NovelToon NovelToon
PEKA

PEKA

Status: tamat
Genre:System / Isekai / Indigo / Horor / Tamat
Popularitas:80.7k
Nilai: 5
Nama Author: oktiyan

Hanna seorang gadis indigo, terpaksa memainkan peran permainan hantu semacam bloody mary, demi mencari keberadaan raga teman baiknya dan sang guru yang tertinggal di camping bersama tanpa jejak.

Hanna dengan Ryan harus berkerja sama membantu dan mencari tahu, kenapa mereka diincar oleh arwah penasaran yang menginginkan jiwa mereka, akan tetapi melibatkan nenek tersayang Hanna hilang.

Hanna terpaksa memainkan permainan terkutuk melibatkan jin dan hantu, karena dua hal. Membantu kekasih Ryan yang hilang, dan mencari keberadaan sang nenek tersayang di waktu yang bersamaan.




Hanna dan Ryan, kembali berpetualang dengan berbagai banyak arwah negatif, sehingga akhirnya mereka mengetahui yang terjadi sebenarnya.

Yuks ikutin kisah Hanna!


Gift + Vote.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktiyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGLARIS MBAK KUNTI

"Nih minumnya! di minum dulu aja, kenapa emang kok bisa keringat dingin begitu?"

"Han, lo percaya ga kalau gue ngomong sesuatu?" tanya Ryan.

"Hanna, jangan panggil gue lagi Han, terlalu singkat nanti sama kaya manggil Hantu lagi."

"Nah kan, itu tuh! Hantu, gue habis lihat di toilet kampus." jelas Ryan, membuat tatapan diam Hanna.

"Trus, kalau emang ada. Gue harus jawab apa emangnya? setiap makhluk emang selalu ada dimanapun." jelas Hanna dengan santai.

"Duh, udah ga usah bahas lagi deh. Gue laper, tuh anak anak pada dateng." ujar Ryan yang menghentikan.

Hanna hanya menggeleng kepala, karena Ryan sosok pria cool ternyata takut Hantu dan sangat penakut. Dia yang memulai bicara soal Hantu, tapi dia juga yang meminta diam tidak bicara Hantu lagi.

"Kalian udah sampe, eh iya. Di kampus kita ada rumah makan baru loh. Keliatannya enak, malah tau gak. Tadinya kita mau pesen tapi antrinya rame deh. Ryan, Hanna ikut yuks! kita sengaja kemari sekaligus ajak kalian. Di tambah soal camping. Gue ada ide." ujar Siska.

"Wah, pas banget sih. Gue juga laper." ucap Ryan lebih semangat.

Tak lama mereka sampai di rumah makan ayam geprek Yon Yon. Lalu mereka masuk ke dalam hingga mereka mencari meja dan bangku yang kosong.

"Ayam geprek porsi jumbonya tiga bungkus, Yah. Sama satu minuman americano cappuchino dikit gula. Jan pake lama, tapi hati-hati yah, Mas. Jan ngebut-ngebut." Siska berucap cepat dan girang, lalu mematikan ponselnya.

Tapi Hanna menatap Ryan yang sedikit pucat, setelah ia duduk di sebelah Siska.

"Hanna, lo ngapain di situ. Ga mau pesen?" tanya Siska.

"Gue ga laper deh Sis, gue udah bawa bekel juga dari nenek." balas Hanna, ia terdiam dan seolah ingin pergi dari rumah makan itu.

Hanna memperhatikan sosok mbak kunti yang sangat besar, mengelilingi beberapa pengunjung yang sedang antri. Sehingga Hanna melihat sebelah rumah makan sunda yang terlihat sepi dan itu tertutupi oleh kain mbak kunti.

'Astagfirullah! seperti inikah dunia usaha dengan cara yang tidak baik.' batin Hanna.

'Dia juga sama sepertimu. Dia adalah manusia yang tersesat di alam ini. Mereka memeliharaku demi sebuah duniawi.' bisik mbak kunti pada telinga Hanna. Tapi Hanna tetap fokus seolah tidak mendengar mbak kunti berbicara padanya yang memutarinya.

'Aku tahu kamu melihatku kan. Hihihiiii, Hannaaa ...' suara bergema mbak kunti memanggil.

"Hanna, lo kenapa sih. Kok diem aja?" teriak Siska, membuat Hanna sadar.

"Gue ada perlu sebentar, gue cabut duluan ya!" ujar Hanna.

Sehingga kala itu Ryan yang melihat diam pucat ingin mengompol. Ia berteriak "Hanna, gue ikut!" Ryan mengejar Hanna, karena tidak sanggup melihat kunti yang tiba tiba memutar meja makan pengunjung.

"Dih aneh tuh dua anak, kok jadi deket sih mereka," lirik Siska pada Tono, dan Jamet yang sudah melahap ayam geprek.

"Waduh. Gue kek berasa di pilem pilem dong, buset rame bener ya, enak lagi nih ayam." girang Jamet. Dia lupa bahwa nyawanya sedang dalam masalah setelah makan dengan rambut mbak kunti, yang tidak terlihat.

"Hanna, kenapa lo kabur tadi? Ryan mengejar.

"Ga kenaapa kenapa gue, gue cuma mau mampir di rumah makan sunda aja. Laper gue, dan kelihatan ini aman aja buat gue makan."

"Tadi lo bilang bawa bekel, gue ikut deh. Tapi jujur sama gue. Lo lihat kan Hantu di rumah makan tadi?" tajam Ryan.

"Jangan dibahas lagi, gue laper Ryan. Gue yakin lo udah tau, dan gimana rasanya kalau mau makan ada sesuatu yang bikin ga enak diliat."

"True, ga nafsu makan. Pastinya, bu haji. Pesen makan sama kaya pesenan mbak ini ya." ucap Ryan melirik Hanna.

Setelah beberapa jam mereka makan, Siska dan Jamet serta Tono datang menghampiri.

"Dih, malah pacaran. Lo malah diem diem makan disini sih? jahat lo berdua." ucap Siska.

"Enggak, gue lagi pengen makanan sunda aja. Udah selesai juga nih kita, mau cabut tugas dimana jadinya?" ucap Hanna.

"Perpus ajalah." jawab Siska.

"Kalian tunggu sini ya! gue mau bayar dulu ke kasir." ucap Hanna, dan Ryan mengekor.

Tak lama saat mereka membayar, Hanna dan Ryan melihat sesuatu. Sosok itu seketika melangkahkan kakinya. Raut wajahnya seperti kebingungan. Sesaat mata Ryan bertemu tatap dengan sosok itu, sontak Ryan cengengesan. Pandangannya dipalingkan ke Hanna.

"Buset! Cewek, Han, cewek," ucap Ryan padahal takut, tapi ia gengsi karena banyak teman temannya dibelakangnya.

"Lalu?" tanggap Hanna.

"Bagus tuh ajakin *** ***. Mumpung sepi diujung, awokwow." Ryan bergurau.

Wanita itu sontak terlihat melangkahkan kakinya menuju Ryan.

"Aku melihat setan yang paling jahat di sini," tegas bisik Hanna.

"Eh buju buset. Jangan nakutin gitu napa. Bakal ngompol lagi gue nih." Ryan menoleh kiri kanan dan belakang. Waspada pada hantu yang dimaksud Hanna.

"Haaah .. Ngompol? Hantunya ada di samping kirimu. Diam jangan takut!" ujar Hanna, menatap Ryan. Sambil memberikan dua lembar uang hijau pada pemilik warung sunda yang sedikit kebingungan, kala melihat Ryan keluar keringat banyak.

"Temannya kenapa dek?" tanya ibu warung.

"Lagi sakit bu. Biasa, menceereeet dia." balas Hanna, lalu pamit. Ryan ikut lebih dulu ngacir.

Tbc.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aku mampir Kak😊😊semoga seru cerita'y..
mbak comel
sebenarnya hanna bahagia sih, end aslinya kenapa hanna menutup mata mungkin kebaikan hanna karena dia hamil setelah ryan benar benar pergi. asli sedih aku, tapi endingnya hanna menyusul jatuh kelautan mah wassalam atuh. nah jadi penasaran aziel anaknya hanna sama kaya dia indigo, nenek bungkuk siapa tor😣 merinding asli, tapi kepo moga ada season 2 ya
Miss GH: Tq akak😊
total 1 replies
mbak comel
duh begal pake topeng emang asli banyak daerah hutan yang sepi
cinta ariani
ending sad bener tor. aslinya ryan ada di dunia beda tengah hutan. cerita mistisnya kentel banget kaya asli kisah nyata.
Miss GH: iya, mau nambah bonchap liat nanti ya kak.
total 1 replies
cinta ariani
wah hanna kemana tor?
cinta ariani
mantan hianat eh jodohnya sama hanna yang dibenci 😆
mbak comel
sadis si black bunuh kekasih karena tak mau tanggung jawab. pelajaran bagi cewe berkarier jangan murahan😑
mbak comel
ending yang keren masuk akal serem sekali. terimakasih tor kau telah membuat cerita deg deg ser
Mery
duh serem kali .otifnya
alisa mayo
end
alisa mayo
hebat bisa horor aja aku suka alurnya loh tor.
boril
kena ketulah parah dosen pake guna guna. walah tambah dong tor
betie mboke
serius ini udah end kok aku maunya nambah ya
Maya
temen hanna udah metong aja.
Maria Ozawa
endingnya aku pengen nambah bonus dong tor
Bogor Kota
Happy bener ya .
Fadly
Kenapaalurnya keren tamat tor!aku baca lagi dari awal berasa puas dan kurang aja. Bonus bab dong
imam
Keren tiap endingnya ga ketebak dan serem asli. Dari mulai guna guna ketauan ini kaya dunia real dikampung.
Linda Motia
Kok end sih tor 🤭 lanjut dong! Part hanna lagi tor. Aku berkunjung ke new karya author. Pernikahan yang tertukar kan
Linda Motia
Pasti dosen gila nih berulah. Lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!