"Aku tidak pernah mencintaimu, bahkan Aku tidak pernah menginginkan dirimu. Kau adalah gadis desa, gadis desa yang tidak pernah mengerti Bagaimana kehidupan orang kota!" seru Guntur.
"Tapi tidak harus seperti ini, Mas. aku bisa belajar beradaptasi, bahkan aku bisa belajar untuk menerima segala kekurangan dan kelebihanmu Mas!" seru Rima.
"Aku tidak pernah memiliki kekurangan. dan jangan main-main kau mengatakan mengenai kekurangan ku!" seru Guntur.
Hik..
Hik..
"Tapi, mas. apa kesalahanku hingga kau langsung menceraikan aku. Baru tadi pagi kita menikah!" seru Rima yang menangis tersedu-sedu.
Bagaimana kehidupan Rima yang akan terjadi selanjutnya pernikahan yang seumur jagung kemudian tiba-tiba dia harus menjadi janda akankah Rima bertemu dengan pria yang lebih baik.
**Revisi dari novelku mengejar cinta sang mantan yang tidak berlanjut**
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.8
Di tempat lain
BRAKKK...
BRAKKK...
DOR..
DOR...
beberapa tembakan sudah terdengar
"Bawa dia pergi!" seru Javier.
"Baik, tuan."
Harold yang kemudian membawa seorang pria pergi.
Beberapa tembakan sudah diberikan oleh Javier kepada salah satu anak buahnya yang berkhianat, dia tidak peduli dengan cara apapun dia tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk menghancurkan dirinya atau menghianatinya.
"Siapapun yang berusaha untuk menghianatiku maka dia akan berakhir di pemakaman, berani sekali dia melakukannya dia sudah membuatku hampir mengalami kerugian." ucap Javier yang kemudian berusaha untuk melakukan sesuatu.
Setelah selesai dengan semua pekerjaannya pria itu nampak berdiri, dia menatap sebuah ruangan kosong tempat dia memberikan hukuman kepada anak buahnya yang berkhianat.
"Tuan." Panggil Harold yang sudah berada di tempat itu.
Tatapan Harold menatap Javier yang berdiri dengan memakai semua pakaian kebesarannya. ternyata selama ini pria itu selalu saja berpura-pura mengalami lumpuh untuk menjebak orang-orang yang sudah membuatnya mengalami kecelakaan waktu itu.
"Apakah kamu sudah melakukan semua yang Aku perintahkan, Harold?" tanya Javier kepada Harold.
"Sudah Tuan, Saya sudah melakukan sesuai yang anda perintahkan." jawab Harold yang kemudian diam.
Semuanya ternyata hanyalah permainan yang dilakukan oleh Javier. "Seandainya Nona Sahara mengetahui kalau anda tidak pernah mengalami kelumpuhan, kemungkinan saja wanita itu akan sangat marah." cakap Harold kepada Javier.
"Sudahlah Harold, jangan biarkan wanita itu mengetahui mengenai semua ini. dengarkan aku baik-baik, Aku ingin kamu mengikuti aku ke suatu tempat aku ingin mereka semuanya hancur. wanita brengsek itu sudah membuatku hampir mengalami kematian." Javier yang kemudian mengajak Harold pergi ke suatu tempat.
Langkah kaki Javier terlihat keluar dari sebuah ruangan langkah kakinya berjalan memasuki sebuah tempat.
"Lepaskan, lepaskan!!" seru seorang wanita yang berteriak begitu histeris.
Javier yang melihat hal itu nampak dia tersenyum dengan semua yang dia lakukan "Bagaimana, Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Javier yang terlihat menatap seorang wanita yang juga sudah mengkhianatinya.
"Dasar pria brengsek, Aku tidak akan pernah memaafkanmu!" teriak seorang wanita.
"Berikan aku pistolnya, Harold." minta Javier kepada Harold. entah apa yang ada di pikiran pria itu, nampak salah satu tangannya sudah memegang pistol dengan semua pemikiran yang sudah dia rencanakan.
"Berani sekali kamu menghianatiku, maka aku akan memberikanmu hukuman." jawab Javier.
"istrimu yang memintaku, bukan aku. Aku tidak melakukan apapun!!" teriak si wanita.
Senyum yang begitu jahat ditunjukkan oleh Javier ketika wanita yang membantu istri Javier membuat Javier kecelakaan. "Kalau begitu kamu harus mengatakan sendiri kepadanya Jika kamu bertemu dengannya." jawab Javier yang kemudian tersenyum.
DOR...
DOR...
peluru langsung menembak dada seorang wanita. Dua peluru itu langsung menghempaskan si wanita dengan dua tembakan.
Di tempat lain
"Apakah hari ini Nona akan keluar?" tanya kepada Jeremy kepada Sahara.
"Tidak, Memangnya ada apa?" tanya Sahara kepada Jeremy.
"Besok pagi saya akan menjemput Nona, karena tuan Javier meminta saya untuk menjemput anda dan Tuan Javier besok pagi." ucap jaremi kepada Sahara.
"Apakah pria itu memintamu untuk menyelesaikan berkas lagi?" tanya Sahara kepada Jeremy.
Pria itu hanya menganggukkan kepalanya, terlihat tatapan mata Jeremy menatap Sahara yang matanya sembab.
"Apakah wanita ini habis menangis? aku yakin kalau Tuan Javier habis menyakitinya lagi." ucap Jeremy dalam hati sambil menatap wajah Sahara.
"Apakah saya boleh bertanya Nona?" tanya Jeremy kepada Sahara.
"Memangnya ada apa?" tanya Sahara balik.
"Saya minta anda jangan terlalu sakit hati kepada Tuan Javier, karena sebenarnya Tuan Javier adalah pria yang baik. namun setelah peristiwa itu tiba-tiba sikap Tuan Javier sudah berubah total." terlihat Jeremy berusaha untuk membuat Sahara tetap berada di rumah tersebut. karena dia yakin kalau Sahara adalah wanita yang terbaik untuk majikannya itu.
"Apakah kau takut aku akan melarikan diri, Jeremy?" tanya Sahara kepada Jeremy.
Tatapan mata Jeremy menatap Sahara. terlihat jelas kalau wanita itu sedang menyembunyikan sesuatu.
"Kau tahu Jeremy, Aku adalah seorang janda. janda yang sudah dinikahi beberapa jam yang lalu, tiba-tiba beberapa jam kemudian aku langsung ditalak dan diceraikan. Menurutmu apakah aku mempunyai tujuan hidup? aku ingin sekali membuat sebuah kebahagiaan di hidupku." ucap Sahara yang terlihat menatap sesuatu..
"Aku tidak bermaksud mengatakan hal itu ataupun ingin mengetahui masa lalu Nona, namun saya ingin Nona tetap berada disini karena Ronald sangat membutuhkan anda." ucap Jeremy kepada Sahara.
"Tenanglah Jeremy, aku tetap akan berada ditempat ini. aku tidak akan pernah meninggalkan Ronald karena sesuatu apapun, aku tidak peduli dengan sikap yang ditunjukkan oleh majikan mu itu padaku. namun yang jelas tujuanku sekarang adalah Ronald, Aku tidak mempunyai keluarga karena aku adalah yatim piatu semenjak aku beberapa tahun yang lalu." jawab Sahara.
Jeremy menatap wajah Sahara, pria itu sedikit tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh Sahara. Bagaimana tidak, kehidupan yang begitu pahit di lalui Sahara semenjak dia masih kecil. namun sekarang yang terjadi malah wanita itu seperti mendapatkan kepahitan yang selalu mendera hidupnya.
"Apakah Nona tidak ingin dicintai oleh Tuan Javier?" tanya Jeremy kepada Sahara.
"Tidak akan tidak akan ada cinta di antara kami, Jeremy." jawab Sahara yang kemudian meninggalkan pria itu.
Tatapan mata Jeremy begitu sendu saat mendengar jawaban dari wanita itu.
"Tidak akan ada cinta di antara kami, ternyata nona Sahara benar-benar yakin kalau mereka berdua tidak akan mempunyai perasaan sama sekali." ucap Jeremy yang kemudian pergi dari rumah tersebut.
Pagi telah menjelang, Jeremy sudah datang ke perusahaan. pria itu datang bersama dengan Javier yang ada di kursi roda bersama dengan Sahara.
"Selamat pagi Tuan, Nyonya!" seru para pekerja yang ada di perusahaan. Sahara tersenyum kepada para pekerja yang ada di perusahaan itu, senyumnya begitu menawan hingga membuat para pekerja pria nampak menatap Sahara dengan tatapan yang begitu mengharap.
"Ternyata wanita itu begitu disegani di perusahaan ini, Lihatlah dia selalu menebar senyum dan para pekerja yang ada di sini terlihat begitu menghormatinya." ucap Javier yang menatap langkah kaki Kania terlebih dahulu.
Wanita itu tidak ingin berjalan berdampingan dengan Javier, karena pria itu selalu menolak jika dirinya mendorong kursi roda Javier ataupun memberikan belas kasihan kepada pria itu.
"Nona Sahara!" seru seorang pria kepada Sahara. wanita itu menghentikan langkah kakinya, tatapan matanya menatap seorang pria yang telah memanggilnya.
"Iya ada apa?" tanya Sahara kepada pria itu.
"Tuan Samuel."
Sahara yang menatap wajah seorang pria.
Samuel adalah salah seorang yang menanam saham yang ada di perusahaan Javier.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam