Jangan lupa follow akun dedek, kalian bakal nemuin visual di sana🤗🤗
- Instagram @Tantye005
Dia adalah Avegas. Geng motor yang terdiri 200 anggota dipimpin 6 pria tampan penuh tanggung jawab. Menjadi raja jalanan membuatnya mempunyai banyak musuh.
Persahabatan indah mereka harus di uji karena kehadiran satu perempuan yang tidak sengaja masuk ke kehidupan mereka.
Konflik antara ketua dan wakil, mulai terjadi sebab mencintai orang yang sama, membuat musuh mempunyai peluang untuk menyerang dan mengalahkan mereka.
Apakah Avegas akan hancur karena cinta? Ataukah salah satu dari mereka akan mengalah demi keutuhan persahabatan?
Simak kisahnya hanya di sini👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 8
Suara deruman motor bersahut-sahutan membelah padatnya jalan raya di pagi hari, memasuki sebuah gerbang tinggi yang tak lain gerbang SMA Angkasa. Kedatangan mereka menjadi pusat perhatian para siswa terutama kaum hawa pastinya.
Memarkirkan motor masing-masing di tempat yang telah mereka klaim miliknya seenak jidat, tanpa ada yang berani protes.
Rayhan membuka helm full face nya, menyugar rambutnya kebelakang, tebar pesona di pagi hari. "Gila jadi artis kita." soraknya di ikuti gelak tawa yang lainnya.
"Yoi Bro." sahut Ricky menaik turunkan alisnya.
Dito turun dari motor. "Bolos apa masuk nih?"
Keenan mengeleng tak percaya, baru saja mereka sampai di lingkungan sekolah, rencana teman-temannya udah pada bolos aja.
"Masuk dulu lah, gimana Ka, El?" tanya Keenan pada dua orang yang belum juga mengeluarkan suara dan masih berada di atas motornya.
"Terserah kalian lah," jawab Azka.
"Hm," gumam Samuel.
Baru saja Azka akan turun dari motornya suara deringan ponsel menghentikannya. Di raihnya benda pipih itu dari saku jaket kebanggaan Avegas, di mana di punggungnya ter gambar bintang di kelilingi api.
"Kalian duluan saja!" ujarnya di jawab anggukan para teman-temannya.
Setelah semuanya pergi dia langsung menjawab telfon yang masuk dari no tak di kenalnya.
"Halo."
"....."
"Silahkan kirim File nya ke alamat Gmail yang saya kirim"
Setelah memutuskan sambungan telfon, dengan segera dia mengirim alamat Gmail nya pada sang penelfon.
Sembari berjalan dia merapikan seragamnya yang sedikut kusut dan juga menyugar rambutnya kebelakang. Tanpa sadar perbuatannya membuat para kaum hawa yang dia lewati kejang-kejang melihat stylenya.
"Gila Azka tampan banget."
"Mak calon mantumu lewat."
"Pagi-pagi gini udah liat yang segar-segar."
"Azka nikah yuk!"
Bisikan dan ajakan terang-terangan dari teman sekolahnya dia hiraukan begitu saja, sudah biasa baginya.
"Azka!!"
Dia memutar bola mata malas, dia tahu siapa pemilik suara itu, dan hanya gadis itu yang berani padanya.
Bruk.
Tubuhnya sedikit terhuyung kala gadis yang bernama Alana menubruk tubuhnya dari belakang sembari menampilkan cengiran yang menyebalkan.
"Lepasin Al!"
Gadis itu melepaskan pelukannya. Namun, bergelayut manja di lengannya.
"Tumben datang pagi?"
"Mau aja," jawabnya singkat.
"Gue ..."
"Gue antar sampai kelas!" ujarnya memotong perkataan Alana lalu menarik tangan gadis itu menuju kelas XI Ipa 3.
Setelah mengantar gadis manja itu, kini dia
berjalan ke kelas yang tak jauh dari kelas Alana, dan di sambut keributan di dalam kelas XI Ipa 1, siapa lagi biangnya jika bukan 2R (Rayhan dan Ricky).
Dia melemparkan ponsel yang dia pakai tadi menelfon pada Sameul lalu ikut duduk di dekat Dito.
"Tugas lagi." ujarnya di jawab anggukan oleh Samuel.
"Lo suka sama Alana To?" tanya Rayhan tiba-tiba saat tak sengaja melihat foto Alana di ponsel Dito.
Jangankan Rayhan dia saja kaget, bahwa Dito menyukai sahabat perempuannya.
Saat itu juga Dito mendapat tatapan horor dari Samuel yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya, sementara Keenan, hanya menepuk-nepuk bahu Dito.
"Gua nggak bakal larang selama Alana juga mau." Keenan melirik Samuel. "Nggak tau kalau ya satu itu? gimana Ray?"
"Yoi, gue juga nggak masalah."
"Tancap gas To, udah dapat restu dari
abang-abangnya tuh," seru Ricky.
Dito meringis, mengaruk kepalanya yang bisa di pastikan tidak gatal sama sekali. Bergantian memandangi Azka dan Samuel. Bisa di pastikan Dito tengah salah tingkah mendapat tatapan tajam dari Samuel, apa lagi Azka hanya diam saja sebagai laki-laki yang paling dekat dengan Alana.
"Ka gue...."
"Selama lo nggak nyakitin dia, gue juga dukung," ujarnya dengan wajah datar tanpa ekspresi.
...****************...
Jangan Lupa like, komen dan Vote kak.
makasih kak othor semoga makin sukses dengan semua karyamu/Good//Heart//Rose/