Terbiasa hidup dijaga oleh pengawal pribadinya yang tampan, membuat Ellena diam-diam menaruh hati pada pria itu. Namanya Marco, dan usianya jauh lebih matang dari Ellena.
Saat tahu pengawalnya sudah dijodohkan, Ellena menyusun rencana licik untuk menjebak Marco agar menikahinya. Akankah Ellena berhasil menjerat Marco dengan tali pernikahan impiannya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MSP # Bab 8
Elena dan Marco tidur di kasur yang sama. Hanya saja, Marco memberi batasan agar mereka tidak saling mengganggu satu sama lain. Dengan patuh, Ellena tidur di bagiannya sendiri. Walaupun kasur Itu sangat sempit, tapi dia juga tidak mau kalau sampai Marco tidur di lantai.
Suara berisik dari para tetangga, membuat tidur Elena terganggu. Gadis itu mengerjapkan mata dan meraih benda tipis di samping tempat tidurnya.
Baru jam lima pagi tapi tetangga sudah pada berisik. Baru kali ini Elena terganggu karena tetangga karena biasanya di rumah mewah sang ayah hampir tidak pernah dia bertemu langsung dengan para tetangga.
Ellena mendengarkan dengan seksama apa yang para tetangga itu bicarakan. Dia menguping di pintu karena jelas sekali mendengar nama Marco disebut. Ternyata, mereka sedang menggosipkan sesuatu, dan dialah yang menjadi bahan gosip itu.
Marco yang sudah bangun, kini bergerak mendekati Ellena yang masih asyik menajamkan telinga. Dia juga penasaran dengan apa yang sedang didengarkan oleh istrinya itu. “Kamu lagi ngapain?” tanya Marco yang membuat Ellena terlonjak kaget dan hampir jatuh, tapi beruntung Marco langsung menangkapnya.
Mata Elena dan Marco saling bertemu. Sebagai wanita, Elena tentu sangat bahagia bisa dekat dengan laki-laki yang dicintainya.
“Kak Marco bikin kaget aja sih,” kata gadis itu malu-malu.
Marko melepaskan pelukannya pada tubuh Elena yang hampir terjatuh. Dia juga merasa canggung karena sebenarnya berdekatan dengan Elena membuat dadanya berdebar keras. Mungkin karena Elena sudah resmi menjadi istrinya.
“Emangnya kamu lagi apa sih sampai segitunya?” tanya Marco demi menghilangkan rasa gugup yang sedang menerpanya.
Dia tahu, sebagai suami Marco harus bisa belajar mencintai Elena meskipun mereka menikah karena terpaksa. pernikahan mereka sudah terjadi dan semua itu karena kesalahan mereka sendiri. Walau faktanya Marco tidak tahu jika sebenarnya pernikahan mereka terjadi karena ambisi dan rencana dari Elena.
“Mereka lagi ngomongin kita,” jawab Elena dengan malas. Gadis itu kembali ke kasur dengan wajah sedih.
“Nggak usah dipikirkan. Biar aku yang ngomong sama mereka.” Marco langsung keluar dari rumah untuk menemui para tetangga yang membuat istrinya merasa kesal.
Ellena cukup terkejut dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Dia tidak menyangka jika Marco akan langsung bertindak untuk melindunginya.
Marco menjelaskan pada tetangganya itu bahwa Elena sudah menjadi istrinya yang sah sekarang. Mungkin para tetangga itu memang belum tahu karena pernikahan Ellena dan Marco juga sangat mendadak.
Sebuah sikap yang Marco tunjukkan itu membuat Elena semakin mencintai laki-laki itu. Dia yakin bahwa bersama Marco pasti semuanya akan terlewati dengan indah.
***
Ellena mulai menyesuaikan diri dengan kehidupan Marco. Gadis itu yakin bahwa hidup sederhana dengan sang suami bukanlah sesuatu yang sulit.
Jika Elena dan Marco biasa saja menjalani kehidupan pernikahan mereka yang sederhana, reaksi Tuan Aland justru sangat berbeda.
Sejak kecil Ellena sudah terbiasa dengan kehidupan yang mewah, oleh karena itu Tuan Aland mendatangi tempat kost Marco dan Elena.
Mobil mewah milik Tuan Aland itu berhenti di depam halaman rumah kost Marco. Lalu, dengan sigap Marco menghampiri sang mertua dan mengarahkan para pengawalnya untuk parkir.
Dengan penuh wibawa, Tuan Aland masuk ke rumah menantunya untuk menemui sang putri yang kini menjadi istri dari pengawalnya sendiri.
“Papa.” Ellena memeluk sang ayah dengan penuh rasa rindu.
Mereka lalu berbincang di dalam kamar kost Marco yang terbilang sempit untuk ukuran seorang Tuan Aland. Tanpa banyak basa-basi, Tuan Aland mengatakan tujuannya datang menemui mereka.
“Kenapa harus tinggal di sini sih? Papa kan cuma punya kalian. Kalau bukan kalian yang menemani papa, lalu siapa lagi?” tanya Tuan Aland dengan sedih.
Ellena menatap suaminya. Jika boleh memilih, sebenarnya dia ingin tinggal bersama ayahnya, tetapi Elena sadar bahwa dia sekarang sudah menjadi tanggung jawab Marco. Jadi, di mana pun Marco tinggal, maka di sanalah dia ikut tinggal.
“Terima kasih, Pa. Tapi maaf, aku dan Ellena ingin belajar hidup mandiri. Supaya kami bisa memulai kehidupan rumah tangga kami dengan baik.”
“Iya, Pa. Aku minta maaf. Aku harus tinggal di sini bersama Kak Marco, karena Kak Marco adalah suami yang harus aku hormati.”
Tuan Aland merasa bangga dengan putrinya. Setidaknya sekarang Elena bisa bersikap lebih dewasa. Oleh karena itu, laki-laki itu akan menerima dengan lapang dada segala keputusan yang dibuat oleh putri dan menantunya.
Marco tersenyum bangga pada sang istri. Dia sangat yakin, gadis manja itu perlahan-lahan akan berubah semakin lebih baik.
***
Kembang kopinya dong 💋💋
sana sama Otor aja... pasti mau dia...