NovelToon NovelToon
His Royal Vow

His Royal Vow

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Perjodohan / Penyesalan Keluarga
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan megah di Katedral St. George menandai bersatunya Edmund Alistair Blackwood, calon Raja Inggris sekaligus perwira militer, dengan Baxeena Valerio Desmon, wanita independen asal Los Angeles. Bagi publik, ini aliansi sempurna. Namun bagi Baxeena, ini adalah neraka.

Pria yang dipaksa ia nikahi demi menyelamatkan ibunya adalah mantan kekasih masa high school yang paling ia benci. Satu dekade lalu, hubungan mereka hancur akibat tragedi one-night stand Edmund yang berujung kehamilan.

Kini, Baxeena tak hanya terjebak dengan pria yang menghancurkan hatinya, tetapi juga harus menjadi ibu tiri bagi putri Edmund yang berusia 13 tahun—anak hasil pengkhianatan masa lalu yang amat membencinya.

Di tengah dinginnya tembok istana modern, tugas militer Edmund yang kerap memanggilnya ke garis depan memaksa Baxeena menghadapi konspirasi kerajaan dan penolakan sang anak tiri seorang diri. Sebuah reuni emosional yang berbahaya antara luka masa lalu, dendam, dan takdir yang belum usai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#18

Satu minggu berlalu sejak kehangatan malam di Cotswolds Estate. Atmosfer di dalam ruang makan utama Istana Buckingham pagi itu terasa begitu megah namun tertata dalam ketatnya tradisi bangsawan.

Cahaya matahari yang menerobos jendela berkaca patri membiaskan pendar keemasan di atas meja kayu mahoni panjang yang dihiasi lilin-lilin perak serta perlengkapan makan berbahan kristal dan porselen terbaik.

Namun, di balik keanggunan tersebut, terdapat sepasang mata tua yang memperhatikan setiap gerak-gerik di meja makan dengan kedengkian yang tertahan rapat.

Ratu Lizzeebeeth Blackwood duduk di puncak meja. Dengan ekspresi wajah yang terlatih selama puluhan tahun di panggung politik dunia, sang Ratu mempertahankan senyuman indahnya yang amat sempurna.

Dari luar, ia tampak seperti seorang nenek dan Ratu yang penuh kasih. Namun di dalam dadanya, kemarahan yang beracun membakar hebat menyaksikan interaksi di hadapannya—sebuah pemandangan yang paling ia benci di muka bumi.

Di sisi kiri meja, Violet duduk menempel erat di sebelah Baxeena. Gadis berusia tiga belas tahun itu tidak lagi menatap Baxeena dengan pandangan dingin atau memusuhi seperti minggu lalu. Sebaliknya, keceriaan dan rasa percaya sepenuhnya memancar dari wajah remaja tersebut.

Ratu Lizzeebeeth mengepalkan jemarinya di bawah lipatan serbet sutra. Menurut skenario yang dirancangnya, Baxeena hanyalah istri sementara bagi Alistair. Seminggu lagi, tepat dua minggu sejak pengumuman hukum kuno, putranya Alistair akan dikirim ke zona pertempuran di Ukraina untuk menjalani Royal Duty Tour. Sang Ratu telah memastikan jalur pergerakan Alistair di sana akan dihujani kesulitan hingga pria itu dipastikan pulang membawa kegagalan politik—sebuah celah legal untuk mencabut gelar Baxeena dan menendang wanita Los Angeles itu kembali ke Amerika selamanya.

Namun, melihat bagaimana seminggu terakhir ini keluarga kecil itu berubah menjadi begitu harmonis dan bahagia, Ratu Lizzeebeeth dibuat bingung setengah mati.

Apa yang sebenarnya terjadi hingga cucunya yang semula sangat membenci Baxeena mendadak berubah menjadi begitu dekat dan patuh pada wanita non-bangsawan tersebut?

"Mommy tahu..." Tiba-tiba suara Violet memecah keheningan meja sarapan. Di dalam protokol istana kali ini, Alistair memang telah menghapus aturan kaku yang melarang anggota keluarga berbicara saat makan pagi.

Violet mengoleskan mentega pada roti panggangnya dengan riang, lalu menoleh pada Baxeena dengan binar mata penuh kebanggaan. "Aku bahkan tidak lagi dikatakan gendut oleh Ayah minggu ini, karena aku mengikuti seluruh saran olahraga dan pola makan dari Mommy!"

Baxeena menyunggingkan senyum hangat, meraih tisu kain lalu mengusap sisa mentega di sudut bibir Violet dengan kelembutan seorang ibu murni. "Tentu saja, Sayang. Kau cantik dan sehat. Siapa pun yang berani mengomentari bentuk tubuhmu lagi, suruh mereka berhadapan langsung dengan Mommy."

Alistair yang duduk tepat di seberang Baxeena terkekeh renyah. Pria itu memotong daging asapnya, lalu menatap istrinya dengan pendar mata hazel yang sarat akan rasa cinta yang mendalam.

"Dengar itu, Vio? Mommy-mu sekarang punya otoritas penuh untuk memprotes cara mengasuhku," goda Alistair, menyumpit sepotong buah zaitun lalu mengarahkannya ke bibir Baxeena.

Baxeena tanpa ragu menerima suapan dari Alistair, membalas tatapan suaminya dengan kerlingan mata yang membuat Alistair makin gemas. Kemesraan alamiah yang terpancar di antara Alistair dan Baxeena mengalir tanpa sekat, seolah mengabaikan aura dingin yang dihembuskan oleh Ratu Lizzeebeeth dari ujung meja.

Setelah sesi sarapan yang hangat itu selesai, kepala pengawal pribadi Violet melangkah mendekat dan menunduk hormat. Violet membungkuk sopan pada sang Nenek, lalu memeluk Baxeena erat-erat sebelum akhirnya bergegas pergi menuju mobil istana yang akan mengantarnya ke sekolah bangsawan di pusat kota London.

Kepergian Violet menyisakan Alistair dan Baxeena yang berjalan berdampingan menuju pintu besar Istana Buckingham. Alistair melingkarkan lengannya di pinggang tegap Baxeena, sementara wanita itu bersandar nyaman di bahu suaminya.

Alistair mengingat kembali obrolan larut malam mereka semalam di kamar—sebuah obrolan konyol saat Violet secara tiba-tiba membahas teman sekolahnya yang mulai berpacaran.

"Mengingat percakapan kita semalam soal Violet... aku masih tidak habis pikir," bisik Alistair dengan sudut bibir terangkat, menyindir putri kecilnya yang mulai beranjak remaja. "Dia bertanya apakah dua tahun lagi kalau usianya lima belas tahun, dia boleh berpacaran dan berciuman seperti yang dilakukan teman-teman sekolahnya. Konyol sekali."

Alistair menoleh pada Baxeena, lalu mengulangi nasihat gila yang ia lontarkan pada Violet semalam. "Dan seperti yang kubilang padanya semalam... Violet hanya boleh menjadi playgirl agar tidak gampang sakit hati oleh pria mana pun."

"What?!" Baxeena berhenti melangkah, membelalakkan matanya pada Alistair sembari menepuk dada suaminya pelan. "Nasihat Ayah yang sangat gila, Alistair! Kau ingin mengajari putri kita menjadi pemain hati?"

Baxeena menggeleng-gelengkan kepalanya, tak kalah protektif. "aku yang akan memeriksa dari keluarga mana anak laki-laki itu berasal. Dan kalau dia berani menyakiti Violet, aku akan memecahkan kepalanya dalam tiga detik! Dan untuk sekarang, sudah kukatakan pada Violet untuk berteman saja, tidak usah berpacaran dulu!"

Keduanya tertawa renyah di lorong istana yang megah tersebut.

Alistair yang merasa istrinya cukup cerewet saat menceritakan kembali candaan mereka semalam, mendadak menatap Baxeena dengan senyuman mesum yang amat dihafal oleh wanita itu sejak masa muda mereka.

"Kau membicarakan aturan pacaran yang kaku untuk Violet..." goda Alistair, suaranya merendah dengan nada jahil yang vulgar. "Mengingat di mana usia tujuh belas tahun, kau dan aku bahkan telah..."

Alistair sengaja menggantung kalimatnya, merujuk pada masa-masa di mana mereka pertama kali memadukan kasih secara liar di masa high school.

Alistair terkekeh nakal lalu melanjutkan, "Ah, lupakan masa itu. Aku tidak mau putriku mengikuti jejak Mommy-nya yang suka mengajak bercinta di ruangan piano dan ruang konseling sekolah..."

Mendengar bisikan terang-terangan dan nakal itu, mata Baxeena membelalak sempurna karena terkejut.

Pipi cantiknya seketika memerah padam hingga ke balik leher. Ia menyikut perut Alistair cukup keras, lalu melirik tajam ke arah sudut lorong.

"Kau gila?!" desis Baxeena penuh kepanikan yang menggemaskan. "Di sana ada ibumu, Alistair! Jaga mulutmu!"

Baxeena mendengus galak, menunjuk dada Alistair dengan telunjuknya. "Lagipula kau yang selalu menjadi gila di masa lalu! Kau yang tidak tahu tempat, Pangeran mesum!"

Alistair tertawa lepas, merangkulkan tangannya lebih erat di bahu Baxeena, mengecup pelik istrinya tanpa peduli pada pandangan para pelayan istana yang lalu lalang.

***

Dari kejauhan, berdiri di balik pilar granit pintu besar istana, Ratu Lizzeebeeth menyaksikan seluruh interaksi, tawaan, dan bisikan mesra di antara anak dan menantunya itu.

Di mata sang Ratu, tawa bahagia dan gestur protektif mereka saat membahas masa depan anak tampak seperti sebuah persiapan.

Ratu Lizzeebeeth menduga, Alistair dan Baxeena sedang membicarakan soal suatu saat nanti mereka akan mengantar anak kandung mereka sendiri di masa depan—sama seperti saat mereka baru saja melepas Violet berangkat sekolah.

Ratu Lizzeebeeth menyunggingkan senyum sinis yang amat beracun. Matanya yang sedingin es menatap perut rata Baxeena dari kejauhan.

"Kau tidak akan pernah hamil, Baxeena..." bisik sang Ratu lirih dengan nada dingin yang teramat mematikan. "Aku tidak mungkin membiarkan darah yang bukan darah bangsawan berlari-larian di koridor istana ini. Tidak akan pernah kubiarkan hal yang tidak mungkin itu terjadi."

Ratu Lizzeebeeth memutar tubuhnya perlahan, berjalan kembali menuju ruang utamanya.

Mengingat rencana terselubungnya yang sangat rapi, sang Ratu telah memerintahkan koki pribadi istana untuk selalu memasak olahan makanan terbaik dan paling bergizi khusus untuk Baxeena.

Namun, "terbaik" dalam artian sang Ratu adalah... setiap hidangan lezat, teh herbal, dan sup mewah yang disajikan untuk menantunya telah dicampuri dengan serbuk penunda kehamilan dosis tinggi secara konstan.

Serbuk tanpa rasa dan tanpa aroma itu telah tertelan selama berhari-hari oleh Baxeena tanpa disadari sedikit pun.

Sang Ratu tersenyum puas dalam kegelapan rencananya. Bahkan jika Alistair menghabiskan setiap malam memadu kasih dengan Baxeena, rahim wanita Los Angeles itu telah dikunci rapat-rapat oleh racun tak kasat mata milik dinasti Blackwood.

1
Asriani Rini
Demoga biolet bisa membedakan mama yg tulus dan mana yg jahat
Rosdianah 🌷: benar kaa
total 1 replies
nayla tsaqif
Tp ttp aja,, kamu punya ank dr jalang itu pak ali,, jadinya jijik liat kamu bekas jalang,, harusnya baxee janda dulu biar bekas orang jg,, biar impas😩
Rosdianah 🌷: nah iya lagi, harusnya dibikin janda dulu ya🤣🤣🤭
total 1 replies
Adiba Azahra
Haloooo kak izin mengikuti dan nyimak yaaa dari awal hahaha 🙏😁👍 semangat terus pokok nya 😍👍
Rosdianah 🌷: okay ka🫶
total 3 replies
Mia Camelia
ehmm rencana apa sih yg di bikin violet dan katrine 🤔🤔🤔
Mia Camelia
violet baru nonggol udah pingin jitak aja🤣🤣🤣🤣
ayolah baxenna tundukkan si bocil tantrum itu🤭🤭🤭
nayla tsaqif
AJ besanan ama mantan nih,,, 😌
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!