NovelToon NovelToon
Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Deni adalah seorang pemuda jenius yang berada satu langkah lagi menuju puncak ilmu bela diri, namun secara sepihak diusir oleh gurunya untuk turun gunung dengan sebuah misi yang sangat absurd yaitu menjadi kurir Shopee Food. Untuk membuka segel kekuatannya dan resmi menjadi Raja Bela Diri sejati, Deni diwajibkan oleh sebuah sistem misterius untuk mengumpulkan seribu ulasan bintang lima dari para pelanggannya di kerasnya ibukota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Rian berlari terbirit-birit melewati pintu keluar lorong dengan wajah yang sangat pucat pasi.

​Pria botak itu sama sekali tidak berani menoleh ke belakang dan tega meninggalkan dua pengawalnya yang masih mengerang kesakitan di lantai.

​"Dasar paman botak tidak tahu diuntung, sudah dimaafkan malah lari begitu saja tanpa bilang terima kasih," gerutu Deni sambil menggelengkan kepalanya pelan.

​Deni lalu menunduk menatap dua pengawal berbadan besar yang masih menangis tersedu-sedu memegangi pergelangan tangan mereka yang patah.

​"Hei kalian berdua preman lemah, cepat susul bos kalian sana sebelum aku berubah pikiran dan mematahkan kedua kaki kalian juga," usir Deni sambil menendang pelan pantat salah satu pengawal.

​Mendengar ancaman mengerikan itu, kedua pengawal tersebut langsung bangkit berdiri dan berlari tertatih-tatih keluar ruangan sambil saling berpegangan.

​Bruk bruk bruk.

​Suara langkah kaki mereka yang tersandung-sandung terdengar sangat berisik saat menuruni tangga darurat hotel di ujung lorong.

​Kini di dalam ruang penyimpanan barang antik itu hanya tersisa tiga orang yang saling terdiam.

​Ada Deni yang berdiri santai, Clara yang masih berjaga di dekat ambang pintu, dan pemuda berjubah hitam yang duduk kelelahan di lantai.

​Pemuda misterius itu perlahan bangkit berdiri sambil memegangi dadanya yang masih terasa nyeri akibat tendangan keras dari pengawal Rian tadi.

​"Terima kasih banyak Tuan kurir, kalau tidak ada Anda mungkin nyawaku dan pusaka ini sudah melayang sia-sia malam ini," ucap pemuda itu sambil membungkukkan badannya dalam-dalam sebagai tanda hormat.

​Deni berjalan santai mendekat lalu menepuk-nepuk bahu pemuda itu dengan gaya yang sok akrab seperti teman lama.

​"Sama-sama anak muda, lagi pula menolong orang yang sedang kesusahan itu adalah salah satu kode etik paling dasar dari kurir profesional sepertiku," jawab Deni dengan senyum bangga yang lebar.

​"Perkenalkan namaku Deni, kurir pribadi kesayangan Nona Clara sekaligus kurir pengantar makanan yang siap meluncur ke mana saja."

​Pemuda berjubah hitam itu menatap wajah Deni dengan sorot mata yang dipenuhi rasa hormat dan kekaguman yang mendalam.

​"Perkenalkan namaku Arya Kak Deni, aku adalah murid terakhir dari Perguruan Naga Putih yang padepokannya ada di pinggiran barat kota ini," kata Arya memperkenalkan identitas aslinya dengan jujur.

​Clara yang sejak tadi hanya diam mengamati akhirnya melangkah masuk menghampiri kedua pemuda yang sedang mengobrol tersebut.

​"Jadi kamu menghabiskan uang tiga puluh miliar di acara lelang tadi hanya untuk mengembalikan batu giok itu ke perguruanmu Arya?" tanya Clara merasa sangat heran dan tidak percaya.

​Arya mengangguk pelan lalu menatap kotak kayu ukiran yang dipeluk erat di dadanya dengan tatapan yang sangat sedih dan sendu.

​"Benar Nona, batu pusaka ini dulunya dicuri oleh pengkhianat dari perguruan kami sekitar sepuluh tahun yang lalu," jelas Arya dengan nada suara yang terdengar getir.

​"Guru besar saya saat ini sedang sakit parah akibat luka dalam, dan hanya energi murni dari batu giok inilah yang bisa menyelamatkan nyawa beliau."

​Deni menggaruk dagunya yang sama sekali tidak gatal saat mendengar cerita klise yang sangat khas dari dunia persilatan tersebut.

​"Wah ternyata paman gurumu sedang sakit keras ya, pantas saja kamu berani membuang uang sebanyak itu hanya demi sepotong batu bercahaya," komentar Deni dengan nada yang terlampau santai.

​"Tapi ngomong-ngomong uang sebanyak tiga puluh miliar itu kamu dapat dari mana Arya, karena pakaianmu kan terlihat sangat lusuh begini."

​Arya tersenyum tipis merespon pertanyaan yang sangat jujur dan tanpa disaring sama sekali dari mulut kurir berjaket oranye itu.

​"Itu adalah seluruh uang tabungan darurat perguruan kami yang sengaja dikumpulkan oleh mendiang kakek guruku selama puluhan tahun Kak Deni," jawab Arya dengan sangat polos dan jujur.

​Clara menghela nafas panjang karena dia merasa sangat simpati melihat perjuangan berat yang harus dipikul oleh pemuda belia di depannya ini.

​"Kalau situasinya mendesak begitu kamu harus segera pulang dan memberikan batu itu pada gurumu Arya, di luar sana sangat berbahaya jika kamu berjalan sendirian," saran Clara dengan nada lembut yang keibuan.

​"Iya Kak Clara, saya akan segera kembali ke padepokan di gunung malam ini juga menggunakan taksi," jawab Arya sambil membungkuk memberi hormat pada Clara.

​"Sekali lagi terima kasih banyak Kak Deni atas pertolongan besarnya, aku dan perguruanku tidak akan pernah melupakan budi baikmu ini sampai kapanpun."

​Arya baru saja hendak melangkah pergi meninggalkan ruangan itu tapi tangan kanannya langsung ditahan oleh cengkeraman kuat dari Deni.

​Grep.

​"Eits tunggu dulu Arya, urusan kita berdua ini belum selesai sampai di sini lho," cegah Deni dengan tatapan mata yang tiba-tiba berubah menjadi sangat tajam dan dingin.

​Arya terkejut bukan main dan menelan ludahnya dengan susah payah karena merasa takut melihat perubahan sikap Deni yang mendadak menyeramkan.

​"A-ada apa Kak Deni, apakah Kakak juga berniat menginginkan batu giok pusaka ini?" tanya Arya dengan suara bergetar pelan menahan rasa takut.

​Clara ikut merasa panik melihat tingkah pengawalnya dan langsung memukul punggung Deni menggunakan tas tangannya yang mahal dengan cukup keras.

​Brak.

​"Aduh Nona Clara kenapa tiba-tiba memukulku dari belakang, punggungku kan tidak punya salah apa-apa," keluh Deni sambil mengusap punggungnya yang terasa agak perih.

​"Kamu jangan mulai macam-macam lagi Deni, biarkan anak malang ini pergi dan jangan berani-beraninya kamu memalak batu gioknya," omel Clara memelototi pengawalnya dengan galak.

​Deni mendengus kesal dan menatap bos cantiknya itu dengan wajah yang dibuat sememelas mungkin agar dikasihani.

​"Siapa juga yang mau memalak batu hijau super dingin itu Nona bos, aku ini cuma mau minta bayaran atas jasaku saja kok," bantah Deni berusaha membela dirinya sendiri.

​Deni lalu mengeluarkan ponsel bututnya yang layarnya sudah retak dari saku jaket dan menyodorkannya tepat ke depan wajah Arya.

​"Arya anak baik, tolong buka aplikasi kurirku ini dan tolong berikan ulasan bintang lima atas pelayanan perlindungan darurat yang baru saja kuberikan tadi ya," pinta Deni dengan nada memohon yang sangat sungguh-sungguh.

​"Satu ulasan bintang lima dari pelanggan itu sangat berarti untuk kelangsungan hidupku dan untuk membayar cicilan motorku bulan ini."

​Arya berkedip beberapa kali merasa sangat bingung sekaligus tidak percaya dengan apa yang baru saja didengar oleh telinganya sendiri.

​Pemuda sakti yang bisa mengalahkan dua petarung bayaran elit dalam hitungan detik ini ternyata mencegatnya hanya untuk meminta ulasan aplikasi.

​"Hanya minta ulasan bintang lima saja Kak Deni, Kakak benar-benar tidak minta uang tunai atau barang berharga lain dariku?" tanya Arya untuk memastikan sekali lagi karena masih ragu.

​"Tentu saja tidak Arya, uang kertas itu bisa dicari dengan mudah tapi ulasan bintang lima murni itu sangat langka dan sulit didapat," jawab Deni dengan ekspresi wajah yang sangat serius seolah sedang membahas rahasia negara.

​Arya akhirnya bisa tersenyum lebar dengan lega lalu mengambil ponsel butut Deni menggunakan tangan kanannya yang bebas.

​"Baiklah kalau cuma itu permintaannya Kak Deni, aku akan menuliskan ulasan yang paling bagus dan paling panjang untuk Kakak sekarang juga," ucap Arya sambil mulai mengetik lincah di atas layar ponsel.

1
Asmara Kacau
alur cerita nya bagus dan MC nya kocak
Asmara Kacau
kelazz ceritanya bagus dan mc nya deni sangat kocak orang nya 🤣🤣🤣 gass terus thor lanjutkan👊🏻
kiyoe: heheh pantengin terus kelanjutan cerita nya kak jangan lupa subscribe biar langsung muncul notif nya hehe 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!