapi nyonya.... "Andi
"Andi.... Alya udah tanda tangan kontrak yang menyatakan Alya hanya sebagai pelayan. Jadi tentu saja harus menempati kamar pelayan. Saya hanya istri dalam surat nikah tidak ada hak saya meminta lebih"Alya
Andi terpaksa menunjukan kamar pelayan yang ada dekat dapur.
"Terima kasih andi"Alya
Alya masuk ke kamar itu. Dan membersihkannya. Setelah selesai membersihkan kamar Alya pun menyusun pakaian di lemari dan duduk ditepi ranjang merenungi nasibnya.
"Oh Tuhan..... apa lagi yang akan kau tunjukan padaku . Jalan hidup yang aku jalani selama ini telah cukup berliku dan membuatku sedikit lelah. Aku tak mau berpikir jelek akan takdirmu. Aku selalu berharap akan ada saatnya aku akan bahagia.
Akan indah pada waktunya..... "Bathin Alya
Alya menangis tersedu. Ia sangat merindukan neneknya. Alya segera mandi untuk sedikit menghilangkan capek ditubuh dan terutama pikirannya.
Setelah mandi Alya menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.
Ia memanggil Tian setelah semuanya beres.
"Tuan.... apa anda mau makan. Saya sudah siapkan makanan nya"ucap Alya di depan pintu kamar Tian
"Tuan..... apa anda mau makan.... "ulang Alya karena tak mendengar sahutan dari dalam kamar.
Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah pintu. Dan setelah pintu di buka tampak Tian yang telah rapi dengan pakaian santainya.
Ia berjalan kearah meja makan tanpa suara.
"Tuan... anda sebenarnya tampan. Tapi sayang anda sangat sombong"bathin Alya
Alya menyendok makanan kepiring Tian. Dan menunggu Tian makan sambil berdiri.
"Kamu mengapa hanya berdiri... kamu tidak mau makan"Tian
"Silakan Tuan makan duluan.... saya bisa nanti setelah Tuan selesai"Alya.
Tian melanjutkan makannya tanpa menoleh kearah Alya yang berdiri di hadapannya.
Setelah makan Tian langsung berdiri menuju kamarnya kembali.
"Setelah makan.... kamu langsung ke kamar. Aku mau kamu melayaniku malam ini"Tian
"Baik Tuan.... "ucap Alya gugup
Alya segera membereskan meja dan piring kotor sisa makanan Tian. Ia tidak ada nafsu makan. Alya cuma berdiam diri setelah mencuci piring. Ia masih enggan kekamar Tian.
"Apa kamu akan memaksa aku berhubungan seperti malam itu lagi. Tapi bagaimanapun sekarang aku adalah istri sah Tuan Tian. Memang udah menjadi kewajibanku melayaninya"bathin Alya.
Alya mengetuk pintu kamar Tian dengan gugup.
"Tuan.... apa saya boleh masuk"Alya
"Masuklah.... "terdengar sahutan dari dalam.
Alya masuk kekamar Tian dan melihat seisi kamar. Tampak Tian duduk dengan santai di sofa.
"Apa yang harus saya lakukan Tuan.... "ucap Alya kembali merasakan kegugupan.
"Sinilah.... mendekat. Buka semua pakaianmu dan jadi lah pel*cur ku malam ini. Kau harus dapat memuaskan aku. "Tian.
"Tapi Tuan..... "Alya
"Mengapa......kamu tak mau melayaniku. Seharusnya kau bersyukur karena aku mau tidur denganmu. Banyak wanita yang jauh lebih cantik darimu dengan sukarela menyerahkan dirinya buat kutiduri"Tian
"Mengapa anda tidak tidur dengan mereka saja atau menikahi mereka. Aku cukup jadi pelayan rumah anda buat melunasi hutangku"Bathin Alya.
"Cepat buka pakaianmu..... "Tian.
"Baik Tuan.... "dengan perlahan dan rasa malu yang ditahannya Alya membuka pakaiannya satu persatu hingga hanya tersisa pakaian dalamnya. Alya hanya menunduk tak berani menatap Tian.
"Cih.... ternyata tubuhnya sangat indah. Mengapa aku selalu bernafsu bila didekatnya.
Aku tak boleh sampai menyukainya. Karena ia hanya mainanku"bathin Tian
Tian berdiri dan memeluk Alya dari belakang dan meletakan dagunya di bahu Tian.
"Mulai hari ini... kamu harus belajar bagaimana memuaskanku...Karena jika aku tak puas kamu harus siap siap menerima hukumanku"bisik Tian ditelinga Alya dan menggigit sedikit telinga Alya.
Tian membuka pakaiannya dan mengajak Alya ke tempat tidur. Ia mulai menaiki tubuh Alya dan membuka pakaian dalam Alya hingga tubuh itu polos.
Alya memejamkan matanya. Tak berani melihat ke mata Tian. Ia hanya pasrah atas apa yang dilakukan Tian
Tian mengecup bibir Alya lembut. Lama lama ciuman itu mulai memanas,karena Alya yang hanya diam tak membalas, Tian menggigit pelan bibir Alya membuat ia merintih dan Tian segera ******* bibirnya.
Setelah puas dwngan bibir ia mulai mengecup leher,dada dan perut Alya.
Alya merasakan gelenjer aneh, ia sedikit terangsang.
"Ya Tuhan jangan biarkan tubuhku mengkhianati hatiku. Hatiku berkata jangan dan tidak tapi tubuhku menerima semua perlakuan Tuan Tian"bathin Alya.
Tian mulai keinti permainannya,ia menyatukan tubuh Alya dan tubuhnya. Ia melakukan nya beberapa kali di malam ini. Sampai Alya merasa lelah dan tertidur.
"Apa yang ada dipikiranku. Kenapa aku selalu bernafsu dengan wanita ini. Padahal ia masih belia. Tapi aku tak pernah puas melakukannya. Aku selalu ingin mengulang penyatuan tubuh kami"gumam Tian sambil mengusap pelan rambut Alya yang sedang tertidur karena kelelahan.
******************
Jangan lupa like, koment dan vote nya
Terima Kasih*
selalu suka deh..
jadi bingung mau komen apa..
sedikit saran, kata2 percakapan di novel ini lebih diperhalus lagi..
terutama jika anak berbicara dg ibunya seharusnya gak pakek "lu-gue" begitu jg sebaliknya..
kalo sesama anak sih, ya bisa dimaklumi lah..
trus cerita Alexa-Rendi gak lanjut di sini ya mam?
oke deh, lanjut next novel..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞