Ini adalah kisah perjalanan hidup dan rumah tangga Arya Wiguna Albert Kim Said dengan saudaranya (Keluarga Besar Wiguna).
Lika-liku kehidupan, aroma balas dendam serta cinta buta yang membuat hubungan mereka menjadi rumit.
Kebersamaan, kekompakan di antara mereka membuat musuh-musuh mereka menciut nyalinya.
Penantian yang kadang membuat mereka ingin menyerah dengan keadaan, tapi keyakinan mereka tetap satu untuk terus bersabar dalam penantian.
Jika bertahan dalam penantian adalah jalan yang paling terbaik, maka aku akan tetap menjaga hati dan raga ini hanya untukmu Seseorang yang aku kasihi setulus hati, jiwa dan raga hingga maut menjemput.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 8. Hadiah Pertama dari Husband
Happy Reading...
Sebelum berangkat kerja Arya mewanti-wanti Delia untuk tidak mendekati atau pun Memasuki Kamar pribadinya. Bahkan Arya memberikan kebebasan penuh kepada Delia untuk beraktivitas di luar dan menerima tamu jika ada keluarga ataupun teman yang ingin berkunjung yang penting tidak membocorkan keadaan rumah tangganya Kepada orang lain.
Delia pun masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan oleh Arya untuknya, Delia perlahan membuka kenop pintu kamarnya, tak lupa mengucapkan salam sebelum masuk ke kamarnya.
Delia duduk di tepi ranjangnya yang sangatlah berbeda dengan tempat tidur yang ada di rumahnya di kampung ataupun di kosannya.
"Ranjangnya empuk banget yah,asyik nih tidurannya kalau gini,dimana ranjang besar lagi, wooooww pasti entar kalau aku tidur pasti Terasa enak"
Delia berbaring di ranjangnya,lalu bangkit dari baringnya kemudian melompat saking girangnya mendapatkan Kamar yang jauh banget bedanya dengan miliknya sebelumnya.
"Sebenarnya gaji Arya berapa perbulannya, sampai-sampai bisa membeli rumah dan perabotannya yang terbilang cukup mahal, atau mungkin juga Arya kerja paruh waktu di tempat lain" Sambil selonjoran Delia memikirkan Kerjaan Arya.
"Tapi itu tak masalah baginya yang penting Arya kerjanya Halal itu sudah lebih dari cukup".
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 8 pagi, Karena Delia belum sarapan tiba-tiba perut Delia berbunyi.
"Uuppss ternyata perut aku bunyi, hehehehe" Delia Hanya cengengesan.
Delia kemudian keluar kamar dan menuju Arah Dapur. Karena Rumah Arya terbilang rumah minimalis dan tidak terlalu banyak sekat ruangannya jadi Delia tidak perlu repot-repot mencari letak Dapur.
Delia kemudian membuka kulkas dan Ternyata Isi kulkasnya lengkap bahkan bisa dibilang isinya lumayan Cukup untuk kebutuhan sebulan.
"kulkasnya Saja berisi penuh bahan makanan berarti,Aku tidak perlu repot-repot memakai uang aku untuk belanja bulanan, Alhamdulillah".
Delia mengambil apron dan mulai memasangkan apron itu kebadannya.
Hari ini Delia masak banyak,Delia berfikir kalau Arya pulang kerja pasti lapar.
"Hari ini Arya pulang jam berapa yah,apa aku masakin juga buat dia?".
Akhirnya Delia masak makanan cukup banyak.
Beberapa jam kemudian,Delia telah menyelesaikan Acara masak-memasaknya.
Delia ke ruang tengah untuk menyalakan televisi, Tapi sebelum Televisinya menyala Hp Delia berdering.
Delia mencari keberadaan Hpnya,Delia mencarinya di Dapur tapi tetap nihil,Delia masuk ke dalam kamarnya ternyata Hpnya belum ketemu juga. Tapi hp itu masih tetap berdering Tapi Delia heran dengan nada dering hpnya.
"kayaknya itu bukan suara dering hpku, apa mungkin Arya Lupa membawa Handphonenya?".
Delia masih berusaha untuk menemukan sumber suara dering hp itu.
Delia kembali ke ruang tengah hasilnya masih tetap sama tak ditemukan.
Delia pun menyerah karena sudah lelah dan belum ada asupan makanan yang masuk ke dalam perutnya yang membuat Delia lelah dan kepalanya agak pusing.
Delia baring di ranjangnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
Hp itu kembali bunyi dan Suara deringnya membuat Delia kaget, Ternyata Hp itu berada di dekat bantalnya.
"ini hp Siapa,aku tidak mengenal hp ini,Tapi kok nama pemanggil yang tertera adalah namanya Dessy,Aku angkat saja mungkin aku akan mendapatkan jawabannya".
"Halo, Assalamu alaikum,Maaf ini dengan siapa?".
"Halo Del, baru sehari saja sudah nikah udah Lupa sama sahabat sendiri jangan-jangan kamu amnesia gara-gara pertempuran pertamamu bersama suamimu?"
Delia mengjauhkan handphonenya dari telinganya. Saking kerasnya suara Dessy hingga membuat gendang telinga Delia agak Ngilu.
"Aku gak amnesia kok,kamu sembarang ngomongnya,Jawab salam dulu kek sebelum ngegas" ucap Delia.
"Ok waalaikum salam,kamu baik-baik saja kan Del,ku tidak diapa-apain kan sama Arya?"
"apaan sih loh,kamu ngaco deh, emang apa yang terjadi denganku,aku baik-baik saja dan tidak ada yang terjadi di antara kami, aku kan masih M".
"Aaaaaapa kamu M?" Tanya Dessy
"Berarti Gagal dong MLnya" Iih kamu kepo amat yah, jangan-jangan kamu sudah Khayalkan aku sama Kak Arya lagi gitu yah, ayo ngaku?"
Delia dan Desy tertawa terbahak-bahak dengan kelakuan mereka sendiri.
"Del besok kamu kuliah kan, Gimana dengan tugas kamu sudah selesai gak,boleh yah aku intip dikit hehehe?" Kata Dessy
"Kamu kebiasaan intip entar kelilipan loh Matanya" heheheh
"kan cuma tugas kamu bukan suami kamu wwkkwkw"
"Datang Saja ke rumah, kebetulan aku sendirian nih di rumah kak Arya belum pulang kerja".
"siap manten baru, Tapi sharelock yah alamat rumahmu"
"Aku kirim sekarang yah, jangan lupa chat juga Rina biar rame"
"Siap Nyonya Arya hehehe" ucap Dessy.
Sambungan telpon mereka pun terputus. Delia kemudian mengirimkan alamat rumahnya.
Delia kembali memperhatikan Handphone yang ada ditangannya.
"Apa ini hp baru aku, tapi siapa yang beliin ini. kan hp mahal"
Maklumlah seumur-umur Delia Belum pernah memakai handphone yang berlogo apel sepotong yang sudah digigit.
Delia memeriksa semuaa nama yang ada dikontak hpnya, ternyata semuanya sama persis dengan handphone lamanya,cuma nambah satu nama saja yaitu My Husband.
Delia pun memeriksa nama itu ternyata,Itu adalah nomor telepon Arya.
Tiba-tiba ada Chat masuk ke hpnya, ternyata Chat itu dari Arya.
📳"Kamu sudah makan pagi belum? Apa kamu suka dengan 📱, Maaf untuk saat ini cuma itu yang bisa aku berikan".
Kadang Delia berfikir insiden yang membuat dia digrebek oleh massa dan berakhir dengan pernikahannya dengan Arya tidak lah merugikan Dirinya bahkan bagi Delia Arya adalah suami yang bertanggung jawab walaupun kadang marah dan jutek tapi itu tak masalah bagi Delia.
TBC...
Maaf Readers Untuk episode ini jati diri Arya belum terkuak.. Sabar yah Readers dan tetap pantengin terus Tiap kali Fania UpDate.
Mohon masukannya kakak..
Fania minta LIKEnya, Favorit dan Votenya jika masih ada kalau tidak ada,tak apa-apa yang penting sudah dibaca dan Like.
Makasih untuk Readers yang sudah memberikan jempolnya untuk like dan Favorit.
Makasih banyak untuk Kakak yang sudah memberikan Giftnya 💞💗😘
atau lebih baik di ganti dengan tidak sadarkan diri gitu,soalnya pengulangan kata pingsang mu terus dari awal sangat"mengganggu🙏