NovelToon NovelToon
Cinta Paksa Berujung Bahagia

Cinta Paksa Berujung Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Sci-Fi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ketoprak Encok

Di mata publik, Rania hanyalah anak bungsu Keluarga Baskara yang manja, dan menjadi beban keluarga. Semua orang lebih memuja kakaknya, Resti, yang merupakan model sukses. Padahal di balik layar, Rania adalah gadis mandiri yang membangun toko rotinya sendiri dari nol tanpa bantuan siapa pun.Malam pernikahan megah tiba, namun Resti justru kabur ke Prancis demi karier modelnya. Demi menyelamatkan nama baik Keluarga Baskara, Rania dipaksa menjadi pengantin pengganti untuk menikahi Rangga, CEO dingin pewaris Pratama Group.
Rangga murka karena merasa ditipu. Dia mengira Rania adalah gadis manja yang sengaja menjebak kakaknya demi harta. Namun, saat Rangga mulai tahu kemandirian Rania—dan aroma roti buatan Rania justru menyembuhkan penyakit mag kronisnya—sang CEO mulai cemburu buta dan gengsi untuk mengaku bucin.Sanggupkah Rania membungkam mulut semua orang yang dulu meremehkannya?

UP SETIAP HARI JAM 06.00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ketoprak Encok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Kamar tidur utama di penthouse utama itu diselimuti oleh keheningan yang begitu pekat setelah sambungan telepon diputus secara sepihak oleh Rangga Pratama. Lemparan kecil ponsel pintar ke atas nakas menciptakan bunyi pelan yang memecah kesunyian malam.

Rania masih terduduk kaku di tepi tempat tidur. Matanya terbelalak lebar, menatap luruh ke arah suaminya dengan sisa-sisa air mata yang masih membasahi pipinya. Jantungnya berdegup kencang bukan lagi karena kesedihan akibat bentakan orang tuanya, melainkan karena rasa terkejut yang luar biasa mendalam atas tindakan nyata yang baru saja diambil oleh Rangga.

Pria itu berdiri tegak di hadapannya, merapikan lengan kemejanya yang sedikit tergulung dengan ekspresi wajah yang masih menyisakan sisa-sisa kemarahan dingin. Ancaman mutlak yang baru saja dilontarkan Rangga lewat sambungan telepon tadi bukanlah gertakan kosong belaka. Sebagai CEO Pratama Group, kekuasaan dan jaringan bisnis yang dimiliki Rangga mampu mengubah nasib sebuah perusahaan dalam hitungan detik—baik untuk menyelamatkannya, maupun untuk menghancurkannya hingga rata dengan tanah.

Belum genap satu menit sambungan itu terputus, ponsel di atas nakas kembali bergetar hebat. Layar menyala terang, menampilkan kembali nama Ibu. Sarah dan Andre rupanya panik bukan kepalang menyadari bahwa ancaman kebangkrutan mereka kini berada di ujung tanduk di tangan pria paling berpengaruh di ibu kota.

Rangga melirik sekilas ke arah layar ponsel yang bergetar. Dengan gerakan tenang namun penuh otoritas, ia kembali meraih benda pipih tersebut, menggeser tombol hijau, dan mendekatkannya ke telinga tanpa ragu. Kali ini, ia menyalakan mode speaker agar Rania bisa mendengarkan setiap kata yang terucap.

"R-Rangga! Tunggu, Nak! Jangan putus sambungannya!" suara Sarah di ujung sana terdengar histeris, berubah drastis dari bentakan kasar menjadi ratapan memohon penuh keputusasaan. "Tolong jangan hancurkan perusahaan keluarga kami! Ayah dan ibumu ini khilaf tadi! Ampuni kami!"

Suara Andre Santoso menyusul di belakangnya, terdengar begitu parau dan gemetar menahan malu. "Benar, Rangga! Tolong bantu kami... berikan suntikan dana modal untuk menyelamatkan perusahaan kami. Apapun akan kami lakukan, asal kau mau membantu keluarga kami!"

Rangga mendengus dingin. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring penuh kemenangan yang sangat sinis.

"Kalian tadi baru saja mencoret nama istri saya dari Kartu Keluarga, dan sekarang kalian memohon bantuan pada menantu yang sama?" suara bariton Rangga menggelegar tenang namun menusuk tulang. "Dengar baik-baik, Tuan dan Nyonya Santoso. Saya tidak punya waktu untuk berdrama dengan orang-orang yang tidak tahu harga diri."

Di ujung sana, Sarah dan Andre terisak tertahan, tidak berani melawan sedikit pun.

"Jika kalian ingin perusahaan properti itu selamat dari kebangkrutan dan sitaan bank," lanjut Rangga dengan penekanan absolut di setiap suku katanya, "saya bisa memberikan suntikan dana penuh dari Pratama Group. Tapi, tawaran ini datang dengan satu syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. Seluruh hak kepemilikan saham, aset perusahaan, dan kendali atas seluruh portofolio keluarga Santoso harus dialihkan seratus persen atas nama istri saya, Rania Pratama."

Skakmat!

Mendengar persyaratan mutlak yang diajukan oleh Rangga, suasana di ujung telepon mendadak jatuh dalam keheningan total selama beberapa detik.

Bagi Andre dan Sarah, menyerahkan seluruh kepemilikan saham perusahaan keluarga ke tangan Rania—putri bungsu yang selama ini paling mereka remehkan dan perlakukan layaknya anak tiri—adalah sebuah pukulan telak yang merendahkan harga diri mereka setinggi langit. Itu berarti mereka harus tunduk di bawah kekuasaan anak yang selama ini mereka anggap beban.

Namun, pilihan apa lagi yang tersisa? Di ambang kehancuran total di mana seluruh aset akan disita bank dan mereka akan jatuh miskin terhina di hadapan para sosialita elite, harga diri tidak lagi memiliki nilai jual.

Dengan suara bergetar hebat menahan kepedihan dan keterpaksaan yang luar biasa, Andre akhirnya menyerah.

"K-Kami... kami setuju, Rangga," jawab Andre terbata-bata dengan nada putus asa. "Kami akan menandatangani seluruh berkas pengalihan saham... asal kau mau menyelamatkan perusahaan ini."

"Bagus," balas Rangga dingin tanpa emosi. "Tim hukum Pratama Group akan mengirimkan draf akta notaris peralihan kepemilikan atas nama Rania ke kantor kalian besok pagi. Pastikan kalian menandatanganinya tanpa ada satu huruf pun yang diubah. Telepon selesai."

Tut!

Sambungan diputus permanen oleh Rangga. Ia melempar kembali ponsel itu ke atas nakas, lalu menghela napas panjang untuk meredakan sisa ketegangan di dadanya.

Ia membalikkan tubuhnya, menatap ke arah Rania yang sejak tadi duduk terpaku dengan mata terbelalak lebar dan mulut sedikit terbuka. Wanita itu tidak percaya dengan apa baru saja didengarnya.

"M-mas R-Rangga..." cicit Rania lirih, suaranya bergetar hebat. "Kamu... kamu benar-benar mengambil alih seluruh perusahaan keluargaku dan menjadikannya atas namaku?"

Rangga melangkah mendekat, lalu berlutut kembali di hadapan Rania—menyamakan posisinya agar sejajar dengan mata istrinya. Ia meraih kedua tangan Rania yang terasa dingin, menggenggamnya dengan erat dan penuh kehangatan.

"Mulai hari ini, tidak ada seorang pun di dunia ini yang boleh merendahkanmu, Rania," ucap Rangga lembut, menatap lurus ke dalam mata istrinya dengan sorot ketulusan yang amat dalam. "Perusahaan yang selama ini diagung-agungkan untuk menyiksamu itu sekarang sepenuhnya berada di bawah kendalimu. Kau adalah pemegang saham mayoritasnya. Orang tuamu tidak memiliki kuasa apa pun lagi atasmu."

Air mata keharuan yang tidak terbendung kembali menetes di pipi Rania, namun kali ini bukan air mata kepedihan, melainkan air mata kelegaan yang luar biasa. Tanpa memedulikan gengsi atau harga diri garangnya lagi, Rania menerjang maju, melingkarkan kedua tangannya erat-erat ke leher Rangga, dan membenamkan wajahnya di ceruk leher suaminya. Ia menangis terisak—bukan lagi tangisan luka, melainkan tangisan penuh rasa terima kasih yang teramat besar kepada pria di hadapannya.

Beberapa hari berlalu setelah insiden malam itu. Proses hukum pengalihan aset dan kepemilikan saham perusahaan properti keluarga Santoso berjalan mulus tanpa hambatan berkat kecepatan kerja tim hukum profesional Pratama Group.

Sesuai dengan akta notaris resmi yang baru disahkan, Rania Santoso kini resmi berdiri sebagai pemegang saham mayoritas sekaligus pengendali utama atas seluruh aset perusahaan yang dulunya dikelola oleh ayah dan kakaknya.

Namun, ada satu hal menarik yang disepakati secara rahasia antara Rania dan Rangga. Tidak ada seorang pun di luar lingkaran keluarga inti yang tahu bahwa Rania adalah pemilik sebenarnya. Di mata publik dan para karyawan kantor, keluarga Santoso hanya tampak mendapatkan suntikan investor misterius dari konsorsium besar, sementara Andre dan Sarah terpaksa harus bekerja di bawah bayang-bayang aturan ketat yang ditetapkan oleh manajemen baru bentukan Pratama Group.

Sore itu, di dalam ruang kerjanya di penthouse, Rania sedang memeriksa salinan dokumen portofolio perusahaan keluarganya di atas layar laptop. Di meja kerjanya yang kini bersebelahan dengan ruang kerja darurat Rangga, wanita itu tersenyum tipis, merenungkan bagaimana roda berputar begitu cepat.

Dulu, ia adalah anak bungsu yang selalu diabaikan, dipandang sebelah mata, dan dianggap tidak memiliki masa depan. Sekarang, diam-diam ia memegang kendali penuh atas perusahaan yang menjadi kebanggaan orang tuanya sendiri.

Tiba-tiba, sebuah cangkir berisi teh chamomile hangat diletakkan dengan lembut di sebelah laptopnya. Rania mendongak, mendapati Rangga berdiri di sampingnya dengan kemeja lengan kancing yang digulung rapi sampai siku.

"Jangan terlalu memikirkan dokumen itu lagi," tegur Rangga dengan nada suara datar namun menyiratkan perhatian yang amat besar. "Ingat, tugas utamamu sekarang tetap mengurus toko roti Sweet Crumb kesayanganmu itu, bukan pusing memikirkan urusan korporasi properti."

Rania mendengus kecil, menutup laptopnya, lalu mendongak menatap suaminya dengan tatapan menyelidik jenaka. "Wah, Tuan CEO ini sekarang jadi pahlawan kesiangan yang sok mengatur ya? Mentang-mentang sudah membelikan aku perusahaan keluarga secara gratis."

Rangga menarik sebuah kursi, duduk tepat di sebelah Rania tanpa jarak yang berarti. Sebelah tangannya dengan santai merangkul bahu ramping Rania, menarik tubuh wanita itu agar bersandar nyaman di sisi tubuhnya.

"Bukan sok mengatur," koreksi Rangga pelan, wajahnya mendekat beberapa sentimeter ke wajah Rania. "Aku hanya memastikan bahwa pemilik black kard ku ini tidak lagi kekurangan apa pun, termasuk kekuasaan atas orang-orang yang pernah menyakitinya."

Mendengar kalimat manis yang meluncur begitu saja dari bibir pria yang dulunya paling dingin dan angkuh sekota Jakarta itu, pipi Rania merona merah padam. Jantungnya berdegup kencang, namun kali ini ia tidak berusaha menghindar atau menepis pelukan tersebut.

Hari-hari yang mereka lalui bersama di dalam penthouse megah itu perlahan-lahan telah meruntuhkan seluruh sekat pembatas di antara pernikahan kontrak mereka. Tidak ada lagi jarak canggung, tidak ada lagi perdebatan sengit yang didasari rasa benci, dan tidak ada lagi bayang-bayang pernikahan palsu. Yang tersisa adalah tumbuhnya benih-benih cinta sejati yang mengakar kuat di dalam relung hati keduanya.

Rania membiarkan dirinya bersandar sepenuhnya di bahu bidang Rangga. Tangannya terulur melingkar memeluk pinggang suaminya dengan lembut.

"Terima kasih, Mas..." bisik Rania tulus, menyebut kata panggilan itu secara sukarela tanpa paksaan atau ancaman Black Card atau dengan nada geram hanya tulus. Suaranya terdengar lembut, tenggelam dalam kehangatan pelukan malam itu.

Rangga tersenyum kecil—sebuah senyuman tulus paling indah yang hanya diperuntukkan khusus bagi wanita di dalam dekapannya. Ia mencium puncak kepala Rania dengan penuh kasih sayang, lalu mengeratkan rangkulannya.

"Sama-sama, istriku," balas Rangga lembut. "Mulai sekarang, kebahagiaanmu adalah tanggung jawabku mutlak."

Di luar jendela besar penthouse, kelap-kelip lampu kota Jakarta bersinar terang menerangi malam yang tenang. Di dalam ruangan hangat itu, dua jiwa yang tadinya dipertemukan oleh sebuah kepalsuan kini saling terikat oleh takdir cinta yang sesungguhnya, menyongsong masa depan baru di mana tidak ada lagi air mata, melainkan kehangatan yang tak akan pernah berkesudahan.

Definisi termakan omongan sendiri spek premium ya gaes. Dulu pasang benteng anti-cinta setinggi langit, sekarang malah pasang badan buat Rania😭 Gengsinya ilang gak berbekas! Gimana menurut kalian bab ini? Aku ngerasa kok cerita ini makin ngalor ngidul ya🙂 maaf banget ya otak aku lagi konslet, tapi makasih banget loh yang udah baca cerita aku💞.

Dadah!

1
fanny tedjo pramono
mampir baca guys
Rian Moontero
lanjuutt,,👍🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!