NovelToon NovelToon
The Light We Found

The Light We Found

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Trauma masa lalu
Popularitas:96
Nilai: 5
Nama Author: Tr_w

Tirta Adira selalu percaya bahwa perasaan manusia adalah hal yang paling sulit ditebak. Hari ini bisa mencintai, esok bisa memilih pergi. Karena itulah, setelah sebuah hubungan yang melelahkan meninggalkan luka, ia memutuskan untuk berhenti menggantungkan kebahagiaannya pada siapa pun.

Hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang terkenal kasar, keras kepala, dan memilih mengurung dirinya di balik masa lalu yang belum selesai. Pertemuan mereka tidak pernah berjalan mulus, tetapi di antara setiap perdebatan dan perbedaan, tumbuh sebuah chemistry yang tak mampu dijelaskan oleh logika.

Ini bukan kisah tentang cinta yang rumit. Ini adalah kisah tentang dua orang yang saling menemukan di waktu yang tak pernah mereka rencanakan, lalu perlahan belajar bahwa terkadang, cinta hadir bukan untuk mengubah seseorang, melainkan untuk mengajarkan bagaimana menerima dan menyembuhkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tr_w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Di perjalanan pulang setelah keluar dari rumah besar itu, Arga mengantarkan Tirta atas permintaan ibunya yang merasa bersalah atas kejadian yang sengaja direncanakan oleh putranya sendiri. Sementara itu, Jordan masih membuntuti dari belakang. Entah apa yang ada di pikiran pria itu hingga terus mengikuti mereka.

Tirta hanya diam sambil memandang jalanan yang tampak macet dengan polusi memenuhi udara akibat padatnya kendaraan. Arga sesekali melirik ke arahnya, lalu kembali fokus pada jalan karena merasa sedikit tidak enak hati.

"Kenapa dia tinggal sendirian di rumah itu? Apa dia benar-benar seorang kriminal, Kak?" Tanya Tirta pada akhirnya. Sejak tadi pikirannya dipenuhi sosok pria itu. Tatapan mata yang penuh kesedihan dan kesepian itu terus mengganggu hatinya.

Sebelum menjawab, Arga menyunggingkan senyum tipis.

Ternyata tindakannya mempertemukan mereka kembali tidak sepenuhnya salah.

Jadi benar apa yang dikatakan Marchel. Gadis itu pasti akan bertanya tentang dirinya.

Batin Arga dengan perasaan puas.

"Kriminal? Dia sendiri yang menganggap dirinya sebagai seorang kriminal. Delapan tahun yang lalu, pernah terjadi sebuah kejadian yang merenggut nyawa kekasihnya saat mereka hendak pergi berkencan." Tirta menoleh, mendengarkan dengan saksama cerita pria di sampingnya.

Arga pun mulai menceritakan bagaimana Marchel menjalani hidupnya selama delapan tahun terakhir.

Delapan tahun yang lalu, Marchel pergi bersama kekasihnya yang bernama Rachel ke sebuah restoran untuk merayakan kelulusan gadis itu. Di tengah perjalanan, Marchel mendapat telepon yang memberitahukan bahwa mobilnya telah diretas dan terdapat bom di dalamnya. Jika mereka menghentikan mobil saat itu juga, bom tersebut akan langsung meledak.

Keduanya panik.

Mereka terus melajukan mobil menuju sebuah tebing yang sepi dari pengendara. Marchel memutuskan untuk melompat bersama Rachel sesaat sebelum mobil itu ditabrakkan ke arah tebing. Namun naas, keberuntungan tidak berpihak kepada mereka.

Saat Marchel berhasil melompat, ia mengira Rachel sudah ikut keluar dari mobil. Ternyata gadis itu masih berada di dalam. Entah karena takut atau tidak sempat melompat, Rachel ikut terbakar ketika mobil tersebut meledak. Sementara Marchel terpental ke bebatuan. Kedua kakinya tertimpa batu besar akibat kerasnya ledakan hingga membuatnya kehilangan kemampuan untuk berjalan.

Kejadian itu membuat Marchel terus menyalahkan dirinya sendiri. Ia merasa egois karena tidak memastikan lebih dulu apakah Rachel sudah melompat atau belum. Sejak saat itu, Marchel mengalami gangguan yang membuatnya sering menyakiti diri sendiri, mengalami serangan panik, dan memilih mengurung diri dari dunia luar. Bahkan dahulu, pria itu menolak semua obat yang diberikan karena ia ingin mati menyusul kekasihnya.

Marchel memang memiliki temperamen yang buruk sejak kecil. Namun tragedi itu membuatnya berubah menjadi jauh lebih buruk. Setiap tahun, selama bulan Februari, ia akan mengurung diri selama satu bulan penuh di rumah belakang itu. Makanan hanya boleh diletakkan di depan pintu. Tidak ada seorang pun yang diizinkan masuk ataupun mengganggunya selama masa berkabung.

Lalu bagaimana dengan keluarganya?

Marchel memilih meninggalkan negaranya sendiri dan menetap di sini agar bisa menikmati rasa sakitnya sendirian. Beruntung, Arga yang memang sangat dekat dengannya berhasil membujuk Marchel untuk tinggal di kawasan yang sama dengan keluarganya. Meski tidak tinggal serumah, setidaknya mereka masih bisa mengawasi keadaan pria itu dari dekat.

"Lalu bagaimana dengan orang yang merencanakan pembunuhan itu?" Tanya Tirta dengan dada yang terasa sesak. Entah mengapa, ia ikut merasakan kesedihan yang diceritakan Arga.

"Dia sudah dieksekusi."

Oleh Marchel.

Batin Arga.

Namun pria itu tidak berani menceritakan sisi gelap sepupunya. Sisi seorang Marchel yang mampu membunuh ataupun menyakiti siapa saja yang berani mengusiknya. Dan gadis di sampingnya adalah satu-satunya pengecualian. Bahkan pria sekejam Marchel pun tidak sanggup menyakiti gadis polos seperti Tirta.

Tanpa mereka sadari, mobil sudah berhenti tepat di depan kontrakan milik Tirta. Sebelum gadis itu turun, Arga menghela napas pelan.

"Maaf karena membuatmu harus bertemu Marchel di saat dia sedang tidak baik-baik saja. Dan... terima kasih karena sudah menjadi obat bagi sepupuku."

Tirta mengernyit bingung mendengar ucapan ambigu tersebut. Ia ingin bertanya lebih jauh, tetapi ketukan di kaca mobil menghentikan niatnya.

"Apa maunya pria ini sebenarnya?" Gumamnya kesal sebelum keluar dari mobil. Hari ini benar-benar dipenuhi berbagai kejutan. Arga memperhatikan kedua orang yang kini berdiri di depan kontrakan. Dengan usil, ia mengambil foto Tirta dan Jordan lalu mengirimkannya kepada Marchel.

"Marchel tidak pernah mudah ditenangkan saat sedang menyakiti dirinya sendiri. Tapi gadis ini mampu menghentikannya hanya dengan sebuah pelukan. Apa Tuhan akhirnya menjawab doa keluarga kami?"

Monolognya pelan.

Tak lama kemudian, foto itu terkirim. Namun tidak ada balasan sedikit pun dari Marchel.

...****************...

Sepeninggal Arga, kini Tirta berdiri berhadapan dengan Jordan. Gadis itu memutuskan akan mendengarkan apa pun yang ingin disampaikan pria tersebut.

"Tirta... aku benar-benar minta maaf atas semua yang sudah kulakukan selama ini."

"Aku memaafkanmu. Tapi aku tidak bisa kembali lagi denganmu. Tolong... aku sedang berusaha memperbaiki hatiku yang sudah hancur. Tidak bisakah kita menjalani hidup masing-masing tanpa saling mengganggu?" Tanya Tirta dengan nada serius. Sudah berbulan-bulan Jordan terus bersikap seperti ini.

"Benarkah sudah tidak ada kesempatan lagi untukku?" Tanya Jordan sambil menggenggam tangan gadis di depannya.

Tirta menggeleng mantap.

"Kalau begitu... bisakah kita berteman saja? Bolehkah aku datang mencarimu saat benar-benar membutuhkan seseorang?"

"Kalau kamu datang hanya untuk bercerita atau meminta saran, aku akan tetap ada. Tapi kalau kamu datang dengan membawa perasaan yang sama seperti dulu, aku benar-benar akan pergi." Jawab Tirta dengan tenang.

Ia tidak ingin ada harapan yang tersisa di antara mereka. Ia juga tidak ingin hubungan mereka justru menghambat langkah masing-masing untuk melanjutkan hidup.

"Hmm..." Jordan menjawab dengan suara tercekat. Baru sekarang ia menyadari bahwa selama ini cintanya kepada Tirta tertutup oleh rasa tidak enak terhadap teman-temannya yang justru memberi pengaruh buruk.

Perlahan, Jordan memeluk Tirta untuk terakhir kalinya. Diam-diam ia mengusap air mata yang jatuh tanpa sepengetahuan gadis yang masih sangat ia cintai. Jika memang ini adalah pilihan terakhir yang bisa ia berikan untuk wanita yang pernah menjadi rumahnya, maka ia akan menghormatinya.

...****************...

💌 Terima kasih sudah menemukan dan membaca kisah ini bersama. Sampai jumpa di halaman berikutnya. Tr_w 💜

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!