NovelToon NovelToon
Zafrina Mendadak Nikah

Zafrina Mendadak Nikah

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Pernikahan Kilat / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: emmarisma

Sekuel dari Menikahi Ibu Susu Baby Zafa


Terjebak dalam Friendzone membuat Zafrina dan Zico nyaman satu sama lain. Keduanya sama-sama memiliki rasa lebih tapi mereka ragu untuk mengungkapkan perasaan masing-masing.

Rian, papi Zafrina dan Zafa kakaknya berniat membuat kedua sahabat itu terbuka dengan perasaan mereka masing-masing. Namun karena sebuah kejadian Zafrina dan Zico dipaksa menikah.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Simak selengkapnya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Kedatangan Papa dan Mama

*****

Author POV

Sesampaimya di rumah, Zafrina langsung masuk ke dalam kamar. Dia ingin berkeluh kesah pada papanya tapi melihat jam yang ada di ponselnya ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang. Berarti di Indonesia waktu telah menunjukkan pukul 1 dini hari.

Di tengah kegalauan yang melanda Zafrina, ponselnya tiba-tiba berdering. Nama papa Gerry muncul di layar ponselnya. Hati Zafrina begitu senang ia segera mengangkat panggilan dari cinta pertamanya itu.

["Hai, Sayang."]

["Halo, Pah. Kenapa papa belum tidur?"]

["Mama ingin bicara padamu, sejak kemarin dia terus memikirkan dirimu, Sayang."] tak lama terdengar suara Dian yang begitu lembut.

["Sayang, apa kamu baik-baik saja?"]

["Inna baik-baik saja, Mah, bagaimana kabar mama?"]

["Mama sama baiknya denganmu. Apa kamu sedang ada masalah, Sayang?"]

["Kenapa mama seperti peramal, selalu tahu apa yang terjadi padaku. Mama, Inna sedang bingung, Mah. Apa yang sebaiknya Inna lakukan?"] Zafrina terisak lirih, ia bingung harus mengatakan apa pada mama dan papanya tentang ia yang akan dinikahkan oleh papinya.

Dian yang mendengar suara isak tangis putrinya langsung panik dan cemas. Gerry mengambil alih ponselnya.

["Hai, Sayang, Bisakah kamu cerita pada papa, apa yang terjadi padamu? apa papi dan kakakmu tidak bisa menjagamu dengan baik?"]

["Bukan begitu pah, Mereka menjagaku dengan sangat baik, hanya saja... "] Zafrina diam dan tampaknya sedang menimbang kata apa yang sebaiknya dia ucapkan pada papanya.

["Papa dan mama akan ke sana. Kamu tenang saja. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan."] Gerry seketika mengambil keputusan itu saat melihat istrinya. Dia tidak mau kesehatan Dian memburuk gara-gara kepikiran masalah putrinya.

Belum sempat Zafrina mengatakan semuanya pada papanya, Gerry sudah mematikan sambungan teleponnya. Dian terisak di samping Gerry. Dengan segala cara Gerry mencoba menenangkan istrinya. Meskipun hatinya sendiri diliputi kecemasan.

Zafrina berusaha menghubungi kembali papanya namun ponsel papanya tidak bisa dihubungi. Ia pun menghembuskan nafas panjangnya.

Sementara itu di Indonesia, begitu Gerry merasa Dian sudah tenang, ia menghubungi Sigit asistennya untuk segera menyiapkannya jet pribadinya. malam ini juga Gerry dan Dian akan berangkat ke negara A tempat dimana kedua putra dan putrinya berada. Dian menitipkan Zafia pada Zayn dan Judy. Tanpa memberitahu pada mereka alasan kenapa mereka pergi malam itu juga.

Setelah Sigit menghubungi para awak kru pilot, akhirnya pukul 5 pagi mereka berangkat ke negara A. Perasaan Gerry dan Dian sama-sama diliputi rasa was-was takut terjadi sesuatu pada Zafrina.

"Tenanglah, putri kita pasti baik-baik saja. Sebaiknya kamu tidur, jadi saat bertemu Inna kamu dalam keadaan sehat dan segar," ujar Gerry.

Dian menatap suaminya dengan tatapan mata sendu, tapi apa yang Gerry katakan ada benarnya juga. Semenjak operasinya dulu kondisi fisiknya tak lagi sama.

"Tapi aku mau mas menemaniku."

"Manjanya istriku," Gerry mencubit dagu Dian lalu mencuri kecupan dari bibir istrinya itu. Keduanya masuk ke kamar yang tersedia di dalam jet mewah milik Gerry.

Zafrina duduk termenung di kamarnya, pintunya diketuk dari luar. Gadis itu menoleh sesaat, namun tidak ada niatan untuk meembuka pintu.

"Sayang, ini mami."

"Pintunya tidak dikunci, Mi," kata Zafrina.

Mami Velia masuk ke kamar putri sambungnya dengan membawa nampan berisi menu makan siang Zarina. Wanita itu tersenyum melihat Zafrina yang tampak juga tak mengacuhkan dirinya.

"masih marah sama papi?" Mami Velia duduk di tepi Zafrina.

Zafrina menggangguk, lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Mami Velia. Dengan penuh kelembutan Velia mengusap kepala anak gadis itu. Velia sudah tahu mengenai masalah yang sedang di hadapi oleh Zafrina. Ia juga menyalahkan Rian karena terlalu gegabah mengambil sikap.

"Makan dulu ya," ujar Velia dengan lembut.

"Inna sedang tidak naf*su makan, Mi."

"Jangan seperti itu dong, Sayang. Nanti kalau Inna sakit mama Dian pasti sedih."

Dan alasan itu pasti selalu manjur untuk membujuk Zafrina. Gadis itu seketika bergerak meraih nampan yang tadi maminya letakkan di atas nakas. Zafrina mulai makan meskipun sedikit enggan untuk mengunyah. Mami Velia tersenyum senang, setidaknya Zafrina mau makan meskipun terlihat terpaksa.

Pesawat yang ditumpangi Gerry dan Dian tiba di bandara. Waktu menunjukkan pukul 3 dini hari. Namun sama sekali tidak ada raut lelah di wajah keduanya karena rasa cemas mereka lebih mendominasi.

"Tuan besar, tadi papa sudah memberitahu jika papa sudah membooking hotel untuk tuan beristirahat dan juga nyonya."

"jangan terlalu formal dengan kami, Vel."

"Tapi sekarang saya sedang bekerja, Nyonya," ucap Marvel seraya menunduk. Dian tersenyum pada pemuda itu. Ia lantas menepuk bahu Marvel perlahan.

"Tante sudah menganggapmu sebagai putra tante, jadi jangan terlalu formal seperti itu.

Marvel semakin menunduk malu, Gerry hanya tersenyum melihat interaksi istrinya itu dengan Marvel.

Dian dan Gerry akhirnya ke hotel yang sudah dibooking oleh Diego. Semenjak Diego bekerja untuk Gerry, ia diangkat menjadi kepala pengawal dan kini untuk urusan ke luar negeri atau pergi kemana pun Diego akan digantikan oleh Marvel putranya.

Keesokan harinya Gerry dan Dian mendatangi apartemen milik Zafa. Keduanya berencana ingin mengajak putranya terlebih dahulu.

Dian menekan bel pintu apartemen Zafa. Tak butuh waktu lama, Zafa membukakan pintu. Mata pemuda itu terbelalak. Namun tanpa menunggu waktu, Zafa segera memeluk Dian. Dian menitikkan air matanya saat mendekap anak susuannya itu.

"Mama merindukan kamu," bisik Dian lirih.

"Zafa juga sangat merindukan, Mama." Sudut mata pemuda itu tak urung menitikkan air mata. Sudah hampir 6 bulan mereka tidak bertemu. Hanya bertukar kabar lewat telepon atau sesekali video call.

"Masuk dulu, Mah, Pah." Zafa membukakan pintu apartemennya lebar.Marvel masih setia berdiri di belakang kedua majikannya.

"Kenapa tidak berkabar jika ingin kemari?"

"Kamu hafal betul sifat mama kamu ini 'kan? Kalau sudah panik selalu maunya sekarang kalau tidak dituruti pasti akan menangis sampai jatuh sakit." Gerry melirik sambil tersenyum, sementara Dian hanya mengerucutkan bibirnya.

Zafa tertawa melihat kemesraan mama dan papanya yang semakin hari semakin terlihat romantis.

"Ayo sekarang kita ke rumah Rian."

"Kamu bahkan sejak semalam belum makan, sayang," ucap Gerry meengingatkan.

"Mah, jangan buat kami khawatir, jika mama tidak makan maka Zafa tidak akan membawa mama bertemu Inna."

"Kalian papa dan anak sama saja. Suka sekali memaksa."

Zafa akhirnya membawa papa dan mamanya ke sebuah restoran terdekat. Meskipun malas Dian tetap mengisi perutnya karena dua pria posesif di depannya sudah melotot.

Setelah sarapan, Dian dan yang lainnya akhirnya berangkat ke Mansion Rian untuk bertemu dengan putri mereka. Selama dalam perjalanan Dian terus melamun. Gerry dan Zafa hanya bisa berinteraksi lewat tatapan mata.

Sesampainya di kediaman Rian, tanpa menunggu pintu dibukakan oleh Marvel, Dian langsung turun terlebih dulu. Gerry dan Zafa hanya bisa geleng kepala dengan tingkah Dian yang mudah cemas itu.

Dian menekan bel mansion Rian. Tak berapa lama pintu mansion di buka oleh kepala pelayan di mansion itu. Dengan sopan Dian menanyakan keberadaan putrinya.

Zafrina yang baru keluar dari kamar langsung berlari menuruni tangga saat sayup mendengar suara mamanya.

"Mama...." Zafrina langsung menghambur memeluk Dian.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Hai guys jangan lupa like komen dan Vote ya.

1
Ais NSP
Kisah ZZ ZafrinaZico dan keluarga besarnya dengan konflik ringan tapi seru. makasih kak othor sukses selalu dengan semua karyanya/Heart//Good//Rose//Kiss/
Yuni
karyanya bagus2 banyak penglaman yg bisa diambil Dr setiap veritable.. sehat2 truss kk Emma 💞💞💞💞
Yuni
kangen banget sama kk Emma..
Shifa Burhan
ini keegoisan yang selalu ada novel karya wanita, mudah mudahan author belajar
*saat suami tidak percaya istri, maka novel itu akan bawa2 asas kepercayaan dalam hubungan dan suami yang salah karena tidak percaya istrinya
*saat istri tidak percaya suami tetap saja suami yang salah, asas kepercayaan dalam hubungan langsung kalian buang, suami salah karena tidak bisa menjaga perasaan istri

coba author dan kalian cari di novel mana pun, jika konflik suami tidak percaya istri maka suami yang salah, dan ketika istri tidak percaya suami tetap saja suami yang salah

jadi author itu bukan hanya pantai buat cerita tapi harus netral buang sisi wanita dalam berkarya, jadi novelis netral, jadi berlaku adil pada sang suami dan sang istri, jika suami salah maka suami yang salah, jika istri salah maka istri yang salah, jangan suka memutar balikan fakta
Emma Risma: makasih untuk masukannya kakak 🙏
total 1 replies
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
zico.zafrina🥰
happy mom's
dapat bekas ni zafrina 🙃
Siti Maimunah
zmain boneka thor🤣🤣🤣..Zafrina oh zafhinaa🤣🤣🤣 msh malu2 kucing
Nurjana Bakir
semangat thoor
Aryo
nyimak dulu belum pernah baca novel
私°はHiu Shark🔰π¹¹™: koooooooooo
total 2 replies
Wiji Lestari
Gampangnya nikah 😁
Wiji Lestari
👍👍👍🌹🌹🌹
Wiji Lestari
Suka banget baca novel ini
Yulia
keren 👍
Nur Azizah
siappp kak author menanti kisah zayyana Marsvel dan Raiden zafia
Nur Azizah
kebahagiaan yg sempurna keluarga. Zico dan zafrina
Nur Azizah
Amanda akan punya Dede yaahh
Nur Azizah
lanjuutt kak author semangat terus pokoknaa
Nur Azizah
ikut bahagia atas kedatangan Dede Amanda lahir kedunia
Nur Azizah
selamat buat Zico dan Zafrina telah mnjdi orang tua
Nur Azizah
ikut terharuiii kak author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!