NovelToon NovelToon
Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:957.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: AdindaRa

Zella, mahasiswi baru di Universitas Swasta Indonesia telah membuat Leon, ketua BEM yang tegas dan penuh wibawa jatuh cinta pada pandangan pertama saat OSPEK Mahasiswa.

Tidak hanya itu, Levi, seorang dosen jutek, galak, dan tidak banyak bicara yang juga putra pemilik Universitas tersebut juga ternyata diam-diam menaruh hati pada Zella.

Zella yang belum menginginkan untuk berpacaran harus terus menerus mendapatkan teror dari mahasiswi yang mengidolakan Leon dan Levi.

Leon dan Levi pun terus berjuang dengan cara mereka masing-masing untuk mendapatkan hati Zella.

Siapakah diantara mereka berdua yang mampu memenangkan hati Zella?

Adakah Leon atau bahkan Levi yang memenangkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AdindaRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 8

Levi sudah siap mengantar Zella dan menunggunya di mobil. Zella berpamitan pada Silla dan menyusul masuk dalam mobil Levi.

"Pindah depan, saya bukan supir kamu!" ucap Levi sedikit kencang melihat Zella duduk di belakang.

"Baik, Pak." Zella pun segera pindah ke depan.

"Pak Levi beneran beda banget ama Silla. Jutek, garang, dan pelit bicara." batin Zella.

Kini Zella sudah duduk di samping Levi. Ia membuka kaca jendelanya dan melambaikan tangannya pada Silla.

"Aku balik ya. Thanks buat semuanya." ucap Zella.

"Sama-sama. Besok main lagi ya Zell, jangan kapok!" ucap Silla dan mobil Levi pun bergerak meninggalkan mansionnya.

Zella memberanikan dirinya memulai pembicaraan dengan Levi.

"Pak Levi." panggil Zella.

"Hemmm." Levi hanya berdehem. Setiap dekat dengan Zella, ritme detak jantungnya selalu tidak bisa dikondisikan.

"Maaf sudah salah masuk kamar bapak. Saya benar benar tidak tahu kalau itu kamar bapak." ucap Zella yang masih saja merutuki kebodohannya.

"Lain kali, diulangi!" jawab Levi.

"Apa pak?" tanya Zella terkejut mendengar jawaban Levi dan menatap ke arah Levi.

"Kurang jelas?" tanya Levi masih fokus mengemudi. Zella pun mengangguk. "Lain kali jangan diulangi!" ucap Levi menahan senyumnya karena mengingat kejadian di kamarnya.

"Ooooooh, Baik Pak." Zella kembali diam memandang keluar jendela.

"Emmmh, tentang pelukan ituu . . ." Zella menggantung kalimatnya.

"Kamu yang menarik saya dan memeluk saya." ucap Levi menjawab apa yang memang ingin Zella tanyakan.

"Apaaaa??!!!" Zella langsung menutup mukanya malu. "Saya benar-benar minta maaf pak. Saya tidak sengaja."

"Hemmmm." jawab Levi.

Zella sangat malu atas apa yang dilakukannya. "Kenapa bapak tidak membangunkan saya?" tanya Zella kemudian.

Levi hanya diam tidak menjawab. Ia hanya mengedikkan bahunya.

"Aduh, Pak Levi irit banget sih ngomongnya. Aku kan pingin tau sebenarnya apa yang terjadi." batin Zella dalam hati.

"Tidak terjadi apa-apa kan tadi di kamar bapak?" tanya Zella sedikit takut mimpinya adalah kenyataan.

"Memang harus terjadi apa?" tanya Levi balik.

"Emmmh, soalnya saya kok ngerasa . . . Kalo . . ." Zella tidak melanjutkan kalimatnya.

Levi sedikit terlihat gugup dan khawatir jika Zella mengetahui kalo dia diam diam mencium Zella saat tidur.

"Jangan berfikir terlalu jauh." balas Levi.

Levi menghidupkan musik di mobilnya untuk mengusir rasa kikuknya saat berdekatan dengan Zella. Kini keduanya sama sama terdiam.

Tak lama kemudian sampailah mereka di depan ruko Zella. Zella pun segera turun dari mobil dan mengambil kopernya.

"Terima kasih banyak pak. Maaf merepotkan." ucap Zella.

"Hemmmm." lagi lagi Levi menjawabnya dengan deheman.

"Hati-hati di jalan, Pak." ucap Zella dan Levi hanya mengangguk. Ia segera memutar setirnya dan meninggalkan Zella tanpa berkata apapun.

"Oh My God, Zella. Kenapa kamu terus-terusan melakukan hal bodoh dengan Pak Levi?" gerutu Zella merutuki dirinya sendiri.

Ia pun segera masuk ke dalam rukonya. Dan kembali merebahkan tubuhnya di kasur menuntaskan rasa kantuknya.

***

Di kota kelahiran Zella, kini kakak Zella sedang menemui papa Green di mansion untuk memintanya menghadiri pembukaan bisnis kecil Zella.

"Kak Azel, Lama banget sih gak pulang-pulang. Winda kangen tauu." teriak Winda, saudara tiri Azel berlari ke arah Azel dan memeluknya.

"Aduh Wiind, biasa aja dong. Gak bisa nafas nie." balas Azel melepaskan pelukan Winda.

Green dan Maya (mama tiri Azel dan Zella) pun menyambut kedatangan Azel dengan baik.

"Gimana kabar Zella di Bandung?" tanya papa Green.

"Baik pah, besok launching bisnis Zella. Papa ikut yaaa." pinta Azel.

"Emang Zella mau buka bisnis apa sih kak?" tanya Winda yang terus menempel dengan Azel.

Ini yang membuat Azel risih dan tidak nyaman berada di Mansion.

"Fotocopy depan kampus. Biar buat latihan bisnis dulu." jawab Azel.

"Yaelaaaah, malu-maluin banget jadi tukang foto copy. Gak usah dateng pah, buang waktu aja." ucap Winda dan Maya langsung menginjak kaki anaknya.

"Awh, Mamaaa." pekik Winda pelan.

"Besok papa akan datang sekalian liat Zella," jawab papa Green.

"Aku juga udah carikan pegawai buat bantuin Zella nantinya. Jadi papa gak perlu khawatir lagi sama Zella." jelas Azel.

"Kamu memang bisa diandalkan. Papa bangga sama kamu." puji papa Green.

"Lalu apa nama bisnis Zella?" tanya papa Green kemudian.

"Tadinya mau aku kasih nama dia atau perusahaan, tapi dia nggak mau. Dia minta namanya Arion Fotocopy." jawab Azel.

Papa Green mengangguk anguk mendengar jawaban Azel. "Bagus juga sih. Oh iya, kamu tidur sini aja biar besok kita bisa langsung pergi." pinta papa pada Azel.

"Aku masih ada urusan pah, kerjaan masih pada numpuk juga. Senin pagi Azel jemput papa." ucap Azel dan bersiap untuk pergi.

"Buru-buru banget sih, makan dulu yuk." ajak Maya pada Azel.

"Aku usah sempet makan tadi. Lain waktu aja." jawab Azel. "Aku pamit ya pah." Azel pun segera meninggalkan mansionnya.

Sepeninggalan Azel, Maya langsung menarik Winda ke kamar anaknya.

"Kamu itu kalo bicara difikir dulu, Winda. Jangan bikin papa marah. Kamu tau kan papa sangat menyayangi Zella." ucap Maya menasehati putrinya.

"Mama nih selalu begitu." gerutu Winda dan langsung meninggalkan mamanya.

Maya hanya diam membiarkan putrinya pergi.

"Besok Senin ikut ke Bandung ya." ajak Papa Green pada istrinya.

"Winda kan kuliah pah, kasihan kalo pulang kuliah gak ada orang di rumah." jawab Maya memberi alasan.

"Yaudah, biar papa aja sama Azel klo gituh." ucap Papa Green meninggalkan istrinya.

"Hemm, ribet banget sih keluarga kaya ini." gerutu Maya.

Green dan Maya bertemu karena waktu itu Green tidak sengaja menabrak Maya saat masih berjualan sayur.

Saat itu Maya masih memiliki suami, tapi karena suaminya sering berjudi dan banyak hutang dimana mana, Maya pun menceraikan suaminya.

Setelah bercerai, mantan suaminya tertangkap polisi karena penipuan.

Maya kemudian memanfaatkan kebaikan Green sampai akhirnya mereka menikah. Senang bukan main saat Maya berhasil menaklukkan hati Green dan kini hidupnya berbalik 180 derajat.

Maya dan Winda justru lebih sombong dibandingkan Zella dan kakaknya. Maka dari itu, Azel memilih tinggal di apartemen dan Zella mengambil kuliah di luar kota.

"Winda!" panggil Maya melihat Winda selalu bermain ponsel.

"Apa sih, Ma? Ganggu aja." Winda masih terus menatap ponselnya.

"Bersikaplah yang baik di depan papa." Nasehat Maya pada putrinya. "Kamu mau hidup susah kayak dulu lagi?" tanya Maya.

"Ya enggak lah Ma. Tenang aja. Kita bakal terus jadi orang kaya." ucap Winda santai.

"Makanya mama harus pinter2 dong nguras duitnya papa." ucap Winda lagi.

Maya pun mengangguk angguk menyetujui ucapan anaknya.

Pembaca tercinta, mohon dukungannya ya untuk novel ini.

Jangan lupa untuk tinggalkan jejak dengan Like, Coment (Kritik dan Saran yang membangun), Favorit, dan Vote ya.

Terima kasih.

1
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
janah bibah
Biasa
Indah Setyorini
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Waaahh outhor Nakal ya ngeprank semua para Riders,Bikin aku sempat kecewa td sama outhor 🙏🏻🙏🏻😁😁
Qaisaa Nazarudin
Kasihan Silla kalo sampai menikah dgn Dion..
Qaisaa Nazarudin
Loh kok Silla malah segitu aja berjuang demi Leon..Kecewa deh aku..🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Loh kok gitu sih??Leon dn Dion kan sama2 Anaknya,Tetap juga akan jadi menantu nya papa Leon kan..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya Om Bayu nikah juga, Sama Naya lagi, Sahabat jadi sodara ya Silla 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Pasti yg ke 4 itu Levi kan,,Kan 60 itu Siswa dan juga termasuk Dosen nya 😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Waahh Leon suka sama Silla ya?? Kapan Silla putus sama Reza??
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Leon apa Levi sih?? Kan Leon masih dikamar, pingsan tuh dia..
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Zella, hal kapok2 nya baikin musuh..
Qaisaa Nazarudin
Heran aku makin lama makin menampakkan kebodohan Zella, Sekarang dia malah mengumpulkan musuh2 nya dlm satu tim,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkw Rasain tuh, Senjata makan tuan 👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Greget aku sama Levi,masih sok jual mahal aja, bikin Zella cuekin Levi thor dan jaga jarak dgn Levi,Biar levi kelimpungan..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Green dan keluarganya terlalu lembut dgn Winda, Walaupun udah nikah lain tapi itu tetap papa kandungnya, Winda tanggungjawab nya, Green cuman papa tiri, Sekarang udah cerai dgn Maya, Jadi Winda bukan siapa2 lagi dgn keluarga Green,,Hadeeuuh jangan sampai nyesel nanti saat Winda bertindak,,
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Winda dibiarin bebas?? Winda juga gak benar tuh,udah mamanya di tangkap,pasti dia akan balas dendam mamanya..
Qaisaa Nazarudin
Bodoh aja kalo Green takut dgn ancaman Maya,Kalo aku langsung jeblos dia ke penjara..
AdindaRa: makasih banyak dukungannya kaak. aku sendiri sampai lupa sama ceritanya 😘
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
BODOH memberikannya pilihan adalah pilihan yg salah, kalo Maya milih cerai dan pergi jauh, Dia tetap akan bisa menghancurkan kalian Green 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!