Dendam seorang adik kepada gadis yang dia cintai atas kematian kakaknya. Asmara, gadis sederhana, penyanyi dangdut hajatan yang sedang naik daun, berubah nasibnya saat sebuah tuduhan pembunuhan dia terima tanpa dia bisa membuktikan kebenarannya.
Nasib apa itu.?
sepahit apakah nasibnya.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyakitkan..
"Bu, apa ibu ngga malu, tetap menampungku disini? hiks hiks.."
"Nok, Justru ibu yang akan malu jika menyuruhmu pergi dari sini.."
"Tapi aku akan jadi aib buat keluarga ibu.?"
"Udahlah Mara, ngga apa apa ya, Bapak juga ga keberatan. dan warga disini juga pasti mau nrima keadaanmu."
"Tapi pak.."
Udah, jangan dipikirkan, jangan sampai kedaaanmu mempengaruhi janin dalam perut kamu Mara.."
"Iya nok, mereka ngga salah, mereka hanya korban.."
"Makasih bu, pak, makasih hiks hiks.."
"Mba mara jangan khawatir, kami keluarga mba mara.." Ucapan Ririn semakin membuat tangisan Asmara mengeras. Dia sangat terharu dan tersentuh dengan sikap keluarga barunya.
Asmara dinyatakan hamil. Setelah pingsan tadi pagi dan siangnya dia langsung kepuskesmas bagian persalinan dan ibu hamil. Dia sudah mengandung dua minggu.
Dia ingin menolak kehadiran benih di rahimnya itu. karena benih itu akan selalu mengingatkan dia pada seseorang yang sudah menghancurkan hidupnya. Tapi dia juga masih bisa berpikir jernih. Benih ini ngga salah. kehadirannya hanya korban.
Sementara di tempat lain,
Di Dalam Kamar, seorang sedang teduduk dilantai bersandarkan tepi ranjang. Dia sedang menumpahakan kekecewaannya setelah membaca sebuah chat pengakuan dari kakaknya.
"Kenapa kamu tega melakukan itu kak.? apa salah aku kak.? aku adikmu.? kenapa kau tega melakukan itu.? huhuhuu huhhuhuu.." Suara tangisan itu begitu pilu dan menyayat.
Dialah Angkasa. pria yang sedang terpuruk dan sangat kecewa pada sang kakak. Dia ngga nyangka kakaknya begitu membencinya. Dia ngga nyangka dari sikap baik kakaknya selama ini ternyata palsu.
Angkasa ngga pernah berpikir buruk sedikitpun pada kakaknya. Bahkan saat Angkasa menduduki posisi tertinggi perusahaanya, kakaknya lah pertama kali memberi selamat serta hadiah mobil. Tapi dia ngga nyangka, itu semua hanya topeng.
Yang bikin dia sakit hati. kakaknya malah mencoba merusak hidup seorang gadis demi melihat adiknya hancur. Jadi malam itu, apa yang di katakan Naina benar, kakaknya masih hidup ketika Naina melarikan diri, tapi kenapa sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya kakaknya malah mengatakan Asmara meracuninya.
Angkasa benar benar terpukul dengan kenyataan ini. Dia hanya bisa menangis meratapi sesal yang begitu dalam.
"Kamu berhasil kak, kamu berhasil menghancurkan adikmu, kamu berhasil kak hhuhuu.."
Suara tangis Sinar terdengar hingga keluar kamar. Asisten rumah tangga yang kebetulan hendak ke kamarnya mengambil baju kotor tertegun. Tuan muda sedang menangis. Dia mengurungkan niatnya dan segera pergi untuk melapor kepada tuan dan nyonya besar di taman belakang.
"Ada apa bi.?? kok buru buru.?"
"Itu nyah, tuan angkasa.."
"Ada apa dengan angkasa.?"
"Tuan Angkasa terdengar seperti sedang menangis nyah.?"
"Menangis.? Menangis kenapa bi.?"
"Saya ngga tahu tuan, tapi nampaknya Tuan sangat sedih sekali."
"Pah mending kita kekamarnya, ayok pah.."
Keduanya bergegas menuju kamar putranya. Dan benar saja, Angkasa sedang terduduk di lantai dengan menelungkupkan wajahnya pada kedua lututnya.
"Ya Allah nak, kamu kenapa.? Apa yang terjadi sama kamu.?" Tanya sang mamah langsung menekuk lututnya dihadapan Angkasa."
"Angkasa hancur mah, angkasa hancur huhuuhuu hhhuuhu.."
"Jelasin sama mamah, ada apa.?"
"Apa gara gara ponsel kakak kamu.? Apa kamu melihat sesuatu di ponselnya.? Mana ponsel Bara." Pinta papah. Angkasa menyerahkanya dengan wajah masih menelungkup di kedua lututnya.
Sang papah mengambilnya, dan mencari penyebab Angkasa bisa menangis seperti ini. Seperti orang yang terpuruk.
"Ngga ada apa apa disini.." Angkasa mendongak ke arah papahnya kemudian dia merebut ponsel Bara. Angkasa memilih menu chat dan menekan salah satu chat dari kontak bernama Roy, kemudian menyerahkan kembali ke papahnya. papahnya membacanya perlahan, namun begitu kebawah, mata tuan Rajasa membulat. Raut wajahnya berubah murka.
"Kurang ajar bara, bener bener keterlaluan.." Mamah yang melihat reaksi suaminya pun jadi bertanya tanya.
"Kenapa Pah.?"
"Dia telah menghancurkan hidup seorang gadis dan gadis itu adalah gadis yang angkasa sukai.."
"Apa.? coba lihat pah." Hp itu kini berpindah ketangan sang istri. perempuan itu perlahan membaca pesan chat itu. Matanya membulat tak percaya. Air matanya mulai menetes.
"Ya Allah Bara, kenapa dia tega begitu.? kenapa dia membenci adiknya sendiri.? Mamàh pikir dia sangat menyayangi angkasa."
"Dia terlalu serakah mah, dia ngga pernah menyadari kesalahannya sendiri, pasti ini gara gara adiknya menduduki posisi lebih tinggi dari dia
"Mamah ngga nyangka pah, kenapa dia ngga ngomong saja.? apa salah angkasa.?"
"Papah tahu, ini salah papah mah, tapi mamah tahukan gimana tabiat buruk Bara.? mana mungkin papah akan menyerahkan jabatan tertinggi itu sama dia, yang ada perusahaan akan hancur dalam waktu cepat.."
"Tapi kenapa dia harus menghancurkan hidup adiknya.? kenapa pah.? harusnya dia tahu angkasa sangat menyayangi bara.."
Dan sang papah hanya terdiam. Matany menatap sendu ke langit langit kamar Angkasa.
Sang mamah kembali membelai lembut kepala Angkasa yang masih terisak.
"Kita harus tanya temannya yang bernama roy ini mah.."
"Buat apa pah.?"
"Pasti Roy tahu banyak tentang Bara. lihat chat mereka. Sepertinya Bara sangat mempercayai temannya yang bernama Roy.."
"Mungkin itu lebih baik pah.."
Keadaan sejenak terasa hening, hanya ada suara isakan Angkasa. Mamah menatap anaknya yang sedang terpuruk. Wanita itu tahu benar perasaan anaknya saat ini benar benar hancur.
Sang mamah membaca chat itu sekali lagi. Dia jadi bertanya tanya, bagaimana nasib perempuan itu sekarang.
"Apa kamu tahu, bagaimana nasib gadis itu sekarang.?" Mendengar mamahnya bertanya seperti itu. Tangisan Angkasa semakin mengeras. Dadanya begitu sesak saat dia teringat, dia dengan kejam menghancurkan hidup Asmara.
"Kenapa nak.? Apa yang terjadi dengan gadis itu.? Dimana rumahnya nak.?" Tapi pertanyaan pertanyaan itu membuat Angkasa makin larut dalam isakannya. Dia tak tahu harus menjelaskan dari mana atas kesalahan ini.
"Perempuan itu telah hancur mah, perempuan itu telah hancur huhuhuuhuu.."
"Hancur gimana.? Jelaskan sama mamah.?" Angkasa semakin tergugu dalam isakannya.
"Nak, Biarkan mamah dan papah yang menyelesaikan masalah ini, kita yang akan minta maaf sama dia, apa kamu tahu dimana gadis itu tinggal.?"
"Aku ngga tahu mah, aku ngga tahu sekarang dia dimana mah, semua ini salah aku mah huhuhuu huhuu.."
"Ini bukan salah kamu sayang, ini bukan salah siapa siapa.."
"Ini salah aku mah, ini semua salah aku, aku yang tak percayainya, aku yang telah menghancurkan hidupnya huhuu huhuu.." kedua orangtua itu tercengang memandang anaknya.
"Apa yang terjadi sebenarnya nak.?"
"Aku telah menghancurkan hidupnya mah, aku menfitnahnya, aku memperkosanya, aku menyiksanya, aku membuangnya, dan semua itu karena kakak mah, aku telah menghancurkannya hwaaahahha hwahhahaa.."
Dan kedua mata orang tua itu membulat sempurna dengan kenyataan yang keluar dari mulut sang Anak..
@@@@@@@@@
author ttp konsisten...
hidup bollywood..💪
1 server qitahh...😉👄👄👄
jadi angkasa bisa melihat apa yg terjadi .... kau akan sangat2 menyesal telah memperkosa .. mempermalukan dan menyakiti hati wanita yg kau cintai angkasa ...