NovelToon NovelToon
Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:419.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kirana Aruni menjadi korban atas rencana busuk ibu tirinya setelah terjebak dalam
sebuah malam kelam bersama Edgar Ganendra, pewaris tunggal Ganendra Group,
yang kehilangan kendali akibat dibius musuhnya.

Dianggap membawa aib, Aruni diusir oleh ayahnya atas hasutan ibu tirinya.

Tujuh tahun kemudian, Aruni membesarkan
putra kembarnya seorang diri. Mengetahui perjuangan sang ibu, kedua bocah jenius
itu diam-diam meretas data untuk mencari ayah kandung mereka. Hasilnya mengarah pada satu nama besar, yakni Edgar Ganendra, Presiden Direktur Ganendra Group.

Di sisi lain, Edgar tak pernah berhenti mencari wanita dari malam itu. Ia ingin menebus kesalahannya sekaligus mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi, bahwa ia bukanlah pria impoten.

Saat si kembar mulai menyusun rencana untuk mempertemukan kedua orang tua mereka, masa lalu yang penuh fitnah dan luka
kembali terbuka.

Mampukah mereka menyatukan kembali keluarga yang telah lama terpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Malam semakin larut, jarum jam sudah menunjuk angka sebelas. Si kembar yang sedari tadi asyik mendengarkan cerita kakeknya mulai tak kuasa menahan kantuk. Kepala Zayyan beberapa kali tersengguk, sementara matanya Rayyan sudah menyipit berat.

Melihat kondisi kedua buah hatinya, Aruni bangkit berdiri dari sofa. "Tuan Fernando, mohon maaf... sepertinya kami harus pamit pulang sekarang. Si kembar sudah sangat mengantuk."

Namun, Tuan Fernando langsung menggelengkan kepala, menolak permintaan itu. Apalagi di luar sana, gemuruh guruh kembali terdengar disusul guyuran hujan deras yang membasahi bumi Sukomakmur.

"Tidak usah pulang malam-malam begini, Aruni. Hujan kembali deras di luar," cegah Tuan Fernando lembut namun tegas.

"Tapi Tuan..."

"Tidak ada tapi-tapian, Aruni. Kamu menginap saja di sini satu malam. Kasihan juga anak-anak, dari kemarin-kemarin mereka bilang ingin sekali menginap di sini. Kebetulan di lantai dua ada empat kamar kosong, kamu bisa pakai kamar mana saja yang kamu mau!" ujar Tuan Fernando tak menerima bantahan.

Aruni akhirnya tak punya pilihan selain mengangguk pasrah. Si kembar yang sudah setengah tertidur digendong perlahan oleh Edgar menuju kamar mandi bawah untuk dibersihkan, lalu dibaringkan di kamar dekat ruangan Tuan Fernando.

Sementara Aruni menunggu di lantai dasar, Tuan Fernando pamit untuk beristirahat lebih dulu karena faktor usia dan fisiknya yang cepat lelah.

"Aruni, saya tinggal ke kamar dulu ya. Nanti Edgar yang akan mengantarkan kamu ke kamar atas," pamit Tuan Fernando ramah.

Saat melintas di samping Edgar, sang ayah sengaja memelankan laju kursi rodanya dan berbisik tepat di telinga putra tunggalnya.

"Ini kesempatanmu, Putraku... Bicarakanlah semua isi hatimu pada Aruni. Jangan kelamaan dipendam, nanti cintamu bisa jamuran!" goda Tuan Fernando penuh arti seraya terkekeh pelan sebelum berlalu.

Seketika rona merah kembali menyapu pipinya Edgar.

‘Ish... Papah ini! Mana bisa secepat itu aku menyatakan cinta pada Aruni. Yang ada dia malah kabur duluan... Melihatku saja dia masih takut-takut!’ sungut Edgar dalam hati.

Edgar membalikkan badan dan menghampiri Aruni. "Ayo, aku antarkan ke kamar atas."

Mereka berdua melangkah menelusuri anak tangga menuju lantai dua. Suasana kembali mendadak canggung dan hening. Aruni berjalan di belakang Edgar sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam, berusaha menutupi rasa gugup yang mendadak menyerang dadanya.

Tanpa disadari Aruni, Edgar menghentikan langkahnya sejenak di ambang koridor. Karena terlalu fokus menunduk dan melamun, Aruni terus berjalan hingga...

Buk!

"Awww...!" ringis Aruni pelan seraya memegangi keningnya yang baru saja menabrak punggung tegap Edgar yang keras bagai dinding.

Edgar berbalik badan dengan raut panik, menatap Aruni yang sibuk mengusap keningnya sendiri. "Loh... kok bisa menabrak punggungku? Kamu sudah sangat mengantuk ya, Runi?"

Karena terlalu malu untuk mengaku bahwa dirinya sedang sangat gugup berada di dekat pria itu, Aruni terpaksa mengangguk pelan. "I..iya, Tuan... aku sudah agak mengantuk."

Edgar tersenyum tipis, lalu membukakan pintu salah satu kamar utama yang megah. "Ya sudah, silakan masuk dan istirahatlah. Besok aku ingin mengajakmu jalan-jalan di sekitar sini bersama anak-anak... sebelum lusa pagi aku harus berangkat kembali ke Jakarta."

Aruni tersentak pelan. "Tapi Tuan, maaf... Besok anak-anak harus pergi sekolah."

"Tenang saja, nanti sepulang sekolah aku yang jemput anak-anak, dan kamu siap-siap saja di sini, baru kita jalan-jalan," potong Edgar memberi solusi.

"Tidak, Tuan... Besok saya lebih baik pulang ke rumah dulu. Tidak enak rasanya menginap terlalu lama di sini," tolak Aruni halus.

Edgar menatap Aruni beberapa detik, lalu menghela napas pasrah. Ia tak ingin memaksakan kehendak yang justru membuat Aruni merasa semakin tak nyaman.

"Ya sudah, terserah kamu saja, Aruni. Selamat malam ya, Runi... You have a nice dream," ucap Edgar lembut dengan binar matanya yang syahdu.

Aruni menyunggingkan senyum tipis, lalu menundukkan kepalanya kembali. "Selamat malam juga, Tuan."

Aruni melangkah masuk lalu perlahan menutup pintu jati yang tebal itu. Begitu terdengar bunyi pintu di tutup, Aruni langsung menyandarkan punggungnya di balik pintu. Tangannya terangkat meraba dadanya sendiri yang berdegup kencang tak beraturan. Ada desiran aneh dan hangat yang mulai merayapi hatinya, perasaan yang berusaha keras ia sangkal sedari tadi.

Sementara itu di luar koridor, Edgar masih berdiri mematung. Pria tegap itu tak langsung beranjak pergi, melainkan terus memandangi pintu kamar Aruni yang tertutup rapat dengan senyuman mengembang di bibirnya. Kerinduan tujuh tahun itu perlahan mulai terobati, meninggalkan harapan manis untuk esok hari.

Edgar bergegas melangkah masuk ke dalam kamarnya yang berada persis di seberang kamar Aruni. Dengan perasaan membuncah, ia berbaring di atas tempat tidurnya, mengukir senyum kecil membayangkan betapa dekatnya jarak mereka malam ini.

Sementara itu di dalam kamarnya, Aruni merebahkan tubuhnya yang lelah ke atas kasur empuk nan mewah. Sensasi kehangatan itu menerbangkan ingatannya kembali ke masa kecil saat ia masih menikmati kamar luas dan indah di rumah peninggalan almarhumah ibunya, sebelum segalanya dirampas paksa oleh Dona.

Namun, baru saja Aruni memejamkan mata untuk menyambut mimpi...

BLAARRR!

Kilat menyambar begitu dahsyat, memancarkan kilatan cahaya menyilaukan dari balik jendela. Seketika itu juga, aliran listrik padam total. Kegelapan pekat gulita langsung menelan seluruh isi ruangan.

"Aaaaaakkhh! Tolong!" jerit Aruni histeris.

Trauma mendalam dan fobia kegelapan seketika mencengkeram jiwanya. Memori kelam saat remaja dulu terputar kembali secara brutal: siksaan Nova, ibu tirinya, yang sering memenjarakannya di dalam gudang belakang yang gelap, lembap, dan dingin hanya karena kesalahan sepele.

Mendengar jeritan histeris dari kamar seberang, Edgar terlonjak kaget dari tempat tidurnya. Tanpa membuang waktu, ia berlari menyeberangi koridor dan menerobos masuk ke kamar Aruni yang untungnya tidak terkunci.

"Aruni! Aruni... kamu baik-baik saja?!" teriak Edgar panik di tengah kegelapan pekat.

Dengan penerangan seadanya, Edgar bergegas menyalakan lampu senter dari ponselnya. Cahaya putih itu menembus sudut ruangan dan menangkap sosok Aruni yang tengah duduk meringkuk, memeluk erat kedua lututnya di samping lemari pakaian, ia berusaha bersembunyi dari bayang-bayang ketakutan.

Saat Edgar melangkah mendekat, Aruni yang menangkap kehadiran seseorang langsung bangkit dengan tubuh gemetar hebat. Tanpa pikir panjang, ia menyergap tubuh tegap Edgar, merangkul pinggang pria itu dan memeluknya dengan sangat erat.

"Tuan... tolong aku! Aku takut..." bisik Aruni terisak, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Edgar.

Edgar terpaku sejenak, namun refleks lengannya melingkar hangat membalas pelukan wanita itu. Ia bisa merasakan degup jantung Aruni yang berpacu liar dan tubuhnya yang menggigil hebat.

"Tenanglah Aruni... ada aku di sini," bisik Edgar lembut di dekat telinganya. "Aruni, sebenarnya apa yang membuatmu seperti ini? Kau tampak trauma berat dengan kegelapan... Apa yang sebenarnya terjadi padamu di masa lalu?"

Edgar semakin mengeratkan pelukannya, menyalurkan rasa aman dan hangat yang belum pernah Aruni rasakan sebelumnya. Perlahan tapi pasti, hembusan napas Aruni mulai teratur. Kehangatan dadanya Edgar meredakan kepanikannya hingga tanpa terasa, wanita itu tertidur pulas dalam dekapan sang pengusaha.

Merasakan Aruni tak lagi bergerak, Edgar perlahan menggendong tubuh mungil itu dan merebahkannya kembali di atas ranjang. Dengan sangat hati-hati, Edgar hendak mengundurkan diri dan beranjak pergi. Namun baru saja jemarinya terlepas, jemari Aruni mendadak mencengkeram pergelangan tangannya erat-erat.

"Jangan pergi... aku takut..." gumam Aruni lirih dengan mata yang tetap terpejam rapat.

Melihat Aruni yang begitu rapuh, nurani Edgar tak tega meninggalkannya. Ia menghela napas panjang lalu memilih ikut merebahkan tubuhnya di samping Aruni. Edgar merangkul bahu mulus itu, membimbing kepala Aruni untuk bersandar nyaman di atas dada bidangnya.

Kini, masalah baru justru menghampiri sang CEO Ganendra Group. Dalam keheningan malam dan harum aroma tubuh Aruni yang menyeruak, Edgar sama sekali tak bisa memejamkan matanya. Naluri prianya bergejolak hebat.

‘Hadeuh... Kenapa aku malah jadi tersiksa seperti ini?’ batin Edgar menggebu. Keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya.

Bayangan peristiwa malam panas tujuh tahun lalu mendadak melintas liar di benaknya, dimana saat jemarinya menelusuri tiap lekuk tubuh Aruni yang seputih susu, dan bagaimana wanita itu membalas sentuhannya dengan penuh gair4h di bawah pengaruh obat.

"Aarrrkkkhhh... ular python ku mulai bangkit dari sarangnya! Dasar sial!" umpat Edgar berbisik pelan, merutuki dirinya sendiri.

Edgar menelan ludahnya berkali-kali. Jakunnya naik-turun tak beraturan saat matanya fokus memperhatikan bibir merekah Aruni yang merona tipis di bawah temaram kilatan petir dari balik gorden. Edgar terengah, berjuang keras menahan hasrat prianya agar tak melompati batas pada wanita yang sangat dicintainya itu.

Bersambung...

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Rama, Rena dan Aruni punya kehidupan dan masalah yang mirip sebelum pak Marwan berubah.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kayaknya Aruni hamil, tapi jangan sampe tindakan Camelia dan Edgar bikin salah paham Aruni dan orang².
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Cihuuuyyyy... ada yang sudah jadian... bentar lagi undangan datang Edgar, Aruni./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
B9ar Rama belajar romantis sekalian lah Ren, masa kaku terus jadi orang.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Moga saja rencana Rena dan si kembar berhasil terus Rama gengsinya di buang di simpan dulu di lemari tar kalau sudah berani utarakan is9 hati sama Laras baru boleh di pake lagi./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Thor suara ketuk palunya kok beda, bukan TOK TOK TOK atau TUK TUK TUK... lah Aku salfok di kirain suara buka atau nutup pintu BRAK.🤭🤭✌️
Jangan marah ya Thor.✌️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Halal juga setelah terpisah sekian tahun, bu Amanda juga bijak mau lapang dada tanpa dendam karna suami dan anaknya di penjara karna emang salah.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mending Lamaran dan nikahannya ga usah nunggu berhari², berminggu² atau berbulan²... cukup beberapa jam saja, Lamaran siang hari terus besok paginya langsung akad nikah./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bakal ada 2 pernikahan nih.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Indah dan Cerah banget Ed./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wdgar ini mwlewatkan dan lengah pengawasan dan menyelidiki segala kemungkinan kecil pelaku yang menjadi ancaman besar untuk Keluarga mu padahal biarpun menurut kamu itu ga mungkin harusnya di selidiki.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Jangankan cuma bahu Rama, kalau kamu butuh hatinya Laras pasti dia juga bersedia.🤭🤭🤭

Tangkap si Aldo, Edgar jangan kasih kesempatan untuk kabur dan jangan jadi lemah dan membebaskannya hanya karna kasihan pada bibi mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kalau bisa mah kasih saja hukuman mati si Tua David karna kalau hukuman seumur hidup pasti dia bisa lolos dengan menyuap atau kabur dan jadi ancaman lagi./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lah dalah ternyata si tua David cuma mantu tah, hadeuuhh... ga tau malu karna sifat serakah, iri, siriknya sampe ingin nguasain harta yang bukan haknya 😤
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Penempatan yang benar² di posisinya, Aruni dan si kembar di rumah Edgar karna pasti bakal bersatu jadi keluarga dan bi Sumi serta Larasati di rumah Rama yang pastinya Laras bakal jadi jodohnya Rama./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Harus siapkan bodygard bayangan untuk melindungi Aruni, si Kembar dan bi Sumi, Edgar karena bi Sumi juga saksi penculikan 7 tahun lalu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Semangat cari buktinya Edgar, harus gercep karna David sudah bau² mendekati adanya keberadaan Aruni dan si Kembar
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Edgar sudah tau pertemuan kamu dan keberadaan Aruni serta si Kembar harus di jaga tapi malah mau pasang foto di ruang kerja .. sama saja bohong, ruang kerja biarpun area pribadi mu tapi itu berada di lingkup orang luar juga terutama David, Aldo pasti bakal masuk kan dengan alasan keluarga atau ada perlu di tambah para antek² dan karyawan pasti rawan ke sebar.

Kalau mau pasang foto mending di kamar pribadi mu saja itu jauh lebih aman ketimbang di kantor
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lah si Dona mau'an saja jadi penampungan h4sr4tnya si Aldo sampe fat4l... nunggu di tinggalin dan kena p3nyakit kelamin baru tau rasa.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Jangan ya Rama, Jangaannn... sampe punya niat buat si kembar sedih karna harus jauh dari Ayahnya... kebahagian mereka bukan seberapa lama kamu kenal dan seberapa peran kamu sama mereka karna posisinya beda.

Mereka butuh kasih sayang Ayah kandungnya seperti yang mereka harapkan dan impikan selama ini, jadi mau kamu gantikan posisinya Edgarpun ga bakal bisa sama rasanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!