NovelToon NovelToon
Ternyata Istriku Selingkuh

Ternyata Istriku Selingkuh

Status: tamat
Genre:Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:248.3k
Nilai: 5
Nama Author: Amallia

Elvan begitu mencintai istrinya. Begitu juga istrinya yang sangat mencintainya. Namun, setelah menikah tiga tahun lamanya, Clara yang merupakan istri Elvan mulai berubah sikap. Di sela-sela rumah tangganya yang tak baik-baik saja, Elvan terjebak satu malam bersama Rania yang merupakan office girl yang bekerja di kantornya.

Akankah Elvan mempertanggung jawabkan perbuatannya? Ataukah dia tetap pada pendiriannya untuk tetap setia dengan istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode.8

Walaupun Bu Rosma kurang suka dengan Clara, namun saat acara arisan di rumahnya, Bu Rosma mengundangnya dan juga Elvan. Bu Rosma ingin memperlihatkan kepada teman-temannya bahwa rumah tangga anaknya baik-baik saja walaupun belum di berikan keturunan.

Sejak tadi Bu Rosma sibuk bersama pembantuannya membuat puding, es buah, dan beberapa menu lainnya, Clara tampak santai dan sama sekali tidak membantunya.

Bu Rosma menatap Clara yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.

''Hei, ayo bantuin! Kamu itu seorang istri loh. Harusnya kalau berkunjung ke rumah mertua itu bantu-bantu, bukan hanya duduk saja,'' ucap Bu Rosma menasihati Clara.

''Tapi aku tidak bisa,'' ucap Clara.

''Memangnya kamu kalau di rumah ngapain? Masa cuma bantu-bantu saja tidak bisa.''

''Ada apa ini?'' ucap Elvan yang baru muncul. Kebetulan tadi habis bersantai di luar.

''Ini loh istri kamu. Masa suruh bantuin Mamah saja tidak bisa.''

''Mah, aku menjadikan Clara istri itu sebagai ratuku, bukan sebagai pembantu. Jadi wajar saja kalau dia tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah,'' ucap Elvan membela istrinya.

''Mamah tidak tahu dengan cara pikir kamu. Jangan di butakan oleh cinta, Van. Setidaknya bimbinglah istri kamu agar bisa menjadi istri yang baik, cuma bisanya diam saja tidak bisa mengerjakan apa pun.''

Tentu Clara merasa tersinggung mendengar ucapan mertuanya.

''Mas, aku pergi saja,'' Clara mengambil tas miliknya, dan hendak beranjak dari duduknya, namun Elvan memegang tangannya.

''Sayang, jangan tersinggung dengan ucapan Mamah. Kamu jangan pulang dulu ya! Lebih baik sekarang kita istirahat saja di kamar,'' Elvan mencoba untuk membujuk istrinya.

''Baiklah,'' ucapnya dengan terpaksa.

Elvan menggandeng tangan istrinya. Mereka pergi ke kamar atas yang dulu merupakan kamarnya sebelum dia menikah.

Sesampainya di kamar, Elvan mencoba merayu istrinya agar tidak marah.

Bu Rosma yang hendak kembali ke dapur, tak jadi saat mendengar ada seseorang yang datang. Bu Rosma pergi ke depan. Ternyata yang datang itu Rania.

''Eh Nak Rania, ayo masuk!'' ucap Bu Rosma dengan ramah.

''Terima kasih, Bu.'' Rania mengikuti Bu Rosma masuk ke rumah.

Bu Rosma mempersilakannya untuk duduk.

''Nak Rania mau minum apa?''

''Tidak usah reot-repot, Bu. Lagian saya hanya datang sebentar mengantar kue.''

''Lama juga tidak apa-apa. Saya ke belakang dulu ya sebentar,'' Bu Rosma berlalu pergi menuju ke dapur.

Hanya beberapa menit saja kini Bu Rosma sudah kembali dengan membawa nampan berisi air minum dan puding buatannya.

''Nak Rania, ini di minum dulu,'' ucapnya dengan ramah.

''Saya jadi tidak enak nih sudah merepotkan.''

''Tidak sama sekali, Nak.''

Bu Rosma mengambil plastik putih berisi kue yang ada di atas meja, setelah di buka ternyata jumlahnya lebih satu.

''Ini kok lebih?''

''Saya sengaja melebihi satu untuk bonus buat ibu,'' ucapnya.

''Wah terima kasih, Nak. Bakal jadi langganan nih sepertinya.''

''Syukurlah. Saya senang kalau mempunyai pelanggan tetap.''

Rania sangat senang karena Bu Rosma sangat ramah. Walaupun mereka beda status sosial, namun Bu Rosma tidak memandang perbedaan itu.

Mereka masih asyik mengobrol Namun tiba-tiba obrolannya terhenti saat kedatangan Elvan.

''Wah ada kue, sepertinya enak tuh,'' ucap Elvan sambil menatap ke arah meja. Elvan belum menyadari jika wanita yang bersama ibunya itu Rania. Karena posisinya yang duduk membelakanginya.

Rania merasa seseorang yang tadi berbicara suaranya sangat familiar.

''Enak dong, Mamah juga suka semua kue ini,'' ucap Bu Rosma.

Bersamaan dengan Elvan yang hendak mendekati ibunya, Rania menatapnya. Rania terlihat terkejut melihat Elvan disana. Begitu juga dengan Elvan yang tak menyangka bahwa mantan office girl-nya itu datang ke rumahnya.

''Rania, sedang apa kamu disini?'' tanya Elvan.

''Kalian saling kenal?" Bu Rosma bertanya sambil menatap keduanya secara bergantian.

''Iya,'' ucap Elvan.

''Tidak,'' ucap Rania.

Kebetulan keduanya menjawab secara bersamaan.

''Wah yang benar yang mana nih? Iya atau tidak?''

''Rania ini mantan office girl di kantorku, Mah.'' ucap Elvan yang kini sudah duduk di sebelah ibunya.

''Benarkah? Kamu ini wanita hebat, Nak. Saya salut sama kamu, apalagi kamu ini pintar membuat kue. Tapi kenapa kamu resign dari kantor anak saya?'' Bu Rosma bertanya kepada Rania.

''Saya hanya ingin membuat usaha sendiri, Bu.''

''Saya semakin kagum sama kamu. Kamu rela resign dari kantor anak saya yang sudah jelas setiap bulannya dapat gaji, demi membuat usaha yang di rintis dari nol yang pendapatannya juga belum tentu. Sunggu beruntung lelaki yang menikahimu kelak, Nak.''

''Ibu terlalu berlebihan menilai saya. Saya ini hanya orang miskin, Bu.''

''Tapi kamu ini bisa sukses loh. Kamu punya potensi, Nak.''

''Amin, Bu. Semoga saja saya di beri kesempatan untuk menjadi orang sukses.''

Elvan hanya menyimak pembicaraan mereka. Dia juga memperhatikan ibunya. Tidak pernah ibunya menyanjung istrinya seperti itu. Tapi sekarang terang-terangan menyanjung Rania yang memang baru di kenalnya.

Kini mereka sudah selesai mengobrol. Bu Rosma juga sudah membayar kue pesanannya.

''Bu, saya pulang dulu ya,'' ucap Rania berpamitan.

''Biar Elvan antar ya, Nak. Lagian kasihan kalau kamu jalan kaki.''

''Tidak usah, Bu. Lagian saya biasa jalan kaki,'' ucapnya.

‘’Ayo! Biar aku antar saja,’’ ucap Elvan yang menyetujui untuk mengantar Rania.

“Ayolah terima saja! Lagian kalian sudah saling mengenal loh,” Bu Rosma terlihat sedikit memaksa.

Karena tak enak, akhirnya Rania mengiyakan tawaran itu.

“Baiklah, saya mau.”

Bu Rosma merasa senang karena Rania mau menerima tawaran itu.

Bu Rosma mengantar mereka hingga ke depan rumah. Saat kembali masuk, ternyata ada Clara yang baru turun dari tangga. Clara melihat mobil suaminya pergi keluar dari halaman rumah.

“Mah, itu Mas Elvan pergi?”

“Benar, dia pergi mengantar calon istri barunya.”

“Calon istri?” Clara terkejut mendengar penuturan mertuanya.

“Iya, habisnya punya istri cantik-cantik juga tidak bisa ngapa-ngapain. Ke dapur saja tidak pernah,” Bu Rosma sedikit menyindir Clara.

Clara meyakini jika yang di katakan oleh mertuanya itu hanya asal bicara, karena dia tahu jika mertuanya itu tidak menyukainya.

Elvan yang sedang mengemudi, sesekali menatap Rania yang duduk di sebelahnya.

“Ran, kalau butuh apa-apa jangan sungkan untuk meminta kepadaku. Aku ingin bertanggung jawab atas dirimu.”

“Kalau aku minta di nikahi, apa Pak Elvan setuju?”

Perkataan Rania tentu membuat Elvan terkejut. Spontan dia menghentikan mobilnya di pinggir jalan.

“Kamu tidak salah ucap?”

“Tidak, memangnya salah jika aku minta pertanggung jawaban dengan cara menikah?”

Elvan tampak memijat pelipisnya yang tak sakit. Dia bingung mau berbuat apa. Dia tidak mungkin berkhianat dari istrinya. Tapi, bagaimana dengan Rania?

Rania menatap Elvan yang tampak diam memikirkan sesuatu.

“Kenapa wajahmu tegang seperti itu? Aku hanya bercanda kok,” ucap Rania.

1
Selamet Turipno
WOI AUTHOR ANJING KATANYA JUDUL ISTR YG SELINGKUH INI MALAH BANYAK CERITA ELVAN DAN RANIA BENAR BENAR AUTHOR ANJING
Aldi ana
trs di genjot
Aldi ana
di genjot trs
hellena jsn
novel pertama Yang aku baca watak lelaki nya bodoh cam elvan...bkin malas baca Kalo watak kelewat bodoh
Aan Darian
Roy sama Clara... di rantau bareng wkwkkwkwk
Aan Darian
nak Tek tok nya... elvan tegas, Clara antagonis yg ngegemesin, Rania wanita yg polos tapi ga lebay, Bu Rosma pendukung yg baik...
Tokoh2nya kuat karakternya...
Aan Darian
enak Tek tok nya... elvan tegas, Clara antagonis yg ngegemesin, Rania wanita yg polos tapi ga lebay, Bu Rosma pendukung yg baik...
Tokoh2nya kuat karakternya...
Simon Tambun
Rania hamil lagi ya pasti dong...wong digenjot terus sama Elvan koq
Simon Tambun
Itu aja jadi pembahasan ya
Simon Tambun
Pasti biar sekalian ya maksud si Elvan
Simon Tambun
Diajak berhubungan badan aja biar mulut nya mendesah nggak diam terus seperti itu
Simon Tambun
Dasar Reno tukang ngadu dia itu...dulu sewaktu mau didekatkan sama Ningsih sok jual mahal
Simon Tambun
Asal aja bukan didasari sifat licik nya si Roy
Simon Tambun
Emang nya kenapa dengan status pembantu ya???
Simon Tambun
Ada-ada aja Ibu mertua dan menantu nya ini
Simon Tambun
Bingung si Reno nya ya..... Tapi si Ningsih cantik kagak menurut kamu Reno😂😂😂
Simon Tambun
Dengan anak mu apa dengan Rania istri mu😂😂😂
Simon Tambun
Gimana sih Bu Rosma ini...kalo sama Elvan anak nya nggak mungkin lah😁😁😁 pasti nya ke si Reno dong
Simon Tambun
Ningsih apakah akan sementara bekerja pada keluarga Elvan atau untuk selama nya yaaa
Simon Tambun
Terlalu betul kalau Elvian macam-macam ya Thor...karna semua tau kan bagian itu pasti ada jahitan nya😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!