WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lima belas
...aku ingin bertemu dengannya setiap hari dan mencari alasan apapun asalkan aku bisa melihatnya....
...Apa itu berarti aku menyukainya?" Jeff balik bertanya pada Damian....
..."Jika kau memang menyukainya maka ungkapkan. Kau tidak bisa melarangnya untuk tidak dekat dengan pria lain, sedangkan kau tidak memiliki hubungan dengannya. Setidaknya kau harus mengikatnya agar dia tahu jika dia adalah milikmu dan tidak ada seorang pun yang boleh mendekatinya."...
...Jeff terdiam mendengar itu. Sebelum akhirnya berkata....
..."Apa aku harus mengikatnya di kamarku, lalu menanamkan benihku di tubuhnya agar dia tahu jika aku ingin dia menjadi milikku?"...
...Damian terperangah mendengar itu. "Jeff, kau gila?...
...Maksudku tidak begitu!" Damian mulai sedikit kesal....
..."Jika kau melakukan itu dan memaksanya, maka gadis itu tidak akan membalas perasaanmu. Dia akan membencimu seumur hidupmu!"...
..."Lalu aku harus bagaimana?" Jeff juga mulai kesal karena Damian tidak menjelaskan dengan detail. "Kau tahu sendiri jika aku tidak pernah berkencan, berkenalan dengan wanita saja aku sangat malas!"...
...Damian menghela napas berat. "Kau harus menyatakan perasaanmu. Lalu menjalin hubungan dengannya sebagai sepasang kekasih."...
..."Baiklah. Aku akan melakukannya besok."...
..."Kau tidak bisa langsung mengatakannya dengan begitu saja, Jeff!"...
...Damian mengacak rambutnya frustasi. Jeff benar-benar menguras emosinya....
..."Kalian harus pendekatan lebih dulu, dan buat gadis itu juga memiliki perasaan yang sama denganmu agar kau tidak cinta sebelah pihak. Itu akan sangat menyakitkan."...
..."Baiklah. Tidak perlu marah-marah begitu, kau sama seperti anjingku jika begitu."...
...Jeff bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari ruangan itu....
...Damian mengumpat di dalam hatinya. "Andai saja kau tahu jika anjing itu lebih cocok untukmu." Damian pun juga ikut keluar dari ruangan itu....
...***...
...Sabrina membereskan rumahnya dari pagi tadi....
...Dia memiliki janji untuk mentraktir Jeff makan siang, jadi urusan pekerjaan rumah di selesaikan sejak pagi....
...Jika tidak begitu maka Gita tidak akan mengizinkan Sabrina keluar....
...Tepatnya pukul setengah dua belas siang, ponsel Sabrina kembali berdering dan kini ada panggilan masuk dari Jeff....
...Sabrina yang sedang menyisir rambutnya itu pun meraih ponselnya dan mengangkatnya....
..."Aku sudah di depan rumahmu. Apa aku harus masuk atau menunggumu di luar saja?"...
...Sabrina membulatkan matanya. Dengan cepat dia berlari ke arah balkon untuk memastikan jika apakah Jeff benar-benar ada di depan rumahnya atau tidak. Jika benar, habislah dia nanti....
..."Jeff, apa yang kamu lakukan di sana? Tunggu aku di dalam mobilmu saja. Jika bisa tunggu di depan kompleks sana!" Sabrina melihat Jeff yang benar-benar berdiri tepat di depan rumahnya. Pria itu malah melambaikan tangannya....
..."Kau serius? Jadi aku harus menunggumu di dalam mobil saja?"...
...Sabrina mengangguk dan Jeff bisa melihatnya. "Cepat masuk ke dalam mobilmu. Jika tidak maka aku bisa terkena masalah, Jeff."...
...Sabrina melirik pintu rumahnya yang tertutup. Dia takut jika Gita atau Sherly tiba-tiba keluar dan melihat Jeff....
...Jeff yang masih bingung itu akhirnya memilih menurut. Dia segera melangkah untuk masuk ke dalam mobilnya....
...Sabrina bernafas lega melihatnya. Dia pun segera bergegas untuk menghampiri Jeff sebelum Ibu dan adiknya melihatnya....
..."Kenapa kau seperti buru-buru sekali?" tanya Jeff saat Sabrina sudah berada di dalam mobilnya....
..."Tidak apa-apa. Ayo jalan saja." Sabrina masih melirik pintu rumahnya. Sebelum akhirnya Jeff mulai melajukan mobilnya....
...Jeff melirik penampilan Sabrina hari itu. Gadis itu tetap memakai pakaian lengan panjang, namun kali ini dia hanya memakai rok mini selutut....
...Jeff menahan dirinya agar tak menatap paha mulus Sabrina yang sedikit terekspos....
..."Kenapa kau memakai rok yang pendek sekali? Biasanya kau memakai celana jeans."...
...Sabrina melihat roknya sendiri. "Ah, iya. Aku hanya ingin memakainya karena sudah lama tidak menggunakannya."...
..."Itu sangat pendek. Apa kau ingin orang lain melihatnya?"...
...Sabrina mengernyitkan keningnya. "Ini tidak terlalu pendek, memang segini ukurannya. Aku tidak ada niat agar di perhatikan orang lain, Jeff." Sabrina tertawa kecil....
...Jeff menyipitkan matanya. "Pakai jas milikku nanti saat keluar dari mobil ini. Aku tidak suka jika ada yang melihat kaki mulus mu itu." Lebih tepatnya paha mulus Sabrina, batin Jeff....
...Sabrina merasa sedikit aneh namun dia mengabaikannya. "Ya, terserah kamu saja."...
aku suka
aku suka🥰