(Revisi)
Novel ini menceritakan tentang gadis yang mengalami kecelakaan yang membuat hidupnya berubah. hingga akhirnya menuntun hidupnya pada satu takdir.
mampukah ia bertahan dalam penekanan baik internal maupun external. karena ketika ia bangun ia harus bertarung dengan yang mengubah seluruh hidupnya.
bahkan pria yang ia cintai membuang dirinya.
"sakit mengajari aku banyak hal".Jasmine
"jangan pernah nyerah hanya karna keadaan kita sekarang".Inka
"jangan berjanji lagi untuk kali ini. kalau ga bisa yakin untuk kembali".Ochi
"bagaimana bisa aku pergi darimu dan merelakanmu jika kamu yang selalu ada di mimpiku". Dea
" Pada akhirnya akulah yang merusak mereka semua. akulah penyebab mereka menjadi menderita. akulah. akulah . sampah itu".
lelaki tampan itu mengutuki dirinya sendiri.
ia mengingat dan menyesali perbuatannya. bahkan takdir masa lalunya pun membuat semua orang menderita.
hai readers ini Novel pertamaku..no judge only critics please....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hazhilka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Janji (2)
"Kak Justin!"
Terdengar suara yang tak asing di telinganya. Suara yang memanggilnya dengan nada begitu sendu. Justin menoleh ke belakang sambil mengusap air matanya. Ia melihat seorang gadis kecil beranjak belia diapit oleh Mama dan Papanya Nadira. Dia adalah Namira Orchidea, adik dari Nadira satu-satunya yang dipanggil Ochi olehnya. Nama panggilan kecil yang ia sematkan untuk gadis itu. Justin mencoba berdiri dengan menopang pada tongkatnya.
Justin mengalami kelumpuhan sementara. Koma yang berkepanjangan membuat fungsi sarafnya terganggu untuk sementara waktu. Lelaki itu masih menjalani terapi serta rawat jalan.
"Kak Justin!"Gadis itu memanggil kembali.
"Ochi" Justin menyebut nama gadis itu pelan . Justin menatapnya seraya tersenyum. Lalu gadis itu menghampiri dan memeluk tubuh yang setengah rapuh itu. Lalu melepasnya.
"Kak Justin udah sembuh?" tanyanya. Gadis itu sedikit menengadahkan wajahnya. tubuh kecilnya agak kesulitan melihat wajah Justin dari dekat. Justin menanggapinya dengan mengangguk pelan.
Beberapa saat kemudian ...
Justin dan Ochi duduk di sebuah taman dekat areal pemakaman. Cukup lama mereka berdua mengobrol dengan saling melepas tangis dan juga saling menasehati. Hingga akhirnya Justin mengutarakan niatnya untuk melanjutkan pengobatan dan studinya ke luar negeri pada gadis kecil itu.
Namira yang merasa keberatan akan keputusan Justin dan keluarganya. Akhirnya mengajukan protes pada lelaki yang selalu menghabiskan waktu bersama kakak dan dirinya.
"Kakak bohong sama ochi," ucap gadis kecil itu dalam isaknya.
"Katanya ga akan pernah ninggalin Ochi seperti kak Nadira," protes gadis kecil itu dalam tangisnya.
Justin terdiam sejenak lalu menatap gadis yang selalu menjadi teman mainnya selain kakaknya.
"Maafin kakak ya, dek. Kakak janji suatu hari nanti bakalan balik buat kamu," ucap justin dalam janjinya demi gadis itu.
Lalu gadis yang di panggil Ochi itu pun menghapus air mata yang masih mengalir membasahi di pipi tembemnya.
"Janji?" Ochi bertanya ragu dan memandang Justin dengan mata sayunya.
Justin tersenyum melihat tingkah gemas gadis kecil yang di hadapannya kini. Lalu ia mengangguk pelan.
"Janji," ucap Justin meyakinkan Ochi sembari menunjukkan kelingkingnya. Ia melekatkan ke kelingkingnya Ochi.
Hari itu adalah hari terakhir Justin dan keluarganya menetap di Indonesia. Hal ini dikarenakan kakeknya Justin meminta papanya Justin mengurus perusahaan mereka yang ada di luar negeri. Mereka berpamitan pergi pada keluarganya Nadira dan juga Inka. Bahkan Mona sendirilah yang berpamitan pada Inka meskipun hanya melalui sambungan telepon.
"Jaga diri kalian baik-baik ya di sini. Maafkan mbak dan sekeluarga, terlebih anak mbak, Inka," ucap Mona dengan isak tangis yang sedari di tahannya.
Perasaan merasa bersalah selalu muncul jika dirinya mengingat Inka dan putrinya. Hal inilah yang selalu membuat dirinya seketika itu juga bersedih. Karena bagaimanapun cacat yang dialami oleh Justin masih bisa di sembuhkan dengan terapi dan pengobatan terbaik.
Akan tetapi, cacat yang sedang dialami oleh Jasmine sekarang ini. Hingga kini dokter belum bisa memastikan apakah masih bisa di perbaiki atau tidak. Itulah sebabnya hingga kini Mona masih belum bisa tenang.
"Iya, mbak. Engga apa-apa mbak. Jasmine sudah lebih baik sekarang. Besok dia mulai sekolah lagi kok, Mbak. Makasih ya, Mbaknya mau udah perhatian sama kami," ucap Inka meyakinkan Mona.
"Memang sudah kewajiban kami, Inka" sahut Mona.
"Bagaimanapun mbak akan usahakan mencari dokter yang terbaik untuk mengobati Jasmine," ucapnya kembali seraya berjanji di dalam hatinya.
"Terima kasih banyak, mbak. Lebih baik mbak fokus dulu pada pengobatan putranya mbak. Tentang Jasmine, Insya Allah pasti ada jalan yang terbaik," sahut Inka.
Kedua wanita itu saling terdiam sejenak dan larut akan pemikirannya masing-masing. Di mana Mona berjanji tidak akan pernah melupakan kewajibannya untuk terus mengusahakan pengobatan terbaik bagi Jasmine, agar gadis itu bisa mendapatkan kembali apa yang hilang dari hidupnya.
Sedangkan Inka sendiri berjanji tidak akan merepotkan dan memanfaatkan kebaikan orang yang telah berempati padanya selama ini.
Hingga keduanya pun saling berpamitan untuk menutup telponnya masing-masing.
Tibalah waktu keberangkatan Keluarga Ardiansyah keluar negeri. Mereka telah memutuskan untuk menetap lebih lama di sana seraya menunggu pengobatan Justin. Mereka akan memutuskan kembali ke Indonesia jika pengobatan putra mereka dinyatakan selesai dan Justin dinyatakan pulih oleh Dokter di sana.
Semenjak itu tanpa disengaja diantara mereka bertiga terputuslah segala komunikasi. Dimana setelahnya keluarga Nadira pun harus pindah dari lingkungan Justin tinggali dulunya.
Sedangkan Inka menjalani hari lebih sibuk dari biasanya. Hal ini dikarenakan Jasmine harus mengikuti pelatihan bersama para disabilitas lainnya.
Ibu dan anak itu sama-sama berjuang dan belajar untuk menjalani hidup mereka yang seketika berubah pasca kecelakaan tersebut.
****
Mohon dukung Novel ini dengan memberikan
like, vote, komen, rate, fav dan poin yang kalian miliki
Terima kasih
By Hazhilka ❤️