Karena sebuah kesalahpahaman membuat Arif jadi membenci Rara, beberapa tahun mereka berpisah akhirnya keduanya kembali di pertemukan lagi, namun rasa benci arif semakin bertambah, tatkala orangtua nya memaksa diri nya untuk menikahi rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 07
arif pun hanya mengangguk anggukkan kepala nya tanpa bersuara. entah apa yg di pikirkan nya namun ia nampak terlihat bingung, dan ada raut kecemasan di wajahnya.
****
jam makan siang pun tiba, namun nampak rara tak bergeming dari tempat duduknya.
"ra' kamu kenapa, kamu sakit" ucap karyawan tersebut
"hehe tidak, saya baik-baik saja" ucap rara
"kalau begitu ayo kita ke kantin" ucap salah satu karyawan.
"kakak duluan saja, aku akan menyusul nanti" tutur rara
para karyawan hanya mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan rara.
sementara di kantin tampak kakak dari arif, celingak celinguk sedang mencari seseorang siapa lagi kalau bukan rara. "rara kemana ya padahal kan aku mau mengajak dia makan siang bertiga dengan arif" gumam fahri dalam hati.
"kak fahri sedang mencari siapa, dari tadi Arif perhatikan kakak sedang mencari seseorang ya" ucap arif seraya memperhatikan kakaknya
tak sengaja arif dan fahri mendengar gosip dari para karyawan yg sedang lewat bahwa keadaan rara sekarang tidak sedang baik-baik saja,
"sepertinya karyawan baru itu sedang sakit, wajah nya terlihat sangat pucat" ucap salah satu karyawan, yg tak sengaja lewat disamping fahri dan arif
sontak fahri kaget pria itu buru-buru pergi mau menemui rara, namun langkahnya terhenti ketika iya melihat sosok yg iya khawatirkan berjalan dengan langkah yg sedikit pincang. pandangan arif pun tak terlepas dari rara, rara yg di tatap dingin oleh arif nampak ada rasa takut di hatinya.
"rara sepertinya kamu sakit, wajahmu kenapa pucat sekali, ayo kemarilah biar aku pesankan makan siang untuk mu" ucap fahri
"ehh tidak perlu kak, lagi pula saya sudah janji mau makan siang dengan teman-teman saya" tolak rara.
"tidak ada penolakan, ayo kemarilah" fahri segera meraih tangan rara untuk menunutunnya duduk, rara tak bisa menolak, sedangkan para karyawan yang lain sontak di buat kaget karena kedekatan atasannya dengan rara.
"astaga Rara kaki mau, kenapa seperti ini, kakimu bengkak dan berwarna biru, dan kamu bilang kamu baik-baik saja, apanya yang baik jika seperti ini" ucap fahri
arif tak bergeming sama sekali ia hanya memperhatikan drama yg di buat rara
"cihh,omong kosong" gumam nya dalam hati
arif nampak tak bergeming ia hanya fokus memakan makanannya sembari membaca pesan di hp nya. sedangkan nampak rara merasa canggung dengan situasi saat ini.
"ra' makanannya di makan" ucap fahri
"I..i iyya kak" balas rara dengan nada yg gugup
nampak ada rasa kecewa di hati rara karna arif sama sekali tak menanyakan keadaannya, padahal yg membuat keadaannya seperti ini iyalah arif,
"kak, Arif permisi duluan ya" ucap arif sembari berlalu pergi meninggalkan fahri dan rara
fahri hanya menghela nafasnya berat dan sedikit menatap adik nya dengan tatapan dingin, namun arif tak menggubrisnya.
"Rara kakak harap kamu bisa memahami sikap Arif" ucap fahri
"hehehe Rara paham" ucap rara
"oh ia, besok ayah dan ibu ku mau datang" ucap fahri penuh semangat
"benarkah, aku sangat merindukan mereka, sudah sangat lama semenjak kakak dan keluarga kakak memutuskan untuk pindah" ucap rara dengan semangatnya.
"mereka juga sama sepertimu, " ucap Fahri tak lupa menyematkan seulas senyum di bibir nya
.
..
jangan lupa terus dukung Novel ini ya teman-teman
terus semangat buat novel,,ku doain semoga nanti jadi penulis terkenal 🥰
Lea minta maaf ya...
kangen selalu sama kalian...